Soal 39
Pertanyaan: Paragraf yang di dalamnya terdapat hubungan perbandingan adalah ....
- Bank pemerintah telah syarat dengan pengalaman. Kalau bank pemerintah profesional, tentu tidak akan mengalami kredit macet.
- Kehidupan sekarang sangat jauh berbeda daripada kehidupan masa lampau. Hal ini terbukti dengan tersedianya sarana dan fasilitas di segala bidang. Kita harus berpacu untuk dapat mengimbanginya.
- Kehidupan kita sekarang ini ternyata tidak dapat kita pisahkan dari listrik. Listrik banyak manfaatnya bagi kehidupan kita, misalnya untuk mengoperasionalkan alat-alat rumah tangga.
- Di sana di sebelah barat, tampak cahaya merah melenting. Asap hitam mengepul ke udara. Rupanya ada kebakaran. Aku ikuti orang-orang yang berjalan menuju tempat kebakaran itu.
Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Analisis:
- Hubungan perbandingan ditandai adanya pembandingan dua hal, biasanya dengan kata seperti “lebih ... daripada”, “berbeda dengan”, “dibandingkan”, “seperti”.
- B jelas membandingkan: “Kehidupan sekarang sangat jauh berbeda daripada kehidupan masa lampau.” Ini perbandingan eksplisit.
- A lebih berupa sebab-akibat/andaian (kalau ... tentu ...), bukan perbandingan.
- C berisi penjelasan manfaat listrik (eksposisi), tanpa perbandingan.
- D berisi deskripsi peristiwa kebakaran, tanpa perbandingan.
- Karena indikator “berbeda daripada” sangat kuat, B \( \gt \) A/C/D; yang lain \( \lt \).
Soal 40
Judul: Bisik Hidup
Cerita:
(1) Ketika beta membuka jendela tersentuhlah pucuk kembang pengantin yang muda gembira memanjat di hadapan kantorku. (2) Patahlah ia dan gugur ke bumi. (3) Sesal haluku memikirkan garansnya perbuatan yang memutuskan hidup seriang itu menggeleng ke atas .... (4) Hari ini beta membuka jendela pula. Mataku mencari batang menjalar tiada berpacah tiada berkuncup. Kemanakah perginya? ke manakah perginya?
Pertanyaan: Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat pengganti keterangan waktu pada cerita tersebut ditandai dengan nomor ....
- (1)
- (2)
- (3)
- (4)
Jawaban & Analisis
Jawaban: A (1)
Analisis:
- Kalimat majemuk bertingkat memiliki anak kalimat (subordinatif). Untuk keterangan waktu, penandanya sering berupa “ketika”, “sewaktu”, “sebelum”, “sesudah”.
- Kalimat (1) diawali “Ketika beta membuka jendela ...” yang jelas adalah anak kalimat waktu (menjawab kapan), lalu diikuti induk kalimat “tersentuhlah ...”.
- Kalimat (2) tunggal (kejadian langsung), tanpa anak kalimat.
- Kalimat (3) tidak menampilkan penanda waktu yang jelas, dan strukturnya lebih berupa ungkapan perasaan/penilaian.
- Kalimat (4) memiliki keterangan waktu “Hari ini”, tetapi itu bukan anak kalimat (bukan klausa subordinatif), hanya frasa keterangan.
- Jadi (1) \( \gt \) (2)/(3)/(4) untuk “anak kalimat keterangan waktu”.
Soal 41
Kalimat: Harga pestisida yang melambung tinggi membuat petani tidak mampu membelinya sehingga produksi padi menurun.
Pertanyaan: Arti istilah “pestisida” pada kalimat di atas adalah ....
- pupuk yang digunakan di pertanian
- zat beracun untuk membunuh hama
- bahan untuk menggemburkan tanah
- senyawa kimia untuk meningkatkan produksi padi
Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Analisis:
- Pestisida adalah bahan (biasanya kimia) untuk mengendalikan/membunuh organisme pengganggu (hama) tanaman.
- B tepat: “zat beracun untuk membunuh hama”.
- A dan C adalah fungsi pupuk/amelioran tanah, bukan pestisida.
- D terlalu umum dan mengarah pada pupuk/peningkat produksi; pestisida bukan untuk “meningkatkan produksi” secara langsung, melainkan mengendalikan hama.
- Ketepatan definisi: B \( \gt \) A/C/D; A/C \( \lt \) karena jenisnya berbeda.
Soal 42
Kalimat: Berbicara tentang hak rakyat dan kekuasaan, Presiden menegaskan bahwa asas pemilihan umum yang langsung, umum, bebas, dan rahasia harus dihormati serta dijunjung tinggi.
Pertanyaan: Sinonim kata yang bercetak miring dalam kalimat di atas adalah ....
- menyetujui
- menekankan
- menjelaskan
- meluruskan
Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Analisis:
- Menegaskan berarti menyatakan dengan tegas, memberi penekanan agar jelas dan kuat.
- B (menekankan) paling dekat maknanya: sama-sama memberi tekanan/penegasan.
- A (menyetujui) berbeda: itu menyatakan persetujuan, bukan penegasan.
- C (menjelaskan) berarti menerangkan, tidak selalu tegas/menekankan.
- D (meluruskan) berarti membetulkan/merapikan kesalahan pemahaman.
- Jadi B \( \gt \) A/C/D; A/C/D \( \lt \) karena maknanya bergeser.
Soal 43
Paragraf:
(1) Jarang orang bisa menawarkan bisa ular.
(2) Padahal di Indonesia banyak jenis ular yang berbahaya.
(3) Ular yang racunnya sangat berbahaya, antara lain ular kobra ular tanah, dan ular belang.
(4) Kita harus waspada kalau ada ular di sekitar rumah kita.
Pertanyaan: Kalimat dalam paragraf di atas yang menggunakan kata berhomonim ditandai dengan nomor ....
- (1)
- (2)
- (3)
- (4)
Jawaban & Analisis
Jawaban: A (1)
Analisis:
- Homonim: bentuk kata sama, tetapi makna berbeda (misal “bisa” = mampu, “bisa” = racun).
- Kalimat (1) memuat kata “bisa” dua kali dengan makna berbeda:
- “Jarang orang bisa ...” = mampu
- “... menawarkan bisa ular” = racun
- Kalimat (2)-(4) tidak menampilkan homonim sejelas itu.
- Karena permainan makna “bisa” sangat eksplisit, (1) \( \gt \) lainnya.
Pendampingan akademik ini merupakan bagian dari sistem pendidikan di Pesantren Tahfidz Karangmojo, yang berupaya menyeimbangkan pembinaan Al-Qur'an dan kemampuan akademik ananda.
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 1
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 2
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 3
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 4
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 5
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 6
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 7
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 8
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 9
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 10