Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 22

Bacalah puisi berikut untuk menjawab soal nomor \( 22 \) s.d. \( 24 \)!

SAJADAH PANJANG
Ada sajadah panjang terbentang
Dari kaki buaian
Sampai ke tepi kuburan hamba
Kuburan hamba bila mati.

Ada sajadah panjang terbentang
Hamba tunduk dan sujud
Di atas sajadah yang panjang ini
Diselingi sekedar interupsi

Mencari rezeki, mencari ilmu
Mengukur jalanan seharian
Begitu terdengar suara azan
Kembali tersungkur hamba

Ada sajadah panjang terbentang
Hamba tunduk dan rukuk
Hamba sujud dan tak lepas kening hamba
Mengingat Dikau sepenuhnya

(Taufik Ismail)

Suasana yang terdapat dalam puisi tersebut adalah ….

A. rindu

B. hening

C. haru

D. khidmat

E. romantis

Jawaban dan Analisis

Jawaban: D

Analisis: Puisi dipenuhi suasana ibadah: “tunduk dan sujud”, “rukuk”, “terdengar suara azan”, dan “mengingat Dikau sepenuhnya”. Nuansa yang dominan adalah kekhusyukan dalam beribadah, sehingga “khidmat” paling sesuai. Pilihan “hening” mungkin muncul, tetapi “khidmat” lebih tepat karena hening hanya keadaan sunyi, sedangkan khidmat memuat makna hormat dan fokus ibadah. Jadi ketepatan \( D \gt B \) dan \( D \gt C \).


Soal 23

Makna lambang kata sajadah dalam puisi tersebut adalah ….

A. kain untuk alas sujud

B. kehidupan di dunia

C. waktu untuk beribadah

D. tempat untuk salat

E. kesempatan beramal

Jawaban dan Analisis

Jawaban: A

Analisis: Dalam puisi, “sajadah” langsung berkaitan dengan gerak salat: “tunduk dan sujud”, “rukuk”, dan “kening hamba”. Sajadah adalah alas sujud yang digunakan saat salat, sehingga pilihan A paling tepat. Pilihan D (“tempat untuk salat”) terlalu umum dan tidak spesifik; “sajadah” bukan “tempat” melainkan alas. Maka \( A \gt D \) dan \( A \gt C \).


Soal 24

Maksud bait pertama puisi tersebut adalah ….

A. Ada sajadah yang panjang terbentang dari kita lahir sampai kita mati.

B. Dalam hidup seorang hamba di samping bekerja juga mencari ilmu.

C. Seorang hamba Tuhan selalu sujud dan tunduk kepada Tuhannya.

D. Perjalanan hidup seseorang dimulai sejak lahir hingga meninggal.

E. Bekerja dan mencari ilmu adalah selingan dalam hidup.

Jawaban dan Analisis

Jawaban: A

Analisis: Bait pertama menyatakan “dari kaki buaian” sampai “tepi kuburan hamba”, yang melambangkan rentang hidup dari lahir hingga mati. Pilihan A menyebut “sajadah panjang terbentang dari kita lahir sampai kita mati” dan paling dekat dengan ungkapan bait pertama. Pilihan D juga menyebut perjalanan hidup sejak lahir hingga meninggal, tetapi tidak menautkan langsung simbol “sajadah panjang” yang menjadi inti bait. Karena itu \( A \gt D \). Pilihan B, C, dan E lebih cocok untuk bait berikutnya (tentang bekerja, mencari ilmu, serta sujud-rukuk).


Soal 25

Cermati gurindam berikut!

Apabila mendengar khabar
Menerimanya itu hendaklah sabar

Maksud isi gurindam tersebut adalah ….

A. Janganlah mendengar khabar sembarangan jika ingin menjadi orang sabar.

B. Tidak boleh menerima khabar yang tidak jelas jika kita tidak sabar.

C. Cermati setiap khabar yang kita terima dengan pikiran yang jernih.

D. Bersabarlah dalam menerima khabar walaupun sangat menyakitkan kita.

E. Jika mendengar khabar hendaknya menerima dengan gembira.

Jawaban dan Analisis

Jawaban: D

Analisis: Isi gurindam menekankan sikap “sabar” saat menerima kabar: “menerimanya itu hendaklah sabar”. Pilihan D paling tepat karena langsung memerintahkan bersabar dalam menerima kabar; tambahan “walaupun sangat menyakitkan” masih sejalan dengan makna sabar (tetap tenang meski berat). Pilihan C berbicara tentang menelaah kabar secara jernih (lebih ke sikap kritis), bukan inti perintah “sabar”. Pilihan E bertentangan karena “gembira” tidak selalu mungkin dalam menerima kabar. Jadi ketepatan \( D \gt C \) dan \( D \gt E \).