Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Jawablah pertanyaan berikut dengan lengkap dan benar!

No. Jenis Tugas Jawaban Singkat
41 Menulis simpulan paragraf Membaca menambah pengetahuan; karena itu kita perlu rajin membaca.
42 Menentukan keteladanan tokoh Jujur, amanah, tidak mengambil hak orang lain, bertanggung jawab.
43 Menafsirkan pesan pantun Rajin membaca membuat kita pandai/berpengetahuan.
44 Memperbaiki struktur kalimat Perbaiki urutan subjek-predikat agar makna jelas dan gramatikal.
45 Memperbaiki ejaan/penulisan Setiap Jumat, sekolahku mengadakan kegiatan Jumat Bersih.

Soal 41

Soal (ditulis ulang): Membaca sangat penting karena dapat menambah pengetahuan. Ada pepatah “Buku adalah jendela dunia”. Tuliskan simpulan dari paragraf tersebut!

Jawaban & Analisis

Jawaban: Membaca adalah kegiatan penting karena melalui membaca pengetahuan bertambah; oleh sebab itu kita perlu rajin membaca buku.

Analisis:

  • Gagasan utama paragraf menekankan manfaat membaca: pengetahuan menjadi bertambah.
  • Kalimat “Buku adalah jendela dunia” berfungsi sebagai penguat alasan: buku membuka wawasan seperti jendela yang memperlihatkan dunia.
  • Simpulan harus merangkum inti (bukan mengulang semua kalimat): membaca penting → pengetahuan bertambah → ajakan rajin membaca.
  • Hubungan sebab-akibatnya: membaca menyebabkan pengetahuan bertambah; maka membaca itu penting (pentingnya membaca \gt sekadar hiburan).

Soal 42

Soal (ditulis ulang): Rendi menemukan dompet di jalan saat pulang sekolah. Ia membuka dompet untuk mencari identitas pemiliknya, lalu mengembalikannya meskipun ia sedang membutuhkan uang. Tuliskan keteladanan tokoh Rendi dari cerita tersebut!

Jawaban & Analisis

Jawaban: Keteladanan Rendi adalah jujur dan amanah: tidak mengambil barang temuan, mencari identitas pemiliknya, lalu mengembalikan dompet tersebut walaupun ia membutuhkan uang.

Analisis:

  • Jujur: Rendi tidak memanfaatkan uang “ratusan ribu” untuk kepentingan pribadi.
  • Amanah/bertanggung jawab: ia berusaha menemukan pemilik (mencari identitas), bukan mengabaikannya.
  • Empati dan menghargai hak orang lain: dompet adalah milik orang lain, sehingga hak pemilik \gt keinginan Rendi untuk memakai uang itu.
  • Inti teladan: memilih tindakan benar walau ada godaan (kebutuhan uang). Secara nilai, “kebenaran” harus selalu \gt “keuntungan sesaat”.

Soal 43

Soal (ditulis ulang): Perhatikan pantun berikut!

Duhai indah bunga teratai
Bermekaran di taman kota
Jika Anda ingin pandai
Hendaklah rajin membaca

Tuliskan pesan yang terkandung dalam pantun tersebut!

Jawaban & Analisis

Jawaban: Pesan pantun adalah anjuran agar rajin membaca karena kebiasaan membaca dapat membuat kita menjadi pandai.

Analisis:

  • Dua baris pertama adalah sampiran (tentang bunga teratai dan taman kota) untuk memperindah bunyi pantun.
  • Dua baris terakhir adalah isi yang memuat pesan: “Jika ingin pandai” → “rajing membaca”.
  • Pesan bersifat sebab-akibat: rajin membaca → pengetahuan bertambah → menjadi pandai.
  • Makna perbandingan nilai: membaca memberi manfaat yang \gt kebiasaan malas membaca.

Soal 44

Soal (ditulis ulang): Bacalah kutipan berikut.

Trauma anak-anak korban banjir dan tanah longsor belum hilang sepenuhnya. Masih ada beberapa anak yang teringat bencana itu. Mereka ketakutan ketika hujan mengguyur hujan desanya. Ada seorang pelajar menunjukkan gejala sesak napas dan rasa sesak ketika hujan turun.
ketika ketakutan mereka menguyur hujan desanya

Perbaiki struktur/urutan kalimat yang bercetak miring agar menjadi kalimat yang benar!

Jawaban & Analisis

Jawaban (perbaikan kalimat): Ketika hujan mengguyur desa mereka, ketakutan menguasai mereka.

Alternatif yang juga benar: Mereka takut ketika hujan mengguyur desa mereka.

Analisis:

  • Kalimat miring tidak tepat karena urutan katanya membuat makna rancu: seolah-olah “ketakutan” yang “mengguyur hujan”.
  • Perbaikan dilakukan dengan menata ulang menjadi pola yang jelas:
    • Keterangan waktu (Ketika hujan mengguyur desa mereka)
    • Subjek + Predikat (ketakutan menguasai mereka / mereka takut)
  • Unsur tindakan “mengguyur” harus melekat pada “hujan”, bukan pada “ketakutan”.
  • Makna akhir: hujan menjadi pemicu trauma; rasa takut muncul saat hujan deras (hujan sebagai sebab, ketakutan sebagai akibat). Secara hubungan, sebab \gt akibat: hujan turun \gt ketakutan muncul.

Soal 45

Soal (ditulis ulang): Perhatikan kalimat berikut: setiap jumat sekolahku mengadakan kegiatan jum'at bersih. Tuliskan perbaikan penulisan/ejaan pada kalimat tersebut!

Jawaban & Analisis

Jawaban: Setiap Jumat, sekolahku mengadakan kegiatan Jumat Bersih.

Analisis:

  • Huruf awal kalimat harus kapital: Setiap.
  • Nama hari ditulis kapital: Jumat (bukan “jumat”).
  • Tanda koma setelah keterangan waktu di awal kalimat membuat kalimat lebih rapi: “Setiap Jumat, …”.
  • Penulisan “jum'at” tidak baku; bentuk baku adalah Jumat (tanpa apostrof).
  • Jika “Jumat Bersih” adalah nama kegiatan, ditulis kapital pada unsur namanya. Ketepatan ejaan yang baku \gt kebiasaan penulisan tidak baku.