Soal 46
Memasuki abad ke-21, sejumlah masalah kependudukan menghadang umat manusia secara “tumpang tindih”. Sebagai contoh, masalah lanjut usia (lansia) muncul pada saat pertambahan penduduk masih besar. Kemiskinan menjadi kian kasat mata di tengah runtinya masalah ketenaga-kerjaan. Masalah kesehatan pun turut mewarnai lanskap kehidupan pada awal milenium ketiga, menyangkut kesehatan wanita dan anak-anak.
Jenis paragraf di atas adalah ….
Jawaban dan Analisis
Jawaban: A
Alasan utama: Kalimat pertama menyampaikan gagasan umum: “sejumlah masalah kependudukan menghadang … secara ‘tumpang tindih’.” Setelah itu, paragraf diisi rincian dan contoh untuk menjelaskan gagasan umum tersebut.
Bukti dari teks: Ada penanda “Sebagai contoh” lalu diikuti contoh-contoh khusus (lansia, pertambahan penduduk, kemiskinan, ketenagakerjaan, kesehatan wanita dan anak-anak). Ini pola dari umum → khusus.
Evaluasi opsi lain:
B salah karena induktif biasanya menyajikan contoh/uraian dulu, baru simpulan umum di akhir. Paragraf ini justru membuka dengan simpulan umum.
C salah karena deduktif-induktif menampilkan gagasan umum di awal dan ditegaskan lagi di akhir. Paragraf ini tidak menutup dengan penegasan simpulan umum baru.
D salah karena paragraf tidak melukiskan objek secara rinci (ciri, bentuk, suasana), melainkan menjelaskan gagasan dengan contoh.
E salah karena tidak ada ajakan/imbauan untuk memengaruhi pembaca agar melakukan sesuatu.
Soal 47
Ternyata film “Bumi Makin Panas” benar, setidaknya di Alaska. Hasil sejumlah foto udara pada kawasan tundra di Alaska di kutub utara itu membuktikan kebenarannya. Tampak jelas di sana bahwa pepohonan jenis perdu atau semak ternyata semakin membesar baik dalam ukuran maupun jumlah selama beberapa dekade terakhir. Padahal, di dataran beku dan gersang ini biasanya tumbuhan sangat sulit hidup.
Masalah dalam wacana di atas adalah ….
Jawaban dan Analisis
Jawaban: D
Yang dimaksud “masalah” dalam wacana: inti persoalan/isu utama yang dibicarakan penulis (bukan sekadar detail pendukung).
Alur gagasan: Wacana menyatakan adanya pemanasan (ditandai frasa “Bumi Makin Panas”), lalu memberi bukti: foto udara tundra Alaska menunjukkan perdu/semak membesar dan bertambah jumlahnya selama beberapa dekade, padahal di dataran beku-gersang biasanya sulit hidup. Jadi isu utamanya: perubahan vegetasi itu menjadi indikator pemanasan.
Mengapa D paling tepat: D merangkum inti isu + hubungan sebab-akibat yang dibangun teks: meluas/bertambahnya vegetasi → menunjukkan bumi makin panas.
Evaluasi opsi lain:
A dan B menyimpang: wacana tidak membahas pemutaran film atau produksi film baru, melainkan memakai judul film sebagai pengantar isu pemanasan.
C dan E hanya mengambil detail pendukung (fakta lokasi dan kondisi), bukan masalah utama yang dipersoalkan.
Soal 48
PENGUMUMAN
Diumumkan kepada seluruh anggota Perhimpunan Bela Diri Tapak Sejati bahwa pada tanggal 3 Juni 2001 akan mengadakan acara latihan bersama di Pantai Parangtritis. Untuk itu, seluruh anggota dimohon berkumpul di kantor Sekretariat pada pukul 06.00 pada hari tersebut untuk selanjutnya pergi ke Parangtritis bersama-sama. Harap maklum.
Yogyakarta, 28 Mei 2001 Ketua,
Seno Anggoro, S.H.
Bahasa pengumuman di atas akan menjadi benar apabila ….
Jawaban dan Analisis
Jawaban: C
Letak kesalahan utama: “Diumumkan … bahwa … akan mengadakan acara …” membuat subjek pelaku menjadi tidak jelas. Pada bentuk pasif “Diumumkan…”, frasa sesudahnya seharusnya tetap konsisten dan tidak “memaksa” subjek baru yang tidak disebut.
Mengapa C membenarkan: Mengubah “akan mengadakan” menjadi “akan diadakan” membuat struktur kalimat menjadi pasif dan konsisten: acara latihan “akan diadakan” (tanpa perlu menyebut pelaku secara eksplisit), sehingga bahasa pengumuman lebih tepat dan rapi.
Evaluasi opsi lain:
A tidak wajib: bentuk “Diumumkan …” lazim dipakai dalam pengumuman. Mengubah ke “Mengumumkan” justru butuh subjek yang jelas (siapa yang mengumumkan).
B salah ragam: “di tanggal” tidak lebih baku daripada “pada tanggal”.
D hanya variasi diksi dan tidak memperbaiki inti kesalahan struktur.
E tidak perlu karena “Diumumkan kepada seluruh anggota …” sudah benar.
Soal 49
JADWAL KERETA API SURABAYA
| Nama KA | Relasi | Berangkat | Datang | ||
|---|---|---|---|---|---|
| Brk | Dtg | Brt | Dtg | ||
| Argo Bromo Anggrek | Jakarta | 09.00 | 18.02 | 09.30 | 18.29 |
| Argo Bromo Anggrek | Jakarta | 21.00 | 06.00 | 21.20 | 06.30 |
| Argo Bromo | Jakarta | 19.40 | 04.40 | 20.05 | 05.05 |
| JS-950 * | Jakarta | 07.30 | 16.20 | 07.05 | 16.30 |
| Sembrani | Jakarta | 18.30 | 04.35 | 17.30 | 03.23 |
Keterangan:
* ) Jalan setiap hari Minggu
Shinta menunggu kedatangan ibunya di stasiun Surabaya. Ibunya berangkat dari Jakarta pukul delapan lewat lima menit (malam), dan sampai di stasiun Surabaya pukul lima lewat lima menit (pagi). Berarti Ibu Shinta berangkat naik kereta, urutannya ….
Jawaban dan Analisis
Jawaban: C
Ubah kalimat waktu ke bentuk angka: “delapan lewat lima menit (malam)” = \(20.05\). “lima lewat lima menit (pagi)” = \(05.05\).
Kolom yang dipakai: Karena ibu berangkat dari Jakarta dan tiba di Surabaya, maka yang dicari adalah bagian Datang (kereta dari Jakarta menuju Surabaya), yaitu kolom “Brt” dan “Dtg” di sisi kanan.
Cocokkan data pada tabel: Baris yang memiliki “Brt” \(20.05\) dan “Dtg” \(05.05\) adalah baris ketiga pada bagian datang (Argo Bromo).
Kesimpulan: Urutannya adalah ketiga kolom datang.
Soal 50
Pak, pohon pepaya di pekaranganku telah dirobohkan dengan tak semena-mena, tidakkah sepatutnya hal itu kulaporkan? Itu benar, tapi jangan melebih-lebihkan. Ingat, yang harus diutamakan ialah kerukunan kampung. Soal kecil yang dibesar-besarkan bisa mengakibatkan kericuhan dalam kampung. Setiap soal mesti diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Tidak boleh main seruduk. Masih ingatkah kau pada peristiwa Dullah dan Bidin tempo hari? Hanya karena soal dua kilo beras, seorang kehilangan nyawa dan yang lain meringkuk di penjara. (Cerpen Gerhana: Muhammad Ali)
Nilai moral dalam penggalan cerpen di atas ialah ….
Jawaban dan Analisis
Jawaban: D
Gagasan moral yang paling ditekankan: Tokoh menasihati agar tidak melebih-lebihkan persoalan, mengutamakan kerukunan, dan menyelesaikan masalah dengan baik (tidak “main seruduk”).
Bukti dari teks: “Soal kecil yang dibesar-besarkan bisa mengakibatkan kericuhan …” lalu diberi contoh ekstrem: “hanya karena soal dua kilo beras, seorang kehilangan nyawa dan yang lain meringkuk di penjara.” Jadi pesan moralnya: membesar-besarkan masalah kecil dapat berujung fatal.
Evaluasi opsi lain:
A dan B mengarah ke tindakan hukum, padahal fokus moralnya adalah pengendalian diri dan menjaga kerukunan, bukan prosedur pelaporan.
C terlalu sempit (hanya kasus pepaya), padahal teks memberi pelajaran umum yang berlaku luas.
E hanya mengulang fakta contoh “dua kilo beras”, belum menjadi nilai moral (pelajaran) yang diambil dari contoh tersebut.
Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 1
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 2
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 3
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 4
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 5
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 6
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 7
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 8
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 9
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 10
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 11
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 12