Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

21. Cermati kutipan drama berikut!

Panggung menggambarkan sebuah kamar reot. Di dalamnya terdapat sebuah dipan dan dua buah kursi yang sudah rusak pula. Suasana kemiskinanlah yang tampil di situ.

Istri : (mengharap) Banyakkah hasil yang kau terima hari ini?

Suami : Bah, kosong sama sekali, seperempat rupiah pun tak dapat, dan kau bagaimana?

Istri : Ada seorang wanita muda memberi makan kepada kita.

Suami : Terima kasih moga-moga Tuhan memberkahinya. Apa yang diberikannya?

Istri : Sepotong roti.

Suami : Kalau begitu, masih adakah simpanan untuk esok pagi?

Istri : Masih, tetapi hanya untukku.

Suami : Tak ada yang lain? Ah, maksudku selain dari roti itu.

Istri : Ada. Sepotong nasihat, supaya jangan membawa anak itu keluar karena udara terlalu lembab.

Masalah yang diungkapkan dalam kutipan naskah drama tersebut adalah …

Aharapan seorang pengemis terhadap masa depannya
Bpenghasilan sepasang pengemis yang tidak memadai
Cpekerjaan yang dilakukan setiap hari oleh manusia
Dpertanyaan seorang suami kepada istri dan anaknya
Esuami istri saling menasihati dan menyayangi
Lihat Jawaban & Analisis Nomor 21

Jawaban: B

Analisis opsi A: Kutipan tidak menonjolkan “harapan masa depan” sebagai pokok masalah. Istri memang bertanya dengan nada “mengharap”, tetapi isi dialog segera menunjukkan persoalan yang lebih nyata: tidak ada penghasilan dan hidup bergantung pada pemberian.

Analisis opsi B: Ini paling tepat karena inti dialog menegaskan hasil hari itu “kosong sama sekali”, bahkan “seperempat rupiah pun tak dapat”. Makanan pun berasal dari pemberian “seorang wanita muda”. Artinya, penghasilan mereka tidak memadai untuk kebutuhan dasar.

Analisis opsi C: Tidak ada uraian pekerjaan rutin manusia secara umum. Yang ada justru situasi kemiskinan dan ketidakmampuan memperoleh uang.

Analisis opsi D: Memang ada pertanyaan suami kepada istri, tetapi itu bukan “masalah utama”. Pertanyaan muncul sebagai reaksi terhadap kesulitan ekonomi, bukan sebagai fokus persoalan.

Analisis opsi E: Ada unsur saling peduli (nasihat soal anak dan udara lembab), tetapi ini pelengkap. Masalah utama tetap: kondisi miskin dengan pemasukan \( \lt \) kebutuhan hidup, sehingga mereka bergantung pada roti pemberian.

Penegasan: Masalah pokok: tidak ada hasil uang \( \gt \) kebutuhan makan harus ditutup oleh pemberian orang lain.


22. Cermati gurindam berikut!

Jika hendak mengenal orang berbangsa,
lihat kepada budi bahasa.

(Gurindam XII, Raja Ali Haji)

Isi gurindam tersebut adalah …

ABahasa yang digunakan seseorang menunjukkan kebangsaannya.
BTutur kata dan sopan santun seseorang menunjukan kepribadian orang tersebut.
COrang yang berbudi tentu akan berbahasa dengan baik.
DSeseorang dari golongan bangsawan tentu berbudi dan berbahasa yang baik.
EOrang yang mempunyai rasa kebangsaan yang kuat akan mempertahankan bahasanya.
Lihat Jawaban & Analisis Nomor 22

Jawaban: B

Analisis inti gurindam: “mengenal orang berbangsa” diarahkan pada cara menilainya: “lihat kepada budi bahasa”. Jadi ukuran yang dipakai adalah budi bahasa (tutur kata, sopan santun).

Analisis opsi A: Opsi A menekankan “bahasa menunjukkan kebangsaan” (identitas bangsa lewat bahasa). Padahal gurindam menekankan kualitas “budi bahasa” sebagai cermin pribadi, bukan sekadar identitas bahasa.

Analisis opsi B: Ini paling sesuai: “budi bahasa” merujuk tutur kata dan sopan santun. Pesan gurindam: mengenal kualitas seseorang dilakukan melalui budi bahasanya.

Analisis opsi C: Opsi C membalik hubungan menjadi “orang berbudi pasti berbahasa baik”. Gurindam tidak menyatakan kepastian sebab-akibat seperti itu; ia memberi cara menilai (lihat budi bahasa), bukan rumus pasti.

Analisis opsi D: Tidak ada pembahasan bangsawan. Ini tambahan di luar teks.

Analisis opsi E: Opsi E berbicara soal mempertahankan bahasa karena nasionalisme, tidak sesuai dengan pesan penilaian budi bahasa.

Penegasan: Fokus gurindam: budi bahasa sebagai indikator kualitas seseorang, bukan hal lain \( \gt \) pilihan B paling tepat.


23. Teks puisi berikut untuk soal nomor 23 dan 24

TERATAI
Kepada Ki Hajar Dewantara

Dalam kebun di tanah airku
Tumbuh sekuntum bunga teratai
Tersembunyi kembang indah permai
Tiada terlihat orang yang lalu.

Akarnya tumbuh di hati dunia
Daun berseri, Laksmi mengarang
Biarpun dia diabaikan orang
Seroja kembang gemilang mulia.

Teruslah, o, Teratai bahagia
Berseri di kebun Indonesia
Biarkan sedikit penjaga taman.

Biarpun engkau tak terlihat,
Biarpun engkau tidak diminat
Engkau turut menjaga jaman

(Sanusi Pane, 1957)

Makna lambang bunga teratai pada larik puisi tersebut adalah …

Aseorang pengarang
Bpenjaga kebun
Corang tak dikenal
Dtokoh pendidikan
Epenjaga hati
Lihat Jawaban & Analisis Nomor 23

Jawaban: D

Analisis petunjuk utama: Puisi berjudul “Teratai” dan secara eksplisit dipersembahkan “Kepada Ki Hajar Dewantara”. Jadi lambang “teratai” diarahkan pada sosok yang dimaksud dalam persembahan itu.

Analisis opsi A: Puisi tidak melambangkan teratai sebagai “pengarang”. Yang disorot adalah peran menjaga zaman dan pengabdian yang kurang terlihat.

Analisis opsi B: “penjaga kebun” muncul sebagai ungkapan metaforis (“Biarkan sedikit penjaga taman”), namun lambang utama teratai tetap menunjuk tokoh yang dipuji, bukan profesi penjaga kebun secara harfiah.

Analisis opsi C: Ada larik “Tiada terlihat orang yang lalu” dan “tak terlihat, tidak diminat”, tetapi konteksnya adalah tokoh besar yang jasanya tidak selalu tampak/diapresiasi, bukan “orang tak dikenal” sungguhan.

Analisis opsi D: Karena puisi ditujukan kepada Ki Hajar Dewantara (tokoh pendidikan), maka “bunga teratai” melambangkan tokoh pendidikan yang menjaga zaman melalui pendidikan walau kerap diabaikan.

Analisis opsi E: “penjaga hati” tidak didukung oleh diksi puisi. Kata-kata kunci justru “kebun Indonesia”, “penjaga taman”, “menjaga jaman”.

Penegasan hubungan: Persembahan (kepada tokoh pendidikan) \( \gt \) lambang teratai (tokoh pendidikan) lebih kuat daripada tafsir lain.


24. Maksud puisi tersebut adalah …

ATokoh pendidikan Indonesia yang besar jasanya dan bersinar sepanjang masa.
BSeorang tokoh pendidikan yang dikagumi sebagian kecil masyarakat.
CKerendahan hati seorang tokoh yang telah berjasa menjaga tanah airnya.
DSeorang pahlawan yang tidak banyak dikenal oleh bangsanya sendiri.
ESeorang pejuang yang telah mengharumkan dan menjaga tanah air Indonesia.
Lihat Jawaban & Analisis Nomor 24

Jawaban: B

Analisis isi puisi: Puisi menekankan bahwa “teratai” itu indah dan mulia tetapi “tersembunyi”, “tiada terlihat”, “diabaikan orang”, “tak terlihat”, dan “tidak diminat”, namun tetap “turut menjaga jaman”. Ini menggambarkan tokoh yang berjasa, tetapi apresiasi masyarakat tidak besar.

Analisis opsi A: Opsi A menekankan “bersinar sepanjang masa”, seolah tokoh ini selalu tampak dan dipuja luas. Padahal puisi justru menekankan ketakterlihatan dan pengabaian.

Analisis opsi B: Opsi B paling dekat dengan gagasan “tidak diminat” dan “diabaikan orang”, yang bermakna tidak semua masyarakat mengagumi/menghargai. Jadi tokoh itu hanya mendapat penghargaan terbatas.

Analisis opsi C: Puisi tidak menonjolkan “kerendahan hati” sebagai pokok, melainkan kondisi kurang diapresiasi dan tetap mengabdi.

Analisis opsi D: Opsi D menyebut “pahlawan” secara umum dan “tidak dikenal”. Puisi lebih spesifik ke tokoh pendidikan (selaras persembahan), serta nuansanya “diabaikan/tidak diminat” (kurang diapresiasi), bukan benar-benar tidak dikenal sama sekali.

Analisis opsi E: Opsi E terlalu menekankan “pejuang” dan “mengharumkan” (glorifikasi). Puisi lebih halus: mengabdi menjaga zaman meski kurang dihargai.

Penegasan: Diabaikan/tidak diminat \( \gt \) apresiasi terbatas; makna itu cocok dengan opsi B.


25. Perhatikan kutipan esai berikut!

Kesenjangan di Indonesia cenderung naik pada tahun-tahun ini. Kesenjangan itu tampak seperti berikut: Pertama, adanya peningkatan kesenjangan pemilikan lahan sektor pertanian. Kedua, adanya kesenjangan akses untuk memasuki aktivitas ekonomi sebagai sumber pendapatan. Di sektor pertanian, misalnya, petani kecil kesulitan mendapatkan kredit. Ketiga, kesenjangan untuk mendapatkan akses pelayanan dasar, seperti pendidikan dan kesehatan.

Hal yang diungkapkan dalam kutipan esai tersebut adalah …

AKesenjangan merupakan salah satu pokok persoalan sosial ekonomi kita akhir-akhir ini.
BPetani semakin sulit hidupnya sehingga lahan pertaniannya semakin menipis.
CKesenjangan yang terjadi antara petani dengan pemerintah Indonesia.
DPendidikan dan kesehatan semakin tidak dapat dijangkau oleh petani Indonesia.
EPetani kecil selalu mendapatkan kesulitan untuk memperoleh kredit dari pemerintah.
Lihat Jawaban & Analisis Nomor 25

Jawaban: A

Analisis gagasan utama: Paragraf membuka dengan pernyataan umum “kesenjangan di Indonesia cenderung naik”, lalu memberi rincian bentuk-bentuk kesenjangan (lahan, akses ekonomi/kredit, akses layanan dasar). Polanya: pernyataan umum \( \gt \) contoh-contoh pendukung.

Analisis opsi A: Opsi A merangkum keseluruhan isi: kesenjangan menjadi persoalan sosial ekonomi belakangan ini, dibuktikan dengan tiga contoh yang dijabarkan. Ini sesuai fungsi paragraf sebagai pengantar + pemaparan.

Analisis opsi B: Paragraf menyebut “kesenjangan pemilikan lahan” tetapi tidak menyatakan “lahan petani menipis karena hidup makin sulit”. Itu penalaran tambahan yang tidak tertulis.

Analisis opsi C: Tidak ada pembahasan “antara petani dengan pemerintah”. Yang dibahas adalah kesenjangan akses dan kepemilikan secara umum.

Analisis opsi D: Paragraf menyebut “kesenjangan untuk mendapatkan akses pelayanan dasar” (pendidikan dan kesehatan), tetapi tidak dibatasi hanya petani, dan tidak menyatakan “semakin tidak dapat dijangkau” secara mutlak. Jadi D terlalu menyempitkan dan menguatkan klaim.

Analisis opsi E: Paragraf memberi contoh: “petani kecil kesulitan mendapatkan kredit”, namun tidak menyebut sumbernya “dari pemerintah” dan tidak menyatakan “selalu”. Jadi E menambah dua hal yang tidak ada.

Kesimpulan: Opsi A paling tepat karena mencakup semua rincian, sedangkan opsi lain hanya mengambil satu bagian dan bahkan menambah unsur yang tidak disebutkan.