soal 41
Anggota partai itu ... sisa dana tahun lain kepada bendahara partai.
Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah ....
A. mempertanyakan
B. memperkatakan
C. mempersembahkan
D. mempertahankan
E. membanyakkan
Jawaban dan Analisa
Jawaban: C
Analisa: Kalimat membutuhkan verba yang bermakna “memberikan/menyerahkan” sisa dana kepada bendahara. Dari pilihan yang tersedia, yang paling mendekati makna “memberikan” adalah “mempersembahkan” (menyuguhkan/menyerahkan sebagai pemberian). Pilihan lain tidak sesuai makna konteks: “mempertanyakan” (bertanya), “memperkatakan” (membicarakan), “mempertahankan” (menjaga agar tetap), dan “membanyakkan” (menjadikan lebih banyak).
A. Salah: bermakna bertanya/meragukan, bukan menyerahkan dana.
B. Salah: bermakna membicarakan, bukan tindakan memberi.
C. Tepat (paling sesuai di antara opsi): bermakna memberikan/menyerahkan sebagai persembahan.
D. Salah: bermakna menjaga/menegakkan, bukan menyerahkan.
E. Salah: bermakna menambah jumlah, tidak cocok dengan “kepada bendahara”.
Catatan simbol wajib: kata yang sesuai konteks \(\gt\) kata yang tidak sesuai konteks, dan tidak sesuai \(\lt\) sesuai.
soal \(42\)
Bacalah paragraf berikut dengan saksama!
Sejalan dengan otonomi daerah, pendidikan kejuruan dengan segala bentuknya seharusnya diselaraskan dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Untuk jangka panjang, pendidikan kejuruan harus diarahkan dapat membuka dunia kerja sehingga angka pengangguran bisa ditekan.
Ungkapan dunia kerja dalam paragraf tersebut semakna dengan ....
A. mata pencaharian
B. lapangan usaha
C. pemberdayaan kerja
D. peluang kesempatan
E. sumber pencarian
Jawaban dan Analisa
Jawaban: B
Analisa: “Dunia kerja” pada konteks paragraf berarti ranah/lingkup pekerjaan yang dapat dimasuki lulusan, sehingga mereka memperoleh pekerjaan dan pengangguran menurun. Kata yang paling dekat adalah “lapangan usaha” (ketersediaan tempat/ruang untuk bekerja atau berusaha). “Mata pencaharian” lebih menunjuk jenis pekerjaan seseorang secara pribadi, sedangkan “dunia kerja” menunjuk ranah/arena kerja secara lebih luas.
A. Kurang tepat: “mata pencaharian” lebih spesifik pada pekerjaan seseorang, bukan ranah/arena kerja secara umum.
B. Tepat: “lapangan usaha” sepadan dengan ketersediaan peluang kerja/ranah pekerjaan.
C. Tidak lazim sebagai padanan makna; frasa ini tidak setepat “lapangan usaha”.
D. Maknanya terlalu umum dan tidak spesifik pada ranah pekerjaan.
E. Tidak baku/kurang lazim; bukan padanan yang tepat.
Catatan simbol wajib: padanan paling dekat \(\gt\) padanan yang terlalu umum, dan terlalu umum \(\lt\) paling dekat.
soal \(43\)
Cermati kalimat berikut dengan saksama!
Agar implementasi benar, tepat, dan efektive, baik melakukan umpan pejabat, turun mengecek serta memberi motivasi. Keefektifannya juga perlu dianalisa secara akurat.
Kata baku yang tepat untuk memperbaiki kata tercetak miring tersebut adalah ....
A. efektif, motivasi, keefektifan, dietanalisis
B. efektif, motivasi, keefektifan, dianalisis
C. efektiv, motivasi, efektivitas, dianalisis
D. efektif, motivasi, efektivitas, dianalisa
E. efektiv, motivasi, efektivitas, dianalisis
Jawaban dan Analisa
Jawaban: B
Analisa: Soal menyoroti kata tidak baku “efektive” dan juga tampak ada bentuk tidak baku “dianalisa” pada kalimat berikutnya. Perbaikannya: “efektif” (baku), “keefektifan” (baku), dan “dianalisis” (baku). Kata “motivasi” sudah baku.
A. Salah: “dietanalisis” bukan bentuk baku.
B. Tepat: “efektif”, “motivasi”, “keefektifan”, “dianalisis” semuanya baku.
C. Salah: “efektiv” tidak baku dalam konteks ini (yang benar “efektif”).
D. Salah: “dianalisa” tidak baku; yang baku “dianalisis”.
E. Salah: “efektiv” tidak baku.
Catatan simbol wajib: bentuk baku \(\gt\) bentuk tidak baku, dan tidak baku \(\lt\) baku.
soal \(44\)
Bacalah dialog berikut dengan saksama!
Nita : “Fik, kamu mengerti tidak akibat orang yang suka mengonsumsi narkoba?”
Ifik : “Tahu, Kak. Kan sudah diajarkan dan dijelaskan panjang lebar oleh dokterselokah kami.”
Nita : “Tetapi, mengapa kamu tidak melarang teman-teman kamu si Kiki.”
Ifik : “Kakak Nita saja yang memberitahukan karena kalau saya, tidak mau menurut.”
Nita : “Ya, kamu jangan mencontoh dia ya. Kalau sudah terperangkap, menyesal juga tidak ada gunanya. Ibarat peribahasa, ‘....’.”
Peribahasa yang tepat untuk melanjutkan dialog tersebut adalah ....
A. Tergantung di akar lapuk.
B. Nasi sudah menjadi bubur.
C. Menangguk di air keruh.
D. Berumah di tepi pantai.
E. Besar kapal besar gelombang.
Jawaban dan Analisa
Jawaban: B
Analisa: Konteks kalimat: “Kalau sudah terperangkap, menyesal juga tidak ada gunanya.” Maknanya: jika sesuatu sudah terjadi dan tidak bisa diubah, penyesalan tidak bermanfaat. Peribahasa yang tepat untuk kondisi “sudah terjadi, tidak bisa kembali seperti semula” adalah “Nasi sudah menjadi bubur.”
A. Tidak sesuai konteks; bukan tentang penyesalan setelah kejadian tak bisa diubah.
B. Tepat: menggambarkan keadaan yang sudah terlanjur dan tidak dapat dikembalikan.
C. Maknanya mencari keuntungan saat keadaan kacau; tidak sesuai.
D. Tidak berkaitan dengan penyesalan atau akibat perbuatan.
E. Maknanya semakin besar tanggung jawab/urusan, semakin besar tantangan; tidak sesuai.
Catatan simbol wajib: sudah terlanjur \(\gt\) masih bisa diperbaiki, dan masih bisa diperbaiki \(\lt\) sudah terlanjur.
soal \(45\)
Bacalah paragraf berikut dengan saksama!
Ketika penjaga menyodorkan buku tamu, hatinya tersentuh. Alangkah enaknya, mengunjungi Mila, adik sendiri. Ia harus mendaftar. Seingatnya dia bukan dokter. Sambil memegang buku di pandanginya panjang. Itu dengan hati-hati, kemudian pena dipegangnya. “Semua harus mengisi buku ini?” “Saya kakaknya,” penjaga menjawab, “Walaupun kakaknya.”
Kalimat yang tercetak miring pada paragraf tersebut dapat diperbaiki dengan ....
A. Saya adik saudaranya.
B. Saya teman akrabnya.
C. Saya temannya.
D. Saya adiknya.
E. Saya kakak Mila.
Jawaban dan Analisa
Jawaban: E
Analisa: Kalimat miring “Saya kakaknya,” ambigu: kakak siapa? Dalam paragraf sudah disebut Mila adalah adik yang dikunjungi. Agar jelas dan efektif, kalimat harus menyebutkan identitas yang dirujuk, yaitu “Saya kakak Mila.” Ini menghilangkan ambiguitas dan membuat informasi rujukan menjadi tegas.
A. Tidak tepat dan tidak logis (“adik saudaranya” juga rancu).
B. Mengubah makna (bukan kakak, melainkan teman).
C. Mengubah makna dan menghilangkan informasi hubungan keluarga.
D. Salah karena pembicara menyatakan dirinya “kakak”, bukan “adik”.
E. Tepat: jelas, tidak ambigu, dan sesuai konteks paragraf.
Catatan simbol wajib: kalimat jelas \(\gt\) kalimat ambigu, dan ambigu \(\lt\) jelas.
Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 1
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 2
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 3
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 4
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 5
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 6
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 7
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 8
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 9
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 10