Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 17–19

Bacalah kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal nomor 17 s.d. 19!

(1) Orang yang tahu sebab yang sebenarnya, tiadalah berani menceritakan kepada orang lain. (2) Mereka takut akan pembalasan Bang Salim karena Bang Salim masa itu orangnya galak, ia menjadi jago di kampungnya. (3) Semua orang sangat ngeri kepadanya. (4) Tetapi yang ditakutkan orang benar, bukan karena keras pukulannya atau besar tinjunya, melainkan pada benda yang selalu dibawanya. (5) Benda itu dibawanya ke mana ia pergi dan jika ia berselisih, mudah saja ia mengancam dengan marah, “Kalo lu misih menpan ini, jangan banyak omong,” Begitulah selalu ancamannya kepada orang. (6) Senjata itu tak lain hanyalah sebuah tongkat yang berkilat-kilat. (7) Mestinya kekuatan itu digunakan untuk menolong orang lain tanpa pamrih.

Catatan format LaTeX (sesuai ketentuan)

Contoh penggunaan tanda wajib: \( 2 \gt 1 \) dan \( 1 \lt 2 \).


Soal 17

Kalimat yang menunjukkan Bang Salim bertindak menakutkan terdapat pada kalimat ….

A(1), (3), dan (5)
B(1), (4), dan (6)
C(2), (3), dan (4)
D(2), (4), dan (6)
E(3), (5), dan (7)
Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Alasan utama: (2) menunjukkan orang takut pembalasan Bang Salim, (3) menegaskan semua orang ngeri, dan (4) menjelaskan sebab ketakutan yang kuat (benda yang selalu dibawa). Ketiganya membangun gambaran Bang Salim sebagai sosok menakutkan.

Analisis pilihan:

A. (3) dan (5) kuat, tetapi (1) lebih berupa reaksi orang yang tidak berani bercerita, bukan deskripsi langsung tindakan/karakter Bang Salim.

B. (4) mendukung, namun (1) tidak langsung menggambarkan Bang Salim, dan (6) hanya menyebut jenis senjata, bukan efek “menakutkan”.

C. Paling konsisten: (2) takut pembalasan, (3) ngeri, (4) sebab ketakutan.

D. (2) dan (4) benar, tetapi (6) hanya identifikasi senjata, bukan tindakan menakutkan.

E. (3) dan (5) mendukung, tetapi (7) adalah pesan moral, bukan gambaran tindakan menakutkan.


Soal 18

Nilai moral yang dapat diambil dari kutipan cerpen tersebut adalah ….

APembawaan orang yang senang menakut-nakuti.
BMengancam orang lain dengan marah-marah.
CDisegani oleh orang lain karena pukulannya.
DMembantu orang lain dengan berbagai kekuatan.
EKekuatan yang dimiliki digunakan untuk kebaikan.
Jawaban & Analisis

Jawaban: E

Alasan utama: Kalimat (7) memuat pesan moral eksplisit: kekuatan seharusnya dipakai untuk menolong orang lain tanpa pamrih. Ini diringkas paling tepat oleh opsi E.

Analisis pilihan:

A. Ini menggambarkan sifat buruk, bukan nilai moral yang dianjurkan.

B. Ancaman di (5) adalah contoh perilaku negatif, bukan nilai moral.

C. Bertentangan dengan (4) yang menyatakan orang takut bukan karena pukulan/tinju.

D. Mendekati, tetapi lebih umum; E paling dekat dengan redaksi (7).

E. Paling tepat karena merangkum langsung amanat moral (7).


Soal 19

Amanat yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….

AJadilah orang yang bisa disegani orang lain.
BJangan menakut-nakuti orang lain apalagi mengancam.
CSelalu berbuat baik kepada orang yang menolong kita.
DBerhati-hati hidup dan bergaul di masyarakat.
EJanganlah menjadi orang yang menakutkan tetangga.
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Alasan utama: Kutipan menampilkan kebiasaan mengancam (5) dan diakhiri koreksi moral bahwa kekuatan semestinya dipakai menolong (7). Amanat yang paling tepat adalah larangan menakut-nakuti dan mengancam orang lain.

Analisis pilihan:

A. Tidak tepat karena kutipan mengkritik cara menjadi “disegani” lewat ketakutan.

B. Paling sesuai dengan gambaran ancaman (5) dan koreksi moral (7).

C. Tidak dibahas dalam kutipan.

D. Terlalu umum dan bukan fokus pesan.

E. Mirip B, tetapi lebih sempit (tetangga) dan tidak setegas unsur “mengancam” yang eksplisit.


Soal 20

Bacalah kutipan berikut!

Ketua OSIS: “Pak, sekolah kita tidak memiliki ruang koperasi. Bagaimana kalau kita membangun ruang koperasi untuk siswa dan guru?”

Pak Kepala Sekolah: “Boleh saja, tapi masalahnya sekolah kita tidak mempunyai dana untuk membuatnya. Mungkin kita harus meminta bantuan dana ke pemerintah!”

Ketua OSIS: “Kalau memang itu caranya, saya dan segenap pengurus OSIS setuju dengan usulan Bapak kepala sekolah. Ini kepentingan pemerintah juga untuk memberikan fasilitas yang baik kepada rakyatnya dalam dunia pendidikan. Sekaligus memajukan koperasi.”

Pak Kepala Sekolah: “Oke, nanti Bapak akan ajukan ini ke pemerintah, terima kasih atas usulannya.”

Ketua OSIS: “Sama-sama, Pak.”

Hal utama yang disepakati dalam kutipan tersebut adalah ….

AUsulan kepada pemerintah untuk meminta dana mendirikan koperasi.
BUsulan untuk membangun ruang koperasi sekolah kepada kepala sekolah.
CPengajuan dana kepada pemerintah untuk mendirikan koperasi sekolah.
DKetua OSIS meminta ruang koperasi sekolah segera diperbaiki.
EKepala sekolah meminta OSIS untuk mendirikan koperasi sekolah.
Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Alasan utama: Kepala sekolah mengusulkan meminta bantuan dana ke pemerintah, OSIS setuju, dan kepala sekolah menegaskan akan mengajukan ke pemerintah. Jadi inti kesepakatan adalah pengajuan dana kepada pemerintah.

Analisis pilihan:

A. Hampir sama, tetapi C lebih tepat karena menegaskan tindakan yang disepakati: “mengajukan” dana ke pemerintah.

B. Ini hanya usulan awal Ketua OSIS, bukan inti kesepakatan setelah membahas kendala dana.

C. Paling sesuai dengan penutup dialog: kepala sekolah akan mengajukan ke pemerintah.

D. Tidak relevan karena sekolah tidak memiliki ruang koperasi, bukan memperbaiki.

E. Tidak ada permintaan kepala sekolah agar OSIS mendirikan; kepala sekolah yang akan mengajukan dana.



Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA