Baca juga
- Kehidupan Sehari-hari Santri Pesantren Tahfidz: Jadwal Terstruktur, Disiplin Tinggi, dan Pembentukan Karakter Qur’ani
- Rumah Tahfidz vs Pesantren: Mana yang Lebih Cocok untuk Anak Anda? Simak 5 Perbedaan Mendasarnya!
- Kasyifatul Ulum Putra Wonogiri
- pesantren Miftahul Huda 2
Soal 17
Cermati penggalan cerita berikut untuk menjawab soal nomor 17 dan 18!
|
Tak tahu aku membuntutinya, Srintil terus berjalan. Langkahnya berkelok ke kiri, langkah Srintil lurus menuju cungkup makam Ki Secamanggala. Kulihat Srintil jongkok, menaruh sesaji di depan pintu makam. Ketika bangkit dan berbalik, ronggeng itu terperanjat. Aku berdiri hanya dua langkah di depannya. “He, kau, Rasus?” “Aku mengikutimu.” “Aku disuruh Nyai Kartareja menaruh sesaji itu.” “Ya, aku tahu.” Habis berkata demikian, aku melangkah pergi. Tetapi, Srintil menarik bajuku. “Rasus, hendak ke mana kau?” “Pulang.” (Ronggeng Dukuh Paruk, Ahmad Tohari) |
Keterkaitan watak tokoh Srintil dengan kehidupan sehari-hari adalah ...
A. rasa takut karena merasa ada yang mengikuti.
B. seseorang yang patuh kepada perintah atasan/pemimpin.
C. meletakkan sesaji di makam orang yang disegani.
D. rasa takut dengan suasana di tempat pemakaman umum.
E. mengikuti orang yang gerak-geriknya mencurigakan.
Soal 18
Konflik yang dihadapi tokoh Rasus terdapat dalam cerita tersebut adalah ...
A. Ketahuan bahwa dia membuntuti Srintil.
B. Rasus mengikuti Srintil ke makam Ki Secamanggala.
C. Srintil menarik baju Rasus hingga robek setelah menaruh sesaji.
D. Sesaji yang diletakkan Srintil di atas kubur diketahui Nyai Kartareja.
E. Rasus pergi meninggalkan Srintil di kuburan Ki Secamanggala.
Soal 19
Cermati kutipan novel berikut untuk soal 19 s.d. 21!
|
Muka Kasan Ngali pucat sedikit. Ia menatap buruh itu satu-satu. Dan mereka diam. Kata Kasan Ngali mengakhiri, “Tutup mulut kalian. Tutup!” “Kami tak tahu apa-apa, Pak.” “Kami datang sudah begini!” “Kalau saja kami tahu!” Kasan Ngali marah. “Tutup, kataku!” “Tidak ada yang membantah lagi,” Kasan Ngali memberi perintah. “Tidak usah diurus siapa yang berbuat ini. Tugasmu ialah, usir semua orang dari pekarangan. Tutup pintu pagar. Jangan seorang dibolehkan lagi ke sini. Kerjakan, jangan bertanya. Aku benci pertanyaan!” Buruh-buruh itu masih belum bergerak. Belum jelas bagi mereka, bahwa itu memang keputusan Kasan Ngali. “Apalagi? Pergi! Kau kira aku tidak waras, ya!” (Pasar, Kuntowijoyo) |
Watak tokoh Kasan Ngali dalam kutipan tersebut adalah ....
A. bimbang
B. takut
C. lemah
D. berani
E. tegas
Soal 20
Pendeskripsian watak tokoh Kasan Ngali juga seorang yang kasar dalam kutipan tersebut diungkapkan melalui ....
A. dialog antartokoh
B. gambaran fisik tokoh
C. jalan pikiran tokoh
D. tanggapan tokoh lain
E. tuturan langsung pengarang
Soal 21
Pembuktian latar tempat dalam kutipan novel tersebut ditunjukkan dalam kalimat ...
A. Ia menatap buruh itu satu-satu.
B. Kami datang sudah begini.
C. Tugasmu ialah, usir semua orang dari pekarangan.
D. Buruh-buruh itu masih belum bergerak.
E. “Pergi! Kau kira aku tidak waras, ya!”
Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 1
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 2
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 3
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 4
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 5
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 6
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 7
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 8
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 9
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 10