1. In academic discourse, a theory must be coherent and offer a framework that can be formally presented to the scholarly community.
Terjemahan
Level 1
Dalam wacana akademik, sebuah teori harus koheren dan menawarkan sebuah kerangka yang dapat secara formal dipresentasikan kepada komunitas ilmiah.
Level 2
Kepada komunitas ilmiah, sebuah kerangka dapat secara formal dipresentasikan; karena itu, dalam wacana akademik, teori harus koheren dan menawarkan kerangka tersebut.
2. In observational studies, instruments may hang in fixed positions while researchers walk through the field site to open access to new data sources.
Terjemahan
Level 1
Dalam studi observasional, instrumen dapat tergantung pada posisi tetap sementara peneliti berjalan melalui lokasi lapangan untuk membuka akses ke sumber data baru.
Level 2
Akses ke sumber data baru dibuka dengan cara peneliti berjalan menyusuri lokasi lapangan, sementara instrumen dapat tergantung pada posisi yang tetap.
3. Researchers use updated methodologies to replace outdated analytical approaches.
Terjemahan
Level 1
Peneliti menggunakan metodologi yang diperbarui untuk mengganti pendekatan analitis yang usang.
Level 2
Pendekatan analitis yang usang diganti melalui metodologi yang diperbarui yang digunakan oleh para peneliti.
4. Conceptual models often paint a simplified picture of reality and give meaning to patterns that scholars say are theoretically significant.
Terjemahan
Level 1
Model konseptual sering melukiskan gambaran realitas yang disederhanakan dan memberi makna pada pola yang para ahli katakan signifikan secara teoretis.
Level 2
Pola yang para ahli katakan signifikan secara teoretis sering diberi makna oleh model konseptual; dan realitas pun dilukiskan sebagai gambaran yang disederhanakan.
5. Over time, hypotheses may become established theories that make sense only when they come from cumulative empirical evidence.
Terjemahan
Level 1
Seiring waktu, hipotesis dapat menjadi teori yang mapan yang membuat teori itu masuk akal hanya ketika teori itu datang dari bukti empiris yang kumulatif.
Level 2
Hanya ketika teori itu datang dari bukti empiris yang kumulatif, teori tersebut membuat semuanya masuk akal; seiring waktu, hipotesis dapat menjadi teori yang mapan.
6. Interdisciplinary collaboration can work effectively when researchers shift perspectives across fields.
Terjemahan
Level 1
Kolaborasi lintas disiplin dapat berjalan secara efektif ketika para peneliti menggeser perspektif di berbagai bidang.
Level 2
Ketika perspektif antarbidang digeser oleh para peneliti, kolaborasi lintas disiplin dapat berjalan secara efektif.
7. Scientists study complex systems as variables move dynamically within controlled environments.
Terjemahan
Level 1
Para ilmuwan mempelajari sistem yang kompleks ketika variabel bergerak secara dinamis dalam lingkungan yang terkendali.
Level 2
Dalam lingkungan yang terkendali, variabel bergerak secara dinamis; dan dalam kondisi itu, sistem yang kompleks dipelajari oleh para ilmuwan.
8. Through systematic analysis, scholars find patterns and identify key mechanisms underlying observed phenomena.
Terjemahan
Level 1
Melalui analisis sistematis, para sarjana menemukan pola dan mengidentifikasi mekanisme kunci yang mendasari fenomena yang diamati.
Level 2
Fenomena yang diamati memiliki mekanisme kunci yang diidentifikasi, serta pola yang ditemukan, melalui analisis yang dilakukan secara sistematis oleh para sarjana.
9. Historical research may rediscover forgotten ideas that continue to fascinate and appeal to contemporary audiences.
Terjemahan
Level 1
Penelitian sejarah dapat menemukan kembali gagasan yang terlupakan yang terus memikat dan menarik bagi khalayak masa kini.
Level 2
Bagi khalayak masa kini, gagasan yang terlupakan tetap memikat dan menarik; karena itu, gagasan tersebut dapat ditemukan kembali melalui penelitian sejarah.
10. In critical inquiry, researchers see evidence objectively and look beyond surface-level interpretations.
Terjemahan
Level 1
Dalam kajian kritis, peneliti melihat bukti secara objektif dan melihat melampaui penafsiran pada tingkat permukaan.
Level 2
Bukti dilihat secara objektif dan penafsiran tingkat permukaan dilampaui ketika penelitian dilakukan dalam kerangka kajian kritis.