Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Teks berikut untuk soal nomor \(11\) sampai dengan \(13\).

Bacalah dengan cermat tajuk rencana berikut!

TAJUK RENCANA

(\(1\)) Kedua lembaga tinggi negara itu sedang berebut kewenangan dan juga eksistensi. DPR maupun DPD mempunyai hak untuk mendengarkan pidato kenegaraan dan penyampaian nota keuangan yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal \(15\) Agustus mendatang.

(\(2\)) Suka tidak suka, sesuai dengan aturan perundangan yang inisiatif, penataan hubungan antarlembaga negara yang baru harus dilakukan DPR. Mereka inilah yang berhak untuk membuat undang-undang yang mengatur semua itu agar bisa berjalan dengan baik.

(\(3\)) Memang muncul pertanyaan, apakah DPR memiliki tokoh-tokoh yang memiliki sikap kenegarawanan? Mereka mau berbesar hati untuk kemungkinan kehilangan wewenangnya, demi terciptanya sebuah Indonesia yang baru, dengan format dan lembaganya yang baru?

(\(4\)) Tentunya kita harus mendesakkan hal itu. Sekali lagi, karena kita tidak mungkin berlama-lama berada dalam ketegangan dan ketidakpastian.

(\(5\)) Masukan dari para ahli hukum tata negara mempunyai jarak dan tidak partisan sangat dibutuhkan. Sekali lagi, karena persoalan ini adalah persoalan kita bersama sebagai bangsa. Hanya kita sendirilah yang bisa menyelesaikan. Namun, syaratnya ada kemauan dari kita semua untuk melakukan itu.


Soal 11

Masalah yang disoroti tajuk rencana tersebut adalah ....

A. Pembagian tugas DPR dan DPD secara tegas.

B. DPR dan DPD saling berebut kewenangan.

C. Cara menciptakan sebuah negara yang baru.

D. Kondisi berada dalam ketegangan dan ketidakpastian.

E. Persoalan-persoalan yang terjadi dalam pemerintah an.

Jawaban & Analisis Soal 11

Jawaban: B

Cara cepat menemukan “masalah yang disoroti”: lihat kalimat pembuka/kalimat umum yang menjadi sumber pembahasan. Pada teks ini, kalimat (\(1\)) langsung menyatakan pokok persoalan: “Kedua lembaga tinggi negara itu sedang berebut kewenangan dan juga eksistensi.”

B tepat. Opsi B menyalin inti kalimat (\(1\)) tentang perebutan kewenangan DPR–DPD. Karena itu B \( \gt \) opsi lain.

A \( \lt \) B karena “pembagian tugas secara tegas” bukan masalah yang sedang terjadi; justru teks membahas konflik/perebutan kewenangan yang perlu ditata.

C \( \lt \) B karena “menciptakan negara baru” hanya muncul sebagai ungkapan tentang “format dan lembaga yang baru” pada (\(3\)), bukan masalah utama.

D \( \lt \) B karena “ketegangan dan ketidakpastian” adalah akibat dari konflik yang sedang terjadi (lihat (\(4\))), bukan masalah yang menjadi inti awal.

E \( \lt \) B karena teks tidak membahas masalah umum pemerintahan, tetapi fokus pada relasi DPR–DPD.


Soal 12

Simpulan yang sesuai dengan isi tajuk adalah ....

A. Persengketaan DPR dan DPD tentang kewenangan merupakan persoalan kita bersama dan tidak boleh dibiarkan berlama-lama.

B. DPR dan DPD memiliki kewenangan yang sama dan seharusnya tidak boleh dipersengketakan.

C. Sikap kewarganegaraan anggota DPR sangat diperlukan untuk menciptakan sebuah Indonesia baru dengan format dan lembaganya yang baru.

D. DPR adalah lembaga legislatif yang berhak membuat undang-undang agar semua berjalan dengan baik.

E. Munculnya pertanyaan tentang sikap kenegarawanan yang dimiliki anggota DPR dan kewenangannya.

Jawaban & Analisis Soal 12

Jawaban: A

Teknik simpulan: simpulan merangkum gagasan utama + sikap penulis. Di sini gagasan utama: konflik kewenangan DPR–DPD (\(1\)). Sikap penulis: harus segera didorong penataan agar tidak berlama-lama dalam ketegangan dan ketidakpastian (\(4\)); persoalan ini persoalan bersama dan butuh kemauan bersama (\(5\)).

A paling lengkap. A merangkum “persengketaan kewenangan” + “persoalan kita bersama” + “tidak boleh berlama-lama”, selaras dengan (\(4\)) dan (\(5\)). Maka A \( \gt \) opsi lain.

B \( \lt \) A karena teks tidak menyatakan DPR dan DPD “memiliki kewenangan yang sama”.

C \( \lt \) A karena terlalu menyempit pada “sikap kewarganegaraan anggota DPR”; teks memang mempertanyakan kenegarawanan (\(3\)), tetapi simpulan tajuk rencana menekankan penyelesaian segera dan sebagai persoalan bersama (\(4\))–(\(5\)).

D \( \lt \) A karena D hanya mengambil satu informasi (\(2\)) dan tidak merangkum keseluruhan isi serta ajakan pada (\(4\))–(\(5\)).

E \( \lt \) A karena E hanya menyebut “munculnya pertanyaan”, bukan simpulan atau rangkuman sikap penulis.


Soal 13

Opini dalam teks tersebut adalah nomor ....

A. (\(1\)), (\(2\)), dan (\(3\))

B. (\(1\)), (\(3\)), dan (\(4\))

C. (\(2\)), (\(3\)), dan (\(4\))

D. (\(2\)), (\(4\)), dan (\(5\))

E. (\(3\)), (\(4\)), dan (\(5\))

Jawaban & Analisis Soal 13

Jawaban: E

Patokan opini: opini berisi penilaian/pendapat/ajakan/harapan (tidak mudah diverifikasi sebagai fakta tunggal), misalnya kalimat yang bernada anjuran “harus”, penilaian, atau pertanyaan retoris penulis.

(\(3\)) opini. Berisi pertanyaan retoris dan penilaian tentang kenegarawanan DPR (“apakah DPR memiliki tokoh-tokoh...”, “mau berbesar hati...”); ini bukan fakta, tetapi sikap/penilaian penulis.

(\(4\)) opini. Berisi ajakan/keharusan: “Tentunya kita harus mendesakkan hal itu.” Ini jelas pendapat/seruan.

(\(5\)) opini. Berisi penilaian dan ajakan: “sangat dibutuhkan”, “persoalan kita bersama”, “syaratnya ada kemauan...”. Ini bersifat argumentatif.

Mengapa bukan opsi lain: Kalimat (\(1\)) dan (\(2\)) lebih dominan sebagai paparan keadaan dan informasi tentang kewenangan serta aturan (lebih dekat ke fakta/paparan), sedangkan opini yang paling jelas dan kuat justru terkumpul pada (\(3\)), (\(4\)), (\(5\)). Maka E \( \gt \) opsi A–D.


Soal 14

Bacalah paragraf berikut dengan saksama!

(\(1\)) Salah satu penyebab terjadinya unjuk rasa karena ketidakpercayaan terhadap pelaksanaan berbagai aturan.

(\(2\)) Pada pengunjuk rasa tidak menemukan pelampiasan atas ketidakpuasan yang dirasakannya.

(\(3\)) Tekanan mainan yang tidak menemukan celah untuk keluar akhirnya menjadi amuk masa.

(\(4\)) Hal-hal tersebut mengakibatkan berbagai unjuk rasa sering berujung pada anarkisme jika aspirasi mereka tidak tersalurkan.

(\(5\)) Mereka ingin reaksi mereka diperhatikan.

Kalimat yang tidak merupakan sebab dalam paragraf tersebut adalah nomor ....

A. (\(1\))

B. (\(2\))

C. (\(3\))

D. (\(4\))

E. (\(5\))

Jawaban & Analisis Soal 14

Jawaban: D

Trik cepat: cari penanda akibat seperti “mengakibatkan”, “akibatnya”, “sehingga”, “berujung”. Kalimat yang berisi akibat bukan “sebab”.

(\(4\)) bukan sebab, tetapi akibat. Kalimat (\(4\)) memakai penanda “mengakibatkan” dan menjelaskan konsekuensi: unjuk rasa berujung anarkisme jika aspirasi tidak tersalurkan. Jadi (\(4\)) adalah hasil/akibat, bukan sebab.

Mengapa yang lain \( \lt \) D (masih sebab):

(\(1\)) jelas sebab (“penyebab ... karena ...”).

(\(2\)) memuat kondisi pemicu (ketidakpuasan tidak tersalurkan) yang dapat menjadi sebab.

(\(3\)) menggambarkan tekanan yang tidak tersalurkan sehingga memicu amuk massa (sebab \(\rightarrow\) akibat).

(\(5\)) menyatakan motif (ingin diperhatikan) yang berperan sebagai sebab dorongan tindakan.


Soal 15

Bacalah paragraf berikut dengan saksama!

(\(1\)) Agrobisnis kelapa sawit dinilai sebagai jalan keluar alternatif bagi Indonesia dari krisis ekonomi.

(\(2\)) Berdasarkan data yang dimiliki menunjukkan pendapatan tiap satu hektar tanaman kelapa sawit yang berusia empat sampai delapan belas tahun sekitar \(4.300\) dolar AS.

(\(3\)) Sementara, biaya pengolahannya sebesar \(1.400\) dolar AS,

(\(4\)) Biaya sosial dan biaya lingkungan yang seharusnya sebesar \(2.000\) dolar AS.

(\(5\)) Jadi, keuntungannya yang diperoleh \(900\) dolar AS.

Simpulan paragraf tersebut terdapat pada kalimat nomor ....

A. (\(1\))

B. (\(2\))

C. (\(3\))

D. (\(4\))

E. (\(5\))

Jawaban & Analisis Soal 15

Jawaban: E

Patokan simpulan: simpulan biasanya ditandai kata “jadi”, “maka”, “dengan demikian”, atau berisi hasil akhir setelah data dihitung/diuraikan.

(\(5\)) adalah simpulan. Kalimat (\(5\)) diawali “Jadi,” lalu menyatakan hasil akhir keuntungan \(900\) dolar AS. Ini adalah ringkasan perhitungan dari pendapatan (\(2\)) dikurangi biaya (\(3\)) dan (\(4\)). Maka (\(5\)) \( \gt \) kalimat lainnya sebagai simpulan.

Mengapa (\(1\))–(\(4\)) \( \lt \) (\(5\)): (\(1\)) adalah pernyataan umum; (\(2\))–(\(4\)) adalah data/komponen biaya, bukan hasil akhir.