Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

soal 36

Cermati paragraf berikut!

Selama \(23\) tahun setia meneliti sorgum, peneliti menyadari tanaman ini masih kalah populer dibandingkan padi. Namun, ia akan terus memuliakan sorgum. ... musim kering semakin panjang akibat perubahan iklim, tanaman itu bisa menjadi solusi untuk menjamin ketersediaan pangan.

Konjungsi yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ....

A. karena

B. sebab

C. maka

D. saat

E. tetapi

Jawaban dan Analisa

Jawaban: D

Analisa: Bagian rumpang diikuti kalimat “musim kering semakin panjang akibat perubahan iklim, tanaman itu bisa menjadi solusi ...”. Hubungan yang dibutuhkan adalah hubungan waktu/kondisi: ketika musim kering semakin panjang, sorgum bisa menjadi solusi. Konjungsi yang sesuai untuk menyatakan waktu adalah saat.

A. “karena” menyatakan sebab. Jika dipakai menjadi “karena musim kering semakin panjang..., tanaman itu bisa menjadi solusi ...” terasa janggal karena sebab yang kuat justru “musim kering semakin panjang” menyebabkan kebutuhan solusi, tetapi struktur “karena ..., bisa menjadi solusi” kurang tepat untuk menegaskan kondisi waktu yang diinginkan.

B. “sebab” sama fungsi dengan “karena” (sebab-akibat), sehingga masalahnya sama: yang diperlukan adalah penanda waktu/kondisi.

C. “maka” menyatakan akibat/hasil, tetapi rumpang berada sebelum klausa kondisi. “Maka musim kering...” tidak logis.

D. Tepat: “saat musim kering semakin panjang..., tanaman itu bisa menjadi solusi ...” menunjukkan kondisi waktu yang membuat sorgum relevan.

E. “tetapi” menyatakan pertentangan, tidak sesuai dengan hubungan kalimat yang menjelaskan kondisi yang membuat sorgum dibutuhkan.

Catatan simbol wajib: konjungsi waktu \(\gt\) konjungsi pertentangan (untuk konteks ini), dan konjungsi pertentangan \(\lt\) konjungsi waktu.


soal 37

Bacalah kutipan cerpen berikut!

Kami tinggalkan warung di tepi sungai itu. Becak membawa kami ke pasar. Ibunya Nur membeli dua keranjang bunga rampai dan kami terus ke makam.

Di pemakaman itu kami sulit mencari dua makam ayah dan anaknya... suami dan mertuanya. Kucabut rimbunan semak, menyiangi makam... Akhirnya, kutemukan makam yang kami cari, R. Soedjatmiko, wafat \(31\) Agustus \(1973\). Kutabur bunga rampai. Kusentuh nisan yang bertulis namanya dan kupegang erat pusaranya.

(Nyekar, Hamsad Rangkuti)

Kalimat tanggapan (esei) yang sesuai kutipan tersebut adalah ....

A. Di Indonesia masih menjadi tradisi bila berziarah ke makam, menaburkan bunga rampai di atas pusara.

B. Hamsad Rangkuti berhasil mengemas cerita tentang tradisi berziarah ke pemakaman.

C. Cerpen tersebut mengangkat cerita tradisi masyarakat pedesaan saat berkunjung ke makam.

D. Pengarang mengajak pembaca untuk melestarikan tradisi menabur bunga rampai di pusara.

E. Cerpen tersebut memberikan gambaran tentang suasana pemakaman yang tidak terurus.

Jawaban dan Analisa

Jawaban: B

Analisa: “Kalimat tanggapan (esei)” berarti kalimat yang berisi penilaian/komentar terhadap karya (bukan sekadar menyebut isi cerita). Pilihan B jelas berupa evaluasi: “berhasil mengemas cerita...”. Pilihan lain cenderung berupa informasi umum atau ringkasan isi cerita.

A. Pernyataan umum tentang tradisi di Indonesia, bukan tanggapan terhadap cerpen.

B. Tepat: ada penilaian terhadap cara pengarang menyajikan cerita (unsur evaluatif).

C. Lebih berupa isi/topik cerpen, belum berupa penilaian.

D. Tidak tampak ajakan eksplisit dalam kutipan; ini interpretasi yang tidak didukung kuat.

E. Ini ringkasan suasana (makam banyak semak), bukan tanggapan evaluatif.

Catatan simbol wajib: kalimat evaluatif \(\gt\) kalimat informatif, dan informatif \(\lt\) evaluatif.


soal 38

Cermati kalimat-kalimat berikut!

Prosedur Mengurus Kartu Pelajar

\((1)\) Datanglah ke kantor tata usaha di sekolah Anda!

\((2)\) Mintalah blanko kepada petugas yang berjaga!

\((3)\) Isilah data yang tertera pada blanko dengan benar dan jujur!

\((4)\) ....

\((5)\) Setelah itu, Anda akan memasuki ruang pengambilan foto.

\((6)\) Setelah selesai berfoto, kartu pelajar akan selesai kurang lebih dua minggu.

Kalimat yang tepat untuk melengkapi teks tersebut adalah ....

A. Setelah blanko selesai Anda isi, serahkan kepada petugas!

B. Coretlah hal-hal yang tidak perlu dalam blanko itu!

C. Anda akan diminta berfoto di ruang tertentu.

D. Kartu pelajar bisa diambil di ruang pembina OSIS.

E. Blanko yang tidak lengkap isinya akan dikembalikan.

Jawaban dan Analisa

Jawaban: A

Analisa: Urutan prosedur harus logis: datang ke TU \(\rightarrow\) meminta blanko \(\rightarrow\) mengisi blanko \(\rightarrow\) menyerahkan blanko \(\rightarrow\) masuk ruang pengambilan foto \(\rightarrow\) menunggu kartu jadi. Kalimat \((4)\) paling tepat adalah perintah menyerahkan blanko yang sudah diisi kepada petugas, yaitu opsi A. Setelah blanko diserahkan, barulah wajar “setelah itu” menuju ruang foto pada \((5)\).

A. Tepat: menjadi jembatan logis antara mengisi blanko \((3)\) dan proses foto \((5)\).

B. Tidak relevan dan tidak lazim sebagai prosedur resmi.

C. Mengulang isi \((5)\) yang sudah jelas tentang ruang pengambilan foto.

D. Tidak sesuai karena prosedur tentang pengambilan kartu tidak dibahas pada \((5)\)–\((6)\).

E. Pernyataan bersifat syarat, bukan langkah prosedural yang mengalir sesuai urutan.

Catatan simbol wajib: urutan logis \(\gt\) urutan tidak logis, dan tidak logis \(\lt\) logis.


soal 39

Bacalah pantun berikut dengan cermat!

Asam kandis asam gelugur,

Ketiga asam si riang-riang

Menangis mayat di dalam kubur

....

Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah ....

A. waktu siang main layang-layang

B. teringat badan tidak sembahyang

C. burung bertengger di atas tiang

D. lupa tidak membayar utang

E. jangan main di tengah jalan

Jawaban dan Analisa

Jawaban: B

Analisa: Pantun terdiri dari sampiran (baris \(1\)–\(2\)) dan isi (baris \(3\)–\(4\)). Baris ke-\(3\) “Menangis mayat di dalam kubur” adalah isi yang bernada nasihat/renungan. Maka baris ke-\(4\) harus melanjutkan makna nasihat yang sejalan (penyesalan/ingat ibadah), serta rima akhir pantun juga harus selaras. Rima pada baris \(1\)–\(3\) berakhir bunyi “-ur” (gelugur, kubur), sedangkan baris \(2\) berakhir “-ang” (riang-riang), sehingga baris \(4\) sebaiknya juga berakhir “-ang”. Opsi B berakhir “sembahyang” (bunyi “-ang”) dan maknanya cocok (penyesalan).

A. Rima cocok “-ang”, tetapi isi tidak sejalan dengan nasihat kematian (terlalu sampiran/aktivitas biasa).

B. Tepat: rima “-ang” cocok dan isi menyambung makna penyesalan/ingat ibadah.

C. Rima “-ang” cocok, tetapi isi kembali menjadi sampiran (tidak sejalan dengan isi baris \(3\)).

D. Rima tidak tepat (berakhir “utang” bunyi “-ang” memang cocok), tetapi makna “utang” kurang kuat menyambung penyesalan spiritual yang ditonjolkan baris \(3\) pada pilihan yang tersedia; B lebih langsung dan padu.

E. Rima tidak sesuai (“jalan” bunyi “-an”), dan makna tidak terkait.

Catatan simbol wajib: kecocokan rima “-ang” \(\gt\) rima “-an”, dan “-an” \(\lt\) “-ang”.

soal \(40\)

Cermati teks berikut!

Saat bertugas, pengajar juga harus sabar ... sikap anak-anak yang selalu ingin bermain. Pengajar ... memberikan ... dalam suasana bermain.

Kata berimbuhan yang tepat untuk melengkapi teks tersebut adalah ....

A. menghadapi, berusaha, pelajaran

B. berhadapan, diusahakan, pengajaran

C. menemui, berlatih, pembelajaran

D. menghadapi, melatih, pengajaran

E. menghadapi, diusahakan, pembelajaran

Jawaban dan Analisa

Jawaban: D

Analisa: Kalimat harus padu secara makna dan gramatikal.

\(1\) “harus sabar ... sikap anak-anak” paling tepat diisi menghadapi karena frasa bakunya “sabar menghadapi sikap ...”.

\(2\) “Pengajar ... memberikan ...” membutuhkan verba yang logis untuk pekerjaan pengajar. Kata melatih cocok karena pengajar melatih siswa dalam suasana bermain.

\(3\) Objek setelah “memberikan” seharusnya nomina yang merujuk proses mengajar. pengajaran dapat berfungsi sebagai nomina proses/kegiatan mengajar yang diberikan/dilakukan dalam suasana bermain (dibanding “pelajaran” yang lebih sempit pada materi, dan “pembelajaran” yang menekankan proses belajar siswa).

Dengan demikian susunannya: “sabar menghadapi ... Pengajar melatih memberikan pengajaran ...”.

A. “berusaha memberikan pelajaran” bisa, tetapi “pengajar berusaha memberikan pelajaran” kurang tegas, dan “pelajaran” cenderung materi, bukan proses.

B. “berhadapan” kurang lazim untuk konteks sikap anak; “diusahakan” juga janggal setelah subjek “pengajar”.

C. “berlatih memberikan pembelajaran” tidak tepat karena pengajar bukan pihak yang “berlatih” dalam konteks ini; “menemui sikap” juga kurang pas.

D. Tepat: bentuk kata, hubungan subjek-predikat, dan makna kalimat paling padu.

E. “pengajar diusahakan” tidak benar secara struktur; yang “diusahakan” bukan subjeknya.

Catatan simbol wajib: susunan paling padu \(\gt\) susunan janggal, dan janggal \(\lt\) padu.