Soal 26
Watak tokoh Kakek dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....
A. pemarah
B. pendendam
C. pemalu
D. penyabar
E. perasa
Jawaban dan Analisa
Jawaban: E
Analisa: Kakek mudah tersentuh oleh ucapan Kenes. Setelah disinggung soal ketuaan, ia tertunduk, wajah berubah, suaranya tak berdaya, lalu bertanya dengan serius “Betulkah ... aku sudah tampak tua?” dan “Pantas kau panggil mbah?”. Reaksi ini menunjukkan ia sangat peka terhadap perasaan dan penilaian orang lain, sehingga wataknya “perasa”.
A. Ada bentakan di awal, tetapi kemudian justru ia menjadi lemah dan sedih; inti watak yang paling menonjol adalah kepekaan perasaan, bukan kemarahan.
B. Tidak ada tanda menyimpan dendam atau ingin membalas.
C. Bukan pemalu; ia berani membantah dan bertanya langsung.
D. Tidak ditonjolkan kesabaran; yang menonjol adalah tersinggung dan sedih.
E. Tepat: mudah tersentuh, sedih, dan sangat peka terhadap sapaan yang mengisyaratkan ketuaan.
Catatan simbol wajib: watak perasa \(\gt\) watak datar (dalam reaksi emosional), dan datar \(\lt\) perasa.
Soal 27
Bacalah paragraf berikut dengan saksama!
Mereka tak dapat berkata, sesuatu apapun, hanya Pak Haji saja yang perlahan-lahan membacakan ayat-ayat Qur’an untuk menenangkan hati Pak Balak dan juga hati mereka semua.
Kemudian Pak Balak tiba-tiba memutar kepalanya dan memandang pada Wak Katok, dan sinar matanya berubah jadi kencang, kuat, dan keras. Dia berkata dengan suara gurau:
“Karena engkaulah Wak Katok, aku harus menebus dosaku dulu seperti ini....”
Harimau! Harimau!
Nilai agama yang tersirat dalam kutipan novel tersebut adalah ....
A. memberikan wasiat sebelum meninggal dunia
B. membaca ayat suci untuk menenangkan hati
C. tidak boleh berkata kencang dan keras-keras
D. melakukan ibadah ke tanah suci untuk mengakui dosa
E. menebus dosa dengan cara yang tidak baik
Lihat Jawaban & Analisa
Jawaban: E
Kutipan menunjukkan suasana religius (Pak Haji membacakan ayat-ayat Qur’an untuk menenangkan). Namun, inti konflik nilai agama muncul ketika Pak Balak berkata ia harus “menebus dosa” dengan cara “seperti ini”, sementara sorot matanya “kencang, kuat, dan keras”. Ungkapan itu memberi isyarat bahwa cara “menebus dosa” yang dimaksud bukan melalui jalan yang baik/ibadah, melainkan melalui tindakan yang keras.
Karena pertanyaan menanyakan nilai agama yang tersirat (pesan yang dapat dipetik), yang paling sesuai adalah bahwa menebus dosa tidak selayaknya dilakukan dengan cara yang tidak baik. Opsi E menangkap pesan itu secara paling tepat. Opsi B hanya mengulang salah satu peristiwa (membaca ayat untuk menenangkan), bukan nilai yang tersirat dari konflik “menebus dosa”. Opsi D tidak didukung teks (tidak ada pembahasan ibadah ke tanah suci). Ketepatan E lebih kuat \(2 \gt 1\) dibanding opsi lain \(1 \lt 2\).
Soal 28
Bacalah paragraf berikut dengan saksama!
Waktu taksi Eko dan Claire memasuki halaman rumah Tommy dan Jeanette, sesudah lolos melewati pintu gerbang yang kukuh berukir, mulut Claire tampak menganga. Matanya yang bundar besar-besar nampak semakin besar melihat berkeliling halaman yang luas sekali itu.
“Wow, ini istana di Amerika bagian selatan, Ko. Pantasnya di Savannah atau Georgia, begitu. Ada pohon-pohon willow segala. Ada anjing-anjing herder berkeliaran, ada kolam renang besar berbentuk jantung, dan halaman rumput yang selalu padang golf dan perdu-perdu yang tertata apik. Semua serba wow, Ko!
Jalan Menikung, Umar Kayam
Isi kutipan novel tersebut lebih banyak mengungkapkan ....
A. Claire kagum terhadap bangunan rumah yang seperti mewah di Amerika bagian Selatan.
B. Rumah mewah yang berada di Amerika bagian selatan.
C. Istana yang mewah dengan segala fasilitasnya.
D. Perjalanan seseorang ke Amerika bagian selatan.
E. Eko dan Claire berkata, “Wow,” sepanjang perjalanan.
Lihat Jawaban & Analisa
Jawaban: C
Kutipan memusatkan perhatian pada deskripsi tempat: gerbang kukuh berukir, halaman luas, pohon willow, anjing herder, kolam renang besar berbentuk jantung, rumput seperti padang golf, serta tata perdu yang apik. Semua rincian itu menonjolkan kemewahan dan fasilitas yang lengkap sehingga digambarkan seperti “istana”.
Opsi C paling mewakili isi karena menekankan kemewahan dan fasilitas (kolam renang, halaman luas, tata taman, dan lain-lain). Opsi D tidak tepat karena bukan fokus perjalanan, melainkan fokus pada tempat yang dikunjungi. Opsi E keliru karena “wow” bukan inti, hanya reaksi tokoh. Opsi A dan B mendekati, tetapi C paling lengkap menangkap gagasan dominan. Ketepatan C lebih kuat \(2 \gt 1\) daripada opsi lain \(1 \lt 2\).
Soal 29
Bacalah paragraf berikut dengan saksama!
Supernova adalah sebuah novel super imajinatif. Sungguh tidak lazim bagi dunia sastra Indonesia. Ditulis dengan gaya pop, tetapi sarat dengan proba filsafat dan teori ilmiah. Baru kali ini di dalam sastra Indonesia, seorang penulis mengartikulasikan labirin kehidupan kontemporer secara eksperimentatif dengan gaya yang hampir science fiction.
Unsur yang diresensi dalam kutipan tersebut adalah ....
A. Isi novel Supernova, yaitu berisi teori ilmiah semata dan tidak menggambarkan sebuah karya sastra pada lazimnya.
B. Perbedaan cerita yang ditampilkan, oleh pengarang novel Supernova dengan cerita yang lazim diceritakan oleh sastrawan Indonesia.
C. Digambarkan dalam cerita bahwa pengarang sudah meniru pengarang asing.
D. Mengungkapkan tema novel Supernova tentang kemajuan bidang teknologi yang sangat pesat.
E. Pengarang hanya mengungkapkan problema filsafat dan teori-teori ilmiah pada setiap karyanya termasuk novel Supernova.
Lihat Jawaban & Analisa
Jawaban: B
Kutipan resensi menekankan keunikan novel: “tidak lazim”, “gaya pop tetapi sarat ... filsafat dan teori ilmiah”, serta “eksperimentatif” dan “hampir science fiction”. Artinya, unsur yang diulas adalah keunikan/perbedaan novel dibanding karya sastra Indonesia pada umumnya.
Opsi B tepat karena menyatakan adanya perbedaan/keunikan cerita yang ditampilkan dibanding kelaziman sastrawan Indonesia. Opsi A berlebihan (“teori ilmiah semata”) dan bertentangan dengan kutipan yang masih menyebutnya sebagai novel. Opsi C dan D tidak ada dalam teks. Opsi E juga tidak tepat karena menyatakan “setiap karyanya”, padahal kutipan hanya membahas novel ini. Ketepatan B lebih kuat \(2 \gt 1\) daripada opsi lain \(1 \lt 2\).
Soal 30
Bacalah puisi berikut dengan saksama!
Kail
Kau ajari aku memetik gitar kehidupan
Agar tercipta kasih yang lama tak
Kudengarkan
Kau yang ajari aku mengeja nama Tuhan
Yang lama tersingkir dalam benak
(Tahukah kau? Semua itu membuat
kekagumanku tandas untukmu)
Kau izinkan kau duduk di beranda hatimu
Agar cukup kudongakkan kepalaku
Untuk melihat apa yang tersimpan di sana
Dan mengambil seongkah cinta untukku
Kau yang ajari aku sisa hidup
Menghitung karunia yang tak terhingga
Bersama saputangan hingga di langit biru
Dalam sisa usia yang semakin luas
Dan
Mari kita bersandar
Di tiang kasih yang kita tegakkan
Mari kita berteduh
Di bawah pilar kebersamaan yang kita bangun
Suparmiati
Gaya romantisme pengarang dalam puisi tersebut tergambar secara dominan pada bait ...
A. pertama
B. kedua
C. ketiga
D. keempat
E. seluruh larik
Lihat Jawaban & Analisa
Jawaban: C
Romantisme dominan ditandai ungkapan cinta yang intim, simbol perasaan, dan kedekatan personal. Bait ketiga menampilkan metafora paling kuat: “beranda hatimu”, “melihat apa yang tersimpan di sana”, dan “mengambil seongkah cinta”. Diksi-diksi ini jelas menggambarkan nuansa cinta-romantis secara paling menonjol.
Bait pertama bernuansa kasih, tetapi masih umum. Bait kedua lebih dominan refleksi religius (mengeja nama Tuhan). Bait keempat dominan syukur/karunia, dan bait terakhir dominan kebersamaan. Karena itu, dominasi romantisme paling jelas pada bait ketiga \(2 \gt 1\) dibanding bait lain \(1 \lt 2\).
Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 1
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 2
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 3
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 4
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 5
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 6
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 7
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 8
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 9
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 10