Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

soal 41

Cermati teks berikut!

DPR telah mendapat banyak permintaan dari elemen masyarakat sipil dan organisasi massa aksi kritis dan hati-hati terhadap wacana keterlibatan aktif TNI. Namun, di internal pansus, pandangan fraksi masih berbeda-beda.

Kesalahan penggunaan kata baku dalam teks tersebut adalah kata ....

A. masyarakat seharusnya masarakat

B. sipil seharusnya ditulis sifil

C. masa seharusnya ditulis massa

D. kritis seharusnya ditulis keritis

E. fraksi seharusnya praksi

Jawaban dan Analisa

Jawaban: C

Analisa: Dalam konteks “organisasi massa aksi”, kata yang tepat adalah massa (kelompok orang banyak). Kata masa bermakna “waktu/kurun” (misalnya masa kecil, masa depan), sehingga tidak sesuai dengan maksud “kelompok orang”. Karena itu, kesalahan kata baku pada teks tersebut terdapat pada kata masa yang seharusnya massa.

A. Salah: bentuk baku adalah masyarakat, bukan masarakat.

B. Salah: bentuk baku adalah sipil, bukan sifil.

C. Tepat: dalam frasa “organisasi massa aksi”, yang benar massa (bukan masa).

D. Salah: bentuk baku adalah kritis, bukan keritis.

E. Salah: bentuk baku adalah fraksi, bukan praksi.

Catatan simbol wajib: pilihan yang benar hanya \(1\) \(\gt\) \(0\) (jumlah kesalahan yang diperbaiki pada jawaban benar \(\gt\) nol perbaikan pada pilihan salah).


soal 42

Cermati teks berikut!

Libur telah tiba, gebyar promosi di Pekan Raya Jakarta pun telah dibuka. Masyarakat agar supaya menikmati beragam program menarik untuk menyambut momen liburan. Setiap hari banyak pengunjung yang datang ke PRJ seolah-olah mereka tidak mau ketinggalan untuk menyaksikan acara yang disuguhkan.

Perbaikan kalimat yang bercetak miring dilakukan dengan cara ....

A. menghilangkan kata agar

B. menghilangkan kata supaya

C. mengganti kata agar supaya dengan kata dapat

D. mengganti kata beragam dengan kata berbagai

E. menghilangkan kata supaya dan momen

Jawaban dan Analisa

Jawaban: C

Analisa: Kalimat miring bermasalah karena:

1) “agar” dan “supaya” bermakna sama (konjungsi tujuan), sehingga pemakaiannya berurutan menjadi mubazir.

2) Kalimatnya tidak memiliki predikat yang jelas untuk subjek “Masyarakat” (terasa menggantung).

Perbaikan paling efektif adalah mengganti “agar supaya” menjadi “dapat”, sehingga kalimat menjadi jelas dan padu: “Masyarakat dapat menikmati beragam program menarik untuk menyambut momen liburan.”

A. Jika “agar” dihilangkan, masih tersisa “Masyarakat supaya ...” yang tetap terasa tidak efektif karena “supaya” lazimnya menghubungkan klausa tujuan, bukan langsung mengikuti subjek tanpa struktur yang rapi.

B. Jika “supaya” dihilangkan, menjadi “Masyarakat agar ...” yang juga tetap menggantung dan kurang efektif.

C. Tepat: “dapat” menjadikan kalimat efektif (subjek + predikat), sekaligus menghilangkan kemubaziran “agar supaya”.

D. “beragam” dan “berbagai” sama-sama bisa dipakai; ini tidak memperbaiki masalah utama (kemubaziran dan ketidakefektifan struktur).

E. Menghilangkan “momen” tidak menyelesaikan masalah inti; masalah utama ada pada “agar supaya” dan struktur kalimat.

Catatan simbol wajib: kalimat efektif \(\gt\) kalimat tidak efektif, dan kalimat tidak efektif \(\lt\) kalimat efektif.


soal 43

Bacalah kutipan cerpen berikut!

Sejak pindah ke kota itu, Raka tidak pernah benar-benar merasa tenang. Sesekali ia terdiam lama menatap langit senja, lalu tersenyum kecil seolah menyimpan sesuatu. Ia sering bercerita tentang angannya yang belum sempat ia wujudkan: menulis buku, membangun perpustakaan kecil, dan mengajar anak-anak di kampungnya. Karena itu, ia selalu mengisi hari dengan kegiatan yang menurutnya berguna.

Makna lambang angannya pada kutipan tersebut adalah ....

A. keputusan yang sudah ditetapkan

B. kegiatan yang sedang dilakukan

C. kesenangan yang sudah dimiliki

D. keinginan atau cita-cita

E. kesempatan yang baru datang

Jawaban dan Analisa

Jawaban: D

Analisa: Kata “angan” (dalam “angannya”) merujuk pada sesuatu yang diimpikan, dicita-citakan, atau diinginkan tetapi belum terwujud. Kutipan bahkan memberi contoh konkret: “menulis buku, membangun perpustakaan kecil, dan mengajar anak-anak”. Itu adalah daftar keinginan/cita-cita, bukan keputusan, kegiatan rutin, atau kesempatan.

A. “Keputusan” adalah sesuatu yang sudah dipilih dan ditetapkan, sedangkan “angan” bersifat impian yang belum tentu diputuskan langkahnya.

B. “Kegiatan” adalah tindakan nyata yang dikerjakan; dalam kutipan, kegiatan justru dilakukan karena “angan” (sebagai sebab), bukan makna “angan” itu sendiri.

C. “Kesenangan” mengarah pada hal yang dinikmati saat ini; “angan” di sini adalah rencana/impian masa depan.

D. Tepat: “angannya” bermakna keinginan atau cita-cita yang belum terwujud.

E. “Kesempatan” berarti peluang; kutipan tidak menekankan peluang, melainkan impian yang ingin diwujudkan.

Catatan simbol wajib: cita-cita (masa depan) \(\gt\) kesenangan sesaat, dan kesenangan sesaat \(\lt\) cita-cita.


soal 44

Cermati kutipan novel berikut!

(\(1\)) Dini selalu pulang paling akhir dari sekolah. (\(2\)) Ia menolak dijemput, memilih berjalan kaki agar bisa menyapa tetangga. (\(3\)) Sepanjang jalan, ia menahan lelah, tetapi tetap mengantarkan buku pinjaman ke rumah adiknya. (\(4\)) Baginya, itu cara sederhana untuk membuat orang lain merasa terbantu. (\(5\)) Banyak orang yang semakin tua semakin keras, semakin mudah marah, semakin sulit menghargai.

Majas pada teks tersebut terdapat pada kalimat bernomor ....

A. (\(1\))

B. (\(2\))

C. (\(3\))

D. (\(4\))

E. (\(5\))

Jawaban dan Analisa

Jawaban: E

Analisa: Majas adalah penggunaan bahasa kias/retoris untuk memberi efek tertentu. Kalimat (\(5\)) memakai gaya pengulangan bertingkat “semakin ... semakin ... semakin ...” yang menegaskan perubahan sifat secara berlebihan/retoris (penekanan), sehingga termasuk pemajasan (gaya bahasa repetisi/klimaks).

A. Pernyataan faktual tentang waktu pulang, tidak menunjukkan gaya bahasa khusus.

B. Pernyataan tindakan memilih berjalan kaki, masih literal.

C. Deskripsi peristiwa mengantar buku, literal.

D. Pernyataan makna tindakan “cara sederhana”, masih lugas.

E. Tepat: ada repetisi bertingkat yang memberi efek penegasan, sehingga merupakan penggunaan majas/gaya bahasa.

Catatan simbol wajib: penegasan retoris \(\gt\) pernyataan datar, dan pernyataan datar \(\lt\) penegasan retoris.


soal 45

Cermati kutipan novel berikut!

(\(1\)) Dini selalu pulang paling akhir dari sekolah. (\(2\)) Ia menolak dijemput, memilih berjalan kaki agar bisa menyapa tetangga. (\(3\)) Sepanjang jalan, ia menahan lelah, tetapi tetap mengantarkan buku pinjaman ke rumah adiknya. (\(4\)) Baginya, itu cara sederhana untuk membuat orang lain merasa terbantu. (\(5\)) Banyak orang yang semakin tua semakin keras, semakin mudah marah, semakin sulit menghargai.

Pendeskipsian watak Dini yang peduli diketahui melalui ....

A. jalan pikiran tokoh

B. tanggapan tokoh lain

C. tindakan tokoh

D. lingkungan tokoh

E. ucapan tokoh

Jawaban dan Analisa

Jawaban: C

Analisa: Watak “peduli” ditunjukkan oleh perbuatan nyata: Dini memilih berjalan kaki agar bisa menyapa tetangga dan tetap mengantarkan buku pinjaman ke rumah adiknya meski lelah. Itu adalah bukti karakter melalui tindakan, bukan melalui komentar orang lain atau monolog panjang.

A. Tidak dominan: kutipan lebih banyak menunjukkan tindakan, bukan uraian pikiran batin yang panjang.

B. Tidak ada tanggapan tokoh lain dalam kutipan.

C. Tepat: kepedulian tampak dari tindakan nyata membantu dan menyapa.

D. Lingkungan tidak menjelaskan watak secara langsung di kutipan ini.

E. Tidak ada ucapan tokoh berupa dialog yang menunjukkan watak; yang ada adalah narasi tindakan.