Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

46. Cermati kalimat berikut!

A.A. Navis, seorang seniman yang perspektif: pikirannya jauh ke depan, sebagai sosok budayawan besar, kreatif, produktif, konsisten, serta jujur pada dirinya sendiri.

Kesalahan pada kalimat tersebut adalah menggunakan tanda baca ....

A.titik (.) setelah singkatan A.A.
B.titik dua (:) setelah kata perspektif
C.koma (,) setelah kata Navis
D.koma (,) sebelum kata serta
E.koma (,) setelah kata kreatif
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis: Tanda titik dua (:) umumnya dipakai untuk mengawali pemerincian, penjelasan, atau kutipan langsung setelah pernyataan lengkap. Pada kalimat tersebut, “yang perspektif” bukan pernyataan lengkap yang wajar diikuti titik dua. Bagian setelahnya (“pikirannya jauh ke depan, ...”) merupakan lanjutan penjelas sifat, sehingga penggunaan titik dua setelah kata perspektif menjadi tidak tepat. Lebih tepat jika hubungan antarklausa dibuat dengan koma atau tanpa tanda titik dua.

Kenapa opsi lain bukan kesalahan utama:

A singkatan “A.A.” memang lazim menggunakan titik.

C koma setelah “Navis” dapat dipakai untuk menyisipkan aposisi “seorang seniman ...”.

D koma sebelum “serta” masih dapat diterima karena “serta” menggabungkan unsur terakhir dalam deret sifat.

E koma setelah “kreatif” wajar karena kalimat memerinci beberapa sifat dalam bentuk daftar.


47. Cermati kalimat-kalimat berikut!

(\(1\)) Sebelumnya, di tangga sisi timur telah diuji coba pelapisan menggunakan kayu, dilapisi rangka besi.

(\(2\)) Namun, ada perbedaan mencolok antara warna rangka besi, kayu, dan batu candi.

(\(3\)) Pelapisan itu, dilakukan untuk mengendalikan tingkat keausan batu candi di anak tangga.

(\(4\)) Selain, cuaca, seperti hujan, dan panas, tingginya laju pelapukan terjadi karena belum ada aturan.

(\(5\)) Dia mengatakan, bahwa ia mendukung penggunaan lapisan karet pada tangga candi.

Penggunaan tanda koma yang tepat terdapat pada kalimat nomor ....

A.(\(1\))
B.(\(2\))
C.(\(3\))
D.(\(4\))
E.(\(5\))
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis: Kalimat (\(2\)) menggunakan koma secara tepat: koma setelah “Namun,” benar untuk memisahkan kata penghubung antarkalimat di awal kalimat, dan koma pada perincian “rangka besi, kayu, dan batu candi” juga tepat untuk memisahkan unsur-unsur dalam satu deret.

Kenapa kalimat lain tidak tepat:

(\(1\)) koma setelah “kayu,” membuat frasa “dilapisi rangka besi” tampak berdiri sendiri; secara makna lebih padu jika “kayu dilapisi rangka besi” tidak dipisahkan dengan koma.

(\(3\)) koma setelah “itu,” tidak diperlukan karena “Pelapisan itu dilakukan ...” adalah susunan subjek-predikat yang utuh.

(\(4\)) banyak koma yang tidak pada tempatnya sehingga struktur kalimat menjadi rancu.

(\(5\)) koma sebelum “bahwa” tidak diperlukan; “mengatakan bahwa ...” merupakan satu kesatuan.


48. Cermati judul karangan berikut!

Siswa membaca karangan yang berjudul Sejuta pesona yang menanti di gunung bromo.

Perbaikan penulisan judul dalam kalimat tersebut yang tepat adalah ....

A.Sejuta pesona yang Menanti di gunung Bromo
B.Sejuta Pesona Yang Menanti Di gunung Bromo
C.Sejuta Pesona yang Menanti Di Gunung Bromo
D.Sejuta Pesona Yang Menanti Di Gunung Bromo
E.Sejuta Pesona yang Menanti di Gunung Bromo
Jawaban & Analisis

Jawaban: E

Analisis: Penulisan judul yang benar: huruf awal kata penting ditulis kapital, sedangkan kata tugas seperti “yang” dan “di” umumnya tidak dikapitalisasi jika berada di tengah judul. Nama tempat “Gunung Bromo” ditulis kapital. Karena itu bentuk yang tepat adalah “Sejuta Pesona yang Menanti di Gunung Bromo”.

Alasan opsi lain salah: Ada yang mengapitalisasi kata tugas “Yang/Di”, atau menuliskan “gunung” tidak kapital, atau tidak menuliskan nama tempat secara konsisten.


49. Cermati paragraf berikut!

Semaraknya industri busana hijab di Indonesia sebenarnya juga terjadi di arena global. Sederet desains kelas dunia dengan label busana internasional ramai-ramai mengeluarkan koleksi hijab. Semangat ini tidak terlepas dari perspectif industri yang melihat komunitas muslim sebagai pasar yang potensial sekalipun busana hijab tidak eksklusif dan merupakan busana yang hanya dikenakan kaum muslim.

Kata serapan baku untuk memperbaiki kata bercetak miring dalam paragraf tersebut adalah ....

A.desainer, perspektif, eksklusif
B.desains, perspektip, eksklusif
C.desain, perspectip, eksklusip
D.disainer, perspektif, eksklusip
E.disain, persektip, eksklusif
Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis: Kata miring yang perlu dibakukan adalah:

1) “desains” pada konteks “Sederet ... kelas dunia” lebih tepat menunjuk pelaku (orang) sehingga dibakukan menjadi “desainer”.

2) “perspectif” bentuk bakunya adalah “perspektif”.

3) “eksklusif” sudah merupakan bentuk baku.

Karena hanya opsi A memuat “desainer, perspektif, eksklusif”, maka opsi itulah yang tepat.

Kenapa opsi lain salah: Ada yang memakai bentuk tidak baku seperti “perspektip/perspectip/persektip” atau “eksklusip”, atau menuliskan “disain/disainer” yang bukan bentuk baku.


50. Cermati teks berikut!

Ia mengatakan sebagian ekosistem setempat telah berubah menjadi lahan perkebunan kelapa sawit berijin ataupun skala kecil milik rakyat. Eksploitasi gambut setempat dihawatirkan menyebabkan abrasi parah yang akan mengikis daratan pulau.

Perbaikan kata tidak baku yang bercetak miring yang tepat adalah ....

A.berizinkan, dikuatirkan
B.berizin, dikhawatirkan
C.berijinkan, dikawatirkan
D.izin, menghawatirkan
E.ijin, menghawatirkan
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis: Bentuk baku “berijin” adalah “berizin” (dasar: izin), sedangkan bentuk baku “dihawatirkan” adalah “dikhawatirkan”. Keduanya tepat terdapat pada opsi B.

Alasan opsi lain salah: Ada yang mengubah menjadi bentuk berbeda makna (“berizinkan/izin”), atau memakai ejaan tidak baku (“ijin”), atau memakai bentuk yang bukan pembakuan tepat (“dikuatirkan/dikawatirkan”).