Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 21

Supernova adalah sebuah superimajinatif. Sungguh tidak lazim bagi dunia sastra Indonesia. Ditulis dengan gaya pop, tetapi syarat dengan problema filsafat dan teori-teori ilmiah. Baru kali ini dalam sastra Indonesia, seseorang penulis mampu mengartikulasikan labirin kehidupan kontemporer secara eksperimentif dengan gaya yang hampir science fiction.

Dalam kutipan tersebut hal yang diresensi adalah ….

A. kepengarangan pengarang
B. kesimpulan terhadap buku
C. kekurangan dan keunggulan buku
D. gaya penulisan cerita
E. bahasa pengarang dalam buku
Jawaban dan Analisis Soal 21

Jawaban: D

Fokus kutipan: Kutipan membahas cara penulisan: “ditulis dengan gaya pop”, “problema filsafat dan teori-teori ilmiah”, “mengartikulasikan … secara eksperimentif”, “gaya yang hampir science fiction”. Semua itu menunjuk pada gaya penulisan dan karakter penyajian cerita.

Mengapa D paling tepat: Unsur yang direviu adalah gaya (style) penulisan: campuran pop dengan tema filsafat-ilmiah, eksperimental, bernuansa fiksi ilmiah.

Evaluasi opsi lain:

A (kepengarangan pengarang) lebih ke riwayat/posisi pengarang; kutipan tidak membahas latar penulis.

B (kesimpulan) biasanya berupa ringkasan akhir penilaian; kutipan ini berisi uraian gaya, bukan simpulan akhir.

C (kekurangan-keunggulan) bisa saja muncul dalam resensi, tetapi kutipan tidak membandingkan plus-minus secara eksplisit; yang dominan adalah deskripsi gaya.

E (bahasa pengarang) terlalu sempit; kutipan membahas “gaya pop” dan “eksperimental” sebagai gaya penulisan keseluruhan, bukan sekadar pilihan diksi/kalimat.


Soal 22

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMU tingkat DKI Jakarta akan membentuk pengurus baru periode \(2004\)-\(2006\). Untuk itu, sekretaris MGMP tersebut menyusun proposal untuk mencari dana.

Kalimat berisi tujuan yang sesuai dengan ilustrasi di atas adalah ….

A. Kegiatan tersebut untuk membentuk pengurus baru Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMU tingkat DKI Jakarta periode \(2004\)-\(2006\).
B. Membentuk dan mengaktifkan kembali musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia tingkat DKI Jakarta.
C. Menyusun program kerja Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMU tingkat DKI Jakarta tahun \(2004\)-\(2006\).
D. Untuk menampung kreativitas Guru akan dibentuk pengurus baru Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMU tingkat DKI Jakarta.
E. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMU tingkat DKI Jakarta akan membentuk pengurus baru dan program kerja periode \(2004\)-\(2006\).
Jawaban dan Analisis Soal 22

Jawaban: A

Kunci ilustrasi: Ada rencana membentuk pengurus baru periode \(2004\)-\(2006\), dan sekretaris menyusun proposal untuk mencari dana. Jadi kalimat “tujuan” harus menunjukkan maksud kegiatan secara jelas, biasanya ditandai kata “untuk …”.

Mengapa A tepat: A secara langsung menyatakan tujuan (“untuk membentuk pengurus baru … periode \(2004\)-\(2006\)”) dan isinya sesuai dengan ilustrasi (pembentukan pengurus baru).

Evaluasi opsi lain:

B tidak sesuai ilustrasi karena menambahkan “mengaktifkan kembali” dan menyebut tingkat MGMP berbeda dari konteks kalimat awal.

C berbicara tujuan menyusun program kerja, padahal ilustrasi menekankan pembentukan pengurus dan penyusunan proposal dana.

D menambahkan alasan baru (“menampung kreativitas”) yang tidak disebut dalam ilustrasi.

E lebih berupa pernyataan rencana (informatif), bukan kalimat tujuan yang tegas, dan menambah “program kerja” tanpa dasar langsung dari ilustrasi.


Soal 23

Penggunaan istilah yang tepat pada kalimat ….

A. Pendekatan komunikasi dipakai dalam menggerakkan kebersihan di sekolah.
B. Hasil produktifitas pertanian pada musim Tornado hampir punah.
C. Seorang linguis mengatakan bahwa bahasa Tondano hampir punah.
D. Beberapa orang aktivitas kampus disidangkan ke pengadilan karena demo.
E. Dia selalu dijauhi teman-temannya karena bersikap ego.
Jawaban dan Analisis Soal 23

Jawaban: C

Prinsip istilah tepat: istilah harus sesuai bidang dan bentuk katanya tepat digunakan pada konteks kalimat.

Mengapa C tepat: “linguis” adalah istilah untuk ahli bahasa. Konteks kalimat membahas bahasa Tondano, sehingga penggunaan istilah “linguis” tepat.

Evaluasi opsi lain:

A kurang tepat karena “pendekatan komunikasi” tidak lazim untuk “menggerakkan kebersihan”; yang lebih tepat biasanya “pendekatan persuasif/sosialisasi/komunikatif”, bukan sekadar “komunikasi” sebagai istilah.

B salah bentuk istilah: “produktifitas” tidak baku; bentuk baku “produktivitas”. Selain itu, kalimatnya juga rancu (“pada musim Tornado hampir punah”).

D salah karena “aktivitas” adalah kegiatan, bukan orang. Untuk orang yang bergerak, lebih tepat “aktivis”.

E “ego” kurang tepat sebagai sifat; yang tepat “egois”. “Ego” adalah konsep/unsur kepribadian, bukan kata sifat untuk perilaku.


Soal 24

Penggunaan kata yang baku terdapat pada kalimat ….

A. Sebaiknya kamu mendengar nasehat temanmu.
B. Kami mencatat jadual pelajaran.
C. Pikirkan terlebih dahulu sebelum memutuskan.
D. Keman kami berkunjung ke perpustakaan nasional.
E. Model sepatu saya sudah ketinggalan jaman.
Jawaban dan Analisis Soal 24

Jawaban: C

Uji kebakuan: memilih kalimat yang memakai kata baku (ejaan benar menurut bentuk yang lazim dipakai dalam ragam baku).

Mengapa C tepat: Kata “pikirkan” baku dan kalimatnya efektif.

Evaluasi opsi lain:

A “nasehat” tidak baku; bentuk baku: “nasihat”.

B “jadual” tidak baku; bentuk baku: “jadwal”.

D “keman” tidak baku; bentuk baku: “ke mana”.

E “jaman” tidak baku; bentuk baku: “zaman”.


Soal 25

Penulisan kata serapan yang tepat terdapat dalam kalimat ….

A. Mereka memperoleh surat untuk mengkonversi hutan alam menjadi lahan perkebunan sawit.
B. Seharusnya dipikirkan bagaimana mengeksport hasil pertanian dengan memiliki nilai tambah.
C. Dampak lingkungan terbesar adalah terganggunya ekosistim wilayah pesisir pantai utara Jakarta.
D. Keputusan yang diambil hendaknya mempertimbangkan kepentingan umum daripada mengejar Infestasi.
E. Obyek wisata pangandaran menyediakan berbagai sarana rekreasi untuk memudahkan wisatawan.
Jawaban dan Analisis Soal 25

Jawaban: A

Dasar penilaian: kata serapan harus ditulis sesuai ejaan baku.

Mengapa A tepat: “mengonversi” (sering juga ditulis “mengonversi” sebagai bentuk baku) adalah bentuk serapan yang sesuai kaidah (konversi → mengonversi). Dalam pilihan ini, bentuk yang diuji adalah penulisan “konversi” dengan penyesuaian menjadi “mengkonversi/mengonversi”; dibanding pilihan lain, A paling mendekati bentuk baku dan konteks kalimatnya juga jelas.

Evaluasi opsi lain:

B “mengeksport” tidak baku; bentuk baku: “mengekspor”.

C “ekosistim” tidak baku; bentuk baku: “ekosistem”.

D “Infestasi” tidak tepat untuk konteks ekonomi; selain itu penggunaan kapital di tengah kalimat tidak tepat.

E “Obyek” tidak baku; bentuk baku: “objek”.

Catatan penting: Dalam ragam baku, bentuk yang benar adalah “mengonversi”, bukan “mengkonversi”. Jika soal ini mengikuti kaidah ejaan baku ketat, maka A seharusnya ditulis “mengonversi”. Pilihan lain jelas salah ejaannya, sehingga maksud soal tetap mengarah ke A sebagai yang “paling tepat” dibanding yang lain.