Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 41

Latar belakang

Di Desa Suka Maju masih \( 50 \) persen anak lulusan SD tidak dapat melanjutkan ke SMP. Orang tua mereka, yang sebagian besar sebagai buruh tani, merasa tidak mampu membiayai anaknya melanjutkan sekolah. Oleh karena itu diperlukan suatu usaha agar anak-anak tersebut terus dapat melanjutkan sekolah.

Rumusan masalah yang tepat untuk latar belakang tersebut adalah ….

  1. Bagaimana upaya orang tua agar anak-anak lulusan SD di Desa Suka Maju dapat melanjutkan ke SMP?
  2. Mengapa harus dilakukan peningkatan agar anak lulusan SD di Desa Suka Maju?
  3. Bagaimana meningkatkan upaya persentase melanjutkan ke SMP bagi siswa lulusan SD Desa Suka Maju?
  4. Kapan upaya harus dilakukan agar anak lulusan SD di Desa Suka Maju dapat melanjutkan ke SMP?
Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis: Rumusan masalah yang tepat harus langsung mengarah pada inti persoalan dan kebutuhan solusi: upaya agar lulusan SD dapat melanjutkan ke SMP, sesuai latar belakang.

  • A — Benar. Menanyakan “bagaimana upaya” sebagai bentuk rumusan masalah yang mengarah pada solusi, sejalan dengan kalimat penutup latar belakang: “diperlukan suatu usaha…”.
  • B — Salah. Kalimat tidak efektif dan kabur (“peningkatan agar anak…”), serta tidak tepat sasaran (yang dibutuhkan adalah upaya/solusi, bukan sekadar alasan “mengapa harus peningkatan”).
  • C — Salah. Struktur frasa rancu (“meningkatkan upaya persentase”); rumusan masalah seharusnya jelas: meningkatkan persentase atau meningkatkan upaya, bukan digabung rancu.
  • D — Salah. “Kapan” (waktu) bukan inti persoalan pada latar belakang; masalahnya adalah bagaimana cara/usaha mengatasi kendala biaya.

Soal 42

Agar-agar dari dulu sudah akrab dikenal sebagai makanan konsumsi khusus perawatan kesehatan di Jepang. Bahan dasar agar-agar seluruhnya adalah jenis rumput laut penghasil agar-agar. Agar-agar merupakan makanan yang kaya kandungan serat. Makanan asal rumput laut ini terdiri atas dua jenis serat makanan sekaligus, yaitu serat larut dan serat tidak larut dan rendah kalori. Agar-agar, dalam sekian banyak jenis makanan, yang paling kaya kandungan serat makanannya, yaitu mencapai \( 80{,}9 \) gr dalam \( 100 \) gr.

Saran berdasarkan simpulan karya ilmiah tersebut adalah ….

  1. Untuk menjaga kesehatan sebaiknya kita mengonsumsi agar-agar yang kaya akan kandungan serat yang diperlukan oleh tubuh.
  2. Agar-agar merupakan makanan yang kaya akan kandungan serat yaitu mencapai \( 80{,}9 \) gr dalam \( 100 \) gr.
  3. Masyarakat di Jepang sangat gemar makan agar-agar yang kaya akan kandungan gizi kaya akan kandungan serat.
  4. Rumput laut sebagai bahan agar-agar sebaiknya dijadikan sebagai bahan kosmetik saja karena kandungan gizinya yang tinggi.
Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis: Pertanyaan meminta saran, yaitu kalimat rekomendasi/anjuran berdasarkan simpulan (agar-agar tinggi serat, baik untuk kesehatan).

  • A — Benar. Bentuknya anjuran (“sebaiknya”) dan didasarkan pada simpulan bahwa agar-agar kaya serat dan terkait perawatan kesehatan.
  • B — Salah. Ini kalimat fakta/simpulan, bukan saran (tidak ada unsur rekomendasi).
  • C — Salah. Membahas kebiasaan “masyarakat Jepang” dan kalimatnya bertele-tele/kurang efektif; bukan saran yang relevan bagi pembaca.
  • D — Salah. Tidak sesuai isi simpulan (tidak membahas kosmetik) dan menyimpang dari konteks konsumsi makanan kesehatan.

Soal 43

Perhatikan pantun berikut!

Dari rawa tertatih-tatih

Duduk termenung di tepi telaga

Jadi siswa rajin berlatih

Sesudah tamat siap bekerja

Pantun jawaban yang tepat terhadap pantun tersebut adalah ….

  1. Mau ke mana burung dikejar
    Sudah tinggi banyak berduri
    Terima kasih nasihat belajar
    Tentu akan kami kunanti
  2. Beli tikar berpuluh-puluh
    Dipakai duduk berdua-dua
    Pastilah tercapai cita-cita
    Bila belajar bersungguh-sungguh
  3. Kerja keras mencari uang
    Uang didapat beribu-ribu
    Dari mana burung datang
    Tidak perlu kami tahu
  4. Sukar sungguh menjala teri
    Dikejar menghilang terus berlari
    Belajar haruslah setiap hari
    Untuk bekalmu nanti
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis: Pantun jawaban seharusnya merespons isi pantun (nasihat rajin belajar/berlatih agar siap bekerja) dengan isi yang selaras, serta tetap berpola pantun (sampiran-isi).

  • A — Kurang tepat. Isi “Terima kasih nasihat belajar” memang merespons, tetapi larik isi terakhir “Tentu akan kami kunanti” kurang jelas hubungannya (yang dinanti apa), sehingga responsnya lemah.
  • B — Benar. Isi pantun menjawab dengan penegasan: cita-cita tercapai bila belajar sungguh-sungguh, sejalan dengan nasihat rajin berlatih agar siap bekerja.
  • C — Salah. Isinya tidak merespons nasihat belajar; lebih berupa pernyataan acak yang tidak berkaitan.
  • D — Kurang tepat. Isinya sejalan (belajar setiap hari), tetapi bentuk larik terakhir bukan kalimat pantun yang kuat dan responsnya tidak sejelas (B) dalam menegaskan hubungan belajar \(\to\) tercapai tujuan.

Soal 44

Banyak bulan perkara bulan

Tidak semulia ….(1)

Banyak Tuhan perkara Tuhan

Tidak semulia Tuhan ….(2)

Kata-kata yang tepat untuk melengkapi larik pantun tersebut adalah ….

  1. \( (1) \) bulan purnama, \( (2) \) Yang Pengasih
  2. \( (1) \) bulan purnama, \( (2) \) Maha Perkasa
  3. \( (1) \) bulan puasa, \( (2) \) Yang Kuasa
  4. \( (1) \) bulan seribu bulan, \( (2) \) Maha Penyayang
Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Analisis: Pantun ini memakai pola perbandingan “banyak … perkara … / tidak semulia …”. Pasangan yang paling selaras secara makna dan kelaziman ungkapan adalah “bulan puasa” (bulan yang dimuliakan) dan “Tuhan Yang Kuasa” (ungkapan baku dan kuat).

  • A — Salah. “bulan purnama” tidak lazim sebagai pembanding “yang paling mulia” dalam konteks peribahasa/pantun ini; sedangkan “Yang Pengasih” mungkin benar sebagai sifat Tuhan, tetapi pasangan dengan “bulan purnama” lemah.
  • B — Salah. “bulan purnama” tetap kurang tepat, dan “Maha Perkasa” tidak sepadan dengan diksi pantun yang biasanya memakai “Yang Kuasa”.
  • C — Benar. “bulan puasa” lazim dimuliakan, dan “Tuhan Yang Kuasa” adalah ungkapan yang paling ajek/umum digunakan.
  • D — Salah. “bulan seribu bulan” rancu (lebih berupa keterangan keutamaan, bukan nama bulan yang lazim disebut sebagai “bulan” tertentu), sehingga kurang padu untuk larik pantun.

Soal 45

Seorang pejuang bercerita pengalaman yang ketika melawan penjajah Belanda. Kondisi ekonomi sangat sulit. Ia dan teman-temannya berjuang mencapai kemerdekaan. Perjuangan menghadapi Belanda sangat berat. Belanda bersenjata peralatan tempur modern sedangkan pejuang melawan Belanda dengan peralatan seadanya. Setiap kali bertempur pejuang-pejuang bertaruh nyawa. Mereka tetap bersemangat merebut kemerdekaan.

Puisi yang tepat untuk melukiskan pengalaman tersebut adalah ….

  1. Kami berjuang mengusir penjajah
    Walau kelaparan mendera
    Bersenjatakan bambu runcing
    Meriam musuh berdentum
    Bom-bom berhamburan di udara
    Tiada surutkan semangat kami
    Tuk meraih kemerdekaan
  2. Desingan peluru
    Meriam musuh berdentum
    Bom-bom berhamburan di udara
    Tiada surutkan semangat kami
    Tuk meraih kemerdekaan
    Teruskan perjuangan
    Walaupun kami telah tiada
  3. Kami hanya mempunyai semangat
    Menggapai kemerdekaan
    Andai kami semua punya
    Peralatan yang modern dan canggih
    Kami pasti mengalahkanmu
    Wahai penjajah
  4. Kami ingin mempunyai negeri yang merdeka
    Bertahun-tahun kami berjuang
    Walau kami sudah tiada
    Kami bangga karena negeri kami telah merdeka
    Tetaplah arah kami untukmu
    Pertiwi
Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis: Puisi yang tepat harus memuat unsur cerita: kondisi sulit/kelaparan, senjata seadanya vs modern, bahaya bertaruh nyawa (meriam/bom), dan semangat merebut kemerdekaan.

  • A — Benar. Memuat “kelaparan”, “bambu runcing” (peralatan seadanya), “meriam” dan “bom” (peralatan modern musuh), serta semangat tidak surut untuk meraih kemerdekaan. Ini paling lengkap sesuai paragraf.
  • B — Kurang tepat. Menggambarkan suasana perang dan semangat, tetapi tidak menonjolkan kontras “peralatan seadanya” vs modern serta konteks ekonomi sulit sejelas (A).
  • C — Salah. Banyak andaian (“andai…”) dan ada nada menantang yang tidak sesuai isi narasi (faktanya mereka berjuang dengan seadanya, bukan berandai-andai memiliki alat modern).
  • D — Kurang tepat. Lebih bernuansa reflektif setelah merdeka dan kebanggaan; tidak menggambarkan kerasnya pertempuran (meriam/bom) dan kondisi sulit saat perjuangan seperti pada teks.