Soal 36
Cermati teks berikut!
|
Sebagai akibat perubahan tata guna lahan, terjadi erosi sehingga sedimentasi masuk ke sungai dan daya tampung sungai menjadi berkurang. Hujan yang jatuh ke tanah, airnya akan menjadi aliran permukaan (run-off) di atas tanah dan sebagian meresap ke dalam tanah. .... suatu kawasan hutan diubah menjadi permukiman, hutan yang bisa menahan aliran permukaan cukup besar diganti menjadi permukiman dengan resistensi aliran permukaan kecil. Akibatnya, ada aliran permukaan tanah menuju sungai dan hal ini berakibat adanya peningkatan debit aliran sungai yang besar. Apabila kondisi tanahnya relatif tetap, air yang meresap ke dalam tanah akan relatif tetap. Faktor penutup lahan vegetasi cukup signifikan dalam pengurangan atau peningkatan aliran permukaan. |
Konjungsi temporal yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ....
A. lalu
B. kemudian
C. selanjutnya
D. ketika
E. setelah itu
Jawaban & Analisis Soal 36
Jawaban: D
Fokus soal: mengisi bagian rumpang dengan konjungsi temporal yang paling tepat agar hubungan waktu/peristiwa dalam paragraf menjadi logis.
Letak rumpang: Rumpang berada sebelum klausa “suatu kawasan hutan diubah menjadi permukiman ...”. Klausa ini menjelaskan keadaan pada saat terjadi perubahan tata guna lahan yang menimbulkan dampak pada aliran permukaan.
Alasan pilihan D benar: Kata “ketika” menyatakan hubungan waktu sekaligus situasi yang menjadi pemicu akibat. Kalimat menjadi logis: “... airnya akan menjadi aliran permukaan ... dan sebagian meresap ke dalam tanah. Ketika suatu kawasan hutan diubah menjadi permukiman, ... Akibatnya, ...” Hubungan sebab-akibatnya jelas, dan hubungan waktunya juga tepat.
Mengapa pilihan lain \( \lt \) D:
A, B, C (“lalu/kemudian/selanjutnya”) hanya menyatakan urutan peristiwa, padahal di sini yang dibutuhkan adalah penanda “pada saat kondisi itu terjadi” (saat hutan berubah). Urutan saja tidak sekuat hubungan situasional yang dibutuhkan.
E (“setelah itu”) menyatakan kejadian sesudahnya. Padahal perubahan hutan menjadi permukiman adalah kondisi yang menjelaskan situasi terjadinya peningkatan aliran permukaan, bukan peristiwa “sesudah” infiltrasi disebutkan.
Soal 37
Bacalah kutipan cerpen berikut!
|
Kami tinggalkan warung di tepi sungai itu. Becak membawa kami ke pasar. Ibunya Nur membeli dua keranjang bunga rampai dan kami terus ke makam. Di pemakaman itu kami sulit mencari dua makam ayah dan anaknya, suami dan mertuanya. Kucabut rimbunan semak, menyiangi makam. Akhirnya, kutemukan makam yang kami cari, R. Soedjatmiko, wafat 31 Agustus 1973. Kutabur bunga rampai. Kusentuh nisan yang bertulis namanya dan kupegang erat pusaranya. (Nyekar, Hamsad Rangkuti) |
Kalimat tanggapan (esai) yang sesuai kutipan tersebut adalah ....
A. Di Indonesia masih menjadi tradisi bila berziarah ke makam, menaburkan bunga rampai di atas pusara.
B. Hamsad Rangkuti berhasil mengemas cerita tentang tradisi berziarah ke pemakaman.
C. Cerpen tersebut mengangkat cerita tradisi masyarakat pedesaan saat berkunjung ke makam.
D. Pengarang mengajak pembaca untuk melestarikan tradisi menabur bunga rampai di pusara.
E. Cerpen tersebut memberikan gambaran tentang suasana pemakaman yang tidak terurus.
Jawaban & Analisis Soal 37
Jawaban: E
Fokus soal: memilih tanggapan esai yang paling sesuai dengan isi kutipan (berdasarkan bukti yang tampak pada kutipan, bukan asumsi di luar kutipan).
Bukti dari kutipan: “kami sulit mencari ...”, “Kucabut rimbunan semak, menyiangi makam.” Ini menunjukkan makam ditumbuhi semak dan perlu dibersihkan terlebih dahulu, sehingga suasana pemakaman tampak kurang terawat.
E paling sesuai. E menanggapi berdasarkan gambaran konkret dalam kutipan (makam ditumbuhi semak dan perlu disiangi). Karena itu E \( \gt \) pilihan lain.
Mengapa pilihan lain \( \lt \) E:
A bersifat pernyataan umum tentang tradisi Indonesia, bukan tanggapan yang khusus bertumpu pada kekhasan kutipan.
B terlalu umum (penilaian “berhasil” tanpa bukti spesifik dari kutipan yang mendukung klaim itu).
C menyebut “masyarakat pedesaan”, padahal kutipan tidak menyatakan latar pedesaan secara eksplisit.
D menyatakan “mengajak pembaca melestarikan”, padahal kutipan hanya menceritakan tindakan tokoh, bukan ajakan langsung.
Soal 38
Cermati kalimat-kalimat berikut!
|
(\(1\)) Siapkan kertas karton berwarna, segiempat sama sisi dengan ukuran \(18\) cm lalu ukurlah ke dalam lagi tiga cm pada masing-masing sisinya! (\(2\)) Kemudian, tarik garis pada keempat sisinya sehingga membentuk segiempat sama sisi yang lebih kecil! (\(3\)) Untuk membentuk kotak, setiap sudut digunting. (\(4\)) .... (\(5\)) Supaya kuat, sambungan tekukan dihubungkan dengan sisi lain dan diberi perekat. |
Kalimat yang tepat untuk melengkapi prosedur pembuatan kotak tersebut adalah ....
A. Setelah itu, keempat sisi segiempat tersebut ditekuk.
B. Ambil perekat untuk menempelkan karton yang digunting!
C. Maka terbentuklah kotak kecil yang mungil.
D. Lalu gunting kertas karton menjadi empat bagian!
E. Kotak tersebut sangat bermanfaat untuk menyimpan alat tulis.
Jawaban & Analisis Soal 38
Jawaban: A
Fokus soal: melengkapi langkah (\(4\)) agar urutan prosedur runtut dan logis.
Urutan logis: Setelah garis dibuat (\(1\))–(\(2\)) dan sudut digunting (\(3\)), langkah berikutnya sebelum diberi perekat (\(5\)) adalah melipat/menekuk sisi-sisi agar terbentuk dinding kotak. Baru setelah itu sambungan dilapisi perekat agar kuat.
A tepat. “Setelah itu, keempat sisi segiempat tersebut ditekuk.” adalah jembatan yang pas dari “sudut digunting” menuju “sambungan tekukan diberi perekat”. A \( \gt \) pilihan lain.
Mengapa pilihan lain \( \lt \) A:
B terlalu cepat: perekat baru relevan setelah ada tekukan yang membentuk kotak.
C adalah kalimat hasil/penutup, bukan langkah kerja.
D menyuruh menggunting karton menjadi empat bagian, tidak sesuai tujuan membuat kotak dari satu lembar.
E berisi manfaat, bukan prosedur.
Soal 39
Cermati kutipan pantun berikut!
|
Buah cempedak di luar pagar Ambil galah tolong jolokkan .... Kalau salah tolong tunjukkan |
Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah ....
A. Saya memang baru belajar
B. Saya akan pergi berlayar
C. Saya memang harus pintar
D. Ayo maju janganlah gentar
E. Bila mulut selalu bergetar
Jawaban & Analisis Soal 39
Jawaban: A
Fokus soal: melengkapi pantun dengan memperhatikan (1) rima, dan (2) kesesuaian isi.
Rima pantun: Baris \(1\) berakhir “pagar” (\(-ar\)), baris \(2\) berakhir “jolokkan” (\(-an\)), baris \(4\) berakhir “tunjukkan” (\(-an\)). Maka baris \(3\) seharusnya berima \(-ar\) seperti baris \(1\).
Isi pantun: Baris penutup “Kalau salah tolong tunjukkan” cocok bila baris \(3\) menyatakan bahwa penutur masih belajar/masih pemula sehingga meminta koreksi.
A paling tepat. “Saya memang baru belajar” berima \(-ar\) dan paling nyambung dengan permintaan koreksi pada baris \(4\). Karena itu A \( \gt \) pilihan lain.
Opsi lain \( \lt \) A: B, C, D, E memang berima \(-ar\), tetapi tidak sekuat A dalam mengikat makna “kalau salah tolong tunjukkan”.
Soal 40
Cermati teks berikut!
|
Saat bertugas, pengajar juga harus sabar ... sikap anak-anak yang selalu ingin bermain. Pengajar ... memberikan ... dalam suasana bermain. |
Kata berimbuhan yang tepat untuk melengkapi teks tersebut adalah ....
A. menghadapi, berusaha, pelajaran
B. berharap, diusahakan, pengajaran
C. menemukan, berlatih, pembelajaran
D. menghadapi, melatih, pengajaran
E. menghadapi, diusahakan, pembelajaran
Jawaban & Analisis Soal 40
Jawaban: A
Fokus soal: memilih kata berimbuhan yang membuat kalimat (1) efektif, (2) gramatikal, dan (3) sesuai makna.
Uji pengisian:
Kalimat menjadi: “Saat bertugas, pengajar juga harus sabar menghadapi sikap anak-anak yang selalu ingin bermain. Pengajar berusaha memberikan pelajaran dalam suasana bermain.”
Mengapa A benar: “sabar menghadapi” adalah pasangan yang wajar dalam bahasa Indonesia. “berusaha memberikan” juga tepat untuk menyatakan upaya guru. Objek “pelajaran” cocok sebagai sesuatu yang diberikan kepada siswa dalam suasana bermain.
Mengapa pilihan lain \( \lt \) A:
B salah pada awal: “sabar berharap sikap” tidak logis.
C tidak sesuai makna: “sabar menemukan sikap” tidak wajar dalam konteks ini.
D janggal: “Pengajar melatih memberikan pengajaran” tidak efektif; “melatih” butuh objek yang dilatih (misalnya melatih anak), bukan “melatih memberikan”.
E janggal: “Pengajar diusahakan memberikan ...” bentuk pasif tidak pas untuk subjek “pengajar” sebagai pelaku tindakan.
Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 1
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 2
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 3
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 4
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 5
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 6
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 7
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 8
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 9
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 10