Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 46.

PU : Masyarakat memerlukan sarana transportasi.
PK : Pak Bondan penduduk desa terpencil.
K : ....

Kesimpulan yang tepat untuk melengkapi penalaran di atas adalah ....

A. Pak Bondan penduduk desa terpencil sangat memerlukan sarana transportasi.

B. Penduduk desa terpencil seperti Pak Bondan memerlukan sarana transportasi.

C. Semua penduduk memerlukan sarana transportasi.

D. Masyarakat desa terpencil memerlukan sarana transportasi.

E. Pak Bondan memerlukan sarana transportasi.

Jawaban dan Analisis

Jawaban: E

PU menyatakan proposisi umum: “Masyarakat memerlukan sarana transportasi.” PK memberi fakta bahwa Pak Bondan adalah bagian dari masyarakat (penduduk desa terpencil tetap termasuk masyarakat). Maka kesimpulan yang sah adalah menerapkan pernyataan umum itu pada individu Pak Bondan: “Pak Bondan memerlukan sarana transportasi.”

Evaluasi opsi: A menambah kata “sangat” yang tidak didukung premis (penguatan tanpa dasar). B dan D menggeser fokus menjadi kelompok “desa terpencil”, padahal PU tidak membatasi pada desa terpencil. C terlalu luas (mengubah “masyarakat” menjadi “semua penduduk”) sehingga melampaui premis. E paling tepat karena langsung menurunkan PU ke individu PK. Jadi E \( \gt \) opsi lain, sedangkan yang lain \( \lt \) dalam validitas simpulan.


Soal 47.

PU : ....
PK : Sardi orang yang ingin sukses hidupnya.
K : Maka, Sardi harus bekerja keras.

Pernyataan yang tepat untuk melengkapi premis di atas adalah ....

A. Sardi harus bekerja keras agar sukses hidupnya.

B. Orang yang sukses hidupnya karena bekerja keras.

C. Orang harus bekerja keras agar sukses hidupnya.

D. (Semua) orang yang ingin sukses hidupnya harus bekerja keras.

E. (Semua) sukses hidupnya maka harus bekerja keras.

Jawaban dan Analisis

Jawaban: D

Agar kesimpulan “Sardi harus bekerja keras” valid, diperlukan premis umum berbentuk: “Jika seseorang ingin sukses, maka ia harus bekerja keras.” PK menyatakan Sardi termasuk orang yang ingin sukses. Dengan aturan itu, kesimpulan mengikuti secara langsung (modus ponens).

Evaluasi opsi: A hanya mengulang kesimpulan khusus tentang Sardi, bukan premis umum untuk menarik kesimpulan. B menyatakan sebab-akibat terbalik/bersifat deskriptif dan tidak memaksa “harus”. C terlalu umum tetapi tidak memuat struktur kondisional untuk “ingin sukses” secara eksplisit; masih bisa ditafsir berbeda. E tidak lengkap dan tidak logis (“Semua sukses hidupnya...”) serta tidak menyebut subjek “orang yang ingin sukses”. D paling tepat karena menyediakan premis universal yang diperlukan. Jadi D \( \gt \) opsi lain dan opsi lain \( \lt \) dalam ketepatan melengkapi penalaran.


Soal 48.

Gadis : Aku tidak mengemis nyawa pada Tuan!
Van Dijk : Akan kita lihat nanti .... Hei kau Ibu! Siapkan dirimu! Kini giliranmu!
Ibu : Tidak! Tidak! Biarkan aku pulang. Demi kemanusiaan. Aku punya anak dua orang, masih kecil-kecil.
Mereka terkunci. Jika aku harus mati buat mereka aku akan menerimanya dengan senang hati.

Kesimpulan dari penggalan dialog di atas yang paling tepat adalah ....

A. Seorang gadis desa dan seorang ibu melawan perintah Van Dijk sehingga mereka mendapat siksaan.

B. Seorang ibu lebih rela mati untuk anak-anaknya daripada harus menuruti perintah Van Dijk.

C. Van Dijk marah-marah kepada seorang gadis dan seorang ibu, karena tidak mau melayani perintahnya.

D. Seorang ibu tidak mau menuruti perintah atasannya.

E. Seorang gadis dan seorang ibu disiksa oleh Van Dijk karena mereka bermasalah.

Jawaban dan Analisis

Jawaban: B

Kunci makna dialog ada pada pernyataan ibu: “Biarkan aku pulang... Aku punya anak dua orang...” lalu “Jika aku harus mati buat mereka aku akan menerimanya dengan senang hati.” Ini menunjukkan sikap rela berkorban demi anak-anaknya, bahkan jika harus menghadapi kematian.

Evaluasi opsi: A menyimpulkan “mendapat siksaan” dan “melawan perintah” secara eksplisit—teks belum menyatakan adanya siksaan. C menyimpulkan Van Dijk “marah-marah” dan motif “tidak mau melayani”—tidak tersurat. D menyebut “atasannya”, padahal Van Dijk bukan “atasan” yang jelas konteksnya, dan fokusnya bukan itu. E menyatakan “disiksa” dan “bermasalah” tanpa dasar. B paling sesuai dengan isi eksplisit tentang pengorbanan ibu. Maka B \( \gt \) opsi lain dan opsi lain \( \lt \) dalam ketepatan simpulan.


Soal 49.

Hatta maka dengan takdir Allah mengaruniai harta itu hambanya, maka si miskin pun mengalir tanah hendak berbuat tempatnya tiga beranak itu. Maka digaliannya tanah itu hendak mata tergalih kepada sebuah tajau yang besar berisi emas terlalu banyak. Maka istri itupun datanglah melihat akan emas itu, seraya berkata suaminya: “adapun akan emas ini, sampai kepada anak cucu kita habis tak berbelanja”.

Pesan yang terkandung dalam penggalan di atas adalah ....

A. Hendaklah kita selalu tabah dan sabar dalam penderitaan.

B. Hendaklah kita bertakwa kepada Tuhan.

C. Kemiskinan tidak menjadikan putus asa.

D. Kita harus percaya bahwa Tuhanlah yang menentukan nasib manusia.

E. Bekerja keras pasti akan mendatangkan kebahagiaan.

Jawaban dan Analisis

Jawaban: D

Penggalan diawali dengan penegasan “takdir Allah mengaruniai harta itu hambanya,” yang menonjolkan gagasan bahwa perubahan nasib (miskin menemukan emas) terjadi karena ketentuan Tuhan. Fokus pesannya adalah sumber penentuan nasib.

A dan C berbicara tentang sikap sabar/tidak putus asa—mungkin terkait, tetapi tidak menjadi pesan utama yang ditekankan oleh frasa awal tentang takdir. B terlalu umum (bertakwa) dan tidak spesifik pada isi cerita. E menyatakan kerja keras pasti bahagia—teks tidak menegaskan hubungan itu; yang ditekankan justru karunia/takdir. Maka D \( \gt \) opsi lain, sedangkan yang lain \( \lt \) dalam kesesuaian pesan utama.


Soal 50.

Amanat

Walau panas terik matahari mending
Segala unggas berteduh merenung
Aku tetap mengemudi bajak
Biar alam tidak bergerak
Lagi lembuku tak tahuyemu
Mengikuti les patuh sekali
Tidakkan aku berpeluk lutut
Mengingkari amanat ibu
Biar panas mending membakar
Kukemudikan bajak sukmakku
Mencari segala keindahan

(Pujangga Baru, Th. II 10 April 1935)

Puisi di atas menggambarkan ....

A. pekerja keras yang tidak kenal lelah/menyerah

B. melaksanakan amanat dari ibu pertiwi untuk mengolah sawah dengan baik

C. manusia harus selalu dekat dengan alam sekitarnya

D. sebagai manusia jangan malas-malasan

E. pengendalian diri terhadap emosi itu penting

Jawaban dan Analisis

Jawaban: A

Aku-lirik menegaskan keteguhan bekerja walau panas menyengat: “Aku tetap mengemudi bajak” dan “Biar panas mending membakar / Kukemudikan bajak sukmakku.” Ini melukiskan pribadi yang tekun, tahan uji, dan tidak menyerah oleh keadaan.

B terlalu spesifik dan menafsir “ibu pertiwi”, padahal teks menyebut “amanat ibu” (ibu secara literal lebih masuk akal) tanpa konteks kebangsaan. C bukan fokus utama, karena yang dominan adalah keteguhan bekerja, bukan kedekatan dengan alam. D berupa nasihat umum, tetapi puisi menggambarkan figur pekerja keras secara konkret—lebih tepat A. E tidak relevan dengan isi. Maka A \( \gt \) opsi lain, sedangkan opsi lain \( \lt \) dalam kesesuaian makna puisi.