Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Latihan Soal 31–35


Soal 31

Penggalan puisi:

Seruling di pasir tipis, merdu
antara gundukan pohon padi
membayang menggarna di anak kali
luncang-luncang: ……… jauh

Jemari di ceruk-ceruk
Jemari di air tipis menurun

Penggalan puisi di atas melukiskan suasana …

  1. keramaian dan damai
  2. sedih dan pilu
  3. sunyi dan syahdu
  4. tenang dan nyaman
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Analisis

Citraan puisi menonjolkan bunyi yang lembut dan suasana yang hening: “seruling … merdu” lalu gambaran alam (“pasir tipis”, “gundukan”, “anak kali”). Ini mengarah pada suasana yang sunyi dan terasa syahdu.

Pembanding: nuansa yang ditonjolkan \( sunyi\ dan\ syahdu \gt keramaian \), karena tidak ada tanda suasana ramai.

  • A: “keramaian” tidak muncul dalam citraan puisi.
  • B: tidak ada kata/nuansa duka yang kuat; yang dominan justru lembut dan hening.
  • C: paling sesuai dengan bunyi seruling dan gambaran alam yang tenang.
  • D: mendekati, tetapi “syahdu” lebih tepat karena ada unsur puitik-batin (merdu, hening).

Soal 32

(1) Sudah sebulan lamanya Parman mencari pekerjaan untuk anak istrinya.
(2) Ia bekerja di kota.
(3) Tidak, orang Parman mengalami nasib sial.
(4) Ia dikejar-kejar oleh penguasa karena bertopeng di tempat berkarang.

Kalimat yang tidak berobjek pada paragraf tersebut ditandai dengan nomor …

  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: B (2)

Analisis

Kalimat tidak berobjek biasanya berpredikat intransitif (tidak memerlukan objek). Pada (2) predikatnya “bekerja” dan diikuti keterangan tempat “di kota”, sehingga tidak ada objek.

Penegasan: pola tanpa objek \( bekerja\ di\ kota \gt mencari\ pekerjaan \) karena “mencari” menuntut objek.

  • (1): “mencari pekerjaan” memiliki objek “pekerjaan”.
  • (2): “bekerja di kota” tidak memiliki objek (hanya keterangan tempat).
  • (3): “mengalami nasib sial” memiliki objek “nasib sial”.
  • (4): bentuk pasif “dikejar-kejar …” tidak menampilkan objek, tetapi fokus soal biasanya pada kalimat aktif intransitif yang jelas, yaitu (2).

soal 33.

Kalimat yang mengandung hubungan sebab akibat adalah …

  1. Karena ada gangguan mesin mendadak, pesawat tidak bisa meneruskan penerbangan.
  2. Pesawat tidak bisa meneruskan penerbangan sebab ada gangguan mesin mendadak.
  3. Pilot lekas membalikkan haluan pesawat ………
  4. Akhirnya pesawat itu jatuh karena tidak bisa mendarat.
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis

Hubungan sebab-akibat ditandai kata penghubung seperti sebab, karena, akibatnya. Opsi B menyatakan akibat lebih dulu (“pesawat tidak bisa meneruskan penerbangan”), lalu sebabnya (“sebab ada gangguan mesin mendadak”) sehingga pola sebab-akibatnya jelas dan lengkap.

Penegasan: penanda sebab-akibat \( sebab/karena \gt tanpa\ penghubung \).

  • A: juga sebab-akibat, tetapi B lebih rapi (akibat → sebab) dan langsung sesuai pola yang biasa diuji.
  • B: sebab-akibat paling jelas dan efektif.
  • C: informasi tidak lengkap pada kutipan.
  • D: memang ada “karena”, tetapi isinya kurang langsung pada inti sebab-akibat yang dimaksud (B paling lugas).

Soal 34

Kepala sekolah akan menghadiri rapat di kecamatan. Beliau menulis memo yang ditujukan kepada wakil kepala sekolah. Isi memo yang tepat sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah …

  1. Kehadiran Bapak di sekolah kami harapkan. Ada masalah yang sangat penting untuk kita bahas.
  2. Rapat segera datang ke sekolah karena kiriman buku paket yang dipesan sudah datang.
  3. Kepada diminta bersiap-siap sekarang juga untuk mengikuti upacara.
  4. Rapat siswa: tolong perhatikan kebersihan sekolah sampai jam pelajaran sekolah berakhir.
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis

Memo adalah catatan singkat dari atasan kepada bawahan/rekan kerja untuk menyampaikan pesan tugas/koordinasi. Opsi A paling sesuai karena isinya berupa pemberitahuan/permintaan kehadiran untuk membahas hal penting, selaras dengan konteks kepala sekolah sedang ada urusan rapat sehingga perlu koordinasi dengan wakil.

Pembanding: format memo yang relevan \( koordinasi\ tugas \gt rapat\ siswa \) karena memo ditujukan kepada wakil kepala sekolah.

  • B: kalimatnya janggal dan tidak jelas maksud koordinasinya.
  • C: tidak sesuai konteks rapat di kecamatan.
  • D: seperti pengumuman untuk siswa, bukan memo untuk wakil kepala sekolah.

Soal 35

a. Ayah pergi ke kantor.
b. Paman datang dari Jakarta.
c. Ibu menyambutnya dengan hangat.

Penggabungan ketiga kalimat tersebut yang paling tepat adalah …

  1. Ketika ayah pergi ke kantor, paman datang dari Jakarta, ibu menyambutnya dengan hangat.
  2. Ayah pergi ke kantor, paman datang dari Jakarta, dan ibu menyambutnya dengan hangat.
  3. Ayah pergi ke kantor, dan paman datang dari Jakarta, sedang ibu menyambut dengan hangat.
  4. Ayah pergi ke kantor; paman datang dari Jakarta, ibu itu menyambutnya dengan hangat.
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis

Penggabungan yang paling tepat adalah yang setara (karena tiga kalimat asalnya tidak menyatakan hubungan waktu/sebab), memakai tanda baca yang benar, serta rujukan “-nya” jelas merujuk kepada paman. Opsi B memenuhi semuanya: urutan peristiwa disusun setara, dan “menyambutnya” merujuk pada paman.

Penegasan: penggabungan setara \( kalimat\ setara \gt ketika \) karena “ketika” menambah hubungan waktu yang tidak dinyatakan pada kalimat asal.

  • A: menambah hubungan waktu (“ketika”) yang tidak ada pada kalimat asal.
  • B: paling netral dan efektif.
  • C: struktur kurang rapi (“sedang …”) dan ada penghilangan objek “menyambut siapa”.
  • D: penggunaan “ibu itu” janggal dan tanda baca kurang tepat.