Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 47. Cermati gurindam berikut!

Jika hendak mengenal orang berbangsa,
lihat kepada budi bahasa.
(Gurindam XII, Raja Ali Haji)

Isi gurindam tersebut adalah ....

A. Bahasa yang digunakan seseorang menunjukkan kebangsaannya.
B. Tutur kata dan sopan santun seseorang menunjukkan kepribadian orang tersebut.
C. Orang yang berbudi tentu akan berbahasa dengan baik.
D. Seseorang dari golongan bangsawan tentu berbudi dan berbahasa yang baik.
E. Orang yang mempunyai rasa kebangsaan yang kuat akan mempertahankan bahasanya.

Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis:

Gurindam menyatakan cara “mengenal orang berbangsa” adalah dengan melihat “budi bahasa”. “Budi bahasa” merujuk pada tutur kata, sopan santun, dan etika berbahasa yang mencerminkan budi pekerti. Jadi isi gurindam menekankan bahwa karakter/kepribadian seseorang dapat dikenali melalui tutur kata dan kesantunannya.

Uji opsi:
A mengarah pada identitas kebangsaan (nasionalitas/bahasa negara), padahal teks menekankan budi bahasa sebagai cermin budi pekerti, bukan paspor kebangsaan.
B paling tepat karena menyamakan “budi bahasa” dengan “tutur kata dan sopan santun” sebagai penanda pribadi/karakter.
C masih searah, tetapi lebih berupa akibat (“orang berbudi tentu berbahasa baik”) dan tidak menekankan fungsi “mengenal” orang melalui budi bahasa; ketepatannya \( \lt \) opsi B.
D salah karena memasukkan “bangsawan”, padahal gurindam tidak membahas kelas sosial.
E membahas “rasa kebangsaan” dan “mempertahankan bahasa”, tidak menjadi pokok isi gurindam.


Teks puisi berikut untuk soal no 48 dan 49.

Bacalah teks puisi dengan saksama!

TERATAI
Kepada Ki Hajar Dewantara

Dalam kebun di tanah airku
Tumbuh sekuntum bunga teratai
Tersembunyi kembang indah permai
Tiada terlihat orang yang lalu.

Akarnya tumbuh di hati dunia
Daun berseri, Laksmi mengarang
Biarpun dia diabaikan orang
Seroja kembang gemilang mulia.

Teruslah o, Teratai bahagia
Berseri di kebun Indonesia
Biarkan sedikit penjaga taman.

Biarpun engkau tak terlihat,
Biarpun engkau tidak diminat
Engkau turut menjaga jaman
(Sanusi Pane, 1957)

Soal 48. Makna lambang bunga teratai pada larik puisi tersebut adalah ....

A. seorang pengarang
B. penjaga kebun
C. orang tak dikenal
D. tokoh pendidikan
E. penjaga hati

Jawaban & Analisis

Jawaban: D

Analisis:

Puisi ini jelas ditujukan “Kepada Ki Hajar Dewantara”. “Bunga teratai” dipakai sebagai lambang tokoh yang bekerja untuk negeri: “berseri di kebun Indonesia”, “biarpun engkau tak terlihat” dan “tidak diminat”, tetapi “turut menjaga jaman”. Ini selaras dengan peran Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh pendidikan yang jasanya besar meski tidak selalu tampak.

Uji opsi:
A “seorang pengarang” tidak menjadi fokus simbol; puisi memuji peran menjaga zaman, bukan menulis karya.
B “penjaga kebun” hanya kiasan di dalam puisi (“penjaga taman”), tetapi lambang utama “teratai” mengarah pada sosok yang dipuji, yakni Ki Hajar sebagai tokoh pendidikan; ketepatan B \( \lt \) D.
C “orang tak dikenal” kurang tepat: ia “tidak terlihat/diminat”, tetapi identitas rujukannya jelas (Ki Hajar).
D paling sesuai dengan tujuan puisi.
E “penjaga hati” tidak didukung langsung oleh isi.


Soal 49. Maksud puisi tersebut adalah ....

A. Tokoh pendidikan Indonesia yang besar jasanya dan bersinar sepanjang masa.
B. Seorang tokoh pendidikan yang diragukan sebagian kecil masyarakat.
C. Kerendahan hati seorang tokoh yang telah berjasa menjaga tanah airnya.
D. Seorang pahlawan yang tidak banyak dikenal oleh bangsanya sendiri.
E. Seorang pejuang yang telah mengharumkan dan menjaga tanah air Indonesia.

Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis:

Maksud puisi adalah memuliakan “Teratai” (Ki Hajar Dewantara) sebagai sosok yang “gemilang mulia”, tetap “berseri di kebun Indonesia”, walau “tak terlihat” dan “tidak diminat”, namun “turut menjaga jaman”. Ini menunjukkan jasa besar yang bernilai lintas waktu (menjaga zaman/masa).

Uji opsi:
A paling merangkum: tokoh pendidikan, berjasa besar, kemuliaannya digambarkan terus berseri (bernilai sepanjang masa).
B tidak didukung; puisi tidak menekankan “diragukan”, melainkan “diabaikan” dan “tidak diminat”.
C “kerendahan hati” bukan inti utama; fokus puisi pada jasa dan kemuliaan peran.
D sebagian benar (tak terlihat/tidak diminat), tetapi puisi menegaskan kemuliaan dan peran menjaga zaman; cakupan D \( \lt \) A.
E terlalu umum “pejuang”; puisi spesifik pada tokoh pendidikan (Ki Hajar).


Soal 50. Perhatikan kutipan esai berikut!

Kesenjangan di Indonesia cenderung naik pada tahun-tahun ini. Kesenjangan itu tampak seperti berikut. Pertama, adanya peningkatan kesenjangan pemilikan lahan sektor pertanian. Kedua, adanya kesenjangan akses untuk memasuki aktivitas ekonomi sebagai sumber pendapatan. Di sektor pertanian, misalnya, petani kecil kesulitan mendapatkan kredit. Ketiga, kesenjangan untuk mendapatkan akses pelayanan dasar, seperti pendidikan dan kesehatan.

Hal yang diungkapkan dalam kutipan esai tersebut adalah ....

A. Kesenjangan merupakan salah satu pokok persoalan sosial ekonomi kita akhir-akhir ini.
B. Petani semakin sulit hidupnya sehingga lahan pertaniannya semakin menipis.
C. Kesenjangan yang terjadi antara petani dengan pemerintah Indonesia.
D. Pendidikan dan kesehatan semakin tidak dapat dijangkau oleh petani Indonesia.
E. Petani kecil selalu mendapatkan kesulitan untuk memperoleh kredit dari pemerintah.

Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis:

Kutipan menegaskan bahwa “kesenjangan cenderung naik” dan kemudian memaparkan tiga bentuk kesenjangan: (1) kepemilikan lahan pertanian, (2) akses masuk aktivitas ekonomi (contoh: kredit untuk petani kecil), dan (3) akses layanan dasar (pendidikan dan kesehatan). Jadi gagasan umumnya: kesenjangan menjadi persoalan sosial-ekonomi yang nyata dan menguat belakangan ini.

Uji opsi:
A merangkum keseluruhan isi (pernyataan umum + rincian contoh).
B menambahkan klaim “lahan pertanian semakin menipis” sebagai akibat langsung; kutipan hanya menyebut kesenjangan kepemilikan lahan, bukan lahan menipis.
C menyempit menjadi konflik “petani vs pemerintah”, tidak dinyatakan di kutipan.
D terlalu spesifik pada “petani” dan menyatakan “semakin tidak dapat dijangkau”, padahal kutipan menyebut kesenjangan akses secara umum, bukan hanya petani.
E memakai kata “selalu” dan “dari pemerintah”, sedangkan kutipan hanya memberi contoh petani kecil kesulitan kredit tanpa menyatakan selalu dan tanpa menyebut sumbernya harus pemerintah.