Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

The text is for numbers 26 to 30.

Male chauvinism (men’s believe in male superiority) extends even into the area of automobile driving, it seems. Believing that they are far better drivers than women, men consider women drivers incompetent, inattentive, and even dangerous behind the wheel.

However, statistics prove that women are, in fact, safer drivers than men. For example, insurance rates for women are \(20\) percent less than they are for men. Another proof is that more accidents are caused by male drivers between the ages of \(18\) and \(25\) than by any other groups. Also the greater percentage of accident involving deaths is caused by men. Although women are criticized for being too cautious, they are really just being safe drivers.

The reason for women drivers’ safer driving habits can perhaps be found in the differing attitudes of sexes towards automobiles as conveniences, like a washing machine. On the other hand, men regard the automobile as an extension of their egos. Using it as a weapon when they feel particularly aggressive or using it as a status symbol.

In all, women are safer drivers because of their attitude. Men can learn to become safe drivers if they adopt the attitude that an automobile is merely a convenience.


soal 26.

The text is about ….

A.road accidents
B.women attitude towards automobile
C.male superiority in automobile driving
D.a comparison between men and women drivers
E.statistics about the number of road accidents
Jawaban & Analisa Nomor 26

Kunci: D

Analisa berbasis bacaan: Teks membandingkan keyakinan pria (menilai wanita tidak kompeten) dengan bukti statistik yang menyatakan wanita lebih aman, lalu menjelaskan alasan perbedaan sikap pria vs wanita terhadap mobil. Jadi fokusnya adalah perbandingan pengemudi pria dan wanita.

Analisa tiap opsi:

A. Terlalu umum: kecelakaan dibahas sebagai bukti, tetapi teks tidak hanya membahas kecelakaan.

B. Terlalu sempit: sikap wanita dibahas, tetapi juga sikap pria dan perbandingannya.

C. Ini muncul sebagai “male chauvinism”, tetapi teks kemudian membantah dengan statistik dan membandingkan kedua pihak.

D. Paling tepat: ada kontras men vs women (anggapan, statistik, sikap, akibat).

E. Terlalu sempit: statistik hanya alat bukti, bukan topik utama tunggal.


soal 27.

In term of car accidents, the statistic proves that car accidents caused by ….

A.men are higher than those of women
B.men are lower than that of women
C.men are as high as that of women
D.women are equal to that of men
E.women are the same as that of men
Jawaban & Analisa Nomor 27

Kunci: A

Analisa berbasis bacaan: Teks menyatakan “more accidents are caused by male drivers between the ages of \(18\) and \(25\) than by any other groups” dan “the greater percentage of accident involving deaths is caused by men.” Ini mendukung bahwa kecelakaan yang disebabkan pria lebih tinggi.

Analisa tiap opsi:

A. Tepat: konsisten dengan “more accidents… caused by male drivers” dan “greater percentage… caused by men.”

B. Bertentangan dengan teks.

C. Tidak sesuai: teks menyiratkan lebih banyak, bukan sama.

D. Tidak sesuai: teks tidak menyatakan setara.

E. Tidak sesuai: teks tidak menyatakan sama.


soal 28.

Which of the following you don’t agree with about men drivers?

A.They are safe and careful drivers.
B.They cause more accidents than women.
C.They consider themselves to be competent drivers.
D.They feel that using a car shows status of symbol.
E.They regard automobiles as an extension of their egos.
Jawaban & Analisa Nomor 28

Kunci: A

Analisa berbasis bacaan: Teks justru menyatakan wanita “safer drivers”, sedangkan pria menyebabkan lebih banyak kecelakaan dan lebih banyak kecelakaan fatal. Maka pernyataan bahwa pria “safe and careful drivers” tidak sejalan dengan isi teks.

Analisa tiap opsi:

A. Tidak sesuai (inilah yang “don’t agree”): teks menggambarkan pria lebih sering menyebabkan kecelakaan dan fatalitas.

B. Sesuai: teks menyebut lebih banyak kecelakaan disebabkan pengemudi pria (khususnya usia \(18\)–\(25\)).

C. Sesuai: “Believing that they are far better drivers than women…” menunjukkan pria menganggap diri kompeten.

D. Sesuai makna: teks menyebut pria menggunakan mobil “as a status symbol.”

E. Sesuai: teks menyebut pria menganggap mobil “an extension of their egos.”


soal 29.

We can understand from the text that …

A.men always criticize women for their bad driving attitude
B.women show their egos by aggressive driving
C.the statistic shows women drive the car carelessly
D.young women drivers get many accident
E.men underestimate women
Jawaban & Analisa Nomor 29

Kunci: E

Analisa berbasis bacaan: Paragraf \(1\) menyatakan pria percaya mereka lebih baik dan menganggap wanita “incompetent, inattentive, and even dangerous”, namun paragraf berikutnya justru membuktikan wanita lebih aman. Ini menunjukkan pria meremehkan (underestimate) wanita.

Analisa tiap opsi:

A. Tidak tepat: teks tidak mengatakan “always criticize” pria; yang disebut adalah pria “consider women drivers incompetent…” sedangkan “criticized” pada teks mengarah bahwa wanita “are criticized” (tanpa menyebut selalu oleh pria).

B. Bertentangan: teks justru menyebut pria yang memakai mobil sebagai “extension of their egos” dan bertindak agresif.

C. Bertentangan: statistik menyatakan wanita lebih aman, bukan ceroboh.

D. Tidak didukung: yang disebut banyak kecelakaan adalah pengemudi pria usia \(18\)–\(25\), bukan “young women”.

E. Tepat: sikap pria di paragraf \(1\) meremehkan kemampuan wanita, lalu dibantah oleh statistik.


soal 30 .

“Men consider women drivers incompetent, inattentive, and even dangerous behind the wheel. (Paragraph \(1\)) The underlined word means ….

A.intent
B.furious
C.watchful
D.careless
E.indiscipline
Jawaban & Analisa Nomor 30

Kunci: D

Analisa berbasis bacaan: Kata “inattentive” bermakna tidak memberi perhatian/kurang waspada. Dalam konteks mengemudi, orang yang “inattentive” cenderung ceroboh karena tidak memperhatikan kondisi sekitar. Dari pilihan yang tersedia, padanan terdekat adalah “careless”.

Analisa tiap opsi:

A. Tidak tepat: “intent” berarti niat/tujuan, bukan “kurang perhatian”.

B. Tidak tepat: “furious” berarti sangat marah.

C. Kebalikan: “watchful” berarti awas/waspada, berlawanan dengan “inattentive”.

D. Tepat: “careless” paling dekat dengan makna “inattentive” dalam situasi mengemudi.

E. Kurang tepat: “indiscipline” bukan padanan langsung untuk “inattentive”; arti ini lebih ke “tidak disiplin” secara perilaku umum.