Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Santri Asal Palembang Hafal 30 Juz, Zahrotul ’Adni Lanjut Kuliah di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

Palembang dikenal sebagai salah satu kota besar di Sumatera Selatan dengan tradisi keislaman yang kuat. Dari kawasan-kawasan seperti Plaju, Jakabaring, hingga Talang Kelapa, banyak keluarga yang menaruh perhatian besar pada pendidikan Al-Qur’an sekaligus masa depan akademik anak-anak mereka. Dari lingkungan inilah lahir kisah inspiratif seorang santri wati bernama Zahrotul ’Adni.

Zahrotul ’Adni merupakan santri asal Palembang yang menempuh pendidikan di Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Karangmojo, Ponorogo. Perjalanan pendidikannya dimulai dari MTs Karangmojo, kemudian dilanjutkan ke MA Karangmojo, hingga berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an secara penuh.

Perjalanan Tahfidz dari Palembang ke Ponorogo

Keputusan melanjutkan pendidikan ke pesantren tahfidz di Ponorogo menjadi titik penting dalam perjalanan Zahrotul ’Adni. Dengan latar belakang keluarga dan lingkungan Palembang yang mendukung pendidikan agama, ia menempuh proses pembinaan hafalan Al-Qur’an secara disiplin dan berkelanjutan. Proses ini tidak hanya menuntut kekuatan hafalan, tetapi juga kedewasaan sikap, manajemen waktu, dan ketekunan belajar.

Selama menempuh pendidikan di MTs dan MA Karangmojo, Zahrotul ’Adni dikenal konsisten dalam menjaga hafalan sekaligus mengikuti pembelajaran formal. Kombinasi pendidikan diniyah dan akademik inilah yang kemudian membuka peluang lebih luas untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.

Lulus Jalur Tahfidz dan Diterima di Universitas Ahmad Dahlan

Pada tahun 2025, Zahrotul ’Adni resmi diterima sebagai mahasiswa di Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Ia masuk melalui jalur tahfidz, sebuah jalur seleksi yang memberikan apresiasi khusus kepada penghafal Al-Qur’an.

Program studi yang dipilih adalah Gizi, bidang ilmu yang memadukan pengetahuan sains dengan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. Pilihan ini mencerminkan orientasi masa depan yang tidak hanya berlandaskan prestasi hafalan, tetapi juga kontribusi nyata bagi umat dan masyarakat luas.

Inspirasi bagi Keluarga di Palembang

Kisah Zahrotul ’Adni menjadi gambaran bahwa santri asal Palembang, baik dari kawasan Plaju, Jakabaring, Talang Kelapa, maupun wilayah lainnya, memiliki peluang besar untuk menembus perguruan tinggi melalui jalur prestasi tahfidz. Pendidikan pesantren yang terstruktur, dikombinasikan dengan ketekunan dan dukungan keluarga, terbukti mampu membuka jalan menuju pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Perjalanan ini sekaligus menunjukkan bahwa hafalan Al-Qur’an bukanlah penghalang untuk studi akademik, melainkan justru dapat menjadi keunggulan yang bernilai strategis dalam seleksi masuk perguruan tinggi.