Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 36. Cermati paragraf narasi berikut ini!

Rama dan Laksamana meneruskan perjalanannya. Tibalah keduanya pada sebuah telaga lalu mereka beristirahat di tepi telaga itu. Air telaga itu amat jernih sehingga tampak ikan-ikan yang berenang di dalamnya. Berbagai jenis ikan itu berenang kian kemari. Kedua satria itu telah terlatih untuk menghadapi segala sesuatu yang mencurigakan. Ada yang kuning keemasan, merah berkilauan, biru, putih, dan kelabu. Udang, kepiting, dan penyu tampak pula menghuni telaga itu. Bunga-bunga teratai mekar di permukaan air telaga, ada yang merah dan ada yang putih.

Kalimat yang tepat untuk mengganti yang tidak padu atau tercetak miring tersebut adalah ....

A. Rama dan Laksamana begitu asyiknya menikmati keindahan alam itu.

B. Sekitar tempat itu dipenuhi semak belukar dan akar-akar pohon yang besar.

C. Mereka bersembunyi berkelompok di sela-sela karang dan rumput laut.

D. Ikan tersebut bermacam-macam bentuk dan warnanya.

E. Kecuali ikan, di telaga itu hidup pula hewan dan tumbuhan.

Jawaban & Analisis

Jawaban: D

Kalimat miring “Kedua satria itu telah terlatih untuk menghadapi segala sesuatu yang mencurigakan.” tidak padu karena tiba-tiba bergeser dari deskripsi telaga (air jernih, ikan, warna, hewan air, teratai) ke informasi watak/kesiapsiagaan tokoh yang tidak dilanjutkan oleh kalimat sesudahnya.

Kalimat setelah bagian miring langsung meneruskan rincian ikan: “Ada yang kuning keemasan, merah berkilauan, biru, putih, dan kelabu.” Maka pengganti yang paling padu adalah kalimat yang menjembatani pengantar “berbagai jenis ikan” menuju rincian warna-warnanya, yaitu “Ikan tersebut bermacam-macam bentuk dan warnanya.” Dengan demikian, kepaduan opsi D \( \gt \) opsi lain, sedangkan opsi lain \( \lt \) karena membuka detail baru (semak belukar/karang) atau terlalu umum (“kecuali ikan...”) tanpa menguatkan transisi ke rincian warna.


Soal 37. Cermati teks berikut!

Semenjak manusia menghuni planet bumi, mereka sudah sering menghadapi masalah kesehatan. Penyebab utamanya adalah faktor lingkungan mereka .... Namun, karena ilmu pengetahuan mereka ...., setiap kejadian yang luar biasa dalam kehidupannya sering dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat mistik. Contohnya, wabah penyakit yang melanda sebuah tempat dianggap sebagai kutukan .... dari dewa.

Frasa yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ....

A. sangat kotor, sangat kurang, amat berat

B. cukup kotor, terlalu kurang, agak berat

C. paling kotor, sangat kurang, paling berat

D. agak kotor, agak kurang, agak berat

E. agak kotor, kurang sekali, lebih berat

Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Konteks paragraf menjelaskan sebab utama masalah kesehatan (lingkungan) dan alasan munculnya penafsiran mistik (ilmu pengetahuan yang rendah), lalu mencontohkan wabah sebagai “kutukan” yang berat. Maka:

(1) “faktor lingkungan mereka ....” cocok dengan “sangat kotor” karena lingkungan kotor berkaitan langsung dengan penyakit;
(2) “karena ilmu pengetahuan mereka ....” cocok dengan “sangat kurang” karena kekurangan pengetahuan mendorong penjelasan mistik;
(3) “kutukan .... dari dewa” cocok dengan “amat berat” karena “kutukan” bernuansa sangat berat/serius.

Pilihan lain kurang selaras: “paling kotor/paling berat” terasa berlebihan dan tidak perlu, “agak” terlalu lemah untuk menyokong alasan “sering dikaitkan dengan hal mistik”, dan “lebih berat” menuntut pembanding yang tidak ada. Karena itu, ketepatan A \( \gt \) opsi lain, sedangkan kecocokan opsi lain terhadap intensitas makna \( \lt \) A.


Soal 38. Cermati paragraf berikut!

Humor atau lelucon merupakan kenyataan universal karena digunakan oleh setiap orang. Dalam komunikasi, lelucon dapat berfungsi sebagai bumbu percakapan. Dalam suasana kaku, lelucon berfungsi sebagai pemecah ketegangan. Dalam konteks sosial politik, lelucon berfungsi untuk kontrol sosial. Surat kabar, majalah, atau buletin sering memunculkan gambar komikal lucu .... menyampaikan kritik kepada pihak tertentu. Dalam dunia pendidikan, humor digunakan sebagai variasi pembelajaran untuk mengoptimalkan tercapainya tujuan pembelajaran itu. .... ada kalanya lelucon juga mengundang kemarahan .... seseorang tersinggung karena olok-olok temannya. Maka, dapat dikatakan sesungguhnya lelucon dapat diibaratkan bilah pisau bermata dua.

Kata penghubung yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ....

A. untuk, lagi pula, atau

B. sebagai, meskipun, dan

C. dari, tetapi, serta

D. untuk, namun, ketika

E. untuk, atau, serta

Jawaban & Analisis

Jawaban: D

Isian pertama harus menyatakan tujuan fungsi gambar komikal: “gambar komikal lucu untuk menyampaikan kritik...”. Jadi kata yang tepat adalah “untuk”.

Isian kedua harus menandai pertentangan: humor bisa bermanfaat, tetapi ada sisi negatif. Kata hubung yang tepat adalah “namun”.

Isian ketiga menjelaskan waktu/kondisi terjadinya ketersinggungan: “... mengundang kemarahan ketika seseorang tersinggung...”. Jadi “ketika” paling tepat.

Opsi D membangun alur makna yang rapi (tujuan \(\rightarrow\) kontras \(\rightarrow\) kondisi). Kepaduan D \( \gt \) opsi lain, sedangkan opsi lain \( \lt \) karena tidak menyatakan hubungan yang tepat (misalnya “atau” bukan kontras, “sebagai” bukan tujuan).


Soal 39. Cermati teks berikut!

Tersohornya keelokan Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, membuat daerah itu tidak pernah sepi dari turis, baik dalam negeri maupun luar negeri. Para wisatawan menjadikan Kabupaten Raja Ampat sebagai destination saat liburan mereka. Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menginginkan keindahan daerahnya dapat memberikan dampak positif bagi warganya, walaupun dari sisi kreatif dan inovasi masih perlu terus diasah. Jika managemen dalam mengelola keindahan alam Kabupaten Raja Ampat dilakukan secara sungguh-sungguh, niscaya ketenarannya akan melebihi daerah wisata yang ada di Indonesia.

Perbaikan istilah yang tercetak miring dalam paragraf tersebut adalah ....

A. destinasi, kreativitas, manajemen

B. destinator, kreatifitas, manajemen

C. estimasi, inisiatif, manajer

D. estimator, kreasi, manajemen

E. estimasi, inisiator, manajerial

Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Kata serapan/istilah yang tepat dalam bahasa Indonesia:

- destination \(\rightarrow\) destinasi
- kreatif pada konteks “dari sisi ...” lebih tepat menjadi nomina abstrak kreativitas
- managemen \(\rightarrow\) manajemen

Opsi selain A mengganti dengan kata yang tidak sepadan makna atau tidak lazim dalam konteks. Karena itu, ketepatan A \( \gt \) opsi lain, sedangkan kesesuaian opsi lain terhadap kaidah dan makna \( \lt \) A.


Soal 40. Cermatilah ilustrasi berikut!

Rafi, berusia 23 tahun. Dia telah lulus S-1 Bahasa Indonesia dengan indeks prestasi \(3,7\), bermaksud melamar pekerjaan di sebuah penerbit sebagai tenaga editor.

Kalimat pembuka surat lamaran pekerjaan berdasarkan inisiatif sendiri yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ....

A. Saya, Rafi, 23 tahun, lulus S-1 Bahasa Indonesia dengan IP \(3,7\), dengan ini mengajukan lamaran pekerjaan sebagai tenaga editor di perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin.

B. Saya mengajukan surat lamaran pekerjaan untuk mengisi lowongan tenaga editor pada perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin, karena IP saya \(3,7\).

C. Saya merasa sangat cocok dengan pekerjaan yang Bapak/Ibu tawarkan dan saya mengajukan lamaran sesuai dengan kemampuan saya sebagai sarjana S-1 Bahasa Indonesia.

D. Karena saya sudah lulus S1 Bahasa Indonesia dengan IP \(3,7\), dengan ini saya bermaksud melamar pekerjaan sebagai editor pada perusahaan Bapak.

E. Saya, Rafi, mengajukan surat lamaran pekerjaan untuk mengisi lowongan pekerjaan yang dibutuhkan oleh penerbit yang Bapak/Ibu pimpin selama ini.

Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Kalimat pembuka surat lamaran yang baik (inisiatif sendiri) umumnya memuat identitas singkat pelamar, kualifikasi utama, serta maksud melamar pada posisi tertentu dengan bahasa efektif dan sopan. Opsi A memuat semua unsur inti: nama, usia, pendidikan, IP \(3,7\), dan tujuan melamar sebagai editor pada perusahaan yang dituju.

Opsi B terlalu menonjolkan alasan “karena IP” sehingga terdengar tidak wajar. Opsi C mengandaikan ada “pekerjaan yang ditawarkan” (lebih cocok untuk lamaran berdasarkan iklan). Opsi D diawali “Karena” sehingga tidak efektif sebagai pembuka. Opsi E kabur (“selama ini”) dan tidak tegas pada posisi. Maka kualitas A \( \gt \) opsi lain, sedangkan ketepatan opsi lain terhadap bentuk pembuka yang efektif \( \lt \) A.