Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 29

Teks:

....

Kakak, sengaja Vera membuat surat ini dengan maksud memberitahukan bahwa Reza kena musibah. Ia keracunan obat, dan segera dilarikan ke rumah sakit. Ia sekarang berada di Paviliun Anggrek Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo.

Pertanyaan: Isi telegram yang tepat berdasarkan kutipan surat di atas adalah ....

  1. Reza dilarikan ke rumah sakit
  2. Reza keracunan obat di Cipto Mangun Kusumo
  3. Reza keracunan dan sekarang di rumah sakit
  4. Reza dirawat di rumah sakit Cipto Mangun Kusumo
Jawaban & Analisis

Jawaban: D

Analisis:

  • Telegram harus ringkas, tetapi memuat inti informasi penting: (1) siapa (Reza), (2) apa (kena musibah/keracunan obat), (3) di mana sekarang (RS Cipto Mangunkusumo, Paviliun Anggrek).
  • D memuat informasi lokasi yang paling penting: Reza dirawat di RS Cipto Mangun Kusumo. Ini sesuai kalimat “Ia sekarang berada di Paviliun Anggrek Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo.”
  • A terlalu umum: hanya “dilarikan ke rumah sakit”, tidak menyebut RS mana; padahal teks menyebut jelas RS dan paviliun.
  • B kurang tepat: seolah-olah kejadian keracunan terjadi “di” Cipto Mangun Kusumo, padahal teks hanya menyatakan lokasi perawatan sekarang, bukan lokasi keracunan.
  • C masih kurang spesifik: tidak menyebut RS mana, padahal itu info kunci yang tersedia.
  • Karena ketepatan dan kelengkapan inti info, D \( \gt \) A/C, dan B \( \lt \) karena salah nuansa “di”.

Soal 30

Paragraf: Kita tentu sangat prihatin atas sindiran yang ditujukan tiada henti kepada polisi. Seolah-olah polisi tidak pernah berbuat kebaikan untuk melindungi masyarakat. Walaupun ada polisi yang melindungi masyarakat, tidak jarang dicerca dan semata-mata ‘cari muka’. Padahal, untuk bisa memberikan pelayanan terbaik kini kepolisian telah mencoba merekrut anggota POLRI yang baik.

Pertanyaan: Pikiran utama paragraf tersebut adalah ....

  1. keprihatinan terhadap sindiran
  2. tidak melindungi masyarakat
  3. tidak pernah berbuat kebaikan
  4. memberikan pelayanan terbaik
Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis:

  • Kalimat pembuka menyatakan sikap penulis: “Kita tentu sangat prihatin atas sindiran … kepada polisi.” Ini biasanya menjadi gagasan utama, sementara kalimat berikutnya menjadi penjelas/alasan.
  • Kalimat-kalimat selanjutnya memperkuat alasan keprihatinan: polisi dicerca, dianggap “cari muka”, padahal ada upaya memperbaiki pelayanan dengan merekrut anggota baik.
  • A merangkum keseluruhan isi: fokus paragraf adalah respons (keprihatinan) terhadap sindiran berlebihan kepada polisi.
  • B dan C adalah isi “seolah-olah” (pandangan miring orang), bukan pendirian penulis; jadi bukan gagasan utama.
  • D adalah tujuan/harapan (pelayanan terbaik) yang disebut sebagai penutup penjelasan, bukan ide pusat paragraf.
  • Jadi A \( \gt \) D/B/C; B dan C jelas \( \lt \) karena hanya kutipan sikap menyindir (“seolah-olah”).

Soal 31

Puisi:

Ketika bara hati
Padam tidak berarti

Pertanyaan: Citraan puisi di atas adalah ....

  1. penglihatan
  2. pendengaran
  3. perasaan
  4. penciuman
Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Analisis:

  • “bara hati” adalah ungkapan yang mengarah pada gejolak batin/emosi (marah, sedih, semangat) dan “padam” menggambarkan meredanya emosi itu.
  • Citraan yang dominan adalah perasaan (emosi/batin), bukan suara, bau, atau tampak visual.
  • A (penglihatan) kurang tepat karena tidak ada gambaran visual langsung; kata “bara” memang bisa dibayangkan, tetapi frasa lengkap “bara hati” berpusat pada batin.
  • B dan D tidak didukung.
  • Karena nuansa batin paling kuat, C \( \gt \) A/B/D; A \( \lt \) karena hanya bayangan visual sekunder.

Soal 32

Kalimat: Cak Dik sudah mulai bekerja ..... kesehatannya belum pulih.

Pertanyaan: Kata penghubung yang tepat untuk melengkapi kalimat di atas adalah ....

  1. tetapi
  2. padahal
  3. sedangkan
  4. melainkan
Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis:

  • Hubungan makna: ada pertentangan sederhana—sudah mulai bekerja namun kesehatan belum pulih.
  • A (tetapi) paling tepat untuk pertentangan langsung dalam satu kalimat.
  • B (padahal) memberi nuansa “seharusnya tidak demikian” dan biasanya menekankan kejanggalan; masih mungkin, tetapi untuk bentuk netral, “tetapi” lebih tepat.
  • C (sedangkan) lebih cocok untuk perbandingan dua hal/dua subjek yang disejajarkan, bukan pertentangan sebab-akibat dalam satu subjek.
  • D (melainkan) dipakai dalam pola penyangkalan “bukan ..., melainkan ...”, tidak cocok di sini.
  • Ketepatan struktur: A \( \gt \) B/C/D; D jelas \( \lt \) karena pola kalimatnya tidak sesuai.

Soal 33

Kalimat: ......, bisa disimpulkan bahwa tidak semua pedagang besar bermental tengkulak. Pada kenyataannya masih ada saja pedagang yang selalu mengambil keuntungan di atas perihnya nasib petani.

Pertanyaan: Kalimat pengandaian untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ....

  1. Bila keterangan Haji Emad benar.
  2. Karena Haji Emad keterangannya benar.
  3. Sudah pasti ia memberi data benar.
  4. Meskipun keterangan H. Emad tidak benar.
Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis:

  • Diminta kalimat pengandaian (syarat), biasanya ditandai kata: “jika”, “bila”, “apabila”.
  • A memakai “Bila ...” sehingga jelas sebagai pengandaian: Jika keterangan Haji Emad benar, (maka) bisa disimpulkan ...
  • B memakai “karena” yang menyatakan sebab, bukan pengandaian.
  • C adalah kepastian, bukan pengandaian.
  • D memakai “meskipun” (konsesi), bukan syarat/pengandaian.
  • Jadi A \( \gt \) B/C/D untuk bentuk pengandaian; B/C/D \( \lt \) karena jenis hubungan maknanya berbeda.