Kuasai Kalimat Efektif dan Tidak Efektif dalam 15 Menit

Kategori: latsol smp bahasa indonesia | Kota: KOTA PROBOLINGGO | Tanggal: 16 Jan 2026 13:03
🔒 Member
Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Baca juga

Soal 47

Perhatikan kutipan cerpen berikut!

Setelah mengetahui uang kembaliannya lebih, cukup lama Maryati merenung dan berpikir. Akhirnya, ia memutuskan untuk tidak mengembalikan uang kembalian yang lebih itu. Ia tampak gembira sekali. Segera dikayuhnya sepedanya perlahan-lahan sambil bersiul meninggalkan toko itu. Menurutnya, pelayan toko itu sudah lupa akan kekeliruannya.

“Ini kan rezekiku,” katanya dalam hati.

Hari-hari berikutnya Maryati gelisah, tidak tenang karena selalu memikirkan hal itu.

Amanat yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut adalah …

  1. Janganlah terlalu lama merenung dan berpikir dalam memutuskan sesuatu.
  2. Jika menerima sesuatu yang bukan milik kita, kembalikan kepada pemiliknya agar perasaan kita tenang.
  3. Jika menerima uang kembalian lebih ketika berbelanja, anggaplah itu sebagai rezekimu.
  4. Berhati-hatilah bila berbelanja apalagi menggunakan sepeda di jalan raya.

Soal 48

Kutipan novel I

Beberapa bulan setelah ibumu meninggal dunia, sudah mamak suruh dia kawin saja dengan perempuan lain, baik orang Mangkasar atau orang dari lain negeri. Dia hanya menggeleng saja, dia belum hendak kawin sebelum engkau besar, udi. Pernah ia berkata: Sepora hatinya ikut ibumu ke kuburan, dia tinggal di dunia ini dengan hati yang bengis. Tetapi dia takkan begitu, ia cinta kepada ibumu.

Kutipan novel II

“Sekarang,” katanya, “saya sudah ada di sisi ibumu kembali. Ada saya bawa obat kaki ibu. Kata orang Jakarta, mujarab benar obat itu. Obat encok namanya.” Ibu Mariati tertawa, “Kini pun obat sudah memberi berkat, Asri. Kalau aku telah melihat wajahmu, aku sehat sudah. Biar terbang penyakit itu, dan aku sembuh sendiri kelak.” “Moga-moga, tetapi seokok-olok kaki ibu itu diobati juga, supaya sembuh benar-benar.” Biar saya kenakan …” “Tidak, Asri, jangan tergesa-gesa! Obat minum, berwan dan sekaliannya itu sudah kuderikat sehari-harian.” Asri tertawa. “Siapa yang meminumkan obat itu? Makcik Liah agaknya?” tanyanya. “Tidak, dia, patuh. Tetapi Asnah, tak dapat dibantah kehendaknya.”

Perbedaan karakteristik kedua novel tersebut adalah …

Pilihan Novel I Novel II
A bahasanya sulit dipahami bahasanya mudah dipahami
B watak tokoh utamanya yang mencintai istrinya secara berlebihan watak tokoh utamanya taat pada orang tua
C sudut pandang orang pertama sudut pandang orang ketiga
D kerinduan percintaan

Soal 49

Perhatikan kutipan novel berikut!

(1) Maka berhentilah Nurbaya sebentar, karena hendak menyapu air matanya, yang keluar tiada disangkanya.
(2) Samsu tiadalah dapat berkata-kata, sebab sedih mendengar nasib adiknya ini. “Oleh sebab itu, kuringat kepadamu, Sam,” kata Nurbaya pula, “Bila engkau kelak beranak perempuan, janganlah sekali-kali kau paksa kawin dengan laki-laki yang tidak disukainya.”
(3) Karena laki-laki yang tidak disukainya, dan telah kuasai sendiri sekarang ini, sekiranya sedar aku, bagaimana sakitnya, susahnya dan tak enaknya, duduk dengan suami yang tiada disukai.
(4) Tak heran aku, bila perempuan, yang bernasib sebagai aku ini melakukan pekerjaan yang tidak baik, karena putus asa, dan melolong ayahku. Tetapi, perempuan yang tiada semalang aku, aku janganlah dipaksa, menurut kehendak hati ibu bapak, … jangan tiada menjauhkan kehendak, kesukaan, umur, kepandaian, tabiat, dan kelakuan anaknya.

Bukti bahwa anak berbakti kepada orang tuanya terdapat pada nomor …

  1. (1)
  2. (2)
  3. (3)
  4. (4)

Soal 50

Perhatikan kutipan novel berikut!

Bapak selalu membanding-bandingkan aku dengan Mas Bagus, abngku yang kuliah di jurusan pertambangan. Mas Bagus selalu baik di mata bapak. Bapak sangat membanggakan prestasi belajar Mas Bagus karena selalu menjadi juara kelas ketika masih di SMU. Adapun aku, meskipun pernah masuk peringkat sepuluh besar tapi nilai raporku tidak setinggi nilai rapor Mas Bagus.

Watak tokoh bapak dalam kutipan tersebut adalah …

  1. suka membanding-bandingkan anaknya
  2. selalu membela anak yang lebih kecil
  3. tokoh tidak perhatian pada keluarga
  4. membandingkan tokoh aku dengan Bagus

Artikel terkait

Program khusus alumni santri untuk fokus persiapan Tes SNBT sebagai jalur resmi seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Tersedia dua jalur persiapan yang terarah dan sistematis:

Pilih Program Anda

Kuota terbatas setiap angkatan.

🎓 Program Pengabdian Santri
& Bimbel
📚 Masa I’dad
Persiapan Akademik / Gap Year

ARTIKEL TERKAIT

🔥 Promo Member 🔒 Akses Semua Bank Soal SNBT, TKA & UM Mandiri + Pembahasan Lengkap • Rp299.000 → Rp199.000 / tahun