Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

soal 31

Bacalah paragraf berikut!

Penampung limbah pabrik marmer PT CIM yang terletak di puncak gunung kapur desa Citatah kabupaten Bandung jebol. Akibatnya, 21 rumah di sekitarnya hancur dan rusak berat diterjang longsoran limbah padat pabrik. Tak ada korban tewas dalam musibah itu, tetapi sedikitnya tujuh orang dibawa ke rumah sakit Cibabat.

Paragraf di atas dikembangkan dengan pola ….

A. klimaks

B. antiklimaks

C. sebab-akibat

D. proses

E. akibat-sebab

Jawaban dan Analisis

Jawaban: C

Analisis: Pola sebab-akibat ditandai oleh penyebutan peristiwa penyebab terlebih dahulu, lalu diikuti dampaknya. Pada paragraf, sebabnya adalah “penampung limbah … jebol”. Setelah itu muncul penanda akibat “Akibatnya,” lalu diuraikan dampak: rumah hancur/rusak dan ada korban yang dibawa ke rumah sakit.

Uji opsi:

A dan B (klimaks/antiklimaks) menuntut urutan gagasan dari rendah ke tinggi atau sebaliknya, bukan hubungan sebab → akibat.

D (proses) menuntut tahapan langkah demi langkah, tidak ada di paragraf.

E (akibat-sebab) kebalikannya: akibat dulu baru sebab, sedangkan di sini sebab muncul dulu lalu akibat.

Karena struktur sebab → akibat pada teks sangat jelas, kesesuaiannya \( \gt \) opsi lain, maka C benar.


soal 32

Perhatikan penalaran berikut!

Semua yang hadir pada pertemuan itu terhibur dengan alunan musik klasik.

Pamanku merasa terhibur dengan alunan musik klasik.

Penalaran di atas menggunakan silogisme ….

A. alternatif

B. kategorial

C. hipotesis

D. entinem

E. deduksi

Jawaban dan Analisis

Jawaban: D

Analisis: Entinem (enthymeme) adalah silogisme yang salah satu premisnya tidak dinyatakan secara lengkap. Di sini, agar kesimpulan “pamanku terhibur” sah, diperlukan premis tersembunyi: “Pamanku hadir pada pertemuan itu.” Premis ini tidak tertulis, tetapi diasumsikan. Karena ada premis yang “disembunyikan”, penalaran ini termasuk entinem.

Uji singkat:

Jika premis tersembunyi ditambahkan, bentuknya menjadi: “Semua yang hadir terhibur; Pamanku hadir; maka Pamanku terhibur.” Tanpa premis “Pamanku hadir”, kesimpulan tidak otomatis valid.

Ciri premis tersembunyi ini bobotnya \( \gt \) kategori lain, sehingga D benar.


soal 33

Bacalah paragraf berikut!

Prabawati beberapa hari tinggal bersedih karena kepergian suaminya untuk mencari nafkah. Tetapi, sahabat-sahabatnya membujuknya dengan menyuruhnya mencari seorang kekasih. Prabawati menetapkan untuk mencoba berbuat demikian lalu berhasil ia. Burung bayan betina mencoba mencegah perbuatan itu dengan memperlihatkan betapa salahnya kelakuan demikian dan dengan menempelakannya. Tetapi, hasilnya ia hampir dipatahkan lehernya oleh Prabawati. Untunglah ia dapat lari menghindarkannya.

Pesan moral yang tersirat dari penggalan di atas adalah ….

A. Sayangilah binatang piaraan Anda!

B. Jangan turuti bujukan yang menyesatkan.

C. Jangan menyakiti pihak yang mau memperingatkan kesalahan kita!

D. Jadilah seorang suami yang mau bekerja keras!

E. Bersabarlah dengan siapa pun!

Jawaban dan Analisis

Jawaban: C

Analisis: Burung bayan betina berperan sebagai pihak yang mengingatkan dan “mencegah perbuatan itu” dengan menunjukkan kesalahan serta menempelaki. Namun respons Prabawati justru menyakiti sampai “hampir dipatahkan lehernya”. Pesan moral paling tepat adalah larangan menyakiti pihak yang memberi peringatan atas kesalahan kita.

Uji opsi:

A terlalu umum (tentang menyayangi piaraan), padahal fokus peristiwa adalah reaksi kasar kepada pihak yang mengingatkan.

B ada unsur bujukan, tetapi peristiwa puncak yang ditekankan adalah kekerasan kepada pemberi peringatan.

D tidak relevan karena suami hanya disebut pergi mencari nafkah, bukan inti amanat.

E terlalu luas, tidak spesifik pada konflik teks.

Kecocokan langsung dengan konflik “diperingatkan tetapi disakiti” bobotnya \( \gt \) opsi lain, maka C benar.


soal 34

Perhatikan paragraf berikut!

(1) Akhir-akhir ini aku tidak aktif lagi dalam kegiatan itu, aku sudah non aktif.
(2) Aktivitasku dalam kegiatan ekstrakurikuler sudah cukup menyita waktu.
(3) Ini semua aku lakukan untuk menunjang pelajaran intrakurikuler.
(4) Jadi, kamu jangan punya praduga dan prasangka yang jelek.

Paragraf di atas menggunakan kata-kata berimbuhan serapan. Penulisan imbuhan serapan yang sudah tepat ialah yang terdapat pada kalimat nomor ….

A. (1) dan (2)

B. (1) dan (3)

C. (1) dan (4)

D. (2) dan (3)

E. (3) dan (4)

Jawaban dan Analisis

Jawaban: D

Analisis: Kaidah imbuhan serapan seperti ekstra- dan intra- ditulis serangkai dengan kata dasarnya, sehingga bentuk yang benar adalah ekstrakurikuler dan intrakurikuler. Keduanya sudah ditulis serangkai pada kalimat (2) dan (3).

Alasan penolakan opsi lain:

Kalimat (1) menulis non aktif terpisah, padahal bentuk baku yang benar adalah nonaktif (serangkai), sehingga (1) tidak tepat.

Karena yang pasti tepat dan sesuai kaidah serangkai adalah (2) dan (3), maka D benar, dan kepastiannya \( \gt \) opsi yang memuat (1).


soal 35

Perhatikan paragraf berikut!

(1) Salah satu daya tarik manusia, terletak pada senyumnya.
(2) Lebih menarik lagi jika dibarengi dengan gigi yang indah, putih, dan cemerlang.
(3) Seperti pada iklan di televisi yang sering kita lihat gigi cling.
(4) Karena itu, kesehatan gigi perlu mendapat perhatian khusus.

Kata yang tidak baku pada paragraf di atas terdapat pada kalimat ….

A. pertama dan kedua

B. kedua dan ketiga

C. ketiga dan keempat

D. pertama dan ketiga

E. kedua dan keempat

Jawaban dan Analisis

Jawaban: D

Analisis: Kata tidak baku yang paling jelas adalah cling pada kalimat (3) karena bukan bentuk baku bahasa Indonesia. Selain itu, kalimat (1) menunjukkan penggunaan tanda baca yang mengganggu keefektifan (tanda koma memisahkan subjek dan predikat), sehingga dianggap tidak tepat dalam kaidah kalimat baku yang diharapkan soal.

Uji kalimat:

(3) memuat kata cling (tidak baku) → pasti bermasalah.

(1) dalam bentuk yang lebih baku seharusnya tidak memisahkan “Salah satu daya tarik manusia” dan “terletak pada senyumnya” dengan koma, sehingga dinilai tidak sesuai kebakuan penulisan kalimat.

(2) dan (4) tidak memuat kata yang jelas-jelas tidak baku.

Karena masalah kebakuan tampak pada (1) dan kata tidak baku tampak pada (3), maka D dipilih dengan bobot \( \gt \) opsi lain.