Soal 1
Penggunaan stem cell (sel punca) untuk terapi diabetes melitus tipe \(1\) dilakukan berdasar pada prinsip pluripotensi stem cell dalam hal kemampuan berdiferensiasi. Terapi tersebut melibatkan objek biologi yang dikaji dalam cabang ilmu dan tingkat organisasi ....
| A. | anatomi-sel |
| B. | fisiologi-organ |
| C. | embriologi-jaringan |
| D. | genetika-molekul |
| E. | histologi-jaringan |
Jawaban & Analisa
Jawaban: C
Analisa: Kata kunci soal adalah pluripotensi dan kemampuan berdiferensiasi. Ini merupakan kajian khas embriologi (perkembangan dan diferensiasi sel) yang menghasilkan pembentukan berbagai jenis jaringan. Karena produk diferensiasi yang menjadi target adalah tingkat jaringan (misalnya jaringan penghasil hormon/sel fungsional tertentu), pasangan yang paling sesuai adalah embriologi–jaringan.
A. Anatomi lebih menekankan struktur organ/tubuh, bukan inti proses diferensiasi perkembangan.
B. Fisiologi-organ membahas fungsi organ, sedangkan fokus soal adalah proses diferensiasi sel punca menjadi jaringan/sel tertentu.
C. Tepat: embriologi membahas diferensiasi, dan hasilnya terkait tingkat organisasi jaringan.
D. Genetika-molekul berkaitan dengan gen/DNA, tetapi inti konsep yang ditanya adalah diferensiasi (perkembangan) menuju jaringan.
E. Histologi memang tentang jaringan, tetapi tidak menekankan proses asal-usul/diferensiasi jaringan seperti embriologi.
Soal 2
Peranan bakteri Acetobacter xylinum dan Lactobacillus bulgaricus secara berurutan adalah dalam pembuatan ....
| A. | protein sel tunggal dan mentega |
| B. | asam cuka dan keju |
| C. | mentega dan yoghurt |
| D. | nata de coco dan yoghurt |
| E. | nata de coco dan mentega |
Jawaban & Analisa
Jawaban: D
Analisa: Acetobacter xylinum berperan membentuk selulosa bakteri yang menghasilkan nata (misalnya nata de coco). Lactobacillus bulgaricus adalah bakteri asam laktat yang digunakan pada fermentasi susu untuk menghasilkan yoghurt. Karena urutannya diminta “secara berurutan”, pasangan yang tepat adalah nata de coco lalu yoghurt.
A. Tidak tepat: bukan pasangan produk khas kedua bakteri tersebut.
B. Tidak sesuai: asam cuka umumnya oleh Acetobacter aceti, sedangkan keju tidak spesifik L. bulgaricus sebagai jawaban utama.
C. Mentega bukan produk utama A. xylinum.
D. Tepat: A. xylinum untuk nata de coco dan L. bulgaricus untuk yoghurt.
E. Mentega bukan produk yang sesuai dengan L. bulgaricus pada konteks soal.
Soal 3
Berikut beberapa contoh Protista.
Yang termasuk kelompok Ciliata adalah ....
| A. | \(1\) dan \(2\) |
| B. | \(2\) dan \(3\) |
| C. | \(2\) dan \(4\) |
| D. | \(2\) dan \(5\) |
| E. | \(3\) dan \(4\) |
Jawaban & Analisa
Jawaban: D
Analisa: Ciliata (Ciliophora) adalah protista yang bergerak menggunakan silia (rambut getar). Pada gambar, nomor \(2\) tampak seperti Paramecium (memiliki silia di permukaan). Nomor \(5\) juga menunjukkan bentuk bertubuh dengan deretan rambut getar/struktur seperti silia (ciri ciliata). Karena itu pasangan yang termasuk Ciliata adalah \(2\) dan \(5\).
A. Nomor \(1\) tampak seperti Amoeba (pseudopodia), bukan ciliata.
B. Nomor \(3\) cenderung menunjukkan flagellata (alat gerak flagel), bukan silia.
C. Nomor \(4\) tampak seperti organisme berflagel (misalnya Trypanosoma), bukan ciliata.
D. Tepat: \(2\) dan \(5\) menunjukkan ciri alat gerak silia.
E. Nomor \(3\) dan \(4\) lebih sesuai kelompok flagellata, bukan ciliata.
Soal 4
Padi, jagung, jahe, lengkuas, dan anggrek dijadikan ke dalam satu kelompok karena memiliki ....
| A. | akar serabut |
| B. | tulang daun menyirip |
| C. | batang bercabang |
| D. | kelipatan bunga \(4\) dan \(5\) |
| E. | biji berkeping dua |
Jawaban & Analisa
Jawaban: A
Analisa: Padi, jagung, jahe, lengkuas, dan anggrek termasuk kelompok monokotil. Ciri umum monokotil adalah berakar serabut, tulang daun sejajar, dan bagian bunga umumnya kelipatan \(3\). Dari pilihan yang ada, ciri yang sesuai dan paling jelas untuk menyatukan semua contoh tersebut adalah akar serabut.
A. Tepat: monokotil memiliki akar serabut.
B. Salah: monokotil umumnya bertulang daun sejajar, bukan menyirip.
C. Tidak khas: monokotil umumnya tidak bercabang seperti dikotil berkayu.
D. Salah: kelipatan bunga monokotil umumnya \(3\), bukan \(4\) atau \(5\).
E. Salah: biji berkeping dua adalah ciri dikotil.
Soal 5
Menurunnya keanekaragaman hayati membuat kita perlu melakukan pelestarian. Salah satunya adalah pelestarian in situ. Ciri dari pelestarian tersebut adalah pelestarian ....
| A. | sumber daya alam hayati di habitat atau tempat aslinya |
| B. | sumber kekayaan alam hayati dan non-hayati di tempat aslinya |
| C. | sumber daya alam hayati di tempat tertentu yang disediakan |
| D. | sumber keanekaragaman hayati di tempat lain yang cocok |
| E. | sumber daya alam di tempat lain yang sudah diteliti dan ternyata cocok |
Jawaban & Analisa
Jawaban: A
Analisa: Pelestarian in situ berarti pelestarian dilakukan di habitat asli organisme (misalnya taman nasional, cagar alam, suaka margasatwa). Jadi cirinya adalah melestarikan sumber daya alam hayati di habitat/tempat aslinya, bukan memindahkan ke lokasi lain.
A. Tepat: dilakukan di habitat atau tempat asli.
B. Tidak tepat: in situ berfokus pada hayati (organisme) di habitatnya, bukan paket “hayati dan non-hayati” sebagai ciri definisi.
C. Mengarah ke ex situ karena “tempat tertentu yang disediakan” (misalnya kebun binatang, kebun raya).
D. Jelas ex situ karena dilakukan “di tempat lain”.
E. Juga ex situ karena pemindahan ke tempat lain yang cocok.