Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

soal 41

Untuk mengisi liburan caturwulan, teman-teman sekelas akan melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pasar murah di desa. Proposal kegiatan tersebut telah disusun untuk dibahas bersama sebelum diajukan kepada kepala sekolah dan pihak-pihak lain guna mendapatkan persetujuan dan bantuan. Dalam proposal termuat hal-hal berikut: latar belakang dan dasar pemikiran, jenis kegiatan, anggaran/pembiayaan, waktu dan tempat pelaksanaan, serta susunan panitia.

Bagian yang belum tercantum dalam proposal tersebut adalah ....

A. nama pabrik yang memproduksi barang yang akan dijual

B. maksud dan tujuan kegiatan

C. nama siswa yang pertama-tama mempunyai ide untuk menyelenggarakan pasar murah

D. pembagian tugas setiap siswa dalam penyelenggaraan pasar murah

E. bentuk kegiatan persiapan yang telah dilakukan dalam rangka penyelenggaraan pasar murah

Jawaban dan Analisa

Jawaban: B

Analisa: Teks sudah menyebut isi proposal: latar belakang dan dasar pemikiran, jenis kegiatan, anggaran/pembiayaan, waktu dan tempat pelaksanaan, dan susunan panitia. Dalam proposal kegiatan, bagian yang sangat lazim dan bersifat inti adalah maksud dan tujuan kegiatan. Bagian itu tidak disebutkan pada daftar isi proposal dalam paragraf, sehingga itulah yang “belum tercantum”.

A. Tidak termasuk bagian pokok proposal kegiatan sekolah. Proposal tidak wajib menyebut “nama pabrik” produsen barang.

B. Tepat. “Maksud dan tujuan” merupakan bagian standar proposal, tetapi tidak muncul pada daftar yang disebutkan.

C. Nama penggagas ide bukan bagian wajib proposal; yang penting program dan struktur pelaksanaan.

D. Pembagian tugas bisa ada, namun biasanya sudah terwakili oleh “susunan panitia” (jabatan dan tanggung jawab). Sementara “maksud dan tujuan” jauh lebih mendasar dan jelas tidak disebut.

E. Uraian persiapan bisa ditulis, tetapi bukan komponen inti yang selalu wajib. Tujuan kegiatan lebih pokok.


soal 42

Kalimat penutup pidato yang tepat adalah ....

A. Berhubung waktunya mepet, pidato ini diakhiri saja ya!

B. Rasanya, pidato saya tidak perlu berpanjang-panjang nanti rasanya tidak etis.

C. Sekian dulu pidato saya, saya harap saudara-saudara mencerna pidato saya dengan baik.

D. Sebelum pidato ini saya akhiri, mohon dimaafkan kalau ada kata-kata yang kurang berkenan.

E. Rasanya, materi pidatonya sudah habis, makanya akan segera saya akhiri biar Anda-Anda tidak bosan.

Jawaban dan Analisa

Jawaban: D

Analisa: Penutup pidato yang tepat bersifat santun, merendah, dan lazim dipakai dalam situasi formal, misalnya meminta maaf apabila ada kekurangan dan menutup dengan sopan. Dari semua pilihan, hanya D yang memenuhi kelaziman tersebut.

A. Terlalu santai dan kurang sopan untuk penutup pidato formal (“mepet”, “saja ya”).

B. Bukan penutup pidato yang jelas; hanya komentar tentang panjang pidato.

C. Ada “sekian”, tetapi kalimat “mencerna pidato” terdengar memerintah dan tidak lazim sebagai penutup yang halus.

D. Tepat: ada penanda akan mengakhiri dan ada permohonan maaf yang santun.

E. Kurang sopan dan terkesan merendahkan audiens (“biar Anda-Anda tidak bosan”).


soal 43

Kalimat penutup pidato yang tepat adalah ....

A. Terima kasih atas perhatian Anda, jangan sampai lupa jasa-jasa para pahlawan.

B. Akhirnya, saya tutup dengan harapan pidato saya ini bermanfaat.

C. Saya mengajak Saudara untuk mengikuti jejak para pahlawan.

D. Demikian pidato saya, semoga kita dapat meneladani dan meneruskan perjuangan para pahlawan.

E. Akhirnya, saya mengimbau Saudara agar terus mengenang jasa-jasa para pahlawan.

Jawaban dan Analisa

Jawaban: D

Analisa: Penutup pidato yang baik umumnya memiliki (1) penanda bahwa pidato selesai (misalnya “Demikian pidato saya”), dan (2) harapan/ajakan yang relevan dengan tema. Opsi D memuat dua unsur itu secara lengkap dan wajar.

A. Ada “terima kasih”, tetapi “jangan sampai lupa” terasa menekan dan kurang halus sebagai penutup resmi.

B. Lebih umum dan tidak menegaskan tema pahlawan; hanya menekankan “bermanfaat”.

C. Ini lebih cocok sebagai bagian isi (ajakan), bukan penutup, karena tidak ada penanda akhir pidato.

D. Tepat: menandai akhir pidato dan memberi harapan sesuai tema pahlawan.

E. Masih mungkin, tetapi kurang “baku” sebagai penutup karena tidak ada penanda akhir yang tegas seperti pada D.


soal 44

Dokter Mumu Sutisna dari Bandung telah menemukan hormon yang bisa mengembangkan nama “Bioregulator (Bioreg)”. Dengan menyemprotkan hormon itu pada tanaman padi muda, menurut Mumu Sutisna, rumpun-rumpun padi akan cepat beranak-pinak. Rumpun padi normal umumnya berisi sekitar \(35\) anakan. Bioreg, kata Mumu Sutisna pula, membuat jumlah anakan padi itu meningkat menjadi \(60-70\) batang per rumpun. Sawah makin rimbun, produksi berlipat. Penambahan gabah panen mencapai \(55-220\%\), ujar Mumu Sutisna. Hormon itu dihasilkan dari ganggang laut. Hormon itu dicampur dengan senyawa poliamina dan magnesium sulfur, lalu diencerkan.

Berdasarkan informasi yang ada dalam paragraf di atas, kita dapat menemukan konsep ....

A. Ganggang laut bermanfaat bagi tanaman padi karena hormon yang dihasilkan dapat mengembangkan padi sampai di atas \(200\%\)

B. Hormon Bioregulator berasal dari ganggang laut

C. Bioregulator ditemukan oleh Dokter Mumu Sutisna

D. Bioregulator dapat menambah panen \(55-220\%\)

E. Hormon itu dicampur dengan senyawa poliamina dan magnesium sulfur, lalu diencerkan

Jawaban dan Analisa

Jawaban: B

Analisa: Kata “konsep” mengarah pada gagasan inti yang bersifat umum dan mendasar. Paragraf memuat banyak detail (angka anakan, persen panen, prosedur pencampuran, dan penemu), tetapi inti konseptual yang menonjol adalah asal hormon Bioreg, yaitu “dihasilkan dari ganggang laut”.

A. Ini cenderung simpulan yang menonjolkan angka “di atas \(200\%\)”. Paragraf memang menyebut sampai \(220\%\), tetapi itu hasil/angka, bukan konsep paling mendasar.

B. Tepat: menyatakan asal-usul hormon (konsep dasar) sesuai kalimat “Hormon itu dihasilkan dari ganggang laut”.

C. Fakta tentang penemu (siapa), bukan konsep inti tentang objek/hormon.

D. Data capaian kuantitatif \(55-220\%\). Penting, tetapi masih rincian hasil, bukan konsep dasar.

E. Ini langkah teknis (prosedur), bukan konsep inti.

Perbandingan data: anakan meningkat dari sekitar \(35\) menjadi \(60-70\), sehingga \(70 \gt 60 \gt 35\). Rentang panen juga menunjukkan hasil maksimum \(220\% \gt 55\%\) (membaca data dari paragraf).


soal 45

Setelah dituang dari tabung bambu, cairan manis (nira) tersebut kemudian disaring, ditampung dalam tempayan kemudian direbus sampai mendidih. Dalam waktu lebih kurang \(2\) jam cairan tersebut akan mengental dan berwarna coklat, selanjutnya diturunkan dan diaduk dengan posisi miring, agar menjadi dingin. Lebih kurang \(20\) menit, cairan gula merah tersebut siap dicetak, sesuai dengan bentuk yang diinginkan.

Paragraf di atas menggunakan pola pengembangan eksposisi ....

A. klasifikasi

B. analisis

C. rincian

D. proses

E. kesimpulan

Jawaban dan Analisa

Jawaban: D

Analisa: Paragraf menjelaskan urutan tindakan dari awal hingga akhir: dituang, disaring, ditampung, direbus, mengental, diturunkan, diaduk, didinginkan, lalu dicetak. Paparan berurutan seperti ini adalah pola eksposisi “proses”.

A. Klasifikasi mengelompokkan jenis-jenis, bukan memaparkan langkah berurutan.

B. Analisis mengurai unsur dan hubungan sebab, sedangkan paragraf ini menjelaskan tahap kerja.

C. Rincian hanya memberi detail, tetapi di sini detail disusun sebagai tahapan berurutan dengan penanda waktu.

D. Tepat: menjelaskan proses pembuatan gula merah dari nira sampai siap dicetak.

E. Kesimpulan bukan paparan langkah, melainkan penutup ringkas.

Penanda waktu: perebusan sekitar \(2\) jam dan tahap akhir sekitar \(20\) menit, sehingga \(2\) jam jelas \(\gt\) \(20\) menit (membaca durasi dari paragraf).