Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

No 1

Sebuah printer memiliki kecepatan cetak 20 halaman per menit dan menggunakan katrid dengan kapasitas 500 ml. Harga tinta adalah Rp150.000 per 100 ml. Jika printer digunakan untuk mencetak 1.000 halaman, dan setelah 500 halaman pertama harga tinta naik 20%, berapa total biaya tinta jika setiap 100 halaman menghabiskan 10 ml tinta?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Hitung kebutuhan tinta untuk 1.000 halaman

Diketahui setiap \( 100 \) halaman menghabiskan \( 10 \) ml tinta.

Untuk \( 1.000 \) halaman:

\( \frac{1.000}{100} \times 10 = 10 \times 10 = 100 \) ml

Jadi, total tinta yang dibutuhkan adalah \( 100 \) ml.

Langkah 2: Bagi penggunaan tinta menjadi 2 bagian

Karena kenaikan harga terjadi setelah \( 500 \) halaman pertama, maka:

- \( 500 \) halaman pertama

- \( 500 \) halaman berikutnya

Tinta untuk \( 500 \) halaman pertama:

\( \frac{500}{100} \times 10 = 5 \times 10 = 50 \) ml

Tinta untuk \( 500 \) halaman berikutnya:

\( \frac{500}{100} \times 10 = 50 \) ml

Langkah 3: Hitung biaya tinta untuk 500 halaman pertama

Harga tinta awal adalah Rp\( 150.000 \) per \( 100 \) ml.

Berarti harga per \( 1 \) ml adalah:

\( \frac{150.000}{100} = 1.500 \)

Maka biaya untuk \( 50 \) ml:

\( 50 \times 1.500 = 75.000 \)

Jadi, biaya tinta untuk \( 500 \) halaman pertama adalah Rp\( 75.000 \).

Langkah 4: Hitung harga tinta setelah naik \( 20\% \)

Kenaikan harga tinta:

\( 20\% \times 150.000 = \frac{20}{100} \times 150.000 = 30.000 \)

Harga baru per \( 100 \) ml:

\( 150.000 + 30.000 = 180.000 \)

Harga baru per \( 1 \) ml:

\( \frac{180.000}{100} = 1.800 \)

Langkah 5: Hitung biaya tinta untuk 500 halaman berikutnya

Tinta yang dipakai tetap \( 50 \) ml.

Biayanya:

\( 50 \times 1.800 = 90.000 \)

Langkah 6: Hitung total biaya tinta

\( 75.000 + 90.000 = 165.000 \)

Jadi, total biaya tinta adalah Rp\( 165.000 \).


No 2

Sebuah truk pengangkut memiliki kapasitas bak 5 ton dan konsumsi bahan bakar 10 km/liter. Truk harus menempuh perjalanan 400 km. Harga solar awal adalah Rp10.000/liter. Setelah menempuh 200 km, harga solar naik 15%. Berapa total biaya bahan bakar untuk seluruh perjalanan tersebut?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Hitung kebutuhan bahan bakar untuk seluruh perjalanan

Diketahui konsumsi bahan bakar adalah \( 10 \) km per liter.

Jarak perjalanan adalah \( 400 \) km.

Maka kebutuhan bahan bakar:

\( \frac{400}{10} = 40 \) liter

Jadi total bahan bakar yang dibutuhkan adalah \( 40 \) liter.

Langkah 2: Bagi perjalanan menjadi dua bagian

Kenaikan harga terjadi setelah \( 200 \) km pertama.

Maka perjalanan dibagi menjadi:

\( 200 \) km pertama dan \( 200 \) km berikutnya.

Kebutuhan bahan bakar untuk \( 200 \) km:

\( \frac{200}{10} = 20 \) liter

Jadi:

- \( 20 \) liter pertama dengan harga awal

- \( 20 \) liter berikutnya dengan harga baru

Langkah 3: Hitung biaya bahan bakar untuk 200 km pertama

Harga solar awal adalah Rp\( 10.000 \) per liter.

Maka biaya:

\( 20 \times 10.000 = 200.000 \)

Biaya bahan bakar untuk \( 200 \) km pertama adalah Rp\( 200.000 \).

Langkah 4: Hitung harga solar setelah naik \( 15\% \)

Kenaikan harga:

\( 15\% \times 10.000 = \frac{15}{100} \times 10.000 = 1.500 \)

Harga baru solar:

\( 10.000 + 1.500 = 11.500 \)

Langkah 5: Hitung biaya bahan bakar untuk 200 km berikutnya

Kebutuhan bahan bakar tetap \( 20 \) liter.

Maka biaya:

\( 20 \times 11.500 = 230.000 \)

Langkah 6: Hitung total biaya bahan bakar

\( 200.000 + 230.000 = 430.000 \)

Jadi, total biaya bahan bakar untuk perjalanan tersebut adalah Rp\( 430.000 \).


No 3

Seseorang menyewa jasa cloud storage berkapasitas 2 TB dengan biaya Rp50.000 per bulan untuk setiap 100 GB data yang disimpan. Ia berencana menyimpan data sebesar 500 GB selama satu tahun. Jika setelah bulan ke-6 biaya sewa naik sebesar 10% per 100 GB, berapa total biaya yang harus dibayar selama setahun?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Ubah kapasitas data ke satuan 100 GB

Data yang disimpan adalah \( 500 \) GB.

Biaya dihitung per \( 100 \) GB.

Maka:

\( \frac{500}{100} = 5 \)

Artinya pengguna menyewa \( 5 \) unit kapasitas \( 100 \) GB.

Langkah 2: Hitung biaya per bulan sebelum kenaikan harga

Biaya untuk \( 100 \) GB adalah Rp\( 50.000 \).

Maka biaya untuk \( 500 \) GB:

\( 5 \times 50.000 = 250.000 \)

Jadi biaya per bulan sebelum kenaikan harga adalah Rp\( 250.000 \).

Langkah 3: Hitung biaya untuk 6 bulan pertama

\( 6 \times 250.000 = 1.500.000 \)

Biaya 6 bulan pertama adalah Rp\( 1.500.000 \).

Langkah 4: Hitung kenaikan harga \( 10\% \)

Kenaikan harga per \( 100 \) GB:

\( 10\% \times 50.000 = \frac{10}{100} \times 50.000 = 5.000 \)

Harga baru per \( 100 \) GB:

\( 50.000 + 5.000 = 55.000 \)

Langkah 5: Hitung biaya baru per bulan untuk 500 GB

\( 5 \times 55.000 = 275.000 \)

Jadi biaya per bulan setelah kenaikan harga adalah Rp\( 275.000 \).

Langkah 6: Hitung biaya untuk 6 bulan berikutnya

\( 6 \times 275.000 = 1.650.000 \)

Langkah 7: Hitung total biaya selama 1 tahun

\( 1.500.000 + 1.650.000 = 3.150.000 \)

Jadi, total biaya cloud storage selama satu tahun adalah Rp\( 3.150.000 \).


No 4

Sebuah mesin pompa air memiliki daya 500 Watt dan mampu mengalirkan 20 liter air per menit. Biaya listrik awal adalah Rp1.500 per kWh (1 kWh = 1.000 Watt per jam). Mesin tersebut menyala selama 10 jam. Jika setelah 5 jam pertama tarif listrik naik 5%, berapakah total biaya listrik yang dikeluarkan?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Ubah daya ke satuan kW

Daya mesin adalah \( 500 \) Watt.

Karena \( 1 \text{ kW} = 1.000 \text{ Watt} \), maka:

\( \frac{500}{1.000} = 0,5 \) kW

Jadi daya mesin adalah \( 0,5 \) kW.

Langkah 2: Hitung energi listrik yang dipakai selama 5 jam pertama

Rumus energi listrik:

\( \text{Energi} = \text{Daya} \times \text{Waktu} \)

Maka:

\( 0,5 \times 5 = 2,5 \) kWh

Langkah 3: Hitung biaya listrik untuk 5 jam pertama

Tarif listrik awal adalah Rp\( 1.500 \) per kWh.

Maka biaya:

\( 2,5 \times 1.500 = 3.750 \)

Biaya listrik untuk 5 jam pertama adalah Rp\( 3.750 \).

Langkah 4: Hitung tarif listrik setelah naik \( 5\% \)

Kenaikan tarif:

\( 5\% \times 1.500 = \frac{5}{100} \times 1.500 = 75 \)

Tarif baru:

\( 1.500 + 75 = 1.575 \)

Langkah 5: Hitung energi listrik untuk 5 jam berikutnya

\( 0,5 \times 5 = 2,5 \) kWh

Langkah 6: Hitung biaya listrik setelah kenaikan tarif

\( 2,5 \times 1.575 = 3.937,5 \)

Langkah 7: Hitung total biaya listrik

\( 3.750 + 3.937,5 = 7.687,5 \)

Jadi, total biaya listrik yang dikeluarkan adalah Rp\( 7.687,5 \).


No 5

Sebuah pabrik roti memproduksi 1.000 bungkus roti per hari dengan mesin berkapasitas 50 kg adonan. Biaya bahan baku per bungkus adalah Rp2.000. Untuk produksi hari ini, 500 bungkus pertama menggunakan harga bahan baku lama, namun untuk 500 bungkus sisanya harga bahan baku naik 25%. Berapakah total biaya bahan baku untuk 1.000 bungkus tersebut?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Hitung biaya bahan baku untuk 500 bungkus pertama

Biaya bahan baku per bungkus adalah Rp\( 2.000 \).

Maka biaya untuk \( 500 \) bungkus pertama:

\( 500 \times 2.000 = 1.000.000 \)

Jadi biaya bahan baku untuk \( 500 \) bungkus pertama adalah Rp\( 1.000.000 \).

Langkah 2: Hitung kenaikan harga bahan baku \( 25\% \)

Kenaikan harga:

\( 25\% \times 2.000 = \frac{25}{100} \times 2.000 = 500 \)

Harga baru per bungkus:

\( 2.000 + 500 = 2.500 \)

Langkah 3: Hitung biaya bahan baku untuk 500 bungkus berikutnya

\( 500 \times 2.500 = 1.250.000 \)

Langkah 4: Hitung total biaya bahan baku

\( 1.000.000 + 1.250.000 = 2.250.000 \)

Jadi, total biaya bahan baku untuk 1.000 bungkus roti adalah Rp\( 2.250.000 \).


No 6

Sebuah kapal feri memiliki kapasitas 200 penumpang dan menempuh jarak 60 mil laut dengan konsumsi bahan bakar 2 liter per mil laut. Harga bahan bakar awal Rp15.000/liter. Setelah kapal menempuh 30 mil laut, harga bahan bakar turun 10%. Berapa total biaya bahan bakar untuk perjalanan 60 mil laut tersebut?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Hitung total kebutuhan bahan bakar

Konsumsi bahan bakar adalah \( 2 \) liter per mil laut.

Jarak perjalanan adalah \( 60 \) mil laut.

Maka kebutuhan bahan bakar:

\( 60 \times 2 = 120 \) liter

Jadi total bahan bakar yang dibutuhkan adalah \( 120 \) liter.

Langkah 2: Bagi perjalanan menjadi dua bagian

Perubahan harga terjadi setelah \( 30 \) mil laut.

Maka perjalanan dibagi menjadi:

\( 30 \) mil laut pertama dan \( 30 \) mil laut berikutnya.

Kebutuhan bahan bakar untuk \( 30 \) mil laut:

\( 30 \times 2 = 60 \) liter

Jadi:

- \( 60 \) liter pertama menggunakan harga awal

- \( 60 \) liter berikutnya menggunakan harga baru

Langkah 3: Hitung biaya bahan bakar untuk 30 mil laut pertama

Harga awal bahan bakar adalah Rp\( 15.000 \) per liter.

Maka biaya:

\( 60 \times 15.000 = 900.000 \)

Biaya bahan bakar untuk bagian pertama adalah Rp\( 900.000 \).

Langkah 4: Hitung harga bahan bakar setelah turun \( 10\% \)

Penurunan harga:

\( 10\% \times 15.000 = \frac{10}{100} \times 15.000 = 1.500 \)

Harga baru bahan bakar:

\( 15.000 - 1.500 = 13.500 \)

Langkah 5: Hitung biaya bahan bakar untuk 30 mil laut berikutnya

Kebutuhan bahan bakar tetap \( 60 \) liter.

Maka biaya:

\( 60 \times 13.500 = 810.000 \)

Langkah 6: Hitung total biaya bahan bakar

\( 900.000 + 810.000 = 1.710.000 \)

Jadi, total biaya bahan bakar untuk perjalanan tersebut adalah Rp\( 1.710.000 \).


No 7

Sebuah jasa pengiriman menggunakan motor dengan tangki 5 liter dan mampu menempuh 50 km/liter. Kurir harus mengantar paket sejauh 300 km. Harga bensin awal Rp12.000/liter. Setelah 150 km pertama, harga bensin naik Rp1.200 per liter. Berapakah total biaya bensin yang dikeluarkan?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Hitung kebutuhan bensin untuk seluruh perjalanan

Konsumsi bensin adalah \( 50 \) km per liter.

Jarak perjalanan adalah \( 300 \) km.

Maka kebutuhan bensin:

\( \frac{300}{50} = 6 \) liter

Jadi total bensin yang dibutuhkan adalah \( 6 \) liter.

Langkah 2: Bagi perjalanan menjadi dua bagian

Kenaikan harga terjadi setelah \( 150 \) km pertama.

Maka perjalanan dibagi menjadi:

\( 150 \) km pertama dan \( 150 \) km berikutnya.

Kebutuhan bensin untuk \( 150 \) km:

\( \frac{150}{50} = 3 \) liter

Jadi:

- \( 3 \) liter pertama menggunakan harga awal

- \( 3 \) liter berikutnya menggunakan harga baru

Langkah 3: Hitung biaya bensin untuk 150 km pertama

Harga bensin awal adalah Rp\( 12.000 \) per liter.

Maka biaya:

\( 3 \times 12.000 = 36.000 \)

Biaya bensin untuk bagian pertama adalah Rp\( 36.000 \).

Langkah 4: Hitung harga bensin setelah naik Rp\( 1.200 \)

Harga baru bensin:

\( 12.000 + 1.200 = 13.200 \)

Langkah 5: Hitung biaya bensin untuk 150 km berikutnya

Kebutuhan bensin tetap \( 3 \) liter.

Maka biaya:

\( 3 \times 13.200 = 39.600 \)

Langkah 6: Hitung total biaya bensin

\( 36.000 + 39.600 = 75.600 \)

Jadi, total biaya bensin yang dikeluarkan adalah Rp\( 75.600 \).


No 8

Sebuah lampu jalan memiliki intensitas cahaya 3.000 lumen dan memakan daya 100 Watt. Lampu tersebut dinyalakan selama 12 jam setiap hari. Biaya listrik adalah Rp2.000 per kWh. Jika setelah 6 jam pertama di malam hari ada biaya tambahan pajak energi sebesar 10% dari tarif dasar, berapa total biaya listrik lampu tersebut untuk satu malam?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Ubah daya ke satuan kW

Daya lampu adalah \( 100 \) Watt.

Karena \( 1 \text{ kW} = 1.000 \text{ Watt} \), maka:

\( \frac{100}{1.000} = 0,1 \) kW

Jadi daya lampu adalah \( 0,1 \) kW.

Langkah 2: Hitung energi listrik untuk 6 jam pertama

Rumus energi listrik adalah:

\( \text{Energi} = \text{Daya} \times \text{Waktu} \)

Maka energi untuk \( 6 \) jam pertama:

\( 0,1 \times 6 = 0,6 \) kWh

Langkah 3: Hitung biaya listrik untuk 6 jam pertama

Tarif dasar listrik adalah Rp\( 2.000 \) per kWh.

Maka biaya untuk \( 6 \) jam pertama:

\( 0,6 \times 2.000 = 1.200 \)

Jadi biaya listrik untuk \( 6 \) jam pertama adalah Rp\( 1.200 \).

Langkah 4: Hitung tarif listrik setelah ditambah pajak energi \( 10\% \)

Besar pajak energi:

\( 10\% \times 2.000 = \frac{10}{100} \times 2.000 = 200 \)

Tarif baru listrik:

\( 2.000 + 200 = 2.200 \)

Langkah 5: Hitung energi listrik untuk 6 jam berikutnya

Energi untuk \( 6 \) jam berikutnya:

\( 0,1 \times 6 = 0,6 \) kWh

Langkah 6: Hitung biaya listrik untuk 6 jam berikutnya

\( 0,6 \times 2.200 = 1.320 \)

Jadi biaya listrik untuk \( 6 \) jam berikutnya adalah Rp\( 1.320 \).

Langkah 7: Hitung total biaya listrik untuk satu malam

\( 1.200 + 1.320 = 2.520 \)

Jadi, total biaya listrik lampu tersebut untuk satu malam adalah Rp\( 2.520 \).


No 9

Sebuah kolam renang berkapasitas 10.000 liter diisi air dengan biaya Rp5.000 per 1.000 liter. Pengelola ingin mengisi penuh kolam tersebut. Jika setelah terisi 5.000 liter pertama harga air naik sebesar Rp500 per 1.000 liter, berapakah total biaya untuk mengisi kolam hingga penuh?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Ubah kapasitas kolam ke satuan 1.000 liter

Kapasitas kolam adalah \( 10.000 \) liter.

Biaya dihitung per \( 1.000 \) liter.

Maka:

\( \frac{10.000}{1.000} = 10 \)

Artinya kolam membutuhkan \( 10 \) unit air masing-masing \( 1.000 \) liter.

Langkah 2: Bagi pengisian air menjadi dua bagian

Harga naik setelah \( 5.000 \) liter pertama.

Maka:

\( \frac{5.000}{1.000} = 5 \)

Jadi:

- \( 5 \) unit pertama menggunakan harga lama

- \( 5 \) unit berikutnya menggunakan harga baru

Langkah 3: Hitung biaya untuk 5.000 liter pertama

Harga awal adalah Rp\( 5.000 \) per \( 1.000 \) liter.

Maka biaya:

\( 5 \times 5.000 = 25.000 \)

Biaya untuk bagian pertama adalah Rp\( 25.000 \).

Langkah 4: Hitung harga baru setelah kenaikan Rp\( 500 \)

Harga baru air:

\( 5.000 + 500 = 5.500 \)

Langkah 5: Hitung biaya untuk 5.000 liter berikutnya

\( 5 \times 5.500 = 27.500 \)

Langkah 6: Hitung total biaya pengisian kolam

\( 25.000 + 27.500 = 52.500 \)

Jadi, total biaya untuk mengisi kolam hingga penuh adalah Rp\( 52.500 \).


No 10

Sebuah perusahaan menyewa bus berkapasitas 50 kursi untuk perjalanan sejauh 500 km. Biaya sewa bus dihitung berdasarkan jarak, yaitu Rp5.000 per km. Jika setelah menempuh 250 km ada biaya tambahan biaya tol dan surcharge bensin sebesar 20% dari biaya per km, berapakah total biaya perjalanan tersebut?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Bagi perjalanan menjadi dua bagian

Total perjalanan adalah \( 500 \) km.

Perubahan biaya terjadi setelah \( 250 \) km pertama.

Maka perjalanan dibagi menjadi:

- \( 250 \) km pertama

- \( 250 \) km berikutnya

Langkah 2: Hitung biaya untuk 250 km pertama

Biaya sewa bus adalah Rp\( 5.000 \) per km.

Maka biaya untuk \( 250 \) km pertama:

\( 250 \times 5.000 = 1.250.000 \)

Langkah 3: Hitung kenaikan biaya \( 20\% \)

Kenaikan biaya per km:

\( 20\% \times 5.000 = \frac{20}{100} \times 5.000 = 1.000 \)

Biaya baru per km:

\( 5.000 + 1.000 = 6.000 \)

Langkah 4: Hitung biaya untuk 250 km berikutnya

\( 250 \times 6.000 = 1.500.000 \)

Langkah 5: Hitung total biaya perjalanan

\( 1.250.000 + 1.500.000 = 2.750.000 \)

Jadi, total biaya perjalanan bus tersebut adalah Rp\( 2.750.000 \).


No 11

Sebuah sekolah memiliki total anggaran Rp200.000.000. Alokasi dana adalah: Gaji Guru (45%), Pemeliharaan Gedung (20%), Perpustakaan (15%), Ekstrakurikuler (12%), dan OSIS (8%). Pertanyaan: Berapakah total dana yang dialokasikan untuk gabungan Perpustakaan dan OSIS?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Tentukan persentase gabungan Perpustakaan dan OSIS

Persentase Perpustakaan adalah \( 15\% \).

Persentase OSIS adalah \( 8\% \).

Maka persentase gabungan:

\( 15\% + 8\% = 23\% \)

Langkah 2: Hitung nilai \( 23\% \) dari total anggaran

Total anggaran adalah Rp\( 200.000.000 \).

Gunakan rumus persentase:

\( \frac{23}{100} \times 200.000.000 \)

Langkah 3: Lakukan perhitungan

\( 0,23 \times 200.000.000 = 46.000.000 \)

Kesimpulan

Total dana untuk Perpustakaan dan OSIS adalah Rp\( 46.000.000 \).


No 12

Sebuah dealer menjual 5 jenis kendaraan dalam sebulan dengan total 120 unit. Data penjualannya: Mobil MPV (40 unit), SUV (30 unit), Sedan (15 unit), Hatchback (25 unit), dan Sisanya adalah City Car. Pertanyaan: Berapa persentase penjualan City Car terhadap total seluruh kendaraan yang terjual?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Hitung jumlah kendaraan selain City Car

MPV = \( 40 \) unit

SUV = \( 30 \) unit

Sedan = \( 15 \) unit

Hatchback = \( 25 \) unit

Total kendaraan yang sudah diketahui:

\( 40 + 30 + 15 + 25 = 110 \) unit

Langkah 2: Hitung jumlah City Car

Total kendaraan adalah \( 120 \) unit.

Maka jumlah City Car:

\( 120 - 110 = 10 \) unit

Langkah 3: Hitung persentase City Car terhadap total kendaraan

Rumus persentase:

\( \frac{\text{bagian}}{\text{total}} \times 100\% \)

\( \frac{10}{120} \times 100\% \)

Langkah 4: Sederhanakan perhitungan

\( \frac{10}{120} = \frac{1}{12} \)

\( \frac{1}{12} \times 100\% = 8,33\% \)

Kesimpulan

Persentase penjualan City Car adalah sekitar \( 8,33\% \) dari total kendaraan yang terjual.


No 13

Grafik produksi sepatu sebuah pabrik selama 5 bulan menunjukkan data sebagai berikut: Januari (500 pasang), Februari (naik 20% dari Januari), Maret (turun 10% dari Februari), April (600 pasang), dan Mei (naik 5% dari April). Pertanyaan: Berapakah selisih total produksi antara bulan Februari dan bulan Maret?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Hitung produksi bulan Februari

Produksi Januari adalah \( 500 \) pasang.

Februari naik \( 20\% \) dari Januari.

Kenaikan produksi:

\( 20\% \times 500 = \frac{20}{100} \times 500 = 100 \)

Maka produksi Februari:

\( 500 + 100 = 600 \) pasang

Langkah 2: Hitung produksi bulan Maret

Maret turun \( 10\% \) dari Februari.

Penurunan produksi:

\( 10\% \times 600 = \frac{10}{100} \times 600 = 60 \)

Maka produksi Maret:

\( 600 - 60 = 540 \) pasang

Langkah 3: Hitung selisih produksi Februari dan Maret

\( 600 - 540 = 60 \)

Kesimpulan

Selisih total produksi antara bulan Februari dan bulan Maret adalah \( 60 \) pasang sepatu.


No 14

Tabel kependudukan sebuah desa dengan total 1.200 jiwa menunjukkan: Balita (10%), Anak-anak (15%), Remaja (25%), Dewasa (40%), dan Lansia (10%). Pertanyaan: Jika 20% dari penduduk kategori "Dewasa" adalah pendatang baru, berapakah jumlah penduduk asli (bukan pendatang) pada kategori Dewasa tersebut?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Hitung jumlah penduduk kategori Dewasa

Persentase Dewasa adalah \( 40\% \).

Total penduduk desa adalah \( 1.200 \) jiwa.

Maka jumlah penduduk Dewasa:

\( \frac{40}{100} \times 1.200 = 480 \)

Jadi jumlah penduduk Dewasa adalah \( 480 \) orang.

Langkah 2: Hitung jumlah pendatang baru

Diketahui \( 20\% \) dari kategori Dewasa adalah pendatang.

\( \frac{20}{100} \times 480 = 96 \)

Jadi jumlah pendatang baru pada kategori Dewasa adalah \( 96 \) orang.

Langkah 3: Hitung jumlah penduduk asli

\( 480 - 96 = 384 \)

Kesimpulan

Jumlah penduduk asli pada kategori Dewasa adalah \( 384 \) orang.


No 15

Total ekspor sebuah negara adalah 1.500 ton. Komoditasnya terdiri dari: Batubara (40%), Kelapa Sawit (30%), Karet (15%), Kopi (10%), dan Kakao (5%). Pertanyaan: Berapakah selisih berat (dalam ton) antara ekspor Kelapa Sawit dengan gabungan ekspor Kopi dan Kakao?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Hitung ekspor Kelapa Sawit

Persentase Kelapa Sawit adalah \( 30\% \).

Total ekspor adalah \( 1.500 \) ton.

Maka:

\( \frac{30}{100} \times 1.500 = 450 \)

Jadi ekspor Kelapa Sawit adalah \( 450 \) ton.

Langkah 2: Hitung ekspor Kopi

Persentase Kopi adalah \( 10\% \).

\( \frac{10}{100} \times 1.500 = 150 \)

Ekspor Kopi adalah \( 150 \) ton.

Langkah 3: Hitung ekspor Kakao

Persentase Kakao adalah \( 5\% \).

\( \frac{5}{100} \times 1.500 = 75 \)

Ekspor Kakao adalah \( 75 \) ton.

Langkah 4: Hitung gabungan ekspor Kopi dan Kakao

\( 150 + 75 = 225 \)

Gabungan ekspor Kopi dan Kakao adalah \( 225 \) ton.

Langkah 5: Hitung selisih

\( 450 - 225 = 225 \)

Kesimpulan

Selisih berat antara ekspor Kelapa Sawit dengan gabungan ekspor Kopi dan Kakao adalah \( 225 \) ton.


No 16

Seorang pendaki menaiki bukit sejauh 6 km dengan kecepatan rata-rata 2 km/jam. Saat turun melalui jalur yang sama, ia dapat berjalan lebih cepat dengan kecepatan rata-rata 6 km/jam. Pendaki tersebut membawa tas carrier seberat 15 kg. Berapakah kecepatan rata-rata pendaki tersebut untuk seluruh perjalanan naik dan turun?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Hitung jarak total perjalanan

Jarak naik adalah \( 6 \) km.

Jarak turun adalah \( 6 \) km.

Maka jarak total:

\( 6 + 6 = 12 \) km

Langkah 2: Hitung waktu saat naik

Gunakan rumus:

\( \text{Waktu} = \frac{\text{Jarak}}{\text{Kecepatan}} \)

\( \frac{6}{2} = 3 \)

Waktu naik adalah \( 3 \) jam.

Langkah 3: Hitung waktu saat turun

\( \frac{6}{6} = 1 \)

Waktu turun adalah \( 1 \) jam.

Langkah 4: Hitung total waktu perjalanan

\( 3 + 1 = 4 \) jam

Langkah 5: Hitung kecepatan rata-rata perjalanan

Rumus kecepatan rata-rata:

\( \text{Kecepatan rata-rata} = \frac{\text{Jarak total}}{\text{Waktu total}} \)

\( \frac{12}{4} = 3 \)

Kesimpulan

Kecepatan rata-rata pendaki untuk seluruh perjalanan adalah \( 3 \) km/jam.


No 17

Seorang kurir mengantar paket dari Kantor A ke Alamat B dengan kecepatan 30 km/jam karena kondisi lalu lintas padat. Setelah mengantar paket, ia kembali ke Kantor A melalui rute yang sama dengan kecepatan 90 km/jam. Motor yang digunakan memiliki kapasitas mesin 150cc. Berapakah kecepatan rata-rata motor kurir tersebut untuk perjalanan pergi-pulang?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Misalkan jarak dari Kantor A ke Alamat B

Misalkan jarak satu arah adalah \( d \) km.

Maka jarak pergi–pulang:

\( d + d = 2d \)

Langkah 2: Hitung waktu perjalanan saat pergi

Kecepatan pergi adalah \( 30 \) km/jam.

Rumus waktu:

\( t = \frac{s}{v} \)

Maka waktu pergi:

\( \frac{d}{30} \)

Langkah 3: Hitung waktu perjalanan saat kembali

Kecepatan kembali adalah \( 90 \) km/jam.

Maka waktu kembali:

\( \frac{d}{90} \)

Langkah 4: Hitung total waktu perjalanan

\( \frac{d}{30} + \frac{d}{90} \)

Samakan penyebut:

\( \frac{d}{30} = \frac{3d}{90} \)

Maka:

\( \frac{3d}{90} + \frac{d}{90} = \frac{4d}{90} \)

Sederhanakan:

\( \frac{4d}{90} = \frac{2d}{45} \)

Langkah 5: Hitung kecepatan rata-rata

Rumus:

\( v_{rata} = \frac{\text{jarak total}}{\text{waktu total}} \)

\( v_{rata} = \frac{2d}{\frac{2d}{45}} \)

\( v_{rata} = 45 \)

Kesimpulan

Kecepatan rata-rata perjalanan pergi–pulang kurir tersebut adalah \( 45 \) km/jam.


No 18

Sebuah truk mengangkut logistik seberat 5 ton dari Gudang X ke Gudang Y dengan kecepatan 40 km/jam. Setelah membongkar muatan, truk kembali ke Gudang X dalam keadaan kosong melalui rute yang sama dengan kecepatan 60 km/jam. Berapakah kecepatan rata-rata truk tersebut untuk seluruh perjalanan?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Misalkan jarak dari Gudang X ke Gudang Y

Misalkan jarak satu arah adalah \( d \) km.

Maka jarak total perjalanan:

\( d + d = 2d \)

Langkah 2: Hitung waktu perjalanan saat berangkat

Kecepatan saat membawa muatan adalah \( 40 \) km/jam.

Gunakan rumus waktu:

\( t = \frac{s}{v} \)

Maka waktu perjalanan berangkat:

\( \frac{d}{40} \)

Langkah 3: Hitung waktu perjalanan saat kembali

Kecepatan saat kembali adalah \( 60 \) km/jam.

Maka waktu perjalanan kembali:

\( \frac{d}{60} \)

Langkah 4: Hitung total waktu perjalanan

\( \frac{d}{40} + \frac{d}{60} \)

Samakan penyebut:

\( \frac{d}{40} = \frac{3d}{120} \)

\( \frac{d}{60} = \frac{2d}{120} \)

Maka:

\( \frac{3d}{120} + \frac{2d}{120} = \frac{5d}{120} \)

Sederhanakan:

\( \frac{5d}{120} = \frac{d}{24} \)

Langkah 5: Hitung kecepatan rata-rata

Rumus:

\( v_{rata} = \frac{\text{jarak total}}{\text{waktu total}} \)

\( v_{rata} = \frac{2d}{\frac{d}{24}} \)

\( v_{rata} = 48 \)

Kesimpulan

Kecepatan rata-rata truk untuk perjalanan pergi-pulang adalah \( 48 \) km/jam.


No 19

Sebuah pesawat terbang dari Kota P ke Kota Q dengan kecepatan 400 km/jam melawan arus angin. Saat kembali dari Kota Q ke Kota P, pesawat tersebut didorong angin sehingga kecepatannya menjadi 600 km/jam. Pesawat tersebut memiliki kapasitas 180 kursi penumpang. Berapakah kecepatan rata-rata pesawat untuk seluruh perjalanan pergi-pulang?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Misalkan jarak dari Kota P ke Kota Q

Misalkan jarak satu arah adalah \( d \) km.

Maka jarak total perjalanan:

\( d + d = 2d \)

Langkah 2: Hitung waktu perjalanan saat pergi

Kecepatan pesawat saat melawan angin adalah \( 400 \) km/jam.

Gunakan rumus waktu:

\( t = \frac{s}{v} \)

Maka waktu pergi:

\( \frac{d}{400} \)

Langkah 3: Hitung waktu perjalanan saat kembali

Kecepatan pesawat saat didorong angin adalah \( 600 \) km/jam.

Maka waktu kembali:

\( \frac{d}{600} \)

Langkah 4: Hitung total waktu perjalanan

\( \frac{d}{400} + \frac{d}{600} \)

Samakan penyebut:

\( \frac{d}{400} = \frac{3d}{1200} \)

\( \frac{d}{600} = \frac{2d}{1200} \)

Maka:

\( \frac{3d}{1200} + \frac{2d}{1200} = \frac{5d}{1200} \)

Sederhanakan:

\( \frac{5d}{1200} = \frac{d}{240} \)

Langkah 5: Hitung kecepatan rata-rata

Rumus:

\( v_{rata} = \frac{\text{jarak total}}{\text{waktu total}} \)

\( v_{rata} = \frac{2d}{\frac{d}{240}} \)

\( v_{rata} = 480 \)

Kesimpulan

Kecepatan rata-rata pesawat untuk perjalanan pergi-pulang adalah \( 480 \) km/jam.


No 20

Seorang pesepeda menempuh jalan mendatar sepanjang 12 km dengan kecepatan 12 km/jam. Kemudian ia menempuh jalan turunan sepanjang 12 km lagi (jarak yang sama dengan jalan mendatar) dengan kecepatan 24 km/jam. Sepeda yang digunakan memiliki diameter ban 26 inci. Berapakah kecepatan rata-rata pesepeda untuk total jarak 24 km tersebut?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Hitung waktu perjalanan pada jalan mendatar

Gunakan rumus waktu:

\( t = \frac{s}{v} \)

Jarak mendatar adalah \( 12 \) km dan kecepatan \( 12 \) km/jam.

\( t_1 = \frac{12}{12} = 1 \) jam

Langkah 2: Hitung waktu perjalanan pada jalan turunan

Jarak turunan adalah \( 12 \) km dengan kecepatan \( 24 \) km/jam.

\( t_2 = \frac{12}{24} = 0,5 \) jam

Langkah 3: Hitung total waktu perjalanan

\( 1 + 0,5 = 1,5 \) jam

Langkah 4: Hitung total jarak perjalanan

\( 12 + 12 = 24 \) km

Langkah 5: Hitung kecepatan rata-rata

Rumus:

\( v_{rata} = \frac{\text{jarak total}}{\text{waktu total}} \)

\( v_{rata} = \frac{24}{1,5} \)

\( v_{rata} = 16 \)

Kesimpulan

Kecepatan rata-rata pesepeda untuk seluruh perjalanan adalah \( 16 \) km/jam.


No 21

Tabel berikut menunjukkan spesifikasi kecepatan cetak dan kapasitas tinta dari tiga jenis printer yang berbeda.

Jenis Printer Konsumsi Tinta (halaman per ml) Kapasitas Tangki (ml)
Printer A 25 halaman/ml 60 ml
Printer B 30 halaman/ml 45 ml
Printer C 20 halaman/ml 80 ml

Ketiga printer tersebut mulai mencetak dokumen dari kondisi tangki tinta penuh. Setelah mencetak sebanyak 900 halaman, printer manakah yang memiliki sisa tinta paling banyak (dalam ml)?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Tentukan rumus hubungan halaman dan tinta

Jika diketahui:

\( \text{halaman per ml} = k \)

Maka kebutuhan tinta:

\( \text{tinta} = \frac{\text{jumlah halaman}}{\text{halaman per ml}} \)

Langkah 2: Hitung tinta yang dipakai Printer A

\( \text{tinta A} = \frac{900}{25} \)

\( = 36 \) ml

Sisa tinta:

\( 60 - 36 = 24 \) ml

Langkah 3: Hitung tinta yang dipakai Printer B

\( \text{tinta B} = \frac{900}{30} \)

\( = 30 \) ml

Sisa tinta:

\( 45 - 30 = 15 \) ml

Langkah 4: Hitung tinta yang dipakai Printer C

\( \text{tinta C} = \frac{900}{20} \)

\( = 45 \) ml

Sisa tinta:

\( 80 - 45 = 35 \) ml

Langkah 5: Bandingkan sisa tinta

Printer A: \( 24 \) ml

Printer B: \( 15 \) ml

Printer C: \( 35 \) ml

Karena:

\( 35 \gt 24 \gt 15 \)

Kesimpulan

Printer C memiliki sisa tinta paling banyak yaitu \( 35 \) ml.


No 22

Tabel berikut menunjukkan spesifikasi konsumsi baterai dan kapasitas baterai dari tiga jenis drone yang berbeda.

Jenis Drone Konsumsi Energi (menit per % baterai) Kapasitas Baterai (%)
Drone A 4 menit/% 100 %
Drone B 5 menit/% 100 %
Drone C 3 menit/% 100 %

Ketiga drone tersebut mulai terbang dari kondisi baterai penuh. Setelah digunakan terbang selama 240 menit, drone manakah yang memiliki sisa baterai paling banyak (dalam persen)?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Tentukan hubungan waktu dan penggunaan baterai

Diketahui:

\( \text{menit per persen} = k \)

Maka penggunaan baterai:

\( \text{baterai terpakai} = \frac{\text{waktu}}{\text{menit per persen}} \)

Langkah 2: Hitung penggunaan baterai Drone A

\( \frac{240}{4} = 60 \)

Baterai yang digunakan adalah \( 60 \% \).

Sisa baterai:

\( 100 - 60 = 40 \% \)

Langkah 3: Hitung penggunaan baterai Drone B

\( \frac{240}{5} = 48 \)

Baterai yang digunakan adalah \( 48 \% \).

Sisa baterai:

\( 100 - 48 = 52 \% \)

Langkah 4: Hitung penggunaan baterai Drone C

\( \frac{240}{3} = 80 \)

Baterai yang digunakan adalah \( 80 \% \).

Sisa baterai:

\( 100 - 80 = 20 \% \)

Langkah 5: Bandingkan sisa baterai

Drone A: \( 40 \% \)

Drone B: \( 52 \% \)

Drone C: \( 20 \% \)

Karena:

\( 52 \gt 40 \gt 20 \)

Kesimpulan

Drone B memiliki sisa baterai paling banyak yaitu \( 52 \% \).


No 23

Tabel berikut menunjukkan spesifikasi konsumsi bahan bakar dan kapasitas tangki dari tiga jenis kapal nelayan yang berbeda.

Jenis Kapal Konsumsi BBM (mil laut per liter) Kapasitas Tangki (Liter)
Kapal A 6 mil/L 120 L
Kapal B 8 mil/L 90 L
Kapal C 5 mil/L 150 L

Ketiga kapal tersebut memulai perjalanan dari pelabuhan yang sama dengan kondisi tangki penuh. Setelah menempuh jarak sejauh 300 mil laut, kapal manakah yang memiliki sisa bahan bakar paling banyak (dalam liter)?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Tentukan rumus hubungan jarak dan bahan bakar

Diketahui konsumsi adalah:

\( \text{mil per liter} = k \)

Maka bahan bakar yang digunakan:

\( \text{BBM} = \frac{\text{jarak}}{\text{mil per liter}} \)

Langkah 2: Hitung bahan bakar yang dipakai Kapal A

\( \frac{300}{6} = 50 \)

BBM yang digunakan adalah \( 50 \) liter.

Sisa BBM:

\( 120 - 50 = 70 \) liter

Langkah 3: Hitung bahan bakar yang dipakai Kapal B

\( \frac{300}{8} = 37,5 \)

BBM yang digunakan adalah \( 37,5 \) liter.

Sisa BBM:

\( 90 - 37,5 = 52,5 \) liter

Langkah 4: Hitung bahan bakar yang dipakai Kapal C

\( \frac{300}{5} = 60 \)

BBM yang digunakan adalah \( 60 \) liter.

Sisa BBM:

\( 150 - 60 = 90 \) liter

Langkah 5: Bandingkan sisa bahan bakar

Kapal A: \( 70 \) liter

Kapal B: \( 52,5 \) liter

Kapal C: \( 90 \) liter

Karena:

\( 90 \gt 70 \gt 52,5 \)

Kesimpulan

Kapal C memiliki sisa bahan bakar paling banyak yaitu \( 90 \) liter.


No 24

Tabel berikut menunjukkan spesifikasi konsumsi energi dan kapasitas baterai dari tiga jenis laptop yang berbeda.

Jenis Laptop Konsumsi Energi (jam per % baterai) Kapasitas Baterai (%)
Laptop A 0,5 jam/% 100 %
Laptop B 0,8 jam/% 100 %
Laptop C 0,6 jam/% 100 %

Ketiga laptop tersebut digunakan mulai dari kondisi baterai penuh. Setelah digunakan selama 24 jam, laptop manakah yang memiliki sisa baterai paling banyak (dalam persen)?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Tentukan rumus penggunaan baterai

Diketahui:

\( \text{jam per persen} = k \)

Maka penggunaan baterai:

\( \text{baterai terpakai} = \frac{\text{waktu}}{\text{jam per persen}} \)

Langkah 2: Hitung penggunaan baterai Laptop A

\( \frac{24}{0,5} = 48 \)

Baterai yang digunakan adalah \( 48 \% \).

Sisa baterai:

\( 100 - 48 = 52 \% \)

Langkah 3: Hitung penggunaan baterai Laptop B

\( \frac{24}{0,8} = 30 \)

Baterai yang digunakan adalah \( 30 \% \).

Sisa baterai:

\( 100 - 30 = 70 \% \)

Langkah 4: Hitung penggunaan baterai Laptop C

\( \frac{24}{0,6} = 40 \)

Baterai yang digunakan adalah \( 40 \% \).

Sisa baterai:

\( 100 - 40 = 60 \% \)

Langkah 5: Bandingkan sisa baterai

Laptop A: \( 52 \% \)

Laptop B: \( 70 \% \)

Laptop C: \( 60 \% \)

Karena:

\( 70 \gt 60 \gt 52 \)

Kesimpulan

Laptop B memiliki sisa baterai paling banyak yaitu \( 70 \% \).


No 25

Tabel berikut menunjukkan spesifikasi konsumsi kertas dan kapasitas baki kertas dari tiga jenis mesin fotokopi yang berbeda.

Jenis Mesin Konsumsi Kertas (lembar per halaman dokumen) Kapasitas Baki (Lembar)
Mesin A 1,2 lembar/halaman 800 lembar
Mesin B 1 lembar/halaman 650 lembar
Mesin C 1,5 lembar/halaman 900 lembar

Ketiga mesin fotokopi tersebut mulai digunakan dengan kondisi baki kertas penuh. Setelah mencetak sebanyak 400 halaman dokumen, mesin manakah yang memiliki sisa kertas paling banyak (dalam lembar)?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Tentukan rumus penggunaan kertas

Diketahui:

\( \text{lembar per halaman} = k \)

Maka jumlah kertas yang digunakan:

\( \text{kertas terpakai} = \text{jumlah halaman} \times \text{lembar per halaman} \)

Langkah 2: Hitung penggunaan kertas Mesin A

\( 400 \times 1,2 = 480 \)

Kertas yang digunakan adalah \( 480 \) lembar.

Sisa kertas:

\( 800 - 480 = 320 \) lembar

Langkah 3: Hitung penggunaan kertas Mesin B

\( 400 \times 1 = 400 \)

Kertas yang digunakan adalah \( 400 \) lembar.

Sisa kertas:

\( 650 - 400 = 250 \) lembar

Langkah 4: Hitung penggunaan kertas Mesin C

\( 400 \times 1,5 = 600 \)

Kertas yang digunakan adalah \( 600 \) lembar.

Sisa kertas:

\( 900 - 600 = 300 \) lembar

Langkah 5: Bandingkan sisa kertas

Mesin A: \( 320 \) lembar

Mesin B: \( 250 \) lembar

Mesin C: \( 300 \) lembar

Karena:

\( 320 \gt 300 \gt 250 \)

Kesimpulan

Mesin A memiliki sisa kertas paling banyak yaitu \( 320 \) lembar.


No 26

Tabel berikut menunjukkan spesifikasi konsumsi air dan kapasitas tangki dari tiga jenis mesin cuci yang berbeda.

Jenis Mesin Cuci Konsumsi Air (liter per kg cucian) Kapasitas Tangki (liter)
Mesin A 12 L/kg 180 L
Mesin B 10 L/kg 150 L
Mesin C 15 L/kg 220 L

Ketiga mesin cuci tersebut mulai digunakan dengan kondisi tangki air penuh. Setelah mencuci sebanyak 10 kg cucian, mesin manakah yang memiliki sisa air paling banyak (dalam liter)?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Tentukan rumus penggunaan air

Diketahui:

\( \text{liter per kg} = k \)

Maka air yang digunakan:

\( \text{air terpakai} = \text{jumlah kg cucian} \times \text{liter per kg} \)

Langkah 2: Hitung penggunaan air Mesin A

\( 10 \times 12 = 120 \)

Air yang digunakan adalah \( 120 \) liter.

Sisa air:

\( 180 - 120 = 60 \) liter

Langkah 3: Hitung penggunaan air Mesin B

\( 10 \times 10 = 100 \)

Air yang digunakan adalah \( 100 \) liter.

Sisa air:

\( 150 - 100 = 50 \) liter

Langkah 4: Hitung penggunaan air Mesin C

\( 10 \times 15 = 150 \)

Air yang digunakan adalah \( 150 \) liter.

Sisa air:

\( 220 - 150 = 70 \) liter

Langkah 5: Bandingkan sisa air

Mesin A: \( 60 \) liter

Mesin B: \( 50 \) liter

Mesin C: \( 70 \) liter

Karena:

\( 70 \gt 60 \gt 50 \)

Kesimpulan

Mesin C memiliki sisa air paling banyak yaitu \( 70 \) liter.


No 27

Tabel berikut menunjukkan spesifikasi konsumsi daya dan kapasitas baterai dari tiga jenis lampu darurat yang berbeda.

Jenis Lampu Konsumsi Daya (jam per Wh) Kapasitas Baterai (Wh)
Lampu A 2 jam/Wh 120 Wh
Lampu B 3 jam/Wh 80 Wh
Lampu C 1,5 jam/Wh 160 Wh

Ketiga lampu darurat tersebut digunakan mulai dari kondisi baterai penuh. Setelah digunakan selama 120 jam, lampu manakah yang memiliki sisa energi baterai paling banyak (dalam Wh)?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Tentukan hubungan waktu dan energi baterai

Diketahui:

\( \text{jam per Wh} = k \)

Maka energi baterai yang digunakan:

\( \text{energi terpakai} = \frac{\text{waktu}}{\text{jam per Wh}} \)

Langkah 2: Hitung energi yang dipakai Lampu A

\( \frac{120}{2} = 60 \)

Energi yang digunakan adalah \( 60 \) Wh.

Sisa energi:

\( 120 - 60 = 60 \) Wh

Langkah 3: Hitung energi yang dipakai Lampu B

\( \frac{120}{3} = 40 \)

Energi yang digunakan adalah \( 40 \) Wh.

Sisa energi:

\( 80 - 40 = 40 \) Wh

Langkah 4: Hitung energi yang dipakai Lampu C

\( \frac{120}{1,5} = 80 \)

Energi yang digunakan adalah \( 80 \) Wh.

Sisa energi:

\( 160 - 80 = 80 \) Wh

Langkah 5: Bandingkan sisa energi

Lampu A: \( 60 \) Wh

Lampu B: \( 40 \) Wh

Lampu C: \( 80 \) Wh

Karena:

\( 80 \gt 60 \gt 40 \)

Kesimpulan

Lampu C memiliki sisa energi baterai paling banyak yaitu \( 80 \) Wh.


No 28

Perbandingan Produksi vs Barang Rusak pada Lima Pabrik Elektronik

Pabrik Jumlah Produksi (Unit) Barang Rusak (Unit)
A 120 24
B 150 45
C 200 20
D 180 36
E 160 32

Tabel di atas menunjukkan data jumlah produksi dan jumlah barang rusak dari lima pabrik elektronik pada tahun 2024. Tingkat produk baik didefinisikan sebagai selisih antara jumlah produksi dan jumlah barang rusak.

Pabrik manakah yang memiliki persentase produk baik terbesar terhadap total produksinya?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Tentukan rumus produk baik

\( \text{produk baik} = \text{produksi} - \text{barang rusak} \)

Langkah 2: Tentukan rumus persentase produk baik

\( \text{persentase} = \frac{\text{produk baik}}{\text{produksi}} \times 100\% \)

Langkah 3: Hitung untuk setiap pabrik

Pabrik A

\( 120 - 24 = 96 \)

\( \frac{96}{120} \times 100\% = 80\% \)

Pabrik B

\( 150 - 45 = 105 \)

\( \frac{105}{150} \times 100\% = 70\% \)

Pabrik C

\( 200 - 20 = 180 \)

\( \frac{180}{200} \times 100\% = 90\% \)

Pabrik D

\( 180 - 36 = 144 \)

\( \frac{144}{180} \times 100\% = 80\% \)

Pabrik E

\( 160 - 32 = 128 \)

\( \frac{128}{160} \times 100\% = 80\% \)

Langkah 4: Bandingkan persentase

Pabrik C: \( 90\% \)

Pabrik A: \( 80\% \)

Pabrik D: \( 80\% \)

Pabrik E: \( 80\% \)

Pabrik B: \( 70\% \)

Karena:

\( 90 \gt 80 \gt 70 \)

Kesimpulan

Pabrik C memiliki persentase produk baik terbesar yaitu \( 90\% \).


No 29

Perbandingan Jumlah Siswa Lulus vs Tidak Lulus pada Lima Sekolah

Sekolah Jumlah Peserta Ujian Tidak Lulus
A 200 40
B 180 54
C 220 22
D 160 32
E 150 30

Tabel di atas menunjukkan jumlah peserta ujian dan jumlah siswa yang tidak lulus dari lima sekolah pada tahun 2024. Jumlah siswa lulus didefinisikan sebagai selisih antara jumlah peserta ujian dan jumlah siswa yang tidak lulus.

Sekolah manakah yang memiliki persentase kelulusan terbesar terhadap jumlah peserta ujian?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Tentukan rumus jumlah siswa lulus

\( \text{lulus} = \text{peserta ujian} - \text{tidak lulus} \)

Langkah 2: Tentukan rumus persentase kelulusan

\( \text{persentase} = \frac{\text{jumlah lulus}}{\text{jumlah peserta}} \times 100\% \)

Langkah 3: Hitung untuk setiap sekolah

Sekolah A

\( 200 - 40 = 160 \)

\( \frac{160}{200} \times 100\% = 80\% \)

Sekolah B

\( 180 - 54 = 126 \)

\( \frac{126}{180} \times 100\% = 70\% \)

Sekolah C

\( 220 - 22 = 198 \)

\( \frac{198}{220} \times 100\% = 90\% \)

Sekolah D

\( 160 - 32 = 128 \)

\( \frac{128}{160} \times 100\% = 80\% \)

Sekolah E

\( 150 - 30 = 120 \)

\( \frac{120}{150} \times 100\% = 80\% \)

Langkah 4: Bandingkan persentase

Sekolah C: \( 90\% \)

Sekolah A: \( 80\% \)

Sekolah D: \( 80\% \)

Sekolah E: \( 80\% \)

Sekolah B: \( 70\% \)

Karena:

\( 90 \gt 80 \gt 70 \)

Kesimpulan

Sekolah C memiliki persentase kelulusan terbesar yaitu \( 90\% \).


No 30

Perbandingan Penjualan vs Barang Retur pada Lima Toko Elektronik

Toko Jumlah Barang Terjual Barang Retur
A 300 60
B 250 25
C 400 80
D 350 35
E 280 28

Tabel di atas menunjukkan jumlah barang yang terjual dan jumlah barang yang dikembalikan (retur) pada lima toko elektronik selama satu bulan. Jumlah penjualan bersih didefinisikan sebagai selisih antara jumlah barang terjual dan jumlah barang retur.

Toko manakah yang memiliki persentase penjualan bersih terbesar terhadap jumlah barang terjual?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Tentukan rumus penjualan bersih

\( \text{penjualan bersih} = \text{barang terjual} - \text{barang retur} \)

Langkah 2: Tentukan rumus persentase penjualan bersih

\( \text{persentase} = \frac{\text{penjualan bersih}}{\text{barang terjual}} \times 100\% \)

Langkah 3: Hitung untuk setiap toko

Toko A

\( 300 - 60 = 240 \)

\( \frac{240}{300} \times 100\% = 80\% \)

Toko B

\( 250 - 25 = 225 \)

\( \frac{225}{250} \times 100\% = 90\% \)

Toko C

\( 400 - 80 = 320 \)

\( \frac{320}{400} \times 100\% = 80\% \)

Toko D

\( 350 - 35 = 315 \)

\( \frac{315}{350} \times 100\% = 90\% \)

Toko E

\( 280 - 28 = 252 \)

\( \frac{252}{280} \times 100\% = 90\% \)

Langkah 4: Bandingkan persentase

Toko B: \( 90\% \)

Toko D: \( 90\% \)

Toko E: \( 90\% \)

Toko A: \( 80\% \)

Toko C: \( 80\% \)

Karena:

\( 90 \gt 80 \)

Kesimpulan

Toko B, Toko D, dan Toko E memiliki persentase penjualan bersih terbesar yaitu \( 90\% \).


No 31

Perbandingan Produksi vs Produk Cacat pada Lima Pabrik Minuman

Pabrik Jumlah Produksi (Botol) Produk Cacat (Botol)
A 500 50
B 450 45
C 600 120
D 550 55
E 480 24

Tabel di atas menunjukkan jumlah produksi dan jumlah produk cacat dari lima pabrik minuman selama satu bulan. Jumlah produk baik didefinisikan sebagai selisih antara jumlah produksi dan jumlah produk cacat.

Pabrik manakah yang memiliki persentase produk baik terbesar terhadap jumlah produksi?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Tentukan rumus produk baik

\( \text{produk baik} = \text{jumlah produksi} - \text{produk cacat} \)

Langkah 2: Tentukan rumus persentase produk baik

\( \text{persentase} = \frac{\text{produk baik}}{\text{jumlah produksi}} \times 100\% \)

Langkah 3: Hitung untuk setiap pabrik

Pabrik A

\( 500 - 50 = 450 \)

\( \frac{450}{500} \times 100\% = 90\% \)

Pabrik B

\( 450 - 45 = 405 \)

\( \frac{405}{450} \times 100\% = 90\% \)

Pabrik C

\( 600 - 120 = 480 \)

\( \frac{480}{600} \times 100\% = 80\% \)

Pabrik D

\( 550 - 55 = 495 \)

\( \frac{495}{550} \times 100\% = 90\% \)

Pabrik E

\( 480 - 24 = 456 \)

\( \frac{456}{480} \times 100\% = 95\% \)

Langkah 4: Bandingkan persentase

Pabrik E: \( 95\% \)

Pabrik A: \( 90\% \)

Pabrik B: \( 90\% \)

Pabrik D: \( 90\% \)

Pabrik C: \( 80\% \)

Karena:

\( 95 \gt 90 \gt 80 \)

Kesimpulan

Pabrik E memiliki persentase produk baik terbesar yaitu \( 95\% \).


No 32

Perbandingan Jumlah Pendaftar vs Peserta Diterima pada Lima Universitas

Universitas Jumlah Pendaftar Peserta Diterima
A 2000 400
B 1800 360
C 2200 330
D 1600 320
E 1500 450

Tabel di atas menunjukkan jumlah pendaftar dan jumlah peserta yang diterima pada lima universitas pada tahun 2024. Jumlah peserta tidak diterima didefinisikan sebagai selisih antara jumlah pendaftar dan jumlah peserta diterima.

Universitas manakah yang memiliki persentase penerimaan terbesar terhadap jumlah pendaftar?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Tentukan rumus persentase penerimaan

\( \text{persentase penerimaan} = \frac{\text{jumlah diterima}}{\text{jumlah pendaftar}} \times 100\% \)

Langkah 2: Hitung persentase setiap universitas

Universitas A

\( \frac{400}{2000} \times 100\% = 20\% \)

Universitas B

\( \frac{360}{1800} \times 100\% = 20\% \)

Universitas C

\( \frac{330}{2200} \times 100\% = 15\% \)

Universitas D

\( \frac{320}{1600} \times 100\% = 20\% \)

Universitas E

\( \frac{450}{1500} \times 100\% = 30\% \)

Langkah 3: Bandingkan persentase

Universitas E: \( 30\% \)

Universitas A: \( 20\% \)

Universitas B: \( 20\% \)

Universitas D: \( 20\% \)

Universitas C: \( 15\% \)

Karena:

\( 30 \gt 20 \gt 15 \)

Kesimpulan

Universitas E memiliki persentase penerimaan terbesar yaitu \( 30\% \).


No 33

Perbandingan Penjualan Tiket vs Tiket Refund pada Lima Maskapai

Maskapai Tiket Terjual Tiket Refund
A 1200 120
B 1000 50
C 1500 300
D 900 90
E 1100 55

Tabel di atas menunjukkan jumlah tiket yang terjual dan jumlah tiket yang dikembalikan (refund) pada lima maskapai penerbangan selama satu bulan. Jumlah tiket bersih didefinisikan sebagai selisih antara tiket terjual dan tiket refund.

Maskapai manakah yang memiliki persentase tiket bersih terbesar terhadap jumlah tiket terjual?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Tentukan rumus tiket bersih

\( \text{tiket bersih} = \text{tiket terjual} - \text{tiket refund} \)

Langkah 2: Tentukan rumus persentase tiket bersih

\( \text{persentase} = \frac{\text{tiket bersih}}{\text{tiket terjual}} \times 100\% \)

Langkah 3: Hitung untuk setiap maskapai

Maskapai A

\( 1200 - 120 = 1080 \)

\( \frac{1080}{1200} \times 100\% = 90\% \)

Maskapai B

\( 1000 - 50 = 950 \)

\( \frac{950}{1000} \times 100\% = 95\% \)

Maskapai C

\( 1500 - 300 = 1200 \)

\( \frac{1200}{1500} \times 100\% = 80\% \)

Maskapai D

\( 900 - 90 = 810 \)

\( \frac{810}{900} \times 100\% = 90\% \)

Maskapai E

\( 1100 - 55 = 1045 \)

\( \frac{1045}{1100} \times 100\% = 95\% \)

Langkah 4: Bandingkan persentase

Maskapai B: \( 95\% \)

Maskapai E: \( 95\% \)

Maskapai A: \( 90\% \)

Maskapai D: \( 90\% \)

Maskapai C: \( 80\% \)

Karena:

\( 95 \gt 90 \gt 80 \)

Kesimpulan

Maskapai B dan Maskapai E memiliki persentase tiket bersih terbesar yaitu \( 95\% \).


No 34

Perbandingan Jumlah Buku Dipinjam vs Buku Terlambat Dikembalikan pada Lima Perpustakaan

Perpustakaan Buku Dipinjam Terlambat Dikembalikan
A 800 80
B 750 75
C 900 180
D 700 35
E 850 85

Tabel di atas menunjukkan jumlah buku yang dipinjam dan jumlah buku yang terlambat dikembalikan pada lima perpustakaan selama satu bulan. Jumlah pengembalian tepat waktu didefinisikan sebagai selisih antara jumlah buku dipinjam dan jumlah buku yang terlambat dikembalikan.

Perpustakaan manakah yang memiliki persentase pengembalian tepat waktu terbesar terhadap jumlah buku yang dipinjam?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Tentukan rumus pengembalian tepat waktu

\( \text{tepat waktu} = \text{buku dipinjam} - \text{terlambat} \)

Langkah 2: Tentukan rumus persentase

\( \text{persentase} = \frac{\text{pengembalian tepat waktu}}{\text{buku dipinjam}} \times 100\% \)

Langkah 3: Hitung untuk setiap perpustakaan

Perpustakaan A

\( 800 - 80 = 720 \)

\( \frac{720}{800} \times 100\% = 90\% \)

Perpustakaan B

\( 750 - 75 = 675 \)

\( \frac{675}{750} \times 100\% = 90\% \)

Perpustakaan C

\( 900 - 180 = 720 \)

\( \frac{720}{900} \times 100\% = 80\% \)

Perpustakaan D

\( 700 - 35 = 665 \)

\( \frac{665}{700} \times 100\% = 95\% \)

Perpustakaan E

\( 850 - 85 = 765 \)

\( \frac{765}{850} \times 100\% = 90\% \)

Langkah 4: Bandingkan persentase

Perpustakaan D: \( 95\% \)

Perpustakaan A: \( 90\% \)

Perpustakaan B: \( 90\% \)

Perpustakaan E: \( 90\% \)

Perpustakaan C: \( 80\% \)

Karena:

\( 95 \gt 90 \gt 80 \)

Kesimpulan

Perpustakaan D memiliki persentase pengembalian tepat waktu terbesar yaitu \( 95\% \).


No 35

Sebuah universitas memberikan Beasiswa Prestasi Akademik berdasarkan Nilai Akhir (NA). NA dihitung dari tiga komponen penilaian: Nilai Ujian (Bobot 3), Tugas (Bobot 2), dan Keaktifan (Bobot 1). Mahasiswa dengan NA TERTINGGI akan mendapatkan beasiswa utama.

Mahasiswa Ujian (1-10) Tugas (1-10) Keaktifan (1-10)
Ani 9 8 7
Budi 8 9 9
Citra 10 7 8
Deni 7 10 8

Mahasiswa manakah yang memiliki Nilai Akhir (NA) tertinggi?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Tentukan rumus Nilai Akhir

Rumus nilai berbobot:

\( NA = \frac{(3 \times \text{Ujian}) + (2 \times \text{Tugas}) + (1 \times \text{Keaktifan})}{3 + 2 + 1} \)

\( NA = \frac{(3U + 2T + K)}{6} \)

Langkah 2: Hitung untuk setiap mahasiswa

Ani

\( NA = \frac{(3 \times 9) + (2 \times 8) + (1 \times 7)}{6} \)

\( = \frac{27 + 16 + 7}{6} \)

\( = \frac{50}{6} = 8,33 \)

Budi

\( NA = \frac{(3 \times 8) + (2 \times 9) + (1 \times 9)}{6} \)

\( = \frac{24 + 18 + 9}{6} \)

\( = \frac{51}{6} = 8,5 \)

Citra

\( NA = \frac{(3 \times 10) + (2 \times 7) + (1 \times 8)}{6} \)

\( = \frac{30 + 14 + 8}{6} \)

\( = \frac{52}{6} = 8,67 \)

Deni

\( NA = \frac{(3 \times 7) + (2 \times 10) + (1 \times 8)}{6} \)

\( = \frac{21 + 20 + 8}{6} \)

\( = \frac{49}{6} = 8,17 \)

Langkah 3: Bandingkan nilai

Citra: \( 8,67 \)

Budi: \( 8,5 \)

Ani: \( 8,33 \)

Deni: \( 8,17 \)

Karena:

\( 8,67 \gt 8,5 \gt 8,33 \gt 8,17 \)

Kesimpulan

Mahasiswa dengan Nilai Akhir tertinggi adalah Citra.


No 36

Sebuah sekolah memberikan Penghargaan Siswa Terbaik berdasarkan Nilai Prestasi (NP). NP dihitung dari tiga komponen penilaian: Nilai Akademik (Bobot 3), Kedisiplinan (Bobot 2), dan Keaktifan Organisasi (Bobot 1). Siswa dengan NP TERTINGGI akan mendapatkan penghargaan utama.

Siswa Akademik (1-10) Kedisiplinan (1-10) Organisasi (1-10)
Andi 9 8 7
Bella 8 9 8
Cahya 10 7 9
Dinda 7 10 8

Siswa manakah yang memiliki Nilai Prestasi (NP) tertinggi?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Tentukan rumus Nilai Prestasi

Rumus nilai berbobot:

\( NP = \frac{(3 \times \text{Akademik}) + (2 \times \text{Kedisiplinan}) + (1 \times \text{Organisasi})}{3 + 2 + 1} \)

\( NP = \frac{(3A + 2K + O)}{6} \)

Langkah 2: Hitung nilai setiap siswa

Andi

\( NP = \frac{(3 \times 9) + (2 \times 8) + (1 \times 7)}{6} \)

\( = \frac{27 + 16 + 7}{6} \)

\( = \frac{50}{6} = 8,33 \)

Bella

\( NP = \frac{(3 \times 8) + (2 \times 9) + (1 \times 8)}{6} \)

\( = \frac{24 + 18 + 8}{6} \)

\( = \frac{50}{6} = 8,33 \)

Cahya

\( NP = \frac{(3 \times 10) + (2 \times 7) + (1 \times 9)}{6} \)

\( = \frac{30 + 14 + 9}{6} \)

\( = \frac{53}{6} = 8,83 \)

Dinda

\( NP = \frac{(3 \times 7) + (2 \times 10) + (1 \times 8)}{6} \)

\( = \frac{21 + 20 + 8}{6} \)

\( = \frac{49}{6} = 8,17 \)

Langkah 3: Bandingkan nilai

Cahya: \( 8,83 \)

Andi: \( 8,33 \)

Bella: \( 8,33 \)

Dinda: \( 8,17 \)

Karena:

\( 8,83 \gt 8,33 \gt 8,17 \)

Kesimpulan

Siswa dengan Nilai Prestasi tertinggi adalah Cahya.


No 37

Sebuah perusahaan logistik memberikan Penghargaan Kurir Terbaik berdasarkan Skor Kinerja (SK). SK dihitung dari tiga komponen penilaian: Ketepatan Waktu (Bobot 3), Kepuasan Pelanggan (Bobot 2), dan Jumlah Paket Terkirim (Bobot 1). Kurir dengan SK TERTINGGI akan mendapatkan bonus utama.

Kurir Ketepatan Waktu (1-10) Kepuasan (1-10) Paket (1-10)
Arif 9 8 7
Bima 8 9 8
Candra 10 7 9
Doni 7 10 8

Kurir manakah yang memiliki Skor Kinerja (SK) tertinggi?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Tentukan rumus Skor Kinerja

Rumus nilai berbobot:

\( SK = \frac{(3 \times \text{Ketepatan}) + (2 \times \text{Kepuasan}) + (1 \times \text{Paket})}{3 + 2 + 1} \)

\( SK = \frac{(3K + 2S + P)}{6} \)

Langkah 2: Hitung nilai setiap kurir

Arif

\( SK = \frac{(3 \times 9) + (2 \times 8) + (1 \times 7)}{6} \)

\( = \frac{27 + 16 + 7}{6} \)

\( = \frac{50}{6} = 8,33 \)

Bima

\( SK = \frac{(3 \times 8) + (2 \times 9) + (1 \times 8)}{6} \)

\( = \frac{24 + 18 + 8}{6} \)

\( = \frac{50}{6} = 8,33 \)

Candra

\( SK = \frac{(3 \times 10) + (2 \times 7) + (1 \times 9)}{6} \)

\( = \frac{30 + 14 + 9}{6} \)

\( = \frac{53}{6} = 8,83 \)

Doni

\( SK = \frac{(3 \times 7) + (2 \times 10) + (1 \times 8)}{6} \)

\( = \frac{21 + 20 + 8}{6} \)

\( = \frac{49}{6} = 8,17 \)

Langkah 3: Bandingkan nilai

Candra: \( 8,83 \)

Arif: \( 8,33 \)

Bima: \( 8,33 \)

Doni: \( 8,17 \)

Karena:

\( 8,83 \gt 8,33 \gt 8,17 \)

Kesimpulan

Kurir dengan Skor Kinerja tertinggi adalah Candra.


No 38

Sebuah sekolah menentukan Juara Olimpiade Sains berdasarkan Nilai Akhir (NA). NA dihitung dari tiga komponen penilaian: Tes Teori (Bobot 3), Tes Praktik (Bobot 2), dan Presentasi (Bobot 1). Peserta dengan NA TERTINGGI akan menjadi juara.

Peserta Teori (1-10) Praktik (1-10) Presentasi (1-10)
Raka 9 8 7
Sinta 8 9 8
Tono 10 7 9
Wulan 7 10 8

Peserta manakah yang memiliki Nilai Akhir (NA) tertinggi?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Tentukan rumus Nilai Akhir

Rumus nilai berbobot:

\( NA = \frac{(3 \times \text{Teori}) + (2 \times \text{Praktik}) + (1 \times \text{Presentasi})}{3 + 2 + 1} \)

\( NA = \frac{(3T + 2P + R)}{6} \)

Langkah 2: Hitung nilai setiap peserta

Raka

\( NA = \frac{(3 \times 9) + (2 \times 8) + (1 \times 7)}{6} \)

\( = \frac{27 + 16 + 7}{6} \)

\( = \frac{50}{6} = 8,33 \)

Sinta

\( NA = \frac{(3 \times 8) + (2 \times 9) + (1 \times 8)}{6} \)

\( = \frac{24 + 18 + 8}{6} \)

\( = \frac{50}{6} = 8,33 \)

Tono

\( NA = \frac{(3 \times 10) + (2 \times 7) + (1 \times 9)}{6} \)

\( = \frac{30 + 14 + 9}{6} \)

\( = \frac{53}{6} = 8,83 \)

Wulan

\( NA = \frac{(3 \times 7) + (2 \times 10) + (1 \times 8)}{6} \)

\( = \frac{21 + 20 + 8}{6} \)

\( = \frac{49}{6} = 8,17 \)

Langkah 3: Bandingkan nilai

Tono: \( 8,83 \)

Raka: \( 8,33 \)

Sinta: \( 8,33 \)

Wulan: \( 8,17 \)

Karena:

\( 8,83 \gt 8,33 \gt 8,17 \)

Kesimpulan

Peserta dengan Nilai Akhir tertinggi adalah Tono.


No 39

Sebuah perusahaan menentukan Karyawan Terproduktif berdasarkan Skor Produktivitas (SP). SP dihitung dari tiga komponen penilaian: Jumlah Proyek Selesai (Bobot 3), Kualitas Pekerjaan (Bobot 2), dan Kerja Sama Tim (Bobot 1). Karyawan dengan SP TERTINGGI akan mendapatkan penghargaan.

Karyawan Proyek (1-10) Kualitas (1-10) Tim (1-10)
Adi 9 8 7
Bima 8 9 8
Cici 10 7 9
Dara 7 10 8

Karyawan manakah yang memiliki Skor Produktivitas (SP) tertinggi?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Tentukan rumus Skor Produktivitas

\( SP = \frac{(3 \times \text{Proyek}) + (2 \times \text{Kualitas}) + (1 \times \text{Tim})}{3 + 2 + 1} \)

\( SP = \frac{(3P + 2K + T)}{6} \)

Langkah 2: Hitung nilai setiap karyawan

Adi

\( SP = \frac{(3 \times 9) + (2 \times 8) + (1 \times 7)}{6} \)

\( = \frac{27 + 16 + 7}{6} \)

\( = \frac{50}{6} = 8,33 \)

Bima

\( SP = \frac{(3 \times 8) + (2 \times 9) + (1 \times 8)}{6} \)

\( = \frac{24 + 18 + 8}{6} \)

\( = \frac{50}{6} = 8,33 \)

Cici

\( SP = \frac{(3 \times 10) + (2 \times 7) + (1 \times 9)}{6} \)

\( = \frac{30 + 14 + 9}{6} \)

\( = \frac{53}{6} = 8,83 \)

Dara

\( SP = \frac{(3 \times 7) + (2 \times 10) + (1 \times 8)}{6} \)

\( = \frac{21 + 20 + 8}{6} \)

\( = \frac{49}{6} = 8,17 \)

Langkah 3: Bandingkan nilai

Cici: \( 8,83 \)

Adi: \( 8,33 \)

Bima: \( 8,33 \)

Dara: \( 8,17 \)

Karena:

\( 8,83 \gt 8,33 \gt 8,17 \)

Kesimpulan

Karyawan dengan Skor Produktivitas tertinggi adalah Cici.


No 40

Sebuah sekolah menentukan Ketua OSIS Terbaik berdasarkan Nilai Kepemimpinan (NK). NK dihitung dari tiga komponen penilaian: Kepemimpinan (Bobot 3), Program Kerja (Bobot 2), dan Komunikasi (Bobot 1). Kandidat dengan NK TERTINGGI akan terpilih sebagai ketua.

Kandidat Kepemimpinan (1-10) Program Kerja (1-10) Komunikasi (1-10)
Rian 9 8 7
Sari 8 9 8
Tari 10 7 9
Vino 7 10 8

Kandidat manakah yang memiliki Nilai Kepemimpinan (NK) tertinggi?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Tentukan rumus Nilai Kepemimpinan

\( NK = \frac{(3 \times \text{Kepemimpinan}) + (2 \times \text{Program}) + (1 \times \text{Komunikasi})}{3 + 2 + 1} \)

\( NK = \frac{(3K + 2P + C)}{6} \)

Langkah 2: Hitung nilai setiap kandidat

Rian

\( NK = \frac{(3 \times 9) + (2 \times 8) + (1 \times 7)}{6} \)

\( = \frac{27 + 16 + 7}{6} \)

\( = \frac{50}{6} = 8,33 \)

Sari

\( NK = \frac{(3 \times 8) + (2 \times 9) + (1 \times 8)}{6} \)

\( = \frac{24 + 18 + 8}{6} \)

\( = \frac{50}{6} = 8,33 \)

Tari

\( NK = \frac{(3 \times 10) + (2 \times 7) + (1 \times 9)}{6} \)

\( = \frac{30 + 14 + 9}{6} \)

\( = \frac{53}{6} = 8,83 \)

Vino

\( NK = \frac{(3 \times 7) + (2 \times 10) + (1 \times 8)}{6} \)

\( = \frac{21 + 20 + 8}{6} \)

\( = \frac{49}{6} = 8,17 \)

Langkah 3: Bandingkan nilai

Tari: \( 8,83 \)

Rian: \( 8,33 \)

Sari: \( 8,33 \)

Vino: \( 8,17 \)

Karena:

\( 8,83 \gt 8,33 \gt 8,17 \)

Kesimpulan

Kandidat dengan Nilai Kepemimpinan tertinggi adalah Tari.


No 41

Sebuah perusahaan menentukan Sales Terbaik berdasarkan Skor Penilaian (SP). SP dihitung dari tiga komponen penilaian: Jumlah Penjualan (Bobot 3), Kepuasan Pelanggan (Bobot 2), dan Ketepatan Administrasi (Bobot 1). Sales dengan SP TERTINGGI akan mendapatkan bonus tahunan.

Sales Penjualan (1-10) Kepuasan (1-10) Administrasi (1-10)
Rudi 9 8 7
Sinta 8 9 8
Tono 10 7 9
Wati 7 10 8

Sales manakah yang memiliki Skor Penilaian (SP) tertinggi?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Tentukan rumus Skor Penilaian

\( SP = \frac{(3 \times \text{Penjualan}) + (2 \times \text{Kepuasan}) + (1 \times \text{Administrasi})}{3 + 2 + 1} \)

\( SP = \frac{(3P + 2K + A)}{6} \)

Langkah 2: Hitung nilai setiap sales

Rudi

\( SP = \frac{(3 \times 9) + (2 \times 8) + (1 \times 7)}{6} \)

\( = \frac{27 + 16 + 7}{6} \)

\( = \frac{50}{6} = 8,33 \)

Sinta

\( SP = \frac{(3 \times 8) + (2 \times 9) + (1 \times 8)}{6} \)

\( = \frac{24 + 18 + 8}{6} \)

\( = \frac{50}{6} = 8,33 \)

Tono

\( SP = \frac{(3 \times 10) + (2 \times 7) + (1 \times 9)}{6} \)

\( = \frac{30 + 14 + 9}{6} \)

\( = \frac{53}{6} = 8,83 \)

Wati

\( SP = \frac{(3 \times 7) + (2 \times 10) + (1 \times 8)}{6} \)

\( = \frac{21 + 20 + 8}{6} \)

\( = \frac{49}{6} = 8,17 \)

Langkah 3: Bandingkan nilai

Tono: \( 8,83 \)

Rudi: \( 8,33 \)

Sinta: \( 8,33 \)

Wati: \( 8,17 \)

Karena:

\( 8,83 \gt 8,33 \gt 8,17 \)

Kesimpulan

Sales dengan Skor Penilaian tertinggi adalah Tono.


No 42

Sebuah sekolah menentukan Juara Lomba Debat berdasarkan Nilai Akhir (NA). NA dihitung dari tiga komponen penilaian: Argumentasi (Bobot 3), Penyampaian (Bobot 2), dan Kerja Sama Tim (Bobot 1). Tim dengan NA TERTINGGI akan menjadi juara lomba.

Tim Argumentasi (1-10) Penyampaian (1-10) Kerja Sama (1-10)
Tim A 9 8 7
Tim B 8 9 8
Tim C 10 7 9
Tim D 7 10 8

Tim manakah yang memiliki Nilai Akhir (NA) tertinggi?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Tentukan rumus Nilai Akhir

\( NA = \frac{(3 \times \text{Argumentasi}) + (2 \times \text{Penyampaian}) + (1 \times \text{Kerja Sama})}{3 + 2 + 1} \)

\( NA = \frac{(3A + 2P + K)}{6} \)

Langkah 2: Hitung nilai setiap tim

Tim A

\( NA = \frac{(3 \times 9) + (2 \times 8) + (1 \times 7)}{6} \)

\( = \frac{27 + 16 + 7}{6} \)

\( = \frac{50}{6} = 8,33 \)

Tim B

\( NA = \frac{(3 \times 8) + (2 \times 9) + (1 \times 8)}{6} \)

\( = \frac{24 + 18 + 8}{6} \)

\( = \frac{50}{6} = 8,33 \)

Tim C

\( NA = \frac{(3 \times 10) + (2 \times 7) + (1 \times 9)}{6} \)

\( = \frac{30 + 14 + 9}{6} \)

\( = \frac{53}{6} = 8,83 \)

Tim D

\( NA = \frac{(3 \times 7) + (2 \times 10) + (1 \times 8)}{6} \)

\( = \frac{21 + 20 + 8}{6} \)

\( = \frac{49}{6} = 8,17 \)

Langkah 3: Bandingkan nilai

Tim C: \( 8,83 \)

Tim A: \( 8,33 \)

Tim B: \( 8,33 \)

Tim D: \( 8,17 \)

Karena:

\( 8,83 \gt 8,33 \gt 8,17 \)

Kesimpulan

Tim dengan Nilai Akhir tertinggi adalah Tim C.


No 43

Sebuah rumah sakit menentukan Perawat Terbaik berdasarkan Nilai Kinerja (NK). NK dihitung dari tiga komponen penilaian: Pelayanan Pasien (Bobot 3), Ketelitian Kerja (Bobot 2), dan Kerja Sama Tim (Bobot 1). Perawat dengan NK TERTINGGI akan mendapatkan penghargaan.

Perawat Pelayanan (1-10) Ketelitian (1-10) Kerja Sama (1-10)
Alya 9 8 7
Bella 8 9 8
Citra 10 7 9
Dewi 7 10 8

Perawat manakah yang memiliki Nilai Kinerja (NK) tertinggi?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Tentukan rumus Nilai Kinerja

\( NK = \frac{(3 \times \text{Pelayanan}) + (2 \times \text{Ketelitian}) + (1 \times \text{Kerja Sama})}{3 + 2 + 1} \)

\( NK = \frac{(3P + 2K + T)}{6} \)

Langkah 2: Hitung nilai setiap perawat

Alya

\( NK = \frac{(3 \times 9) + (2 \times 8) + (1 \times 7)}{6} \)

\( = \frac{27 + 16 + 7}{6} \)

\( = \frac{50}{6} = 8,33 \)

Bella

\( NK = \frac{(3 \times 8) + (2 \times 9) + (1 \times 8)}{6} \)

\( = \frac{24 + 18 + 8}{6} \)

\( = \frac{50}{6} = 8,33 \)

Citra

\( NK = \frac{(3 \times 10) + (2 \times 7) + (1 \times 9)}{6} \)

\( = \frac{30 + 14 + 9}{6} \)

\( = \frac{53}{6} = 8,83 \)

Dewi

\( NK = \frac{(3 \times 7) + (2 \times 10) + (1 \times 8)}{6} \)

\( = \frac{21 + 20 + 8}{6} \)

\( = \frac{49}{6} = 8,17 \)

Langkah 3: Bandingkan nilai

Citra: \( 8,83 \)

Alya: \( 8,33 \)

Bella: \( 8,33 \)

Dewi: \( 8,17 \)

Karena:

\( 8,83 \gt 8,33 \gt 8,17 \)

Kesimpulan

Perawat dengan Nilai Kinerja tertinggi adalah Citra.


No 44

Sebuah universitas menentukan Dosen Berprestasi berdasarkan Nilai Evaluasi (NE). NE dihitung dari tiga komponen penilaian: Kualitas Pengajaran (Bobot 3), Penelitian (Bobot 2), dan Pengabdian Masyarakat (Bobot 1). Dosen dengan NE TERTINGGI akan mendapatkan penghargaan tahunan.

Dosen Pengajaran (1-10) Penelitian (1-10) Pengabdian (1-10)
Andra 9 8 7
Banu 8 9 8
Candra 10 7 9
Dimas 7 10 8

Dosen manakah yang memiliki Nilai Evaluasi (NE) tertinggi?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Tentukan rumus Nilai Evaluasi

\( NE = \frac{(3 \times \text{Pengajaran}) + (2 \times \text{Penelitian}) + (1 \times \text{Pengabdian})}{3 + 2 + 1} \)

\( NE = \frac{(3P + 2R + M)}{6} \)

Langkah 2: Hitung nilai setiap dosen

Andra

\( NE = \frac{(3 \times 9) + (2 \times 8) + (1 \times 7)}{6} \)

\( = \frac{27 + 16 + 7}{6} \)

\( = \frac{50}{6} = 8,33 \)

Banu

\( NE = \frac{(3 \times 8) + (2 \times 9) + (1 \times 8)}{6} \)

\( = \frac{24 + 18 + 8}{6} \)

\( = \frac{50}{6} = 8,33 \)

Candra

\( NE = \frac{(3 \times 10) + (2 \times 7) + (1 \times 9)}{6} \)

\( = \frac{30 + 14 + 9}{6} \)

\( = \frac{53}{6} = 8,83 \)

Dimas

\( NE = \frac{(3 \times 7) + (2 \times 10) + (1 \times 8)}{6} \)

\( = \frac{21 + 20 + 8}{6} \)

\( = \frac{49}{6} = 8,17 \)

Langkah 3: Bandingkan nilai

Candra: \( 8,83 \)

Andra: \( 8,33 \)

Banu: \( 8,33 \)

Dimas: \( 8,17 \)

Karena:

\( 8,83 \gt 8,33 \gt 8,17 \)

Kesimpulan

Dosen dengan Nilai Evaluasi tertinggi adalah Candra.


No 45

Sebuah perusahaan teknologi menentukan Programmer Terbaik berdasarkan Nilai Kinerja (NK). NK dihitung dari tiga komponen penilaian: Kemampuan Coding (Bobot 3), Penyelesaian Bug (Bobot 2), dan Dokumentasi Program (Bobot 1). Programmer dengan NK TERTINGGI akan mendapatkan penghargaan.

Programmer Coding (1-10) Bug Fixing (1-10) Dokumentasi (1-10)
Arman 9 8 7
Bella 8 9 8
Carlos 10 7 9
Diana 7 10 8

Programmer manakah yang memiliki Nilai Kinerja (NK) tertinggi?

Klik jawaban dan analisa

Langkah 1: Tentukan rumus Nilai Kinerja

\( NK = \frac{(3 \times \text{Coding}) + (2 \times \text{Bug Fixing}) + (1 \times \text{Dokumentasi})}{3 + 2 + 1} \)

\( NK = \frac{(3C + 2B + D)}{6} \)

Langkah 2: Hitung nilai setiap programmer

Arman

\( NK = \frac{(3 \times 9) + (2 \times 8) + (1 \times 7)}{6} \)

\( = \frac{27 + 16 + 7}{6} \)

\( = \frac{50}{6} = 8,33 \)

Bella

\( NK = \frac{(3 \times 8) + (2 \times 9) + (1 \times 8)}{6} \)

\( = \frac{24 + 18 + 8}{6} \)

\( = \frac{50}{6} = 8,33 \)

Carlos

\( NK = \frac{(3 \times 10) + (2 \times 7) + (1 \times 9)}{6} \)

\( = \frac{30 + 14 + 9}{6} \)

\( = \frac{53}{6} = 8,83 \)

Diana

\( NK = \frac{(3 \times 7) + (2 \times 10) + (1 \times 8)}{6} \)

\( = \frac{21 + 20 + 8}{6} \)

\( = \frac{49}{6} = 8,17 \)

Langkah 3: Bandingkan nilai

Carlos: \( 8,83 \)

Arman: \( 8,33 \)

Bella: \( 8,33 \)

Diana: \( 8,17 \)

Karena:

\( 8,83 \gt 8,33 \gt 8,17 \)

Kesimpulan

Programmer dengan Nilai Kinerja tertinggi adalah Carlos.