Paket Soal: Teks Mangrove (Pilihan Ganda)
Bacaan:
¹Pencemaran dan kerusakan lingkungan merupakan ancaman yang menimbulkan kerugian besar, baik dalam skala lokal, nasional, maupun global.
²Kerusakan tersebut terjadi di wilayah darat, laut, udara, dan wilayah antara darat dan laut.
³Kerusakan yang parah terjadi pada hutan mangrove.
⁴Padahal, dari situs resmi UNESCO melaporkan tentang mangrove yang merupakan ekosistem yang subur di pesisir.
⁵Ekosistem itu […] pada kesejahteraan dan pelindungan masyarakat pesisir dari berbagai […], misalnya gelombang, badai, tsunami, kenaikan air laut, dan erosi garis pantai.
⁶Kerusakan mangrove yang tidak diatasi, berdampak pada percepatan kenaikan permukaan air laut.
⁷Cepat atau lambat, luas hutan mangrove di dunia berkurang drastis.
⁸Jika tidak segera diatasi, diperkirakan hutan mangrove habis pada tahun \(2050\).
Soal 1
Kata yang paling tepat untuk melengkapi kalimat (5) adalah ….
Kalimat (5): “Ekosistem itu […] pada kesejahteraan dan pelindungan masyarakat pesisir dari berbagai […], misalnya gelombang, badai, tsunami, kenaikan air laut, dan erosi garis pantai.”
- berpengaruh; kejadian
- berefek; akibat
- berimbas; bencana
- berakibat; musibah
- berkontribusi; ancaman
Lihat Jawaban & Analisis
Kunci: E
Analisis inti (ketepatan pasangan kata):
- Blank 1 membutuhkan verba yang lazim berpasangan dengan “pada”. Bentuk yang paling wajar dan formal: “berkontribusi pada” atau “berpengaruh pada”.
- Blank 2 harus cocok dengan contoh: gelombang, badai, tsunami, kenaikan air laut, erosi garis pantai. Itu bukan “kejadian/akibat” (terlalu umum), melainkan hazard yang mengancam pesisir; diksi yang paling pas: “ancaman” (atau “bencana”).
- Kalimat menjadi padu: “Ekosistem itu berkontribusi pada kesejahteraan dan pelindungan … dari berbagai ancaman ….”
Ulasan tiap opsi:
- A (berpengaruh; kejadian): “berpengaruh pada” benar secara pola, tetapi “dari berbagai kejadian” tidak tepat karena contoh yang disebut adalah jenis bahaya/risiko, bukan sekadar “kejadian”.
- B (berefek; akibat): “berefek pada” terdengar kurang baku untuk teks formal, dan “dari berbagai akibat” salah logika; gelombang/badai/tsunami adalah pemicu/ancaman, bukan “akibat”.
- C (berimbas; bencana): “berimbas pada” bisa, tetapi nuansanya cenderung akibat lanjutan (imbas), bukan fungsi positif ekosistem. “dari berbagai bencana” cukup masuk, namun pasangan verbanya kurang selaras dengan makna “manfaat/peran”.
- D (berakibat; musibah): “berakibat pada kesejahteraan” janggal karena “berakibat” umumnya untuk dampak negatif; selain itu “musibah” bernuansa peristiwa yang menimpa (lebih sempit) dan kurang presisi untuk daftar hazard pesisir.
- E (berkontribusi; ancaman): paling logis, baku, dan sesuai makna (mangrove memberi kontribusi dan melindungi dari ancaman pesisir).
Soal 2
Penggunaan tanda koma yang salah terdapat pada kalimat nomor ….
- 1
- 2
- 4
- 6
- 7
Lihat Jawaban & Analisis
Kunci: D (kalimat 6)
Analisis inti:
- Kalimat (6) berbunyi: “Kerusakan mangrove yang tidak diatasi, berdampak pada percepatan kenaikan permukaan air laut.”
- Koma di antara subjek dan predikat tidak diperlukan. Subjeknya adalah “Kerusakan mangrove yang tidak diatasi”, predikatnya “berdampak”.
- Bentuk efektifnya: “Kerusakan mangrove yang tidak diatasi berdampak pada percepatan kenaikan permukaan air laut.”
Ulasan opsi lain (mengapa bukan):
- Kalimat 1: koma untuk pemerincian (“lokal, nasional, maupun global”) masih wajar.
- Kalimat 2: koma pada daftar unsur wilayah masih sesuai.
- Kalimat 4: ada koma setelah “Padahal,” yang bisa dibenarkan sebagai pengantar. Masalah kalimat ini lebih pada keefektifan struktur, bukan koma.
- Kalimat 7: “Cepat atau lambat, …” koma setelah keterangan pengantar masih lazim.
Soal 3
Kalimat berikut perlu dimasukkan ke dalam bacaan:
“Mangrove efektif sebagai penyerap karbon.”
Kalimat tersebut paling tepat ditempatkan setelah kalimat nomor ….
- 1
- 2
- 4
- 6
- 7
Lihat Jawaban & Analisis
Kunci: C (setelah kalimat 4)
Analisis inti (alur gagasan):
- Kalimat (3) menyatakan fokus kerusakan pada mangrove.
- Kalimat (4) mulai mengenalkan mangrove berdasarkan rujukan (“situs resmi UNESCO”) dan menyebut sifatnya sebagai ekosistem subur di pesisir.
- Kalimat baru “Mangrove efektif sebagai penyerap karbon.” paling padu jika ditempelkan tepat setelah pengenalan/definisi itu, sebelum kalimat (5) yang menguraikan kontribusi mangrove pada kesejahteraan dan perlindungan pesisir.
- Jika diletakkan setelah (6) atau (7), kalimat baru akan terasa “menyela” bagian yang sudah masuk ke dampak kerusakan dan prediksi habisnya mangrove.
Ulasan tiap opsi:
- Setelah 1: terlalu dini; bacaan belum mengerucut ke mangrove.
- Setelah 2: masih umum; mangrove belum disebut sebagai fokus kerusakan.
- Setelah 4: paling mulus karena masih dalam bagian pengenalan/karakteristik mangrove, lalu dilanjutkan manfaat lain di (5).
- Setelah 6: kurang padu; (6) sudah bicara dampak kerusakan mangrove, lalu tiba-tiba kembali ke fungsi penyerap karbon.
- Setelah 7: lebih tidak padu; (7) dan (8) adalah penutup tentang penurunan luas dan prediksi tahun habis.
Soal 4
Manakah yang merupakan kalimat efektif dari kalimat (4)?
- Padahal, situs resmi UNESCO melaporkan tentang mangrove yang merupakan ekosistem yang subur di pesisir.
- Padahal, dari situs resmi UNESCO melaporkan mangrove yang merupakan ekosistem yang subur di pesisir.
- Sedangkan, situs resmi UNESCO melaporkan bahwa mangrove merupakan ekosistem yang subur di pesisir.
- Padahal, situs resmi UNESCO melaporkan tentang mangrove merupakan ekosistem yang subur di pesisir.
- Padahal, situs resmi UNESCO melaporkan bahwa mangrove yang merupakan ekosistem yang subur di pesisir.
Lihat Jawaban & Analisis
Kunci: C
Analisis inti (keefektifan struktur):
- Kalimat (4) asli bermasalah karena subjeknya kabur (“dari situs resmi UNESCO melaporkan…”) dan frasa “melaporkan tentang” membuat struktur tidak rapi.
- Kalimat efektif harus memiliki subjek jelas dan hubungan isi-laporan tepat, umumnya memakai “bahwa”.
- Opsi C membentuk struktur paling bersih: Subjek = “situs resmi UNESCO”, Predikat = “melaporkan”, Isi laporan = klausa setelah “bahwa”.
Ulasan tiap opsi:
- A: “melaporkan tentang mangrove yang …” masih cenderung bertele-tele; “melaporkan tentang” kurang efektif dibanding “melaporkan bahwa …”.
- B: struktur salah karena “dari situs” bukan subjek yang dapat “melaporkan” (subjeknya hilang).
- C: paling efektif (subjek jelas, predikat tepat, isi laporan berupa klausa dengan “bahwa”).
- D: salah susun; “melaporkan tentang mangrove merupakan …” tidak padu secara gramatikal.
- E: “bahwa mangrove yang merupakan …” membuat klausa relatif “yang” tidak perlu; lebih efektif langsung “bahwa mangrove merupakan …”.
Pendampingan akademik ini merupakan bagian dari ikhtiar pendidikan yang dikembangkan di Pesantren Tahfidz Karangmojo.
Baca Juga Latihan Soal PBM Lainnya
- Pemahaman Bacaan dan Menulis (2024): Diksi, Ejaan, dan Keefektifan Kalimat
- Pemahaman Bacaan dan Menulis (2024): Teks Lingkungan dan Mangrove
- Pemahaman Bacaan dan Menulis (2024): Menentukan Judul, Kalimat Inti, dan Keefektifan Kalimat
- Pemahaman Bacaan dan Menulis (2024): Parafrase, Ketepatan Bahasa, dan Koherensi Teks