Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 1

Pertanyaan: Penggalan cerita di bawah ini yang menyatakan pengalaman pribadi adalah ....

  1. Akhirnya pencuri itu tertangkap juga. Oleh masa ia dihadiahi bogem mentah. Polisi datang melerai dan membawanya untuk diproses.
  2. Aku tidak pernah merasa malu walaupun aku harus bekerja di pabrik batako selepas pulang sekolah. Guruku mengatakan bahwa aku beruntung mendapatkan kesempatan latihan kerja. Saat itu upah yang kuterima memang belum seberapa, tetapi aku senang.
  3. Tono, anak Pak Budiman, kini telah menjadi guru. Pak Guru Tono, begitu bila aku menyapanya. Sejak kecil ia diasuh pamannya di kota lain. Maklum, kedua orang tuanya tidak mampu.
  4. Di mana pun, kapan pun, orang tidak dapat memenuhi kebutuhan sendiri. Saling meminta dan saling memberi itulah adanya. Orang tidak dapat memungkiri segala keterbatasannya.
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

  • Pengalaman pribadi ditandai sudut pandang orang pertama (“aku/saya”) dan peristiwa yang dialami langsung.
  • B memakai “Aku” dan menceritakan pengalaman konkret: bekerja di pabrik batako, mendapat latihan kerja, menerima upah. Ini jelas pengalaman pribadi.
  • A berupa narasi umum peristiwa (bukan “aku”), tidak menunjukkan pengalaman pribadi penutur.
  • C menceritakan orang lain (Tono) dari sudut pandang pengamat, bukan pengalaman pribadi penutur.
  • D adalah pernyataan umum (generalisasi), bukan pengalaman pribadi.

Soal 2

Kalimat: Santo seorang pemuda yang bisa dibanggakan. Ia pemuda yang jujur. Ia selalu berusaha memberitahukan dan mempertanggungjawabkan apa yang menjadi tanggung-jawabnya.

Pertanyaan: Penulisan kata berimbuhan yang digarisbawahi pada paragraf tersebut salah, yang benar adalah ....

  1. memberitahukan, mempertanggungjawabkan
  2. memberitahukan, mempertanggung-jawabkan
  3. memberitahu-kan, memper-tanggungjawabkan
  4. memberikan tahu, mempertanggungankan jawab
Jawaban & Analisis

Jawaban: A

  • Bentuk baku: memberitahukan (meN- + beritahu + -kan) dan mempertanggungjawabkan (memper- + tanggung jawab + -kan) ditulis serangkai.
  • A memuat dua bentuk yang benar.
  • B salah karena memisahkan “jawab” dengan tanda hubung (“mempertanggung-jawabkan”) tidak baku.
  • C salah karena imbuhan tidak dipisah dengan tanda hubung pada penulisan kata (kecuali kasus khusus tertentu, bukan ini).
  • D salah bentuk dan makna (bukan penulisan kata berimbuhan yang baku).

Soal 3

Pertanyaan: Kalimat berikut yang menggunakan imbuhan -an bermakna hasil adalah ....

  1. Kartini adalah nama majalah bulanan.
  2. Buru tiga hari, Susi menunggu kiriman surat dari Rina.
  3. Wati senang sekali makan manisan mangga.
  4. Anyam-anyaman itu terbuat, dari daun pandan.
Jawaban & Analisis

Jawaban: D

  • Imbuhan -an bermakna hasil bila menunjukkan hasil suatu proses/pekerjaan (misal: anyam → anyaman = hasil menganyam).
  • D memuat “anyam-anyaman” yang menunjuk hasil pekerjaan menganyam.
  • A “bulanan” bermakna waktu/periodik, bukan hasil.
  • B “kiriman” dapat berarti hasil mengirim (secara teori), tetapi pada kalimat ini lebih berfungsi sebagai benda yang dikirim; namun pilihan yang paling jelas sebagai hasil proses adalah “anyam-anyaman”.
  • C “manisan” adalah makanan hasil proses (mengawetkan/memaniskan), tetapi dalam materi imbuhan -an, contoh paling langsung dari verba “anyam” adalah “anyaman”.
  • Ketegasan makna hasil paling kuat pada D, sehingga D \( \gt \) B/C \( \gt \) A.

Soal 4

Kalimat: Sukarelawan mengalami kesulitan menjangkau bekas gempa di Bengkulu karena sebagian besar jalan rusak berat.

Pertanyaan: Makna imbuhan -wan pada kalimat tersebut menyatakan orang yang ....

  1. bersifat
  2. pekerjaannya
  3. berkecimpung
  4. ahli
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

  • Imbuhan -wan membentuk nomina orang yang berkaitan dengan suatu kegiatan/pekerjaan/peran (misal: wartawan, budayawan, relawan).
  • Sukarelawan berarti orang yang melakukan kegiatan secara sukarela (relawan), yaitu “orang yang pekerjaannya/perannya menjadi relawan”.
  • A (bersifat) tidak sesuai karena -wan bukan pembentuk sifat, melainkan pelaku/orang.
  • C terlalu umum; yang ditanya biasanya kategori “orang yang melakukan pekerjaan/peran”.
  • D tidak tepat karena -wan tidak selalu bermakna ahli.

Soal 5

Wacana: KEBAKARAN

Hari menunjuk pukul delapan malam. Di jalan raya terdengar suara sirine mobil pemadam kebakaran meraung-raung. Mobil-mobil itu lewat di depan rumah kami. Ingin mengetahui peristiwa yang terjadi; aku ke luar dari rumah dan menuju jalan raya.

Di sana, di sebelah barat, tampak cahaya merah melenting. Asap hitam mengepul ke udara. Rupanya ada kebakaran. Aku ikuti orang-orang yang berjalan menuju tempat kebakaran itu. Rupanya orang ingin menyaksikannya dari dekat.

Pertanyaan: Inti wacana di atas merupakan jawaban kalimat tanya yang berbunyi ....

  1. Mengapa mobil pemadam kebakaran meraung-raung seperti itu terjadi?
  2. Di manakah peristiwa itu terjadi?
  3. Siapakah yang paling sibuk saat itu?
  4. Kapan peristiwa itu terjadi?
Jawaban & Analisis

Jawaban: D

  • Inti wacana memuat informasi utama yang menonjol: waktu dan peristiwa kebakaran (“Hari menunjuk pukul delapan malam ... rupanya ada kebakaran”).
  • Pertanyaan yang dijawab paling jelas oleh wacana adalah kapan peristiwa itu terjadi: pukul delapan malam.
  • B (di mana) hanya disebut “sebelah barat” (tidak spesifik tempatnya), jadi kurang kuat sebagai inti jawaban.
  • A (mengapa) tidak dijelaskan sebabnya, hanya deskripsi peristiwa.
  • C (siapa) tidak menjadi fokus inti.