Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 43. Bacalah kutipan cerpen berikut dengan saksama!

Nyonya Marta kejetit. Tangan kirinya kejetit karena berdesak-desakan dengan beberapa orang yang ingin lebih dulu mendapatkan formulir pendaftaran kursus bahasa. Ia lihat semacam noda biru di atas kulitnya yang cantik. Waktu ia menyentuhnya, terasa amat nyeri.

...

Polisi itu tidak seperti banyak polisi yang diceritakan oleh orang-orang selama ini. Ia seorang penolong. Ia tersenyum. Ia memegang tangan Nyonya Marta. Dilihatnya noda biru. Ia menggelengkan kepalanya. Nyonya Marta cepat menerangkan dengan panjang lebar bagaimana kecelakaan itu terjadi. Tetapi setelah bicara panjang, Nyonya Marta tiba-tiba pucat. Suaranya gemetar. Nyonya itu tampak semakin pucat. Ia ingin bicara tapi suaranya tidak kedengaran. Polisi itu mengambil inisiatif, memegang tangannya. Baru Nyonya Marta sadar bahwa ia berada di tengah jalan.

“Kepala saya pusing.”

Konflik yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah ....

A. Rasa nyeri yang dirasakan di tangan Nyonya Marta.

B. Keramahan polisi pada Nyonya Marta yang mengalami kecelakaan.

C. Keterangan Nyonya Marta tentang noda biru di tangannya.

D. Kegelisahan Nyonya Marta karena ditegur oleh polisi.

E. Pertolongan polisi terhadap Nyonya Marta tanpa pamrih.

Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Konflik dalam kutipan tampak sebagai masalah/ketegangan yang dialami tokoh. Dari awal, kutipan menonjolkan kondisi yang mengganggu tokoh: tangan Nyonya Marta “kejetit”, terlihat “noda biru”, dan “terasa amat nyeri”. Ini merupakan pusat masalah yang memicu rangkaian peristiwa berikutnya (ia disentuh, diperiksa, dan akhirnya tampak semakin tidak berdaya).

Opsi B dan E justru menggambarkan bantuan/solusi (polisi sebagai penolong), bukan konflik. Opsi C hanya informasi pendukung (penjelasan tentang noda biru), bukan inti masalah. Opsi D tidak sesuai karena polisi tidak menegur; ia menolong. Karena itu konflik pada opsi A \( \gt \) opsi lain, sedangkan opsi lain \( \lt \) dalam menunjukkan masalah utama yang dialami tokoh.


Soal 44. Penyebab konflik berdasarkan kutipan tersebut adalah ....

A. Nyonya Marta berdesak-desakan antre formulir.

B. Nyonya Marta ditegur oleh polisi.

C. Rasa nyeri pada noda biru di tangan Nyonya Marta.

D. Tangan Nyonya Marta kejetit.

E. Karena mengalami kecelakaan, kepala Nyonya Marta pusing.

Jawaban & Analisis

Jawaban: D

Jika konflik pada soal 43 adalah rasa nyeri di tangan, maka penyebab langsungnya dinyatakan jelas: “Tangan kirinya kejetit karena berdesak-desakan ...” Kejetit itulah yang memunculkan noda biru dan rasa nyeri.

Opsi A hanya latar situasi (berdesak-desakan), tetapi penyebab yang paling tepat dan langsung adalah peristiwa “kejetit”. Opsi C adalah konflik itu sendiri (nyeri), bukan penyebab. Opsi B tidak terjadi pada kutipan. Opsi E muncul di akhir sebagai keluhan lanjutan, tetapi bukan sebab awal konflik tangan yang nyeri. Karena itu D \( \gt \) opsi lain, sedangkan opsi lain \( \lt \) dalam ketepatan sebagai penyebab konflik.


Soal 45. Peristiwa akibat konflik berdasarkan kutipan cerpen tersebut adalah ....

A. Nyonya Marta pingsan dan sadar ketika ia berada di tengah jalan.

B. Ketidakberdayaan Nyonya Marta dalam mengatasi kecelakaan.

C. Nyonya Marta mengalami kecelakaan di tengah jalan.

D. Nyonya Marta ditolong polisi yang sedang bertugas.

E. Nyonya Marta pucat karena kehilangan suaranya.

Jawaban & Analisis

Jawaban: D

Akibat konflik (tangan kejetit dan kondisi Nyonya Marta yang semakin tidak enak badan) tampak pada rangkaian tindakan polisi: ia memegang tangan, memeriksa noda biru, dan “mengambil inisiatif” ketika Nyonya Marta pucat serta suaranya tidak terdengar. Ini menunjukkan respons/akibat yang terjadi: Nyonya Marta mendapatkan pertolongan.

Opsi C adalah penyebab awal (kecelakaan), bukan akibat. Opsi B adalah pernyataan abstrak, bukan peristiwa konkret. Opsi E sebagian sesuai (ia pucat dan suaranya tidak kedengaran), tetapi frasa “karena kehilangan suaranya” tidak dinyatakan sebagai sebab utama; kepucatan muncul bersamaan dengan suaranya gemetar. Opsi A menambahkan “pingsan” yang tidak dinyatakan eksplisit. Karena itu D \( \gt \) opsi lain, sedangkan opsi lain \( \lt \) dalam ketepatan sebagai peristiwa akibat yang jelas dalam kutipan.


Soal 46. Cermati kutipan drama berikut!

Panggung menggambarkan sebuah kamar reot. Di dalamnya terdapat sebuah dipan dan dua buah kursi yang sudah rusak pula. Suasana kemiskinanlah yang tampak di situ.

Istri : (mengharap) Banyaklah nasi ayam kau terima hari ini?
Suami : Bah, kosong sama sekali, seperempat rupiah pun tak dapat, dan kau bagaimana?
Istri : Ada seorang wanita muda memberi makan kepada kita.
Suami : Terima kasih moga-moga Tuhan memberkahinya. Apa yang diberikannya?
Istri : Sepotong roti.
Suami : Kalau begitu, masih adakah simpanan untuk esok pagi?
Istri : Masih, tetapi hanya untuknya.
Suami : Tak ada yang lain? Ah, maksudku selain dari roti itu.
Istri : Ada. Sepotong nasihat, supaya jangan membawa anak itu keluar karena udara terlalu lembab.

Masalah yang diungkapkan dalam kutipan naskah drama tersebut adalah ....

A. Harapan seorang pengemis terhadap masa depannya.

B. Penghasilan sepasang pengemis yang tidak memadai.

C. Pekerjaan yang dilakukan setiap hari oleh manusia.

D. Pertanyaan seorang suami kepada istri dan anaknya.

E. Suami istri saling menasihati dan menyayangi.

Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Kutipan menegaskan “suasana kemiskinan” dan isi dialog menunjukkan penghasilan tidak ada sama sekali: “kosong sama sekali, seperempat rupiah pun tak dapat.” Mereka bahkan hanya mendapat “sepotong roti” dari orang lain dan memikirkan simpanan untuk esok. Ini menunjukkan masalah utama: kondisi ekonomi yang sangat kekurangan.

Opsi B merangkum tepat inti masalah tersebut. Opsi A tidak tampak sebagai fokus (tidak ada rencana masa depan yang dibahas). Opsi C terlalu umum. Opsi D hanya bentuk dialog (tanya jawab), bukan masalah. Opsi E bukan masalah utama; nasihat muncul sebagai tambahan, sementara pokoknya adalah tidak adanya penghasilan. Karena itu B \( \gt \) opsi lain, sedangkan opsi lain \( \lt \) dalam menangkap masalah utama drama.