Soal 56
Dalam suatu seminar seorang peserta menanggapi seorang pembicara. “Jika memperhatikan status OSIS dan Kopsis saya berkesimpulan tampaknya Kopsis mempunyai dasar hukum yang lebih kuat daripada OSIS. Bagaimana menurut Anda?”
Kalimat jawaban yang tepat untuk tanggapan peserta di atas adalah ....
A. Pertanyaan Saudara tidak perlu saya jawab sebab semuanya sudah jelas.
B. Rupanya Saudara kurang bisa memahami penjelasan saya.
C. Pertanyaan Saudara saya tampung dulu, bila ada waktu akan saya jawab.
D. Maaf, Saudara kurang memperhatikan penjelasan saya.
E. Analisis Saudara tentang status OSIS dan Kopsis tampaknya memang benar. Ternyata pandangan Saudara sejalan dengan saya.
Jawaban dan Analisis
Jawaban: E
Jawaban yang tepat dalam forum seminar seharusnya bersifat santun, relevan dengan isi tanggapan, dan tidak merendahkan penanya. Penanya menyampaikan kesimpulan dan meminta pendapat. Opsi E menanggapi secara langsung isi kesimpulan (“analisis ... benar”) dan menyatakan keselarasan pandangan. Ini sesuai etika diskusi: mengapresiasi argumen dan menjawab substansinya.
Opsi A, B, dan D bernada menolak/menyalahkan penanya, sehingga tidak tepat dalam konteks seminar. Opsi C menunda jawaban dan tidak menjawab substansi, sehingga ketepatannya lebih rendah. Karena itu E \( \gt \) A/B/C/D.
Soal 57
Asdiarti : Kenapa?
Yanti : Sangat ruwet!
Asdiarti : Kau dipaksa kawin oleh orang tuamu?
Yanti : Antara lain itu. Tapi banyak lagi soalnya.
Asdiarti : Apa?
Yanti : Ah, sudahlah. Sebaiknya kau tak usah memaksaku merigatakannya. Sulit. Terlalu sulit.
Asdiarti : Yah, aku tahu kau keras dan rumah.
Yanti : (memandang)
Asdiarti : Itu persoalan yang banyak kita rasakan bersama.
Yanti : Kau juga mengalami seperti itu?
Asdiarti : Memang, cuma persoalanku tidak seberat persoalanmu.
Bagian dialog yang mendukung watak tokoh (Yanti) yang tertekan karena banyak masalah adalah ....
A. (memandang)
B. Kau juga mengalami seperti itu?
C. Sangat ruwet!
D. Ah, sudah.
E. Terlalu sulit.
Jawaban dan Analisis
Jawaban: E
Watak “tertekan karena banyak masalah” tampak dari respons yang menunjukkan beban berat dan ketidakmampuan/keengganan menceritakan karena terasa berat. Ucapan “Sulit. Terlalu sulit.” menegaskan tekanan batin: masalahnya bukan sekadar rumit, tetapi terasa berat untuk diungkapkan. Dari pilihan yang ada, “Terlalu sulit.” paling langsung menunjukkan tekanan tersebut.
Opsi C (“Sangat ruwet!”) menunjukkan keruwetan, tetapi belum sekuat “tertekan” seperti “terlalu sulit”. Opsi D hanya penutup pembicaraan, A adalah petunjuk laku yang ambigu, B berupa pertanyaan. Maka E \( \gt \) C \( \gt \) D/A/B.
Soal 58
“Kau punya anak, punya istri. Dari itu kau punya pegangan hidup, punya tujuan minimal. Tapi yang terpenting kau punya tangan. Hingga kau dapat mencapai apa saja yang kau mau. Sebagai suami, sebagai ayah, sebagai lelaki, sebagai manusia juga, seperti yang kita omongkan dulu, kau, dapat mencapai sesuatu yang kau inginkan. Alangkah indahnya hidup ini, kalau kita mampu berbuat apa yang kita inginkan. Tapi kini aku tentu saja tak dapat berbuat apa yang kuinginkan. Masa mudaku habis sudah ditelan kebuntungan ini.”
Dan tangan itu diturunkannya lagi. Dia memandang lebih jauh melampaui balik gunung dari mana angin meniup. Kala itu aku ingin mengatakan sesuatu kepadanya. Sebuah ucapan yang indah dan memberi semangat seperti dulu sering kuucapkan, untuk anak buahku di front Barat. Tapi bagaimana aku dapat mengatakan, kalau semangat itu sendiri telah kulemparkan jauh-jauh pada suatu ketika.
Gambaran watak tokoh dalam cerpen tersebut adalah ....
A. seorang lelaki yang bijaksana
B. seorang ayah yang bahagia pasrah pada nasib
C. kecenderungan seseorang pasrah apabila dilanda musibah
D. laki-laki tidak bertanggungjawab
E. tokoh yang tidak ingin peduli dengan keluarganya
Jawaban dan Analisis
Jawaban: C
Kutipan menampilkan tokoh yang merasa tidak lagi mampu melakukan apa yang diinginkan: “kini aku ... tak dapat berbuat apa yang kuinginkan”, “masa mudaku habis ...”. Bahkan “semangat itu sendiri telah kulemparkan jauh-jauh” menunjukkan menyerah/putus asa, yaitu sikap pasrah ketika tertimpa keadaan buruk. Ini bukan gambaran “bijaksana” atau “bahagia”, melainkan kecenderungan pasrah/putus harapan saat musibah/kemalangan menimpa.
Opsi C paling sesuai karena merangkum sikap pasrah yang tercermin dari ungkapan putus asa. Opsi A tidak didukung (tidak ada penilaian arif-bijak yang dominan). Opsi B keliru karena tokoh justru tidak bahagia. Opsi D dan E tidak didukung karena tokoh masih menyebut peran suami/ayah sebagai “pegangan” dan “tujuan minimal”, bukan menolak tanggung jawab. Jadi C \( \gt \) A/B/D/E.
Soal 59
MIMPI
Bila kau buka jendela untuk mendengar siapakah yang bercakap-cakap di taman,
Mereka sudah tak ada di sana
Mereka terbang ke seberang lautan bersama tiupan badai
Kota-kota mereka masih meninggalkan gema, tapi kau selalu gelisah setiap mendengarnya dan hanya bisa menangkap
Ucapan yang terpenggal lantas bergegas melupakannya
Kau bermimpi tentang kematian yang berulang-ulang
Tak terbayang petir, topan, dan halilintar sudah menunggu
Kau mengira sedang terbangun ketika Kau berjalan
Tapi rumput sedang terbangun ketika Kau berjalan di taman
Masih mengigau dalam kehidupan yang mati
Dalam mimpi kematian yang hidup berulang-ulang
(LeonAgusta; 1998)
Makna puisi di atas adalah ....
A. kehidupan yang dibayangi oleh mimpi
B. ketakutan yang dialami seseorang karena mimpi
C. kegelisahan yang dialami seseorang akibat mimpi
D. mimpi yang membayangi kehidupan seseorang
E. kebingungan yang terjadi karena pengaruh mimpi
Jawaban dan Analisis
Jawaban: D
Puisi menekankan suasana “mimpi” yang terus mengganggu dan menempel pada kehidupan: ada “mimpi tentang kematian yang berulang-ulang”, kegelisahan, dan keadaan seolah batas mimpi–nyata kabur. Makna yang paling merangkum keseluruhan bukan sekadar perasaan (takut/gelisah/bingung), melainkan gagasan bahwa mimpi itu terus membayangi hidup tokoh “kau”.
Opsi D menyatakan inti tersebut secara paling tepat. Opsi B dan C hanya mengambil efek emosional (takut/gelisah), padahal puisi menegaskan dominasi mimpi atas kehidupan. Opsi A mirip D, tetapi D lebih langsung: “mimpi membayangi kehidupan seseorang” (subjek jelas). Maka D \( \gt \) A \( \gt \) B/C/E.
Soal 60
Kondisi Lingkungan Makin Rapuh
Mengapa banjir dan tanah longsor di Cilacap, 30 Oktober terjadi hampir serentak di 13 Kecamatan? Bupati Cilacap, Harry Trabi Karta melihat bencana ini lebih disebabkan oleh pendangkalan 34 anak Sungai Cibeureum dan Cikawung yang membelah daerah Cilacap bagian selatan dan utara. Sungai Cibeureum dan Cikawung mempunyai 14 anak sungai, masing-masing 10 anak Sungai Cikawung dan empat anak Sungai Cibeureum. Sementara alih fungsi lahan diikuti gunduli. Sementara ... . Kondisi ini diperparah dengan kondisi di daerah hulu yang semakin kritis akibat penebangan hutan produktif dan penjarahan hutan oleh masyarakat. Lahan kritis di daerah hulu, menurut Harry, luasnya \(4.203,5\) hektar.
Kondisi hulu yang semakin rusak inilah yang menyebabkan terjadinya bencana tanah longsor dan banjir lumpur. Kondisi ini pula yang menyebabkan terjadinya aliran permukaan (run off) yang cukup besar dan membawa sedimentasi lumpur.
Konsep dasar pemikiran yang terdapat pada wacana di atas adalah ....
A. peristiwa banjir dan tanah longsor di Cilacap
B. pidato bupati Cilacap tentang banjir dan tanah longsor
C. anak-anak sungai sebagai penyebab banjir dan tanah longsor
D. penebangan hutan sebagai penyebab banjir dan tanah longsor
E. penyebab terjadinya banjir dan tanah longsor di Cilacap
Jawaban dan Analisis
Jawaban: E
“Konsep dasar pemikiran” berarti gagasan inti yang menjadi landasan uraian. Wacana memaparkan faktor-faktor penyebab banjir dan longsor: pendangkalan anak sungai, alih fungsi lahan, penggundulan/penebangan hutan, kerusakan hulu, serta dampaknya (run off dan sedimentasi). Jadi inti wacana adalah penjelasan penyebab banjir dan longsor di Cilacap.
Opsi E paling mencakup keseluruhan sebab yang dipaparkan. Opsi A hanya menyebut peristiwa, bukan konsep penyebab. Opsi B salah fokus (bukan “pidato”, melainkan wacana berita/uraian). Opsi C dan D terlalu sempit karena wacana memuat lebih dari satu sebab. Maka E \( \gt \) A/B/C/D.
Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 1
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 2
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 3
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 4
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 5
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 6
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 7
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 8
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 9
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 10
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 11
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 12