Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

No 1

Aplikasi: Desain Pinggiran Kolam Renang

Seorang kontraktor ingin memasang ubin berwarna di sekeliling kolam renang berbentuk persegi. Jika ukuran kolam adalah \( n \times n \) meter, jumlah ubin yang dibutuhkan di sekelilingnya mengikuti pola berikut:

Untuk kolam \( 1 \times 1 \) meter, dibutuhkan 8 ubin.

Untuk kolam \( 2 \times 2 \) meter, dibutuhkan 12 ubin.

Untuk kolam \( 3 \times 3 \) meter, dibutuhkan 16 ubin.

Jika \( U_n \) menyatakan jumlah ubin untuk kolam berukuran \( n \times n \) meter, maka \( U_n = \, ? \)


Jawaban dan Analisa (Klik untuk membuka)

Langkah pertama, kita perhatikan pola jumlah ubin:

\( U_1 = 8 \)

\( U_2 = 12 \)

\( U_3 = 16 \)

Sekarang kita cari selisih antar suku:

\( 12 - 8 = 4 \)

\( 16 - 12 = 4 \)

Karena selisihnya selalu tetap yaitu \( 4 \), maka barisan ini adalah barisan aritmetika.

Rumus umum barisan aritmetika:

\( U_n = a + (n-1)b \)

dengan:

\( a = 8 \) (suku pertama)

\( b = 4 \) (beda)

Substitusikan ke rumus:

\( U_n = 8 + (n-1)4 \)

\( U_n = 8 + 4n - 4 \)

\( U_n = 4n + 4 \)

Jadi rumus jumlah ubin adalah:

\( U_n = 4n + 4 \)


Penjelasan Konsep (untuk yang baru belajar):

Setiap ukuran kolam bertambah 1 meter pada setiap sisi. Karena kolam berbentuk persegi, maka kelilingnya bertambah secara teratur. Jumlah ubin di sekeliling kolam selalu bertambah tetap sebesar \( 4 \) ubin setiap kenaikan ukuran.

Secara geometri, ubin dipasang mengelilingi keempat sisi persegi. Karena persegi memiliki 4 sisi, pertambahan panjang sisi menyebabkan total ubin bertambah secara linear terhadap \( n \).

Itulah sebabnya bentuk akhirnya menjadi fungsi linear:

\( U_n = 4n + 4 \)


No 2

Aplikasi: Jaringan Komunikasi/Grup WhatsApp

Dalam sebuah grup koordinasi, setiap anggota harus saling bertukar nomor telepon dengan semua anggota lain tepat satu kali. Diketahui pola berikut:

Jika ada \( 2 \) anggota, terjadi \( 1 \) kali pertukaran nomor.

Jika ada \( 3 \) anggota, terjadi \( 3 \) kali pertukaran nomor.

Jika ada \( 4 \) anggota, terjadi \( 6 \) kali pertukaran nomor.

Jika ada \( 5 \) anggota, terjadi \( 10 \) kali pertukaran nomor.

Jika \( K_n \) menyatakan total pertukaran nomor yang terjadi di antara \( n \) anggota, maka tentukan rumus \( K_n \).


Jawaban dan Analisa (Klik untuk membuka)

Langkah 1: Memahami Situasi

Setiap pertukaran terjadi antara sepasang anggota. Artinya kita hanya menghitung banyaknya pasangan yang bisa dibentuk dari \( n \) orang.

Langkah 2: Menuliskan Data

\( K_2 = 1 \)

\( K_3 = 3 \)

\( K_4 = 6 \)

\( K_5 = 10 \)

Perhatikan selisihnya:

\( 3 - 1 = 2 \)

\( 6 - 3 = 3 \)

\( 10 - 6 = 4 \)

Selisih tidak tetap, tetapi bertambah 1 setiap langkah. Ini menunjukkan bahwa pola berbentuk barisan kuadrat.

Langkah 3: Menggunakan Rumus Kombinasi SMA

Jumlah pasangan yang dapat dibentuk dari \( n \) orang adalah kombinasi 2 dari \( n \), yaitu:

\( K_n = \binom{n}{2} \)

Rumus kombinasi:

\( \binom{n}{2} = \dfrac{n!}{2!(n-2)!} \)

Sederhanakan:

\( \binom{n}{2} = \dfrac{n(n-1)}{2} \)

Jadi rumus umumnya adalah:

\( K_n = \dfrac{n(n-1)}{2} \)


Penjelasan Konsep (untuk yang baru belajar):

Misalkan ada \( n \) orang. Orang pertama bisa bertukar nomor dengan \( (n-1) \) orang. Orang kedua sebenarnya juga bisa bertukar dengan \( (n-1) \) orang, tetapi pasangan dengan orang pertama sudah dihitung.

Jika kita menghitung seluruh kemungkinan, jumlahnya adalah:

\( n(n-1) \)

Namun setiap pasangan terhitung dua kali (misalnya A dengan B dan B dengan A), maka harus dibagi 2.

Sehingga diperoleh:

\( K_n = \dfrac{n(n-1)}{2} \)

Inilah rumus jumlah pertukaran nomor dalam grup.


No 3

Aplikasi: Tarif Layanan Logistik/Taksi

Sebuah perusahaan ekspedisi menerapkan tarif pengiriman berdasarkan berat barang \( n \) kg. Biaya yang dikenakan mengikuti pola berikut:

Berat \( 1 \) kg: Rp15.000

Berat \( 2 \) kg: Rp22.000

Berat \( 3 \) kg: Rp29.000

Berat \( 4 \) kg: Rp36.000

Jika \( T_n \) menyatakan biaya pengiriman untuk berat \( n \) kg, tentukan rumus \( T_n \).


Jawaban dan Analisa (Klik untuk membuka)

Langkah 1: Menuliskan Data dalam Bentuk Barisan

\( T_1 = 15000 \)

\( T_2 = 22000 \)

\( T_3 = 29000 \)

\( T_4 = 36000 \)

Langkah 2: Mencari Selisih (Beda)

\( 22000 - 15000 = 7000 \)

\( 29000 - 22000 = 7000 \)

\( 36000 - 29000 = 7000 \)

Karena selisih selalu tetap yaitu \( 7000 \), maka ini adalah barisan aritmetika.

Langkah 3: Menggunakan Rumus Barisan Aritmetika SMA

Rumus umum:

\( T_n = a + (n-1)b \)

dengan:

\( a = 15000 \)

\( b = 7000 \)

Substitusikan:

\( T_n = 15000 + (n-1)7000 \)

\( T_n = 15000 + 7000n - 7000 \)

\( T_n = 7000n + 8000 \)

Jadi rumus tarif pengiriman adalah:

\( T_n = 7000n + 8000 \)


Penjelasan Konsep (untuk yang baru belajar):

Setiap tambahan \( 1 \) kg menyebabkan biaya bertambah tetap sebesar \( 7000 \). Artinya biaya bertambah secara linear terhadap berat.

Karena pertambahannya tetap, kita gunakan rumus barisan aritmetika, sehingga diperoleh bentuk fungsi linear:

\( T_n = 7000n + 8000 \)

Angka \( 8000 \) dapat dianggap sebagai biaya tetap (biaya awal), sedangkan \( 7000n \) adalah biaya yang bergantung pada berat.


No 4

Aplikasi: Penumpukan Pipa/Batang Kayu

Di sebuah gudang, pipa-pipa besi disusun membentuk trapesium. Jumlah pipa pada setiap baris mengikuti pola berikut:

Baris ke-1 (paling atas) ada \( 5 \) pipa.

Baris ke-2 ada \( 7 \) pipa.

Baris ke-3 ada \( 9 \) pipa.

Baris ke-4 ada \( 11 \) pipa.

Jika \( P_n \) menyatakan jumlah pipa pada baris ke-\( n \) (dihitung dari baris paling atas), tentukan rumus \( P_n \).


Jawaban dan Analisa (Klik untuk membuka)

Langkah 1: Menuliskan Data sebagai Barisan

\( P_1 = 5 \)

\( P_2 = 7 \)

\( P_3 = 9 \)

\( P_4 = 11 \)

Langkah 2: Mencari Selisih (Beda)

\( 7 - 5 = 2 \)

\( 9 - 7 = 2 \)

\( 11 - 9 = 2 \)

Karena selisihnya tetap yaitu \( 2 \), maka ini adalah barisan aritmetika.

Langkah 3: Menggunakan Rumus Barisan Aritmetika SMA

Rumus umum:

\( P_n = a + (n-1)b \)

dengan:

\( a = 5 \)

\( b = 2 \)

Substitusikan:

\( P_n = 5 + (n-1)2 \)

\( P_n = 5 + 2n - 2 \)

\( P_n = 2n + 3 \)

Jadi rumus jumlah pipa pada baris ke-\( n \) adalah:

\( P_n = 2n + 3 \)


Penjelasan Konsep (untuk yang baru belajar):

Setiap turun satu baris, jumlah pipa bertambah tetap sebanyak \( 2 \). Karena pertambahannya konstan, kita menggunakan rumus barisan aritmetika.

Hasil akhirnya berbentuk fungsi linear terhadap \( n \), yaitu:

\( P_n = 2n + 3 \)

Artinya semakin besar \( n \), jumlah pipa bertambah secara teratur.


No 5

Aplikasi: Kapasitas Blok dalam Memori Komputer

Sebuah sistem penyimpanan data membagi file ke dalam blok-blok kecil. Untuk setiap penambahan satu lapis enkripsi \( n \), jumlah kode keamanan yang dihasilkan meningkat secara kuadratik sebagai berikut:

Lapis 1 : \( 4 \) kode

Lapis 2 : \( 9 \) kode

Lapis 3 : \( 16 \) kode

Lapis 4 : \( 25 \) kode

Jika \( E_n \) menyatakan jumlah kode pada lapisan ke-\( n \), tentukan rumus \( E_n \).


Jawaban dan Analisa (Klik untuk membuka)

Langkah 1: Menuliskan Data

\( E_1 = 4 \)

\( E_2 = 9 \)

\( E_3 = 16 \)

\( E_4 = 25 \)

Langkah 2: Mengamati Pola

Perhatikan bahwa:

\( 4 = 2^2 \)

\( 9 = 3^2 \)

\( 16 = 4^2 \)

\( 25 = 5^2 \)

Terlihat bahwa setiap suku adalah kuadrat dari bilangan yang bertambah satu setiap kenaikan lapisan.

Langkah 3: Menentukan Pola Umum

Untuk \( n = 1 \), diperoleh:

\( E_1 = 2^2 = (1+1)^2 \)

Untuk \( n = 2 \), diperoleh:

\( E_2 = 3^2 = (2+1)^2 \)

Untuk \( n = 3 \), diperoleh:

\( E_3 = 4^2 = (3+1)^2 \)

Maka pola umumnya adalah:

\( E_n = (n+1)^2 \)


Penjelasan Konsep (untuk yang baru belajar):

Barisan ini bukan barisan aritmetika karena selisihnya tidak tetap.

Selisihnya adalah:

\( 9 - 4 = 5 \)

\( 16 - 9 = 7 \)

\( 25 - 16 = 9 \)

Karena selisihnya bertambah secara teratur, maka pola berbentuk kuadrat.

Secara umum, jika suatu barisan mengikuti pola kuadrat, rumusnya berbentuk:

\( an^2 + bn + c \)

Dalam kasus ini, pola paling sederhana yang sesuai adalah:

\( E_n = (n+1)^2 \)


No 6

Aplikasi: Menghitung Jumlah Tiang Penyangga pada Rangka Baja

Sebuah jembatan menggunakan rangka baja berbentuk segitiga yang saling bersambungan. Jumlah batang baja yang dibutuhkan mengikuti pola berikut:

Untuk \( 1 \) segitiga, dibutuhkan \( 3 \) batang baja.

Untuk \( 2 \) segitiga (disambung), dibutuhkan \( 5 \) batang baja.

Untuk \( 3 \) segitiga, dibutuhkan \( 7 \) batang baja.

Untuk \( 4 \) segitiga, dibutuhkan \( 9 \) batang baja.

Jika \( B_n \) menyatakan banyak segitiga yang ingin dibuat, tentukan rumus jumlah batang baja yang diperlukan.


Jawaban dan Analisa (Klik untuk membuka)

Langkah 1: Menuliskan Data sebagai Barisan

\( B_1 = 3 \)

\( B_2 = 5 \)

\( B_3 = 7 \)

\( B_4 = 9 \)

Langkah 2: Mencari Selisih (Beda)

\( 5 - 3 = 2 \)

\( 7 - 5 = 2 \)

\( 9 - 7 = 2 \)

Karena selisihnya tetap yaitu \( 2 \), maka ini adalah barisan aritmetika.

Langkah 3: Menggunakan Rumus Barisan Aritmetika SMA

Rumus umum:

\( B_n = a + (n-1)b \)

dengan:

\( a = 3 \)

\( b = 2 \)

Substitusikan:

\( B_n = 3 + (n-1)2 \)

\( B_n = 3 + 2n - 2 \)

\( B_n = 2n + 1 \)

Jadi rumus jumlah batang baja yang diperlukan adalah:

\( B_n = 2n + 1 \)


Penjelasan Konsep (untuk yang baru belajar):

Segitiga pertama membutuhkan \( 3 \) batang. Setiap tambahan satu segitiga hanya menambah \( 2 \) batang baru, karena satu sisi berbagi dengan segitiga sebelumnya.

Karena pertambahannya tetap, kita gunakan rumus barisan aritmetika, sehingga diperoleh fungsi linear:

\( B_n = 2n + 1 \)


No 7

Aplikasi: Pembelahan Biner pada Bakteri

Sebuah bakteri membelah diri menjadi \( 2 \) setiap \( 15 \) menit. Pola pertumbuhan jumlah bakteri adalah sebagai berikut:

Pada menit ke-\( 0 \) : ada \( 1 \) bakteri.

Menit ke-\( 15 \) (pembelahan ke-1) : ada \( 2 \) bakteri.

Menit ke-\( 30 \) (pembelahan ke-2) : ada \( 4 \) bakteri.

Menit ke-\( 45 \) (pembelahan ke-3) : ada \( 8 \) bakteri.

Jika \( n \) menyatakan jumlah tahap pembelahan yang terjadi, tentukan rumus jumlah bakteri \( J_n \).


Jawaban dan Analisa (Klik untuk membuka)

Langkah 1: Menuliskan Data sebagai Barisan

\( J_0 = 1 \)

\( J_1 = 2 \)

\( J_2 = 4 \)

\( J_3 = 8 \)

Langkah 2: Mengamati Pola Perkalian

Setiap tahap pembelahan, jumlah bakteri selalu dikali \( 2 \).

\( 2 = 1 \times 2 \)

\( 4 = 2 \times 2 \)

\( 8 = 4 \times 2 \)

Karena selalu dikali dengan bilangan yang sama, maka ini adalah barisan geometri.

Langkah 3: Menggunakan Rumus Barisan Geometri SMA

Rumus umum barisan geometri:

\( J_n = a r^n \)

dengan:

\( a = 1 \)

\( r = 2 \)

Substitusikan:

\( J_n = 1 \cdot 2^n \)

\( J_n = 2^n \)

Jadi rumus jumlah bakteri setelah \( n \) tahap pembelahan adalah:

\( J_n = 2^n \)


Penjelasan Konsep (untuk yang baru belajar):

Pertumbuhan ini disebut pertumbuhan eksponensial, karena jumlahnya bertambah dengan cara dikalikan secara terus-menerus.

Jika tahap pembelahan semakin besar, maka:

\( 2^n \gt 2^{n-1} \)

Artinya jumlah bakteri meningkat sangat cepat seiring bertambahnya \( n \).


No 8

Aplikasi: Menghitung Jumlah Atom dalam Rantai Hidrokarbon (Alkana)

Dalam kimia, rantai molekul Alkana memiliki pola jumlah atom Karbon \( C \) dan Hidrogen \( H \) yang teratur sebagai berikut:

Jika terdapat \( 1 \) atom \( C \), maka terdapat \( 4 \) atom \( H \) (Metana).

Jika terdapat \( 2 \) atom \( C \), maka terdapat \( 6 \) atom \( H \) (Etana).

Jika terdapat \( 3 \) atom \( C \), maka terdapat \( 8 \) atom \( H \) (Propana).

Jika \( n \) menyatakan banyaknya atom Karbon \( C \), tentukan rumus banyaknya atom Hidrogen \( H_n \).


Jawaban dan Analisa (Klik untuk membuka)

Langkah 1: Menuliskan Data sebagai Barisan

\( H_1 = 4 \)

\( H_2 = 6 \)

\( H_3 = 8 \)

Langkah 2: Mencari Selisih (Beda)

\( 6 - 4 = 2 \)

\( 8 - 6 = 2 \)

Karena selisihnya tetap yaitu \( 2 \), maka ini adalah barisan aritmetika.

Langkah 3: Menggunakan Rumus Barisan Aritmetika SMA

Rumus umum:

\( H_n = a + (n-1)b \)

dengan:

\( a = 4 \)

\( b = 2 \)

Substitusikan:

\( H_n = 4 + (n-1)2 \)

\( H_n = 4 + 2n - 2 \)

\( H_n = 2n + 2 \)

Jadi rumus banyaknya atom Hidrogen adalah:

\( H_n = 2n + 2 \)


Penjelasan Konsep (untuk yang baru belajar):

Setiap penambahan \( 1 \) atom Karbon menyebabkan jumlah Hidrogen bertambah \( 2 \).

Karena pertambahannya tetap, maka hubungan antara jumlah Karbon dan Hidrogen bersifat linear.

Jika \( n_1 \gt n_2 \), maka:

\( H_{n_1} \gt H_{n_2} \)

Artinya semakin panjang rantai Karbon, semakin banyak atom Hidrogen yang dibutuhkan.


No 9

Aplikasi: Menghitung Bayangan pada Dua Cermin Lipat

Seorang siswa melakukan percobaan dengan dua cermin datar yang membentuk sudut tertentu dan meletakkan sebuah benda di antara keduanya. Diketahui pola jumlah bayangan sebagai berikut:

Jika sudut cermin \( 180^\circ \), terbentuk \( 1 \) bayangan.

Jika sudut cermin \( 120^\circ \), terbentuk \( 2 \) bayangan.

Jika sudut cermin \( 90^\circ \), terbentuk \( 3 \) bayangan.

Jika sudut cermin \( 72^\circ \), terbentuk \( 4 \) bayangan.

Jika kita membagi lingkaran penuh \( 360^\circ \) dengan sudut cermin tersebut dan memisalkannya sebagai variabel \( n \), tentukan rumus jumlah bayangan \( B_n \).


Jawaban dan Analisa (Klik untuk membuka)

Langkah 1: Mengamati Pola Hubungan Sudut dan Bayangan

Perhatikan:

\( \dfrac{360^\circ}{180^\circ} = 2 \) → bayangan \( 1 \)

\( \dfrac{360^\circ}{120^\circ} = 3 \) → bayangan \( 2 \)

\( \dfrac{360^\circ}{90^\circ} = 4 \) → bayangan \( 3 \)

\( \dfrac{360^\circ}{72^\circ} = 5 \) → bayangan \( 4 \)

Terlihat bahwa jika:

\( n = \dfrac{360^\circ}{\text{sudut}} \)

maka jumlah bayangan selalu satu kurang dari nilai tersebut.

Langkah 2: Menentukan Rumus

Karena pola menunjukkan:

\( 2 \to 1 \)

\( 3 \to 2 \)

\( 4 \to 3 \)

\( 5 \to 4 \)

maka rumus umumnya adalah:

\( B_n = n - 1 \)


Penjelasan Konsep (untuk yang baru belajar):

Semakin kecil sudut antara dua cermin, maka nilai:

\( \dfrac{360^\circ}{\text{sudut}} \)

akan semakin besar.

Jika \( n_1 \gt n_2 \), maka:

\( B_{n_1} \gt B_{n_2} \)

Artinya semakin besar nilai \( n \), jumlah bayangan semakin banyak.

Karena pola selalu satu kurang dari hasil pembagian, rumus akhirnya adalah:

\( B_n = n - 1 \)


No 10

Aplikasi: Menghitung Jarak Jatuh Bebas Sebuah Benda

Seorang peneliti menjatuhkan sebuah bola dari puncak menara dan mencatat total jarak yang ditempuh setiap detiknya (abaikan gesekan udara). Diperoleh data sebagai berikut:

Pada detik ke-\( 1 \), bola menempuh jarak \( 5 \) meter.

Pada detik ke-\( 2 \), bola menempuh total jarak \( 20 \) meter.

Pada detik ke-\( 3 \), bola menempuh total jarak \( 45 \) meter.

Pada detik ke-\( 4 \), bola menempuh total jarak \( 80 \) meter.

Jika \( n \) menyatakan waktu dalam detik, tentukan rumus total jarak yang ditempuh bola \( S_n \).


Jawaban dan Analisa (Klik untuk membuka)

Langkah 1: Menuliskan Data sebagai Barisan

\( S_1 = 5 \)

\( S_2 = 20 \)

\( S_3 = 45 \)

\( S_4 = 80 \)

Langkah 2: Mencari Selisih Pertama

\( 20 - 5 = 15 \)

\( 45 - 20 = 25 \)

\( 80 - 45 = 35 \)

Selisih tidak tetap, maka bukan barisan aritmetika.

Langkah 3: Mencari Selisih Kedua

\( 25 - 15 = 10 \)

\( 35 - 25 = 10 \)

Karena selisih kedua tetap, maka barisan berbentuk kuadrat.

Langkah 4: Menggunakan Rumus Gerak Jatuh Bebas SMA

Dalam fisika SMA, jarak jatuh bebas tanpa kecepatan awal dirumuskan:

\( S = \dfrac{1}{2} g t^2 \)

Jika percepatan gravitasi \( g = 10 \, \text{m/s}^2 \), maka:

\( S = \dfrac{1}{2} (10) t^2 \)

\( S = 5 t^2 \)

Jika \( t = n \), maka:

\( S_n = 5 n^2 \)


Verifikasi:

Jika \( n = 1 \), maka \( S_1 = 5(1)^2 = 5 \)

Jika \( n = 2 \), maka \( S_2 = 5(2)^2 = 20 \)

Jika \( n = 3 \), maka \( S_3 = 5(3)^2 = 45 \)

Jika \( n = 4 \), maka \( S_4 = 5(4)^2 = 80 \)

Semua sesuai dengan data.

Karena \( n_1 \gt n_2 \), maka:

\( S_{n_1} \gt S_{n_2} \)

Artinya semakin lama waktu jatuh, jarak semakin besar secara kuadratik.


No 11

Aplikasi: Desain Lantai Mosaik Berbentuk Persegi

Seorang arsitek membuat pola mosaik persegi di tengah ruangan yang semakin luas setiap harinya. Diketahui pola pemasangan ubin sebagai berikut:

Hari ke-\( 1 \) : dipasang \( 1 \) ubin pusat.

Hari ke-\( 2 \) : dipasang ubin tambahan sehingga membentuk persegi \( 3 \times 3 \) (total \( 9 \) ubin).

Hari ke-\( 3 \) : dipasang ubin tambahan sehingga membentuk persegi \( 5 \times 5 \) (total \( 25 \) ubin).

Hari ke-\( 4 \) : dipasang ubin tambahan sehingga membentuk persegi \( 7 \times 7 \) (total \( 49 \) ubin).

Jika \( n \) menyatakan nomor hari, tentukan rumus total ubin yang terpasang \( U_n \).


Jawaban dan Analisa (Klik untuk membuka)

Langkah 1: Menuliskan Data

\( U_1 = 1 \)

\( U_2 = 9 \)

\( U_3 = 25 \)

\( U_4 = 49 \)

Langkah 2: Mengamati Pola

Perhatikan bahwa:

\( 1 = 1^2 \)

\( 9 = 3^2 \)

\( 25 = 5^2 \)

\( 49 = 7^2 \)

Terlihat bahwa panjang sisi persegi membentuk barisan:

\( 1, 3, 5, 7, \dots \)

Barisan tersebut adalah barisan aritmetika dengan beda \( 2 \). Rumus panjang sisi hari ke-\( n \) adalah:

\( s_n = 1 + (n-1)2 \)

\( s_n = 2n - 1 \)

Langkah 3: Menentukan Total Ubin

Karena total ubin membentuk persegi, maka:

\( U_n = (s_n)^2 \)

Substitusi:

\( U_n = (2n - 1)^2 \)

Jadi rumus total ubin adalah:

\( U_n = (2n - 1)^2 \)


Verifikasi:

Jika \( n = 1 \), maka \( U_1 = (1)^2 = 1 \)

Jika \( n = 2 \), maka \( U_2 = (3)^2 = 9 \)

Jika \( n = 3 \), maka \( U_3 = (5)^2 = 25 \)

Jika \( n = 4 \), maka \( U_4 = (7)^2 = 49 \)

Karena \( n_1 \gt n_2 \), maka:

\( U_{n_1} \gt U_{n_2} \)

Artinya semakin lama hari pemasangan, luas mosaik bertambah secara kuadratik.


No 12

Aplikasi: Tabungan dengan Kenaikan Setoran yang Konsisten

Seseorang menabung setiap bulan dengan jumlah setoran yang meningkat secara teratur. Diketahui pola sebagai berikut:

Bulan ke-\( 1 \) : menabung Rp10.000.

Bulan ke-\( 2 \) : menabung Rp15.000. Total tabungan menjadi Rp25.000.

Bulan ke-\( 3 \) : menabung Rp20.000. Total tabungan menjadi Rp45.000.

Bulan ke-\( 4 \) : menabung Rp25.000. Total tabungan menjadi Rp70.000.

Jika \( T_n \) menyatakan total seluruh tabungan (dalam ribuan rupiah) pada bulan ke-\( n \), tentukan rumus \( T_n \).


Jawaban dan Analisa (Klik untuk membuka)

Langkah 1: Menentukan Pola Setoran Bulanan

Setoran tiap bulan membentuk barisan aritmetika:

\( 10, 15, 20, 25, \dots \)

Suku pertama:

\( a = 10 \)

Beda:

\( b = 5 \)

Rumus setoran bulan ke-\( n \):

\( U_n = a + (n-1)b \)

\( U_n = 10 + (n-1)5 \)

\( U_n = 5n + 5 \)

Langkah 2: Menggunakan Rumus Jumlah \( n \) Suku Pertama (SMA)

Total tabungan adalah jumlah \( n \) suku pertama:

\( T_n = \dfrac{n}{2} (2a + (n-1)b) \)

Substitusi \( a = 10 \), \( b = 5 \):

\( T_n = \dfrac{n}{2} (20 + 5(n-1)) \)

\( T_n = \dfrac{n}{2} (20 + 5n - 5) \)

\( T_n = \dfrac{n}{2} (5n + 15) \)

\( T_n = \dfrac{5n(n+3)}{2} \)

Jadi rumus total tabungan adalah:

\( T_n = \dfrac{5n(n+3)}{2} \)


Verifikasi:

Jika \( n = 1 \),

\( T_1 = \dfrac{5(1)(4)}{2} = 10 \)

Jika \( n = 2 \),

\( T_2 = \dfrac{5(2)(5)}{2} = 25 \)

Jika \( n = 3 \),

\( T_3 = \dfrac{5(3)(6)}{2} = 45 \)

Jika \( n = 4 \),

\( T_4 = \dfrac{5(4)(7)}{2} = 70 \)

Karena \( n_1 \gt n_2 \), maka:

\( T_{n_1} \gt T_{n_2} \)

Artinya semakin lama menabung, total tabungan bertambah secara kuadratik.


No 13

Aplikasi: Memotong Pizza (Masalah Lazy Caterer)

Seorang koki ingin mengetahui jumlah potongan maksimal yang dapat dihasilkan dari satu loyang pizza berbentuk lingkaran dengan \( n \) kali potongan garis lurus yang saling berpotongan. Diketahui pola berikut:

\( 1 \) potongan menghasilkan maksimal \( 2 \) bagian.

\( 2 \) potongan menghasilkan maksimal \( 4 \) bagian.

\( 3 \) potongan menghasilkan maksimal \( 7 \) bagian.

\( 4 \) potongan menghasilkan maksimal \( 11 \) bagian.

Jika \( P_n \) menyatakan jumlah potongan maksimal dari \( n \) garis lurus, tentukan rumus \( P_n \).


Jawaban dan Analisa (Klik untuk membuka)

Langkah 1: Menuliskan Data sebagai Barisan

\( P_1 = 2 \)

\( P_2 = 4 \)

\( P_3 = 7 \)

\( P_4 = 11 \)

Langkah 2: Mencari Selisih Pertama

\( 4 - 2 = 2 \)

\( 7 - 4 = 3 \)

\( 11 - 7 = 4 \)

Selisihnya bertambah satu setiap langkah.

Langkah 3: Menentukan Pola Pertambahan

Setiap garis baru yang ditambahkan akan berpotongan dengan semua garis sebelumnya. Jika ada \( n \) garis, maka garis ke-\( n \) akan berpotongan dengan \( (n-1) \) garis sebelumnya.

Setiap titik potong menambah satu daerah baru, sehingga penambahan bagian pada langkah ke-\( n \) adalah:

\( n \)

Karena:

Langkah 1 menambah \( 1 \) bagian

Langkah 2 menambah \( 2 \) bagian

Langkah 3 menambah \( 3 \) bagian

dan seterusnya.

Langkah 4: Menggunakan Rumus Jumlah \( n \) Suku Pertama

Jumlah bagian adalah:

\( P_n = 1 + \dfrac{n(n+1)}{2} \)

Sehingga:

\( P_n = \dfrac{n(n+1)}{2} + 1 \)


Verifikasi:

Jika \( n = 1 \),

\( P_1 = \dfrac{1(2)}{2} + 1 = 2 \)

Jika \( n = 2 \),

\( P_2 = \dfrac{2(3)}{2} + 1 = 4 \)

Jika \( n = 3 \),

\( P_3 = \dfrac{3(4)}{2} + 1 = 7 \)

Jika \( n = 4 \),

\( P_4 = \dfrac{4(5)}{2} + 1 = 11 \)

Karena \( n_1 \gt n_2 \), maka:

\( P_{n_1} \gt P_{n_2} \)

Artinya semakin banyak potongan, jumlah bagian maksimal bertambah secara kuadratik.


No 14

Aplikasi: Pertukaran Pesan dalam Suatu Kelompok

Dalam sebuah proyek kelas, setiap siswa harus mengirimkan satu laporan perkembangan kepada setiap teman sekelasnya. Artinya, satu siswa mengirim laporan kepada setiap siswa lain (tidak kepada dirinya sendiri). Diketahui pola berikut:

Jika ada \( 2 \) siswa, terkirim \( 2 \) laporan.

Jika ada \( 3 \) siswa, terkirim \( 6 \) laporan.

Jika ada \( 4 \) siswa, terkirim \( 12 \) laporan.

Jika ada \( 5 \) siswa, terkirim \( 20 \) laporan.

Jika \( n \) menyatakan jumlah siswa dalam kelas tersebut, tentukan rumus total laporan yang terkirim \( L_n \).


Jawaban dan Analisa (Klik untuk membuka)

Langkah 1: Menuliskan Data sebagai Barisan

\( L_2 = 2 \)

\( L_3 = 6 \)

\( L_4 = 12 \)

\( L_5 = 20 \)

Langkah 2: Mengamati Pola Perkalian

Perhatikan:

\( 2 = 2 \times 1 \)

\( 6 = 3 \times 2 \)

\( 12 = 4 \times 3 \)

\( 20 = 5 \times 4 \)

Terlihat bahwa pola umum adalah:

\( L_n = n(n-1) \)

Penjelasan Konsep (untuk yang baru belajar):

Jika ada \( n \) siswa, maka setiap siswa mengirim laporan kepada \( (n-1) \) siswa lainnya.

Karena ada \( n \) siswa, maka total laporan yang terkirim adalah:

\( n \times (n-1) \)

Sehingga diperoleh:

\( L_n = n(n-1) \)

Karena \( n_1 \gt n_2 \), maka:

\( L_{n_1} \gt L_{n_2} \)

Artinya semakin banyak siswa, jumlah laporan meningkat secara kuadratik.


No 15

Aplikasi: Penanaman Bibit Pohon dengan Pola Segitiga

Seorang petani menanam bibit jati dengan pola barisan segitiga untuk menjaga jarak antar pohon. Pola jumlah pohon sebagai berikut:

Baris ke-\( 1 \) : \( 1 \) pohon.

Baris ke-\( 2 \) : menambah \( 2 \) pohon (total \( 3 \) pohon).

Baris ke-\( 3 \) : menambah \( 3 \) pohon (total \( 6 \) pohon).

Baris ke-\( 4 \) : menambah \( 4 \) pohon (total \( 10 \) pohon).

Jika \( n \) menyatakan jumlah baris pohon, tentukan rumus total seluruh pohon yang tertanam \( T_n \).


Jawaban dan Analisa (Klik untuk membuka)

Langkah 1: Mengamati Pola Pertambahan

Jumlah pohon yang ditanam tiap baris bertambah satu demi satu:

Baris ke-\( 1 \) : tambah \( 1 \)

Baris ke-\( 2 \) : tambah \( 2 \)

Baris ke-\( 3 \) : tambah \( 3 \)

Baris ke-\( 4 \) : tambah \( 4 \)

Sehingga total pohon merupakan jumlah:

\( 1 + 2 + 3 + \dots + n \)

Langkah 2: Menggunakan Rumus Jumlah \( n \) Bilangan Asli (SMA)

Rumus jumlah \( n \) bilangan asli pertama adalah:

\( T_n = \dfrac{n(n+1)}{2} \)

Jadi rumus total seluruh pohon yang tertanam adalah:

\( T_n = \dfrac{n(n+1)}{2} \)


Verifikasi:

Jika \( n = 1 \),

\( T_1 = \dfrac{1(2)}{2} = 1 \)

Jika \( n = 2 \),

\( T_2 = \dfrac{2(3)}{2} = 3 \)

Jika \( n = 3 \),

\( T_3 = \dfrac{3(4)}{2} = 6 \)

Jika \( n = 4 \),

\( T_4 = \dfrac{4(5)}{2} = 10 \)

Karena \( n_1 \gt n_2 \), maka:

\( T_{n_1} \gt T_{n_2} \)

Artinya semakin banyak baris yang dibuat, jumlah pohon bertambah secara kuadratik.


No 16

Aplikasi: Pengembangan Resolusi Gambar pada Bingkai Persegi

Seorang desainer membuat logo berbentuk persegi dengan panjang sisi inti \( n \) piksel. Logo tersebut selalu diberi bingkai tebal \( 1 \) lapis piksel di sekelilingnya. Diketahui pola berikut:

Ukuran inti \( 1 \times 1 \) piksel → total pixel dengan bingkai menjadi \( 9 \) (yaitu \( 3 \times 3 \)).

Ukuran inti \( 2 \times 2 \) piksel → total pixel dengan bingkai menjadi \( 16 \) (yaitu \( 4 \times 4 \)).

Ukuran inti \( 3 \times 3 \) piksel → total pixel dengan bingkai menjadi \( 25 \) (yaitu \( 5 \times 5 \)).

Jika \( n \) menyatakan panjang sisi bagian inti (dalam piksel), tentukan rumus total seluruh pixel termasuk bingkainya \( P_n \).


Jawaban dan Analisa (Klik untuk membuka)

Langkah 1: Mengamati Perubahan Panjang Sisi

Jika sisi inti \( 1 \), maka sisi total menjadi \( 3 \).

Jika sisi inti \( 2 \), maka sisi total menjadi \( 4 \).

Jika sisi inti \( 3 \), maka sisi total menjadi \( 5 \).

Terlihat bahwa panjang sisi total selalu:

\( n + 2 \)

Hal ini karena bingkai setebal \( 1 \) piksel ditambahkan di kiri dan kanan, serta atas dan bawah.

Langkah 2: Menentukan Total Pixel

Karena bentuk akhirnya tetap persegi, maka jumlah seluruh pixel adalah kuadrat dari sisi total.

\( P_n = (n+2)^2 \)

Jadi rumus total seluruh pixel termasuk bingkai adalah:

\( P_n = (n+2)^2 \)


Verifikasi:

Jika \( n = 1 \),

\( P_1 = (1+2)^2 = 9 \)

Jika \( n = 2 \),

\( P_2 = (2+2)^2 = 16 \)

Jika \( n = 3 \),

\( P_3 = (3+2)^2 = 25 \)

Karena \( n_1 \gt n_2 \), maka:

\( P_{n_1} \gt P_{n_2} \)

Artinya semakin besar resolusi inti, jumlah pixel total meningkat secara kuadratik.


No 17

Aplikasi: Penggunaan Baut pada Sambungan Rangka Besi Bertingkat

Seorang teknisi mencatat jumlah baut yang diperlukan untuk menyambung rangka baja yang disusun bertingkat mengikuti pola tertentu. Diketahui data sebagai berikut:

Rangka tingkat \( 1 \) membutuhkan \( 3 \) baut.

Rangka tingkat \( 2 \) membutuhkan \( 7 \) baut.

Rangka tingkat \( 3 \) membutuhkan \( 13 \) baut.

Rangka tingkat \( 4 \) membutuhkan \( 21 \) baut.

Jika \( n \) menyatakan tingkat rangka, tentukan rumus jumlah baut yang diperlukan \( B_n \).


Jawaban dan Analisa (Klik untuk membuka)

Langkah 1: Menuliskan Data sebagai Barisan

\( B_1 = 3 \)

\( B_2 = 7 \)

\( B_3 = 13 \)

\( B_4 = 21 \)

Langkah 2: Mencari Selisih Pertama

\( 7 - 3 = 4 \)

\( 13 - 7 = 6 \)

\( 21 - 13 = 8 \)

Selisihnya tidak tetap.

Langkah 3: Mencari Selisih Kedua

\( 6 - 4 = 2 \)

\( 8 - 6 = 2 \)

Karena selisih kedua tetap, maka bentuk rumus adalah kuadrat:

\( B_n = an^2 + bn + c \)

Langkah 4: Menentukan Koefisien

Gunakan data:

\( n = 1 \Rightarrow a + b + c = 3 \)

\( n = 2 \Rightarrow 4a + 2b + c = 7 \)

\( n = 3 \Rightarrow 9a + 3b + c = 13 \)

Dari perhitungan sistem persamaan diperoleh:

\( a = 1 \)

\( b = 1 \)

\( c = 1 \)

Sehingga:

\( B_n = n^2 + n + 1 \)

Jadi rumus jumlah baut yang diperlukan adalah:

\( B_n = n^2 + n + 1 \)


Verifikasi:

Jika \( n = 1 \),

\( B_1 = 1 + 1 + 1 = 3 \)

Jika \( n = 2 \),

\( B_2 = 4 + 2 + 1 = 7 \)

Jika \( n = 3 \),

\( B_3 = 9 + 3 + 1 = 13 \)

Jika \( n = 4 \),

\( B_4 = 16 + 4 + 1 = 21 \)

Karena \( n_1 \gt n_2 \), maka:

\( B_{n_1} \gt B_{n_2} \)

Artinya semakin tinggi tingkat rangka, jumlah baut meningkat secara kuadratik.


No 18

Aplikasi: Tumpahan Minyak di Laut

Sebuah kapal tanker mengalami kebocoran di tengah laut yang tenang. Tumpahan minyak membentuk lingkaran sempurna dengan jari-jari yang bertambah \( 2 \) meter setiap menit.

Pengawas pantai memantau area laut berbentuk persegi panjang berukuran \( 100 \times 100 \) meter dengan titik bocor tepat di tengahnya.

Tentukan rumus luas permukaan laut yang belum terkena tumpahan minyak di dalam area pantauan tersebut pada saat \( t \) menit.


Jawaban dan Analisa (Klik untuk membuka)

Langkah 1: Menentukan Luas Area Pantauan

Area pantauan berbentuk persegi:

\( 100 \times 100 \)

Sehingga luas total area adalah:

\( L_{\text{total}} = 100 \times 100 = 10000 \)

Langkah 2: Menentukan Jari-jari Tumpahan

Karena jari-jari bertambah \( 2 \) meter setiap menit, maka:

\( r = 2t \)

Langkah 3: Menentukan Luas Tumpahan Minyak

Rumus luas lingkaran:

\( L = \pi r^2 \)

Substitusi \( r = 2t \):

\( L_{\text{minyak}} = \pi (2t)^2 \)

\( L_{\text{minyak}} = 4\pi t^2 \)

Langkah 4: Menentukan Luas yang Belum Terkena Minyak

Luas yang belum terkena adalah:

\( L_{\text{sisa}} = L_{\text{total}} - L_{\text{minyak}} \)

\( L_{\text{sisa}} = 10000 - 4\pi t^2 \)

Jadi rumus luas permukaan laut yang belum terkena tumpahan minyak adalah:

\( L_{\text{sisa}} = 10000 - 4\pi t^2 \)


Catatan Penting:

Agar tumpahan masih berada dalam area pantauan, harus berlaku:

\( 2t \lt 50 \)

atau:

\( t \lt 25 \)

Karena setengah sisi persegi adalah \( 50 \) meter. Jika \( t \gt 25 \), maka lingkaran tumpahan sudah melewati batas area pantauan.


No 19

Aplikasi: Penyiraman Otomatis pada Lahan Persegi

Sebuah alat penyiram tanaman otomatis dipasang tepat di tengah lahan berbentuk persegi dengan panjang sisi \( 60 \) meter.

Alat tersebut menyemprotkan air membentuk lingkaran. Jari-jari semprotan bertambah seiring waktu menurut rumus:

\( r(t) = 3t \)

dengan \( t \) adalah waktu dalam menit sejak mesin dinyalakan.

Tentukan rumus luas lahan yang tidak terkena air pada menit ke-\( t \), sebelum semprotan mencapai pagar lahan.


Jawaban dan Analisa (Klik untuk membuka)

Langkah 1: Menentukan Luas Total Lahan

Lahan berbentuk persegi dengan sisi:

\( 60 \)

Sehingga luas total lahan adalah:

\( L_{\text{total}} = 60 \times 60 = 3600 \)

Langkah 2: Menentukan Luas Area yang Terkena Air

Jari-jari semprotan:

\( r = 3t \)

Rumus luas lingkaran:

\( L = \pi r^2 \)

Substitusi:

\( L_{\text{air}} = \pi (3t)^2 \)

\( L_{\text{air}} = 9\pi t^2 \)

Langkah 3: Menentukan Luas yang Tidak Terkena Air

Luas yang tidak terkena air adalah:

\( L_{\text{sisa}} = L_{\text{total}} - L_{\text{air}} \)

\( L_{\text{sisa}} = 3600 - 9\pi t^2 \)

Jadi rumus luas lahan yang tidak terkena air adalah:

\( L_{\text{sisa}} = 3600 - 9\pi t^2 \)


Syarat sebelum semprotan mencapai pagar:

Setengah sisi persegi adalah:

\( 30 \)

Agar semprotan belum menyentuh pagar, harus berlaku:

\( 3t \lt 30 \)

Sehingga:

\( t \lt 10 \)

Jika \( t \gt 10 \), maka semprotan sudah mencapai atau melewati pagar lahan.


No 20

Aplikasi: Jangkauan Radar pada Zona Ekonomi

Sebuah menara radar baru diaktifkan untuk memantau wilayah udara. Jangkauan deteksi radar berbentuk lingkaran yang radiusnya bertambah dengan kecepatan \( 20 \) km/jam.

Menara radar berada tepat di pusat zona ekonomi berbentuk persegi dengan panjang sisi \( 200 \) km.

Jika \( t \) adalah waktu (dalam jam) setelah radar diaktifkan, tentukan model matematika untuk luas wilayah zona ekonomi yang berada di luar jangkauan radar.


Jawaban dan Analisa (Klik untuk membuka)

Langkah 1: Menentukan Luas Total Zona Ekonomi

Zona ekonomi berbentuk persegi dengan sisi:

\( 200 \)

Sehingga luas totalnya:

\( L_{\text{total}} = 200 \times 200 = 40000 \)

Langkah 2: Menentukan Radius Jangkauan Radar

Karena radius bertambah \( 20 \) km setiap jam, maka:

\( r = 20t \)

Langkah 3: Menentukan Luas Area yang Terdeteksi Radar

Rumus luas lingkaran:

\( L = \pi r^2 \)

Substitusi:

\( L_{\text{radar}} = \pi (20t)^2 \)

\( L_{\text{radar}} = 400\pi t^2 \)

Langkah 4: Menentukan Luas Wilayah di Luar Jangkauan

Luas wilayah yang berada di luar jangkauan radar adalah:

\( L_{\text{sisa}} = L_{\text{total}} - L_{\text{radar}} \)

\( L_{\text{sisa}} = 40000 - 400\pi t^2 \)

Jadi model matematika yang diminta adalah:

\( L_{\text{sisa}} = 40000 - 400\pi t^2 \)


Syarat agar jangkauan belum melewati batas zona:

Setengah sisi persegi adalah:

\( 100 \)

Agar radar belum mencapai batas zona ekonomi, harus berlaku:

\( 20t \lt 100 \)

Sehingga:

\( t \lt 5 \)

Jika \( t \gt 5 \), maka lingkaran radar sudah mencapai atau melewati batas zona.


No 21

Aplikasi: Renovasi Alun-Alun Berbentuk Persegi

Sebuah alun-alun berbentuk persegi dengan panjang sisi \( 50 \) meter sedang direnovasi. Pekerja mulai memasang keramik dari titik tengah alun-alun dan membentuk persegi yang semakin membesar secara simetris ke empat arah.

Panjang sisi daerah yang sudah terpasang keramik bertambah dengan kecepatan \( 2 \) meter per jam.

Jika \( t \) menyatakan waktu dalam jam sejak pemasangan dimulai, tentukan rumus luas sisa lahan alun-alun yang belum terpasang keramik pada jam ke-\( t \).


Jawaban dan Analisa (Klik untuk membuka)

Langkah 1: Menentukan Luas Total Alun-Alun

Alun-alun berbentuk persegi dengan sisi:

\( 50 \)

Sehingga luas totalnya:

\( L_{\text{total}} = 50 \times 50 = 2500 \)

Langkah 2: Menentukan Panjang Sisi yang Sudah Dipasang Keramik

Karena panjang sisi bertambah \( 2 \) meter per jam, maka setelah \( t \) jam:

\( s = 2t \)

Luas daerah yang sudah dipasang keramik:

\( L_{\text{keramik}} = s^2 \)

\( L_{\text{keramik}} = (2t)^2 \)

\( L_{\text{keramik}} = 4t^2 \)

Langkah 3: Menentukan Luas yang Belum Dipasang Keramik

Luas sisa lahan adalah:

\( L_{\text{sisa}} = L_{\text{total}} - L_{\text{keramik}} \)

\( L_{\text{sisa}} = 2500 - 4t^2 \)

Jadi rumus luas lahan yang belum terpasang keramik adalah:

\( L_{\text{sisa}} = 2500 - 4t^2 \)


Syarat agar pemasangan belum mencapai tepi alun-alun:

Karena setengah sisi alun-alun adalah:

\( 25 \)

Agar persegi keramik belum mencapai batas, harus berlaku:

\( 2t \lt 50 \)

atau:

\( t \lt 25 \)

Jika \( t \gt 25 \), maka seluruh alun-alun sudah terpasang keramik.


No 22

Aplikasi: Kawah Akibat Hantaman Meteor

Sebuah meteor kecil jatuh di gurun pasir yang datar dan menciptakan kawah berbentuk lingkaran. Radius kawah tersebut bertambah dengan kecepatan \( 5 \) meter per detik setelah hantaman terjadi.

Jika \( t \) menyatakan waktu dalam detik setelah hantaman, tentukan rumus luas daerah kehancuran (kawah) tersebut \( A \) pada saat \( t \) detik.


Jawaban dan Analisa (Klik untuk membuka)

Langkah 1: Menentukan Hubungan Radius dan Waktu

Karena radius bertambah \( 5 \) meter setiap detik, maka:

\( r = 5t \)

Langkah 2: Menggunakan Rumus Luas Lingkaran

Rumus luas lingkaran adalah:

\( A = \pi r^2 \)

Substitusi \( r = 5t \):

\( A = \pi (5t)^2 \)

\( A = 25\pi t^2 \)

Jadi rumus luas kawah pada saat \( t \) detik adalah:

\( A = 25\pi t^2 \)


Penjelasan Konsep (untuk yang baru belajar):

Karena radius bertambah secara linear terhadap waktu, luas bertambah secara kuadratik terhadap waktu.

Jika \( t_1 \gt t_2 \), maka:

\( A(t_1) \gt A(t_2) \)

Artinya semakin lama waktu setelah hantaman, luas kawah meningkat sangat cepat.


No 23

Aplikasi: Model Pendapatan Startup Aplikasi Langganan

Sebuah startup merilis aplikasi berbasis langganan. Berdasarkan riset pasar, jika harga langganan adalah \( x \) ribu rupiah, maka jumlah pengguna \( y \) mengikuti pola:

\( y = 200 - 2x \)

Pendapatan total perusahaan \( R \) diperoleh dari:

harga \( \times \) jumlah pengguna.

Tentukan rumus total pendapatan perusahaan \( R \) dalam variabel harga \( x \).


Jawaban dan Analisa (Klik untuk membuka)

Langkah 1: Menentukan Rumus Pendapatan

Pendapatan adalah:

\( R = x \cdot y \)

Diketahui:

\( y = 200 - 2x \)

Substitusi:

\( R = x(200 - 2x) \)

Langkah 2: Mengembangkan Bentuk Aljabar

\( R = 200x - 2x^2 \)

Jadi model matematika pendapatan adalah:

\( R = 200x - 2x^2 \)


Penjelasan Konsep (untuk yang baru belajar):

Model ini berbentuk fungsi kuadrat:

\( R = -2x^2 + 200x \)

Karena koefisien \( x^2 \) bernilai negatif, grafiknya berbentuk parabola terbuka ke bawah.

Artinya, ada harga tertentu yang menghasilkan pendapatan maksimum.

Agar jumlah pengguna tetap positif, harus berlaku:

\( 200 - 2x \gt 0 \)

Sehingga:

\( x \lt 100 \)

Jika \( x \gt 100 \), maka jumlah pengguna menjadi nol atau negatif (tidak masuk akal secara ekonomi).


No 24

Aplikasi: Pola Cahaya Lampu Studio pada Dinding

Seorang fotografer mengatur lampu studio menghadap ke dinding. Berkas cahaya yang mengenai dinding membentuk pola persegi.

Jika jarak lampu ke dinding adalah \( d \) meter, maka panjang sisi persegi cahaya tersebut mengikuti rumus:

\( s = 0,5d + 2 \)

Tentukan rumus luas area yang terkena cahaya \( L \) pada dinding tersebut sebagai fungsi dari jarak \( d \).


Jawaban dan Analisa (Klik untuk membuka)

Langkah 1: Menentukan Hubungan Sisi dan Jarak

Diketahui panjang sisi persegi cahaya:

\( s = 0,5d + 2 \)

Langkah 2: Menggunakan Rumus Luas Persegi

Rumus luas persegi adalah:

\( L = s^2 \)

Substitusi nilai \( s \):

\( L = (0,5d + 2)^2 \)

Kembangkan bentuk kuadrat:

\( L = (0,5d)^2 + 2(0,5d)(2) + 2^2 \)

\( L = 0,25d^2 + 2d + 4 \)

Jadi rumus luas area cahaya adalah:

\( L = 0,25d^2 + 2d + 4 \)


Penjelasan Konsep (untuk yang baru belajar):

Karena panjang sisi bergantung secara linear terhadap \( d \), maka luas (yang merupakan kuadrat sisi) bergantung secara kuadratik terhadap \( d \).

Jika \( d_1 \gt d_2 \), maka:

\( L(d_1) \gt L(d_2) \)

Artinya semakin jauh lampu dari dinding, luas cahaya yang mengenai dinding bertambah semakin cepat.


No 25

Aplikasi: Sisa Material Pelat Logam Berlubang Lingkaran

Sebuah pabrik memproduksi pelat logam berbentuk persegi dengan panjang sisi \( n \) cm.

Di tengah pelat tersebut dibuat lubang berbentuk lingkaran dengan diameter sama dengan panjang sisi pelat.

Tentukan rumus luas sisa material pelat \( S \) (daerah di pojok-pojok persegi yang tidak terpotong oleh lingkaran).


Jawaban dan Analisa (Klik untuk membuka)

Langkah 1: Menentukan Luas Persegi

Pelat berbentuk persegi dengan sisi:

\( n \)

Sehingga luas persegi adalah:

\( L_{\text{persegi}} = n^2 \)

Langkah 2: Menentukan Luas Lingkaran

Diameter lingkaran sama dengan \( n \), maka jari-jari:

\( r = \dfrac{n}{2} \)

Rumus luas lingkaran:

\( L_{\text{lingkaran}} = \pi r^2 \)

Substitusi:

\( L_{\text{lingkaran}} = \pi \left(\dfrac{n}{2}\right)^2 \)

\( L_{\text{lingkaran}} = \dfrac{\pi n^2}{4} \)

Langkah 3: Menentukan Luas Sisa Material

Luas sisa material adalah:

\( S = L_{\text{persegi}} - L_{\text{lingkaran}} \)

\( S = n^2 - \dfrac{\pi n^2}{4} \)

Faktorkan \( n^2 \):

\( S = n^2 \left(1 - \dfrac{\pi}{4}\right) \)

Jadi rumus luas sisa material pelat adalah:

\( S = n^2 \left(1 - \dfrac{\pi}{4}\right) \)


Penjelasan Konsep (untuk yang baru belajar):

Luas sisa material merupakan selisih antara luas persegi dan luas lingkaran di dalamnya.

Karena keduanya bergantung pada \( n^2 \), maka luas sisa juga bertambah secara kuadratik terhadap \( n \).

Jika \( n_1 \gt n_2 \), maka:

\( S(n_1) \gt S(n_2) \)

Artinya semakin besar ukuran pelat, luas sisa material juga semakin besar.


No 26

Aplikasi: Model Pendapatan Perajin Tas Etnik

Seorang perajin tas etnik menjual produknya dengan harga \( x \) puluh ribu rupiah per tas.

Berdasarkan data bulan lalu, jumlah tas yang terjual dalam satu bulan \( y \) dapat dinyatakan dengan rumus:

\( y = 100 - 2x \)

Tentukan rumus total pendapatan bulanan \( R \) perajin tersebut dalam variabel harga \( x \).


Jawaban dan Analisa (Klik untuk membuka)

Langkah 1: Menentukan Rumus Pendapatan

Pendapatan adalah:

\( R = \text{harga} \times \text{jumlah terjual} \)

Karena harga adalah \( x \) (puluh ribu rupiah) dan jumlah terjual adalah \( y = 100 - 2x \), maka:

\( R = x(100 - 2x) \)

Langkah 2: Mengembangkan Bentuk Aljabar

\( R = 100x - 2x^2 \)

Jadi model pendapatan bulanan adalah:

\( R = 100x - 2x^2 \)


Penjelasan Konsep (untuk yang baru belajar):

Model ini berbentuk fungsi kuadrat:

\( R = -2x^2 + 100x \)

Karena koefisien \( x^2 \) bernilai negatif, grafiknya berbentuk parabola terbuka ke bawah.

Agar jumlah tas terjual tetap positif, harus berlaku:

\( 100 - 2x \gt 0 \)

Sehingga:

\( x \lt 50 \)

Jika \( x \gt 50 \), maka jumlah tas terjual menjadi nol atau negatif, yang tidak sesuai dengan kondisi nyata.


No 27

Aplikasi: Keuntungan Bersih Produksi Kaos Sablon

Sebuah konveksi memproduksi \( x \) buah kaos sablon. Harga jual per kaos adalah:

\( (80 - x) \) ribu rupiah.

Biaya produksi untuk setiap kaos bersifat tetap, yaitu Rp30.000 (atau \( 30 \) ribu rupiah).

Jika seluruh kaos terjual habis, tentukan rumus keuntungan bersih \( K \) yang diperoleh konveksi tersebut.

Diketahui:

Keuntungan = (Harga Jual − Biaya Produksi) × Jumlah Barang


Jawaban dan Analisa (Klik untuk membuka)

Langkah 1: Menentukan Keuntungan per Kaos

Harga jual per kaos:

\( 80 - x \)

Biaya produksi per kaos:

\( 30 \)

Maka keuntungan per kaos adalah:

\( (80 - x) - 30 \)

\( = 50 - x \)

Langkah 2: Menghitung Keuntungan Total

Jumlah kaos yang diproduksi dan terjual:

\( x \)

Sehingga keuntungan total:

\( K = (50 - x)x \)

Langkah 3: Mengembangkan Bentuk Aljabar

\( K = 50x - x^2 \)

Jadi rumus keuntungan bersih adalah:

\( K = 50x - x^2 \)


Penjelasan Konsep (untuk yang baru belajar):

Model keuntungan berbentuk fungsi kuadrat:

\( K = -x^2 + 50x \)

Karena koefisien \( x^2 \) negatif, grafiknya berbentuk parabola terbuka ke bawah.

Agar harga jual tetap positif, harus berlaku:

\( 80 - x \gt 0 \)

Sehingga:

\( x \lt 80 \)

Jika \( x \gt 80 \), harga menjadi nol atau negatif, yang tidak masuk akal dalam konteks penjualan.


No 28

Aplikasi: Model Hasil Penjualan Tiket Pertandingan Bola Voli

Panitia pertandingan bola voli awalnya menjual tiket seharga Rp20.000 dengan rata-rata penonton yang hadir sebanyak \( 500 \) orang.

Panitia berencana menaikkan harga tiket. Setiap kenaikan sebesar Rp2.000 dilakukan sebanyak \( n \) kali, jumlah penonton berkurang \( 20 \) orang setiap kenaikan.

Jika \( n \) menyatakan banyaknya kenaikan harga Rp2.000, tentukan rumus total hasil penjualan tiket \( T \).


Jawaban dan Analisa (Klik untuk membuka)

Langkah 1: Menentukan Harga Tiket Setelah Kenaikan

Harga awal:

\( 20000 \)

Setiap kenaikan sebesar:

\( 2000 \)

Setelah \( n \) kali kenaikan:

\( \text{Harga} = 20000 + 2000n \)

Langkah 2: Menentukan Jumlah Penonton Setelah Kenaikan

Jumlah awal:

\( 500 \)

Setiap kenaikan menyebabkan berkurang:

\( 20 \)

Setelah \( n \) kali kenaikan:

\( \text{Penonton} = 500 - 20n \)

Langkah 3: Menentukan Total Hasil Penjualan

Total hasil penjualan adalah:

\( T = (\text{Harga})(\text{Penonton}) \)

\( T = (20000 + 2000n)(500 - 20n) \)

Langkah 4: Mengembangkan Bentuk Aljabar

\( T = 20000(500 - 20n) + 2000n(500 - 20n) \)

\( T = 10000000 - 400000n + 1000000n - 40000n^2 \)

\( T = 10000000 + 600000n - 40000n^2 \)

Jadi rumus total hasil penjualan tiket adalah:

\( T = 10000000 + 600000n - 40000n^2 \)


Penjelasan Konsep (untuk yang baru belajar):

Model ini berbentuk fungsi kuadrat terhadap \( n \).

Karena koefisien \( n^2 \) negatif, grafiknya terbuka ke bawah.

Agar jumlah penonton tetap positif, harus berlaku:

\( 500 - 20n \gt 0 \)

Sehingga:

\( n \lt 25 \)

Jika \( n \gt 25 \), jumlah penonton menjadi nol atau negatif, yang tidak masuk akal dalam konteks nyata.


No 29

Aplikasi: Model Pendapatan Sewa Kios Pasar

Seorang pengelola pasar memiliki \( 60 \) unit kios. Jika harga sewa Rp1.000.000 per bulan, semua kios terisi penuh.

Namun, setiap kenaikan harga sebesar Rp100.000 sebanyak \( n \) kali, akan ada \( 2 \) kios yang kosong untuk setiap kenaikan.

Tentukan rumus total pendapatan sewa per bulan \( P \) dalam variabel \( n \).


Jawaban dan Analisa (Klik untuk membuka)

Langkah 1: Menentukan Harga Sewa Setelah Kenaikan

Harga awal:

\( 1000000 \)

Setiap kenaikan:

\( 100000 \)

Setelah \( n \) kali kenaikan:

\( \text{Harga} = 1000000 + 100000n \)

Langkah 2: Menentukan Jumlah Kios Terisi

Jumlah kios awal:

\( 60 \)

Setiap kenaikan menyebabkan \( 2 \) kios kosong, maka:

\( \text{Kios terisi} = 60 - 2n \)

Langkah 3: Menentukan Total Pendapatan

Total pendapatan adalah:

\( P = (\text{Harga})(\text{Kios terisi}) \)

\( P = (1000000 + 100000n)(60 - 2n) \)

Langkah 4: Mengembangkan Bentuk Aljabar

\( P = 1000000(60 - 2n) + 100000n(60 - 2n) \)

\( P = 60000000 - 2000000n + 6000000n - 200000n^2 \)

\( P = 60000000 + 4000000n - 200000n^2 \)

Jadi rumus total pendapatan sewa per bulan adalah:

\( P = 60000000 + 4000000n - 200000n^2 \)


Penjelasan Konsep (untuk yang baru belajar):

Model ini berbentuk fungsi kuadrat terhadap \( n \).

Karena koefisien \( n^2 \) negatif, grafiknya terbuka ke bawah.

Agar jumlah kios terisi tetap positif, harus berlaku:

\( 60 - 2n \gt 0 \)

Sehingga:

\( n \lt 30 \)

Jika \( n \gt 30 \), semua kios kosong atau jumlahnya tidak masuk akal secara nyata.


No 30

Aplikasi: Model Pendapatan Platform Streaming Musik

Sebuah platform streaming musik memiliki \( 500000 \) pelanggan dengan biaya langganan Rp20.000 per bulan.

Tim riset menemukan bahwa setiap kenaikan harga sebesar Rp1.000 sebanyak \( x \) kali, akan menyebabkan \( 10000 \) pelanggan berhenti berlangganan untuk setiap kenaikan.

Jika \( x \) menyatakan banyaknya kenaikan Rp1.000 yang dilakukan, tentukan rumus total pendapatan bulanan \( R \) (dalam ribuan rupiah).


Jawaban dan Analisa (Klik untuk membuka)

Langkah 1: Menentukan Harga Langganan Setelah Kenaikan

Harga awal:

\( 20000 \)

Setiap kenaikan:

\( 1000 \)

Setelah \( x \) kali kenaikan:

\( \text{Harga} = 20000 + 1000x \)

Karena diminta dalam ribuan rupiah, maka:

\( \text{Harga (ribuan)} = 20 + x \)

Langkah 2: Menentukan Jumlah Pelanggan Setelah Kenaikan

Jumlah awal:

\( 500000 \)

Setiap kenaikan menyebabkan \( 10000 \) pelanggan berhenti, maka:

\( \text{Pelanggan} = 500000 - 10000x \)

Dalam satuan ribuan pelanggan:

\( 500 - 10x \)

Langkah 3: Menentukan Total Pendapatan

Pendapatan adalah:

\( R = (\text{Harga})(\text{Jumlah pelanggan}) \)

Dalam ribuan rupiah:

\( R = (20 + x)(500 - 10x) \)

Langkah 4: Mengembangkan Bentuk Aljabar

\( R = 20(500 - 10x) + x(500 - 10x) \)

\( R = 10000 - 200x + 500x - 10x^2 \)

\( R = 10000 + 300x - 10x^2 \)

Jadi rumus total pendapatan bulanan adalah:

\( R = 10000 + 300x - 10x^2 \)


Syarat agar jumlah pelanggan tetap positif:

\( 500 - 10x \gt 0 \)

Sehingga:

\( x \lt 50 \)

Jika \( x \gt 50 \), jumlah pelanggan menjadi nol atau negatif, yang tidak masuk akal secara nyata.


No 31

Aplikasi: Model Keuntungan Ilustrator Kaos Edisi Terbatas

Seorang ilustrator memproduksi \( x \) unit kaos desain terbatas. Harga jual satu kaos mengikuti fungsi:

\( H(x) = 200 - 2x \)

(dalam ribuan rupiah).

Biaya bahan baku dan cetak untuk setiap kaos adalah tetap, yaitu Rp60.000 per kaos atau \( 60 \) (dalam ribuan rupiah).

Jika seluruh \( x \) kaos terjual habis, tentukan rumus keuntungan total \( K \).


Jawaban dan Analisa (Klik untuk membuka)

Langkah 1: Menentukan Rumus Keuntungan per Kaos

Keuntungan per kaos adalah:

\( \text{Keuntungan per unit} = \text{Harga jual} - \text{Biaya produksi} \)

\( = H(x) - 60 \)

Substitusi:

\( = (200 - 2x) - 60 \)

\( = 140 - 2x \)


Langkah 2: Menentukan Keuntungan Total

Karena ada \( x \) kaos terjual, maka:

\( K = x(140 - 2x) \)


Langkah 3: Mengembangkan Bentuk Aljabar

\( K = 140x - 2x^2 \)

Jadi rumus keuntungan total adalah:

\( K = 140x - 2x^2 \)


Analisis Konsep (untuk pemula):

Model ini berbentuk fungsi kuadrat.

Karena koefisien \( x^2 \) negatif, grafik parabola terbuka ke bawah, yang berarti ada nilai maksimum keuntungan.

Agar harga tetap positif:

\( 200 - 2x \gt 0 \)

Sehingga:

\( x \lt 100 \)

Jika \( x \gt 100 \), harga menjadi nol atau negatif, yang tidak masuk akal dalam konteks penjualan.


No 32

Aplikasi: Model Nilai Penjualan Mangga

Seorang pengepul mangga mencatat bahwa harga jual mangga grosir per kilogram bergantung pada banyaknya stok yang tersedia di pasar.

Jika jumlah stok adalah \( x \) kilogram, maka harga per kilogram dinyatakan oleh fungsi:

\( P(x) = 25000 - 50x \)

(dalam rupiah per kilogram).

Tentukan rumus total nilai penjualan mangga \( V \) jika pengepul tersebut memasok sebanyak \( x \) kilogram ke pasar.


Jawaban dan Analisa (Klik untuk membuka)

Langkah 1: Memahami Konsep Nilai Penjualan

Nilai penjualan total diperoleh dari:

\( \text{Nilai Penjualan} = \text{Harga per kg} \times \text{Jumlah kg} \)

Sehingga:

\( V = P(x) \cdot x \)


Langkah 2: Substitusi Fungsi Harga

\( V = (25000 - 50x)x \)


Langkah 3: Mengembangkan Bentuk Aljabar

\( V = 25000x - 50x^2 \)

Jadi rumus total nilai penjualan mangga adalah:

\( V = 25000x - 50x^2 \)


Analisis Konsep (untuk pemula):

Model ini berbentuk fungsi kuadrat terhadap \( x \).

Karena koefisien \( x^2 \) bernilai negatif, grafik parabola terbuka ke bawah, artinya ada titik maksimum nilai penjualan.

Agar harga tetap positif, harus berlaku:

\( 25000 - 50x \gt 0 \)

Sehingga:

\( x \lt 500 \)

Jika \( x \gt 500 \), harga menjadi nol atau negatif, yang tidak masuk akal secara ekonomi.


No 33

Aplikasi: Model Pendapatan Sewa Bus Pariwisata

Sebuah biro perjalanan menyewakan bus pariwisata dengan kapasitas \( 50 \) kursi.

Jika bus terisi penuh, harga tiket adalah Rp100.000 per orang.

Namun, untuk setiap \( n \) kursi yang kosong, harga tiket dinaikkan sebesar Rp5.000 per orang untuk menutupi biaya operasional.

Jika \( n \) menyatakan jumlah kursi yang kosong, tentukan rumus total pendapatan sewa bus \( S \) dari penumpang yang ada.


Jawaban dan Analisa (Klik untuk membuka)

Langkah 1: Menentukan Harga Tiket Setelah Kenaikan

Harga awal:

\( 100000 \)

Setiap kursi kosong menaikkan harga:

\( 5000 \)

Jika ada \( n \) kursi kosong:

\( \text{Harga} = 100000 + 5000n \)


Langkah 2: Menentukan Jumlah Penumpang

Jumlah kursi tersedia:

\( 50 \)

Jika ada \( n \) kursi kosong, maka jumlah penumpang:

\( 50 - n \)


Langkah 3: Menentukan Total Pendapatan

Pendapatan diperoleh dari:

\( S = (\text{Harga})(\text{Jumlah penumpang}) \)

\( S = (100000 + 5000n)(50 - n) \)


Langkah 4: Mengembangkan Bentuk Aljabar

\( S = 100000(50 - n) + 5000n(50 - n) \)

\( S = 5000000 - 100000n + 250000n - 5000n^2 \)

\( S = 5000000 + 150000n - 5000n^2 \)

Jadi rumus total pendapatan sewa bus adalah:

\( S = 5000000 + 150000n - 5000n^2 \)


Syarat agar jumlah penumpang tetap positif:

\( 50 - n \gt 0 \)

Sehingga:

\( n \lt 50 \)

Jika \( n \gt 50 \), tidak ada penumpang atau model tidak lagi masuk akal secara nyata.