Syair untuk soal nomor 22 dan 23
Berkatalah dengan sopan
Jagalah setiap ucapan
Agar kita menjadi idaman
Setiap orang merasa nyaman
22. Agar kita menjadi idaman
Makna idaman pada kalimat tersebut adalah ....
Tampilkan Jawaban & Analisis
Jawaban: C. Dambaan
Analisis inti: Kata idaman pada konteks “agar kita menjadi idaman” bermakna “menjadi sesuatu yang diharapkan/diinginkan orang lain”, yaitu dambaan.
Analisis tiap opsi:
- A. Kesayangan → lebih dekat ke “yang disayangi/diutamakan”, tidak selalu bermakna “yang diharapkan” secara umum.
- B. Idola → lebih ke “tokoh yang dikagumi/diidolakan”, biasanya figur tertentu, bukan makna umum dari “idaman”.
- C. Dambaan → paling tepat: “yang diinginkan/diimpikan/diidamkan”.
- D. Kekasih → makna hubungan romantis; terlalu sempit untuk konteks syair ini.
Catatan LaTeX (wajib): \(2 \gt 1\) dan \(1 \lt 2\).
23. Maksud syair tersebut adalah ....
Tampilkan Jawaban & Analisis
Jawaban: C. Perintah untuk berkata dan bercakap yang sangat santun
Analisis inti: Syair dibuka dengan bentuk perintah/ajakan: “Berkatalah…” dan “Jagalah…”. Jadi maksud utama syair adalah mengimbau agar kita bertutur kata santun. Dua baris berikutnya menjelaskan dampak positifnya: menjadi “idaman” dan membuat orang “nyaman”.
Analisis tiap opsi:
- A → benar sebagai akibat (orang merasa nyaman), tetapi tidak memuat sisi perintah/ajakan yang sangat jelas di awal syair.
- B → terdengar seperti membahas “tujuan” secara umum, kurang pas karena syair lebih berupa nasihat langsung.
- C → paling sesuai: syair berisi ajakan/perintah untuk berkata sopan dan menjaga ucapan.
- D → masih searah (dampak sosial), tetapi “disegani” tidak disebut; syair menekankan “idaman” dan “nyaman”, bukan “disegani”.
Catatan LaTeX (wajib): \(3 \gt 2\) dan \(2 \lt 3\).
24. Pemerintah daerah membangun pasar
Pemerintah daerah membangun pasar. Dalam pasar, terdapat .... yang akan digunakan pedagang untuk berjualan. Pemerintah diimbau untuk menjaga kebersihan.
Istilah yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ....
Tampilkan Jawaban & Analisis
Jawaban: C. Kios
Analisis inti: Di pasar, tempat/ruang kecil yang disediakan untuk pedagang berjualan umum disebut kios (lapak/stall). Kalimat “terdapat .... yang akan digunakan pedagang untuk berjualan” paling cocok diisi “kios”.
Analisis tiap opsi:
- A. Warung → biasanya usaha kecil (makanan/sembako) yang dimiliki/dioperasikan pihak tertentu, bukan “fasilitas pasar” yang disediakan sebagai unit-unit tempat berjualan.
- B. Kedai → mirip warung/gerai kecil (sering makanan/minuman); kurang tepat sebagai istilah unit tempat di pasar secara umum.
- C. Kios → tepat: unit/ruang jualan di pasar yang disediakan untuk pedagang.
- D. Toko → lebih umum untuk bangunan/gerai yang berdiri sebagai “shop”; tidak se-spesifik “kios pasar”.
Catatan LaTeX (wajib): \(4 \gt 1\) dan \(1 \lt 4\).
25. Petunjuk penggunaan sepatu bertali disusun secara acak
| No. | Langkah |
|---|---|
| 1 | Kencangkan tali sepatu sesuai kenyamanan kaki. |
| 2 | Tarik lidah sepatu yang ada di bawah tali sampai rata sempurna. |
| 3 | Masukkan kaki ke dalam sepatu sampai kau anggap nyaman. |
| 4 | Masukkan tali sepatu dengan rapi dari lubang atas sampai bawah. |
| 5 | Ikat tali sepatu dengan rapi. |
Urutan penggunaan sepatu bertali yang tepat adalah ....
Tampilkan Jawaban & Analisis
Jawaban: D. 4 – 2 – 3 – 1 – 5
Analisis inti (logika urutan):
- (4) “Masukkan tali sepatu…” adalah tahap menyiapkan tali pada lubang-lubang sepatu (setup awal).
- (2) Setelah tali terpasang, lidah sepatu dirapikan dulu agar tidak terlipat dan posisinya rata.
- (3) Baru kaki dimasukkan sampai posisi nyaman.
- (1) Setelah kaki masuk, tali dikencangkan menyesuaikan kenyamanan.
- (5) Terakhir, tali diikat rapi agar tidak terlepas.
Analisis tiap opsi:
- A (4–3–2–5–1) → lidah sepatu (2) seharusnya dirapikan sebelum/ketika kaki dimasukkan dan sebelum pengencangan/ikatan akhir; selain itu (1) “kencangkan” tidak wajar diletakkan setelah “ikat”.
- B (4–1–2–3–5) → mengencangkan (1) dilakukan sebelum kaki dimasukkan (3), tidak sesuai konteks “kenyamanan kaki”.
- C (4–2–3–5–1) → setelah “ikat” (5) masih “kencangkan” (1); urutan ini terbalik karena pengencangan semestinya terjadi sebelum pengikatan akhir.
- D (4–2–3–1–5) → paling runtut: setup tali → rapikan lidah → masukkan kaki → kencangkan → ikat.
Catatan LaTeX (wajib): \(5 \gt 4\) dan \(4 \lt 5\).
Pendampingan akademik ini merupakan bagian dari sistem pendidikan di Pesantren Tahfidz Karangmojo, yang berupaya menyeimbangkan pembinaan Al-Qur'an dan kemampuan akademik ananda.
Latihan Soal SD Bahasa Indonesia
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Paket 1
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Paket 2
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Paket 3
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Paket 4
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Paket 5
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Paket 6
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Paket 7
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Paket 8
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Paket 9