Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Teks untuk soal nomor \(26\) dan \(27\)

26. Bacalah teks berikut ini!

BANK MASPION

Bank Swasta Devisa yang berkembang, memberi kesempatan kepada ANDA bergabung dengan tim kami yang dinamis, dengan spesifikasi sebagai berikut:

KADIV PENGEMBANGAN PRODUK DAN JASA (KADIV PPJ)

  • Pengalaman min. \(3\) tahun sebagai Product Manajer atau min. \(5\) tahun sebagai staff pengembangan produk pada perbankan, asuransi, atau periklanan.
  • Untuk ditempatkan di Jakarta/Surabaya.

STAFF INFORMATION TECHNOLOGY (STAFF IT)

  • S\(1\)/D\(3\) Teknik Informatika dari universitas terkemuka dengan IPK \( \gt 3{,}00\).
  • Untuk ditempatkan di kota Malang dan bersedia dimutasi di kota-kota lainnya di Indonesia.

Jika Anda memiliki kualifikasi untuk posisi tersebut di atas, kirimkan lamaran disertai daftar riwayat hidup dan foto terbaru ke:


Soal 26

Kalimat pembuka surat lamaran pekerjaan yang tepat berdasarkan iklan di atas adalah …

A. Dengan hormat, melalui lamaran ini saya mengajukan permohonan untuk bergabung dengan tim saudara.

B. Bersama ini saya ajukan lamaran pekerjaan kepada Direksi PT Bank Maspion Indonesia.

C. Setelah membaca dalam harian Kompas, tanggal \(7\) Juli \(2007\), saya mengajukan surat lamaran pekerjaan dan siap bergabung dengan tim Saudara.

D. Berkenaan dengan iklan yang dimuat pada harian Kompas, tanggal \(7\) Juli \(2007\), saya mengajukan lamaran pekerjaan untuk posisi staf IT.

E. Dengan ini saya mohon agar Bapak berkenan menerima lamaran ini untuk ditempatkan pada posisi yang mana saja.

Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: D

Analisis: Kalimat pembuka surat lamaran yang tepat biasanya memuat: (1) rujukan sumber informasi (iklan di media), dan (2) tujuan yang spesifik (posisi yang dilamar). Pilihan D memenuhi keduanya: menyebut iklan di harian Kompas tanggal \(7\) Juli \(2007\) dan menyebut posisi “staf IT”.

A kurang tepat karena terlalu umum, memakai “saudara”, dan tidak menyebut sumber iklan maupun posisi.

B masih umum karena tidak menyebut sumber iklan dan tidak menyebut posisi yang dilamar.

C menyebut sumber dan tanggal, tetapi penutup “siap bergabung dengan tim Saudara” tidak baku untuk pembuka, serta belum menegaskan posisi.

D paling tepat karena lengkap dan spesifik.

E tidak tepat karena “posisi yang mana saja” bertentangan dengan lamaran yang baik (harus jelas posisi), dan tidak merujuk iklan.

Catatan tanda banding sesuai ketentuan: syarat IPK dinyatakan \( \gt 3{,}00\). Ini berarti IPK \(3{,}00\) tidak memenuhi karena \(3{,}00 \lt 3{,}01\) (contoh nilai yang memenuhi).


Soal 27

Adapun identitas saya adalah sebagai berikut. Penulisan identitas pelamar yang tepat untuk melanjutkan kalimat tersebut adalah …

A

Nama:Hanum Sulistyorini
Tempat tanggal lahir:Malang, \(12\) Januari \(1982\)
Alamat:Jalan Magelang \(12\) Malang
Pendidikan:SMA

B

nama:Hanum Sulistyorini
tempat tanggal lahir:Malang, \(12\) Januari \(1982\)
alamat:Jalan Magelang \(12\), Malang
pendidikan:SMA

C

nama:Hanum Sulistyorini
tempat tanggal lahir:Malang, \(12\) Januari \(1982\)
alamat:Jln. Magelang \(12\), Malang
pendidikan:SMA

D

Nama:Hanum Sulistyorini
Tempat tanggal lahir:Malang, \(12\) Januari \(1982\)
Alamat:Jln. Magelang \(12\), Malang
Pendidikan:SMA

E

Nama:Hanum Sulistyorini
Tempat tanggal lahir:Malang, \(12\) Januari \(1982\)
Alamat:Jln. Magelang \(12\) Malang
Pendidikan:SMA
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: D

Analisis: Penulisan identitas dalam surat lamaran umumnya memakai format yang rapi dan baku: label diawali huruf kapital (misal “Nama”, “Alamat”), pemisah “:” konsisten, serta penulisan tempat-tanggal lahir memakai koma (contoh: Malang, \(12\) Januari \(1982\)). Pilihan D paling konsisten secara kebakuan: label kapital, koma pada tempat-tanggal lahir, dan alamat memakai bentuk singkatan jalan serta tanda baca yang jelas.

A kurang tepat karena alamat “Jalan Magelang \(12\) Malang” tidak setegas format baku (minim tanda baca).

B dan C kurang tepat karena label ditulis huruf kecil sehingga kurang formal untuk surat resmi.

D paling tepat karena format resmi paling konsisten.

E kurang tepat karena alamat tanpa koma/penanda yang jelas antara nomor dan kota.

Catatan tanda banding: tanggal lahir \(1982 \lt 2007\), sehingga konteks lamaran pada tahun \(2007\) tetap masuk akal secara kronologi.


Teks untuk soal nomor \(28\)

Demikian surat lamaran ini kami ajukan dan atas perhatiannya kami ucapkan beribu-ribu terima kasih.

Soal 28

Perbaikan yang tepat untuk penutup surat lamaran pekerjaan tersebut adalah …

A. Atas perhatian saudara kami ucapkan banyak terima kasih.

B. Atas perhatian dan perkenan Saudara kami ucapkan beribu terima kasih.

C. Atas perhatian Bapak/Ibu, saya mengucapkan terima kasih.

D. Atas perhatian Bapak/Ibu kami menyampaikan rasa terima kasih.

E. Atas perhatian saya sampaikan terima kasih banyak.

Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Analisis: Penutup surat lamaran harus santun, efektif, dan memakai sapaan yang tepat kepada pihak penerima (umumnya “Bapak/Ibu”), serta menghindari ungkapan berlebihan seperti “beribu-ribu”. Pilihan C paling baku: sapaan tepat dan kalimat ringkas.

A dan B memakai “saudara/Saudara” sehingga kurang tepat untuk surat resmi kepada instansi/perusahaan, dan masih membawa ungkapan berlebihan.

D terasa kurang langsung (lebih tepat “mengucapkan terima kasih” daripada “menyampaikan rasa terima kasih”).

E tidak menyebut sapaan penerima (“Bapak/Ibu”), sehingga kurang formal.

Catatan tanda banding: perbaikan kalimat membuat bentuk penutup menjadi lebih ringkas (jumlah kata berkurang), sehingga versi perbaikan dapat dianggap “lebih efektif” secara bentuk.


Soal 29

Bacalah kutipan resensi berikut!

Buku Pengkajian Puisi karya Rahmad Joko Pradopo ini pembahasannya sangat bagus karena dilengkapi dengan contoh-contoh analisis semiotiknya maupun hubungan intertekstualnya. Analisis yang cukup rinci akan menambah pengetahuan pembaca untuk memahami puisi.

Kalimat simpulan yang tepat dalam resensi sesuai ilustrasi tersebut adalah …

A. Buku tersebut wajib kita beli karena isinya sangat bermanfaat.

B. Buku itu sangat bagus dan sudah dilengkapi dengan pembahasan.

C. Karena kita bukan ahli dalam bidang puisi sebaiknya kita membaca buku ini.

D. Buku ini layak dimiliki pembaca yang ingin belajar memahami puisi.

E. Kita perlu membaca buku ini meskipun kita tidak suka dengan puisi.

Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis: Isi resensi menekankan kualitas pembahasan buku: “pembahasannya sangat bagus”, “dilengkapi contoh-contoh analisis semiotik dan intertekstual”, serta “analisis rinci menambah pengetahuan pembaca”. Simpulan yang tepat harus merangkum penilaian utama tersebut tanpa menambah alasan baru yang tidak disebutkan.

A terlalu memaksa (“wajib kita beli”) dan tidak menjadi simpulan yang netral.

B merangkum inti: buku dinilai bagus dan pembahasannya lengkap.

C menambah alasan “kita bukan ahli”, yang tidak disebutkan dalam resensi.

D masih cukup dekat, tetapi “layak dimiliki” lebih berupa rekomendasi kuat; resensi lebih menekankan kualitas pembahasan secara umum.

E memasukkan kondisi “tidak suka puisi” yang tidak dibahas.

Catatan tanda banding: resensi menyatakan analisis “cukup rinci”, artinya tingkat kerincian dianggap \( \gt \) sekadar penjelasan umum.


Soal 30

Cermati kalimat-kalimat berikut!

\((1)\) Syukur-syukur jadi anak superior dengan IQ di atas \(130\).

\((2)\) Dalam paradigma IQ dikenal kategori hampir atau genius kalau seseorang punya IQ di atas \(140\).

\((3)\) Hingga hari ini pun masih banyak orang tua yang mengharapkan anak-anaknya pintar, terlahir dengan IQ (intelligence quotient) di atas level normal (lebih dari \(100\)).

\((4)\) Harapan itu tentu sah saja.

\((5)\) Albert Einstein adalah ilmuwan yang IQ-nya disebut-sebut lebih dari \(160\).

Agar menjadi paragraf yang baik urutan kalimat-kalimat di atas yang benar adalah …

A. \((1), (2), (3), (4), (5)\)

B. \((2), (3), (4), (5), (1)\)

C. \((3), (1), (4), (2), (5)\)

D. \((4), (2), (5), (3), (1)\)

E. \((5), (3), (1), (4), (2)\)

Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Analisis: Paragraf yang baik umumnya bergerak dari gagasan umum ke rincian, lalu penjelasan/ilustrasi. Urutan C dimulai dari konteks umum (3) tentang harapan orang tua. Setelah itu (1) memperinci harapan “superior” (contoh konkret dari harapan). Lalu (4) memberi penilaian wajar atas harapan tersebut. Setelah pembaca paham konteks, (2) memberikan definisi kategori IQ yang lebih spesifik, dan (5) menutup dengan contoh tokoh terkenal sebagai ilustrasi puncak.

A kurang tepat karena langsung mulai dari rincian (1) tanpa konteks umum.

B kurang tepat karena definisi (2) muncul sebelum konteks sosial (3).

C paling runtut: umum \(\to\) rincian \(\to\) komentar \(\to\) penjelasan \(\to\) contoh.

D dan E kurang tepat karena membuka dengan komentar/contoh sebelum gagasan umum.

Catatan tanda banding sesuai ketentuan: urutan angka IQ menunjukkan \(100 \lt 130 \lt 140 \lt 160\), sehingga “superior” (\( \gt 130\)) masih berada di bawah contoh “lebih dari \(160\)”.