Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Latihan Soal 21–26


Soal 21

Berbeda dengan Dedi, Tio teman sekelas Dedi selalu bangun pagi. Dia tidak pernah tergopoh-gopoh. Dia sekolah-sekolah selalu santai, tetapi selalu siap. Dengan bangun pagi membantunya lebih siap melakukan sesuatu.

Kalimat yang mengandung hubungan pertentangan dalam paragraf tersebut adalah kalimat …

  1. pertama
  2. kedua
  3. ketiga
  4. keempat
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Analisis

Hubungan pertentangan biasanya ditandai kata penghubung seperti tetapi/namun/akan tetapi. Pada paragraf tersebut, kalimat ketiga berbunyi: “Dia sekolah-sekolah selalu santai, tetapi selalu siap.” Kata tetapi menunjukkan pertentangan antara “santai” dan “selalu siap”.

Penanda: hubungan pertentangan \( tetapi \gt dengan \) karena “dengan” menunjukkan cara, bukan pertentangan.

  • A: hanya membandingkan “Berbeda dengan Dedi…”, belum pertentangan dalam satu kalimat.
  • B: menjelaskan keadaan “tidak tergopoh-gopoh”, bukan pertentangan.
  • C: ada “tetapi” → pertentangan jelas.
  • D: menjelaskan sebab/manfaat bangun pagi (hubungan sebab-akibat), bukan pertentangan.

Soal 22

(1) Dalam penyelenggaraan pendidikan alat pelajaran yang paling penting adalah buku bacaan.

(2) Buku bacaan itu dipakai oleh murid sekolah dan masyarakat.

(3) Buku-buku itu sebagai mata air yang senantiasa memancarkan airnya ke permukaan tanah.

(4) Tanpa buku bacaan pendidikan formal dan non formal tidak bisa berjalan lancar.

(5) Itulah sebabnya dikatakan bahwa buku adalah guru yang tidak pernah bohong.

Kalimat pasif dalam paragraf tersebut ditandai dengan nomor …

  1. 1 dan 3
  2. 1 dan 4
  3. 2 dan 5
  4. 2 dan 4
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Analisis

Kalimat pasif biasanya ditandai dengan predikat berawalan di- atau pola pasif lain seperti “dikatakan …”, “dipakai …”.

  • (2) “dipakai” → pasif (di-).
  • (5) “dikatakan” → pasif (di-).
  • (1), (3), (4) tidak memakai bentuk pasif “di-” (lebih berupa pernyataan/penjelasan).

Penegasan: ciri pasif \( di\text{-} \gt me\text{-} \) sehingga “dipakai” dan “dikatakan” termasuk pasif.

  • A: (1) bukan pasif; (3) juga bukan pasif.
  • B: (1) bukan pasif; (4) bukan pasif.
  • C: tepat: (2) dan (5) pasif.
  • D: (2) pasif, tetapi (4) bukan pasif.

Soal 23

Setelah diadakan peninjauan ke perumras-perumras di wilayah Bekasi, terlihat letaknya strategis, bersih dan bebas banjir.

Kata perumras-perumras pada kalimat tersebut menyatakan makna …

  1. sering
  2. banyak
  3. paling
  4. saling
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis

Bentuk ulang (perumras-perumras) pada umumnya menyatakan makna jamak/banyak. Jadi maknanya adalah banyak (banyak perumahan).

Penegasan: makna bentuk ulang \( banyak \gt sering \) karena pengulangan kata benda biasanya bermakna jamak, bukan frekuensi.

  • A: “sering” menyatakan frekuensi, bukan jamak benda.
  • B: tepat (jamak/banyak).
  • C: “paling” menyatakan tingkat superlatif, tidak sesuai.
  • D: “saling” menyatakan timbal balik, tidak sesuai.

Soal 24

Banjir dapat merusak tanaman, menghancurkan bangunan, merugikan manusia, menelan korban jiwa dan harta benda.

Kata yang berkonotasi pada kalimat tersebut adalah …

  1. merusak
  2. menghancurkan
  3. merugikan
  4. menelan
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: D

Analisis

Kata berkonotasi adalah kata yang maknanya tidak lugas/berkias. Pada kalimat itu, “banjir … menelan korban jiwa dan harta benda” bukan berarti banjir benar-benar “memakan”, melainkan menyebabkan banyak korban. Jadi “menelan” bermakna kias.

Penegasan: makna kias \( menelan \gt merusak \) karena “merusak” bermakna lugas.

  • A: lugas, makna langsung.
  • B: lugas, makna langsung.
  • C: lugas, makna langsung.
  • D: kias (konotatif), tidak benar-benar “memakan”.

Soal 25

Paragraf di bawah ini yang mengandung kata-kata berantonim ialah …

  1. Banyak orang pergi ke lapangan untuk menonton pertandingan itu. Mereka pergi ke lapangan itu untuk melihat pertunjukan dari dekat.
  2. Mobil dan bising adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan. Kenyataan menunjukkan bahwa semakin kencang mobil semakin keras pula kebisingannya.
  3. Negara kita adalah negara merdeka. Kita tidak dijajah lagi berkat perjuangan para pejuang yang rela berkorban merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.
  4. Janganlah engkau senang meminjam barang orang lain. Tetapi lebih baik engkau yang meminjamkan sesuatu kepada orang yang memerlukan pinjaman.
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: D

Analisis

Antonim adalah pasangan kata yang berlawanan makna. Pada opsi D terdapat pasangan meminjam dan meminjamkan: “meminjam” = menerima pinjaman, “meminjamkan” = memberi pinjaman. Itu menunjukkan hubungan berlawanan arah tindakan.

Penegasan: tindakan berlawanan \( meminjamkan \gt meminjam \) (arah memberi \(\gt\) arah menerima).

  • A: tidak ada pasangan lawan makna, hanya sinonim konteks (menonton/melihat).
  • B: membahas hubungan sebab-akibat (kencang ↔ keras) bukan antonim.
  • C: “merdeka” berlawanan dengan “dijajah”, tetapi struktur paragraf lebih menekankan penjelasan sejarah; pilihan yang paling jelas menampilkan pasangan tindakan berlawanan adalah D.
  • D: paling jelas memuat pasangan berlawanan (meminjam ↔ meminjamkan).

Soal 26

satu_20260113_110244.png

Teks poster: Produksi dalam negeri berani bersaing

Jenis poster tersebut termasuk poster …

  1. niaga
  2. hiburan
  3. pendidikan
  4. informasi
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis

Poster “Produksi dalam negeri berani bersaing” berisi ajakan/promosi untuk mendukung produk dalam negeri. Ini berkaitan dengan kegiatan ekonomi, pemasaran, dan perdagangan, sehingga termasuk poster niaga.

Penegasan: tujuan promosi \( niaga \gt hiburan \) karena isi poster bukan untuk menghibur.

  • A: tepat, karena mendorong/menarik minat pada produk (promosi).
  • B: tidak ada unsur tontonan/acara hiburan.
  • C: bukan materi pembelajaran langsung.
  • D: memuat informasi, tetapi gaya ajakannya lebih dominan promosi/niaga dibanding sekadar informasi netral.