Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 51

Bacalah penggalan drama berikut!

Ibu : (Tidak menoleh benar) Malam lebaran Narto, dengarlah tabuh itu bersahut-sahutan. Pada malam lebaran seperti ini dia pergi, dengan tidak meninggalkan kata.

Gunarto : (Agak kesal) Ayah ...?

Ibu : Keesokan harinya, hari lebaran, sesudah sembahyang aku memaafkan dosanya.

Gunarto : Kenapa ibu ingat juga waktu yang lampau, mengingat kepada orang yang tak pernah lagi mengingat kita.

Ibu : (Memandang Gunarto) Aku merasa ia masih ingat kita Gunarto.

Yang tergambar dalam penggalan drama di atas adalah konflik....

A. sosial

B. fisik

C. batin

D. budaya

E. alam

Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Konflik batin adalah pertentangan yang terjadi di dalam diri tokoh, berupa pergolakan perasaan, pikiran, keyakinan, atau sikap. Dalam kutipan ini, “Ibu” dan “Gunarto” memperlihatkan pergulatan emosi terkait “Ayah” yang pergi tanpa kata: ada rasa kesal, ingatan masa lampau, luka, tetapi juga ada sikap memaafkan dan keyakinan bahwa ayah “masih ingat”.

Gunarto mempertanyakan mengapa Ibu terus mengingat orang yang “tak pernah lagi mengingat kita”, sedangkan Ibu tetap bertahan pada perasaan dan keyakinannya. Tegangan utamanya bukan bentrokan fisik, bukan bencana alam, dan bukan benturan adat, melainkan pergulatan emosi serta sikap memaafkan. Maka konflik yang tergambar adalah konflik batin.

Karena konflik yang dominan berupa pergumulan perasaan (kesal, terluka, memaafkan, berharap), maka C paling tepat; ketepatan C \( \gt \) A, dan A \( \lt \) C.

Analisis tiap pilihan:

A. Konflik sosial biasanya melibatkan pertentangan dengan pihak lain/masyarakat secara jelas; di sini fokusnya pada luka dan sikap batin keluarga.

B. Tidak ada perkelahian/aksi fisik.

C. Benar: pergolakan perasaan terkait ayah yang pergi, ingatan, dan pemaafan.

D. Tidak membahas pertentangan adat atau nilai budaya yang berseberangan.

E. Tidak ada konflik dengan alam.


Soal 52

Di tempat inilah terjadi peristiwa yang menyesatkan. Namun Monang bertanggung jawab dan akan mengawininya. Dan kenyataannya lain. Ibu Monang telah menjodohkannya dengan gadis Batak pilihan ibunya. Monang sendiri tak kuasa menolaknya. Dia kawin dengan gadis pilihan ibunya. Sementara itu, janin yang dikandung Monang mengalami kelainan, bayi itu akan lahir cacat.

(Raumanen, Mariane Katopo)

Nilai yang dominan tersirat dalam penggalan novel di atas adalah ....

A. budaya

B. etika

C. moral

D. sosial

E. agama

Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Nilai budaya berkaitan dengan adat, tradisi, kebiasaan, serta sistem nilai yang hidup dalam masyarakat tertentu. Dalam kutipan ini, hal yang menonjol adalah perjodohan oleh ibu (orang tua) dan Monang “tak kuasa menolaknya” lalu “kawin dengan gadis pilihan ibunya”. Ini menunjukkan kuatnya norma/tradisi keluarga dan adat (disebut “gadis Batak pilihan ibunya”) yang mengikat pilihan hidup seseorang.

Walaupun ada persoalan tanggung jawab dan dampak kehamilan, inti yang paling dominan tersirat adalah tekanan tradisi/perjodohan (nilai budaya) yang menyebabkan Monang mengikuti kehendak ibu. Karena itu jawaban A paling tepat; ketepatan A \( \gt \) D, sedangkan D \( \lt \) A.

Analisis tiap pilihan:

A. Benar: perjodohan, kepatuhan pada orang tua, dan penyebutan identitas etnis mengarah pada tradisi/nilai budaya.

B. Etika (sopan santun/etiket) tidak menjadi fokus utama.

C. Nilai moral ada (tanggung jawab), tetapi yang paling ditonjolkan adalah tradisi perjodohan.

D. Nilai sosial bisa terkait relasi keluarga, namun pendorong utama yang tersirat adalah adat/tradisi (budaya).

E. Unsur agama tidak tampak langsung.


Soal 53

Kalau begitu mengapa Syarifudin meninggal pada hari kedua, setelah dia disunat? Darah tak banyak keluar dari lukanya. Syarifudin kan juga penurut. Pendiam. Setengah bulan, hampir, dia mengurung diri karena kata-kata kelakuan abangnya sehari sebelum disunat itu. Aku tidak percaya jika hanya oleh melompat-lompat dan berkejaran sebelum malam penuh. Aku tidak percaya itu. Aku mulai percaya desas-desus itu, tentang dukun-dukun yang mengelilingi luka sunatan anak-anak kita. Aku mulai yakin, mereka menaruh racun di pisau dukun-dukun itu.

Kalau benar begitu, apalagi yang segera sekarang hati? Aku telah lama mengubah sikapku. Tiap ada derma, aku sumbang. Tiap kesusahan, aku tolong. Tidak seorang diri mereka yang tidak kuundang dalam pesta tadi malam. Kau lihatkan, tiga teratak itu penuh mereka banjiri. Aku yakin mereka telah menerimaku, memaafkanku.

(Panggilan Rasul, Hamzad Rangkuti)

Tema atau pokok masalah yang tersirat dalam penggalan cerita pendek di atas adalah....

A. Dampak kekikiran, ketamakan, keangkuhan, dan kesombongan.

B. Kekikiran, ketamakan, keangkuhan, dan kesombongan yang diperbuat dukun.

C. Kesadaran untuk mengubah sikap dari tidak baik menjadi baik.

D. Kepercayaan adanya kematian dikaitkan dengan guna-guna dari dukun.

E. Ganjaran/balasan bagi orang yang kikir, tamak, sombong, dan angkuh.

Jawaban & Analisis

Jawaban: D

Tema adalah gagasan pokok yang menjiwai keseluruhan kutipan. Pada paragraf pertama, tokoh “aku” menolak penjelasan biasa tentang kematian Syarifudin, lalu beralih pada kepercayaan terhadap desas-desus dukun: “dukun-dukun yang mengelilingi luka sunatan” dan keyakinan bahwa “mereka menaruh racun di pisau dukun-dukun itu”. Ini menonjolkan hubungan antara kematian dan kecurigaan terhadap praktik “guna-guna” atau tindakan jahat dukun.

Paragraf kedua memang memuat perubahan sikap tokoh “aku” agar diterima dan dimaafkan, tetapi itu tampak sebagai reaksi/usaha menghindari sesuatu yang ia yakini terjadi (ancaman/keburukan yang bersumber dari dukun). Jadi inti tema tetap pada kepercayaan bahwa peristiwa kematian dikaitkan dengan tindakan dukun.

Karena gagasan dominan adalah “mengaitkan kematian dengan guna-guna/dukun”, maka D paling tepat; ketepatan D \( \gt \) C, dan C \( \lt \) D.

Analisis tiap pilihan:

A. Membahas dampak sifat buruk, tetapi itu tidak menjadi pusat kutipan.

B. Kutipan tidak menyatakan dukun bersifat kikir/tamak/sombong; yang ditonjolkan kecurigaan racun.

C. Ada perubahan sikap, tetapi lebih sebagai akibat; bukan tema utama yang menjiwai seluruh kutipan.

D. Benar: kepercayaan/kecurigaan kematian akibat tindakan dukun (racun pada pisau sunat).

E. Tidak ada gambaran balasan/ganjaran yang menjadi ide utama.


Soal 54

Tetapi Papi rupa-rupanya tidak berkeberatan aku bergaul dengan anak-anak sepandri atau serdadu krocuk. Tentulah Papi harus menjaga gengsi dan secara resmi harus memarahi aku. Sebab itu lengan dan Raden Mas dari keluarga raja Mangkunegara. Akan tetapi, aku merasa, papi tidak berkeberatan, atau paling sedikit membiarkan aku punya kawan-kawan bermain dari kalangan populer tinggi. Pernah di kamar aku mendengar mami protes keras dan menuduh papi kurang mendidik anaknya. Dan kalau tidak salah papi bilang tentang pengalaman hidup praktis, kelak si anak, kalau jadi komandan atau pegawai tinggi, dapat beruntung berkat pergaulan dengan lapisan bawah dan atasnya sekaligus atau semacam itu.

Kelak sesudah aku menjadi pelajar HBS dalam suatu kesempatan aku segala kerabat istana Mangkunegara, papi mengajakku masuk ke ruang keramat di belakang pinggiran istana yang disebut dalam. Dan memberi petuah: dalam artinya ruang dalam, ruang keramat, ruang pemilik istana. Siapa pemilik istana? Bukan Gusti Raja Mangkunegara melainkan Dewi Sri.

(Burung-burung Manyar, Y.B. Mangunwijaya)

Latar yang tergambar dalam penggalan novel di atas adalah....

A. kelak

B. ruang dalam

C. malam hari

D. di kamar

E. ruang pemilik istana

Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Latar (setting) mencakup tempat, waktu, dan suasana. Dalam kutipan ini, latar tempat yang paling ditegaskan adalah “ruang keramat ... yang disebut dalam”, lalu dijelaskan maknanya: “ruang dalam, ruang keramat, ruang pemilik istana.”

Memang ada frasa “di kamar”, tetapi itu hanya sisipan peristiwa (mendengar mami protes). Sedangkan “ruang dalam” dijelaskan panjang dan menjadi fokus utama pada bagian kedua kutipan. Maka latar yang tergambar (yang dominan/utama dalam penggalan) adalah “ruang dalam”.

Karena “ruang dalam” paling ditekankan, maka B benar. Dominasi latar B \( \gt \) D, dan D \( \lt \) B.

Analisis tiap pilihan:

A. “kelak” adalah penanda waktu (masa depan), bukan latar utama yang dilukiskan rinci.

B. Benar: tempat “ruang keramat ... disebut dalam” dijelaskan eksplisit dan mendalam.

C. “malam hari” tidak disebut.

D. Ada “di kamar”, tetapi bukan yang paling dominan karena tidak dijelaskan rinci.

E. “ruang pemilik istana” muncul sebagai penjelasan makna “dalam”, namun istilah yang ditampilkan sebagai tempat spesifik adalah “ruang dalam”.


Soal 55

Satilawati : (berasa kasihan) Maafkanlah segala perkataanku yang kemarin itu, Kartili. Jangan dimasukkan ke dalam hati.

Kartili : (tersenyum) Tentu tidak, Satilawati. Aku mengerti keadaanmu kemarin itu. Sekarang aku memuji kesetiaanmu terhadap Ishak. Sungguh pun telah engkauketahui, bahwa ia ....

Satilawati : Gila, ya. Tapi ada sesuatu, suara halusku mengatakan, bahwa ia akan baik lagi. Baik selama-lamanya.

Kartili : Itu yang kuharapkan tinggi, Satilawati: kepercayaanmu kepada diri sendiri.

Nilai watak : Dan biarpun ia tidak baik kembali, aku tidak juga dapat meningatkan diriku kepada orang lain.

Watak tokoh Satilawati berdasarkan kutipan drama di atas adalah....

A. baik hati, belas kasih, egois

B. setia, penuh keyakinan, percaya diri

C. keras kepala, cepat tersinggung, baik

D. pemarah, setia, keras kepala

E. baik, egois, baik

Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Watak Satilawati tampak dari tutur dan sikapnya. Ia meminta maaf dengan nada “berasa kasihan”, menunjukkan ia tidak ingin menyakiti hati orang lain. Ia juga memuji dan bertahan pada kesetiaannya kepada Ishak. Bahkan ketika Ishak “gila”, Satilawati tetap yakin “ia akan baik lagi” dan menegaskan bahwa meskipun ia tidak baik kembali, Satilawati tidak akan mengikatkan diri kepada orang lain. Ini menunjukkan kesetiaan yang kuat.

Selain setia, ia juga memiliki keyakinan/optimisme (“akan baik lagi. Baik selama-lamanya”) dan dorongan percaya diri yang ditegaskan Kartili (“kepercayaanmu kepada diri sendiri”). Jadi gabungan sifat yang paling sesuai adalah setia, penuh keyakinan, dan percaya diri.

Karena B merangkum tiga sifat yang benar-benar ditunjukkan kutipan, maka B paling tepat; ketepatan B \( \gt \) A, dan A \( \lt \) B.

Analisis tiap pilihan:

A. “egois” tidak tampak; justru ia berkorban dan setia.

B. Benar: setia kepada Ishak, yakin ia membaik, dan percaya diri (ditegaskan Kartili).

C. “keras kepala” dan “cepat tersinggung” tidak ditunjukkan.

D. “pemarah” tidak muncul; nada Satilawati lembut dan memohon maaf.

E. Tidak logis (pengulangan “baik”) dan “egois” tidak sesuai isi.