Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 21.

Penulisan daftar pustaka yang tepat adalah ....

A. Keraf, Gorys. 1991. Tata Bahasa Rujukan Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Widisarana. 26.

B. Soedjito, 1988. Kosakata Bahasa Indonesia, Jakarta: PT Gramedia.

C. Marga T. 1992. Gema Sebuah Hati, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

D. JS Badudu, 1985, Pelik-Pelik Bahasa Indonesia, Bandung: Pustaka Prima.

E. Joko Pradopo, Rachmat. 1907. Pengkajian Puisi, Yogyakarta: Gajah Mada.

Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Format daftar pustaka (buku) yang umum: Nama belakang, Nama depan. Tahun. Judul (miring). Kota: Penerbit. Opsi B paling mendekati pola tersebut: ada penulis, tahun, judul, kota, penerbit.

Evaluasi opsi lain:

A menambahkan angka halaman “26” tanpa konteks yang jelas (umumnya tidak dicantumkan pada entri buku utuh). C menulis nama penulis tidak baku (seharusnya “Marga, T.” bila dibalik) dan memakai tanda baca yang tidak konsisten. D tidak membalik nama penulis (harusnya “Badudu, J.S.”) dan tanda baca tahun/koma tidak rapi. E susunan nama terbalik (“Joko Pradopo, Rachmat”) dan judul tidak dimiringkan, serta tahun “1907” tidak logis untuk penulis tersebut (menandakan entri tidak akurat).

Karena B \( \gt \) opsi lain dalam kelengkapan unsur dan kerapian pola, maka opsi lain \( \lt \) dalam ketepatan penulisan daftar pustaka.


Soal 22.

(1) Eskalator atau tangga berjalan tak asing lagi di toko-toko kota besar.
(2) Namun, hasil teknologi maju ini mempunyai dampak negatif.
(3) Anak didik usia TK hingga SD suka sekali bermain dengan naik turun di sini.
(4) Sebagian orang tua kadang-kadang tidak peduli akan perilaku ini.
(5) Jika terjadi korban karena terjepit, pihak toko pengusaha yang dijadikan kambing hitamnya.

Frasa atributif yang berimbuhan dan dalam paragraf di atas terdapat pada kalimat nomor ....

A. (5)

B. (4)

C. (3)

D. (2)

E. (1)

Jawaban & Analisis

Jawaban: E

Frasa atributif adalah frasa yang memiliki unsur pewatas (atribut) yang menerangkan inti. Pada kalimat (1) terdapat frasa “tangga berjalan”, yang bermakna “tangga yang berjalan” (kata “berjalan” sebagai atribut yang menerangkan inti “tangga”).

Kalimat (2) memuat frasa “teknologi maju” (maju sebagai atribut), tetapi pertanyaan menekankan frasa atributif yang berimbuhan (pola pewatas yang melekat kuat sebagai atribut pada inti); bentuk yang paling jelas dan lazim dijadikan contoh dalam kutipan adalah “tangga berjalan” pada (1). Kalimat (3)–(5) lebih dominan berupa klausa/pernyataan sebab-akibat, bukan frasa atributif khas yang menjadi fokus soal.

Karena (1) paling tegas menunjukkan frasa atributif, maka E \( \gt \) opsi lain, sedangkan opsi lain \( \lt \) dalam ketepatan menunjuk frasa atributif yang dimaksud.


Soal 23.

Marianne Katopo juga pernah menulis cerita-cerita dongeng dalam bahasa Belanda, waktu ia masih kecil. Tahun 60-an dia memulai menulis cerpen-cerpen untuk surat kabar dan majalah. Pada tahun 1975 novelnya yang berjudul Raumanen mendapat hadiah harapan pada sayembara penulisan novel....

Unsur yang diungkapkan dalam penggalan resensi di atas adalah ....

A. tentang kepengalangan si pengarang

B. riwayat hidup pengarang

C. buku-buku terkenal yang ditulisnya

D. identitas buku

E. keunggulan cerita

Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Penggalan resensi berisi perjalanan hidup/kegiatan kepenulisan pengarang sejak kecil, periode tahun 60-an, hingga tahun 1975 dan prestasi novelnya. Ini adalah informasi biografis singkat (riwayat).

Opsi B paling tepat karena merangkum isi: kapan mulai menulis, apa yang ditulis, dan capaian. Opsi D (identitas buku) tidak lengkap karena hanya menyebut judul Raumanen tanpa data penerbit/kota/tahun terbit. Opsi E (keunggulan cerita) tidak dibahas. Opsi C bukan daftar karya terkenal, hanya satu judul disebut. Opsi A terlalu umum, sedangkan yang tampak dominan adalah riwayat singkat. Maka B \( \gt \) opsi lain, dan opsi lain \( \lt \) dalam kesesuaian.


Soal 24.

Perluasan makna terdapat pada kalimat....

A. Saya mengucapkan terima kasih atas kesediaan Ibu datang dalam pertemuan ini.

B. Di dalam pertemuan itu ada seorang pendeta.

C. Bapakku sedang berpidato di Balai RW 10.

D. Pencuri itu tertangkap basah ketika melakukan aksinya.

E. Jutawan itu sedang membagi-bagikan hadiah.

Jawaban & Analisis

Jawaban: D

Perluasan makna (meluas) terjadi ketika kata yang semula bermakna konkret/harfiah dipakai untuk makna yang lebih luas atau kias. Ungkapan “tertangkap basah” pada opsi D tidak berarti “basah oleh air”, melainkan berarti “tertangkap pada saat melakukan perbuatan (sedang berlangsung)”.

Opsi A, B, C, dan E memakai makna lugas. Opsi D memakai ungkapan yang maknanya telah meluas secara idiomatis. Maka D \( \gt \) opsi lain, sedangkan opsi lain \( \lt \) dalam menunjukkan perluasan makna.


Soal 25.

Teratai

Dalam kebun di tanah airku
Tumbuh sekuntum bunga teratai
Tersembunyi kembang indah permai
Tiada terlihat orang yang lalu
Akarnya tumbuh di hati dunia
Daun berseri laksmi mengarang
Biarpun dia diabaikan orang
Seroja kembang gemilang mulia

Masalah sosial budaya yang mendasari tema puisi di atas adalah....

A. kebiasaan kolam milik orang kaya ditanami bunga teratai

B. keindahan bunga teratai tidak pernah diperhatikan

C. tidak diperhatikan bukan berarti tidak dikenal

D. kebiasaan mengenang jasa seseorang setelah ia meninggal dunia

E. sifat selalu memperhatikan sesuatu yang indah

Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Puisi menonjolkan kontras: teratai itu indah dan mulia, tetapi “tiada terlihat orang yang lalu” dan “diabaikan orang”. Artinya ada persoalan sosial: sesuatu yang bernilai/indah kerap tidak mendapat perhatian.

Opsi B tepat karena langsung sesuai dengan isi: keindahan (kembang indah permai, gemilang mulia) namun diabaikan/tidak terlihat. Opsi A terlalu spesifik dan tidak disebut. Opsi C adalah pernyataan umum yang tidak ditegaskan sebagai masalah sosial budaya utama. Opsi D tidak ada petunjuk tentang “meninggal dunia”. Opsi E berlawanan dengan isi karena justru banyak orang mengabaikan. Maka B \( \gt \) opsi lain, dan opsi lain \( \lt \) dalam kesesuaian dengan tema puisi.