Baca juga
- Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School Trenggalek
- pesantren Manbaul Quran
- Pesantren Nailal Narom Trenggalek
- Pesantren Madinatul Huffaz Ngawi
No 1
Teks untuk soal berikut
Susu merupakan minuman bergizi tinggi yang dibutuhkan oleh balita untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Namun, susu sering kali digolongkan sebagai minuman yang berharga cukup mahal, terutama sediaan susu yang telah mengalami berbagai proses pengolahan. Di pasaran, susu tersedia dalam bentuk minuman kemasan yang biasanya telah ditambahkan sukrosa serta zat perisa tertentu untuk memberikan variasi rasa. Kandungan gizi dalam susu sangat dipengaruhi oleh jenis ternak yang menghasilkannya, jenis makanan yang dikonsumsi ternak, dan tingkat kesehatan ternak. Setiap 100 mL susu sapi murni rata-rata dapat menghasilkan energi sekitar 259 kJ.
Umumnya, kandungan susu sapi murni menurut berat adalah 87% air, 3,7% lemak, 3,5% protein, 4,9% laktosa, 0,07% mineral, dan sisanya berupa berbagai jenis vitamin, enzim, dan lain-lain. Mineral yang terdapat dalam susu sapi murni di antaranya adalah kalsium, fosfor, natrium, besi, tembaga, dan seng. Kalsium dan fosfor merupakan mineral penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi.
Susu juga mengandung vitamin yang larut dalam lemak, yaitu vitamin A, D, E, dan K, serta vitamin yang larut dalam air, yaitu vitamin B dan C. Selain itu, di dalam susu juga terdapat beberapa jenis enzim, seperti peroksidase, katalase, fosfatase, dan lipase. Lipase berfungsi untuk menghidrolisis lipid. Di antara enzim-enzim tersebut, peroksidase dan fosfatase umumnya digunakan sebagai indikator kecukupan pasteurisasi susu karena kedua enzim ini akan rusak pada suhu pasteurisasi, sementara vitamin, mineral, dan enzim lain tidak mengalami perubahan.
Soal
Pemanasan susu pada suhu yang sedikit lebih tinggi dari suhu pasteurisasi mengakibatkan
| (a) | Hidrolisis molekul lemak sehingga susu menjadi asam lemak dan gliserol |
| (b) | Denaturasi sebagian besar protein dan enzim sehingga menurunkan kualitas susu |
| (c) | Katabolisme susu sehingga memperkecil kandungan energinya |
| (d) | Penurunan kadar kalsium dan fosfor sehingga menurunkan gizi susu |
| (e) | Degradasi vitamin dalam susu sehingga menimbulkan bau tidak sedap |
No 2
Teks untuk soal berikut
Cuka merupakan cairan bening yang sering ditambahkan pada makanan untuk memberikan rasa asam yang menyegarkan. Cairan cuka mengandung asam cuka atau asam asetat, suatu senyawa organik dengan rumus molekul CH₃CO₂H. Jika terlarut dalam air, asam asetat akan melepaskan ion H⁺ sehingga asam asetat dikelompokkan sebagai asam Arrhenius. Asam asetat dikelompokkan dalam asam Bronsted karena molekul ini dapat mendonorkan H⁺ dalam reaksi kimia. Asam asetat memiliki bau khas yang menyengat dan bersifat korosif. Asam asetat merupakan asam lemah yang memiliki massa molekul relatif 60 g/mol. Asam asetat banyak digunakan sebagai bahan dasar dalam industri kimia.
Di lain pihak, basa memiliki rasa pahit, bersifat licin, dan dapat menetralkan asam. Basa Arrhenius didefinisikan sebagai senyawa yang jika dilarutkan dalam air dapat menghasilkan ion OH⁻. Basa banyak digunakan sebagai senyawa penetral asam. Contohnya adalah antasid yang digunakan untuk meredakan gejala akibat asam lambung berlebih, seperti maag, nyeri ulu hati, penyakit asam lambung (GERD), dan tukak lambung atau gastritis. Antasid tersedia dalam berbagai sediaan, ada yang mengandung basa lemah Mg(OH)₂ dan Al(OH)₃. Basa ini bereaksi dengan HCl dalam asam lambung. Namun, perlu diingat bahwa antasid hanya meredakan gejala dan tidak mengobati penyebab meningkatnya asam lambung.
Soal
Jika basa lemah dalam antasid diganti dengan NaOH, antasid tersebut tidak dapat digunakan sebagai obat asam lambung karena akan menghasilkan …
| (A) | gas yang beracun |
| (B) | bau yang menusuk |
| (C) | panas yang menyengat |
| (D) | garam yang mengendap |
| (E) | larutan yang berasa pahit |
No 3
Teks untuk soal berikut
Besi adalah logam transisi yang memiliki nomor atom 26, bermassa satu molnya 56 g, dan berada di golongan 8 periode 4 pada tabel periodik unsur. Besi memiliki kelimpahan yang cukup tinggi, merupakan penyusun utama inti bumi, dan merupakan unsur keempat terbesar penyusun kerak bumi. Beberapa batuan yang banyak mengandung besi, antara lain hematit (Fe₂O₃), magnetit (Fe₃O₄), pirit (FeS₂), dan siderit (FeCO₃).
Besi merupakan logam yang keras, kuat, dan mudah dibentuk sehingga besi banyak dimanfaatkan untuk menunjang kehidupan manusia. Besi baja, yang sering kali disebut sebagai baja, merupakan perpaduan unsur besi, karbon, krom, nikel, tembaga, dan beberapa elemen lain. Baja banyak digunakan untuk konstruksi bangunan, yang umumnya mengandung 97% besi, 0,2–2,1% karbon, dan dipadukan dengan unsur logam lain untuk mendapat sifat unggul yang diinginkan.
Di lain pihak, unsur besi juga dibutuhkan oleh tubuh untuk mencegah dan mengatasi anemia. Besi berperan penting pada pembentukan hemoglobin, yaitu protein tetramer dalam sel darah merah yang membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh dan membawa karbon dioksida dari jaringan dan organ tubuh kembali ke paru-paru. Besi juga dibutuhkan pada pembentukan mioglobin, yaitu protein monomer yang menghantarkan oksigen ke otot. Tubuh manusia dewasa rata-rata mengandung sekitar 4,5 gram besi, yang umumnya diperoleh dari sayuran hijau dan daging merah. Daging ikan yang berwarna putih tentunya tidak cocok untuk mengatasi anemia.
(Diadaptasi dari berbagai sumber)
Soal
Penambahan beberapa logam lain ke dalam campuran baja menyebabkan logam lebih …
| (a) | kuat |
| (b) | lentur |
| (c) | berat |
| (d) | mengkilat |
| (e) | mudah dicetak |
No 4
Teks untuk soal berikut
Fotosintesis adalah proses kimia yang dilakukan oleh klorofil pada tumbuhan hijau untuk menangkap dan mengubah energi sinar matahari menjadi energi kimia. Dalam fotosintesis, tumbuhan menyerap karbon dioksida (CO₂) dari udara dan menyerap air dari tanah untuk diubah menjadi oksigen (O₂) yang dilepaskan ke udara dan glukosa (C₆H₁₂O₆) yang digunakan oleh tumbuhan. Glukosa adalah karbohidrat sederhana dan merupakan monomer yang digunakan untuk membentuk polimer karbohidrat. Glukosa dapat langsung dipolimerisasi menjadi selulosa untuk menunjang perkembangan tumbuhan, atau disimpan sebagai cadangan makanan dalam bentuk amilum.
Salah satu bentuk karbohidrat yang memberikan rasa manis pada buah-buahan dan banyak terkandung dalam air batang tebu adalah sukrosa, molekul dimer dari glukosa dengan ikatan α-glikosida. Sukrosa banyak digunakan dalam bentuk gula pasir sebagai pemanis makanan dan minuman, sedangkan monomer fruktosa banyak ditemukan dalam madu.
Glukosa dan fruktosa masing-masing dikelompokkan sebagai aldoheksosa dan fruktoheksosa. Kedua senyawa ini mudah larut dalam air karena keduanya dapat membentuk ikatan hidrogen dengan air. Dalam larutan, molekul glukosa dapat berada dalam bentuk rantai terbuka atau membentuk lingkaran sebagai cincin piranosa sehingga dikenal sebagai glukopiranosa. Hal yang sama juga terjadi pada fruktosa yang rantai lingkarannya disebut sebagai furanosa. Semua jenis gula ini sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah yang cukup karena konsumsi gula secara berlebihan akan menyebabkan penyakit.
(Diadaptasi dari berbagai sumber)
Soal
Jika molekul glukosa rantai terbuka direaksikan dengan Cu²⁺ (tartrat) dan dihasilkan Cu₂O, gugus fungsi dalam molekul glukosa akan berubah menjadi …
| (a) | aldehid |
| (b) | karboksilat |
| (c) | hidroksil |
| (d) | keton |
| (e) | ester |
- LBI 2025 - no 1
- LBI 2025 - no 2
- LBI 2025 - no 3
- LBI 2025 - no 4
- LBI 2025 - no 5
- LBI 2025 - no 6
- LBI 2025 - no 7
- LBI 2025 - no 8
- LBI 2025 - no 9
- LBI 2025 - no 10
- LBI 2025 - no 11
- LBI 2025 - no 12
- LBI 2025 - no 13
- LBI 2025 - no 14
- LBI 2025 - no 15
- LBI 2025 - no 16
- LBI 2025 - no 17
- LBI 2025 - no 18
- LBI 2025 - no 19
- LBI 2025 - no 20
- LBI 2025 - no 21
- LBI 2025 - no 22
- LBI 2025 - no 23
- LBI 2025 - no 24
- LBI 2025 - no 25
- LBI 2025 - no 26
- LBI 2025 - no 27
- LBI 2025 - no 28
- LBI 2025 - no 29
- LBI 2025 - no 30