Soal 46
Kalimat: Sektor pariwisata sangat berpengaruh dalam perolehan ......... negara.
Pertanyaan: Istilah yang tepat melengkapi kalimat tersebut adalah .......
- valuta
- kredit
- devisa
- kurs
Jawaban & Analisis
Jawaban: C
- Pariwisata mendatangkan uang dari luar negeri (wisatawan asing membelanjakan uang), sehingga berpengaruh pada perolehan devisa negara.
- Devisa adalah pemasukan negara dalam bentuk valuta asing yang digunakan untuk transaksi internasional.
- Valuta hanya berarti mata uang (umum), bukan istilah “perolehan negara” yang lazimnya “devisa”.
- Kredit adalah pinjaman, tidak tepat untuk kalimat “perolehan negara”.
- Kurs adalah nilai tukar mata uang, bukan sesuatu yang “diperoleh”.
Soal 47
Kalimat: (1) Anak itu sebenarnya tidak bodoh. (2) Anak itu malas membaca buku.
Pertanyaan: Kalimat majemuk setara hasil penggabungan kedua kalimat tersebut yang tepat adalah .......
- Anak itu sebenarnya bukan bodoh, tetapi malas membaca buku.
- Anak itu sebenarnya tidak bodoh, tetapi malas membaca buku.
- Anak itu sebenarnya tidak bodoh, malahan malas membaca buku.
- Anak itu sebenarnya tidak bodoh namun hanya malas membaca buku.
Jawaban & Analisis
Jawaban: B
- Kalimat majemuk setara menggabungkan dua klausa yang setara, biasanya memakai konjungsi seperti dan, tetapi, namun.
- Hubungan makna dua kalimat adalah pertentangan ringan: “tidak bodoh” berlawanan dengan kesan negatif dari “malas membaca”. Konjungsi yang tepat: tetapi.
- B tepat: kedua klausa dipertahankan utuh dan dihubungkan oleh “tetapi”.
- A salah pilihan kata: “bukan bodoh” tidak sebaik “tidak bodoh” karena kalimat asal memakai “tidak bodoh”.
- C janggal karena “malahan” menimbulkan penekanan yang tidak perlu dan terasa tidak baku untuk konteks ini.
- D memakai “namun” (masih bisa), tetapi ada kata “hanya” yang tidak ada pada kalimat asal sehingga makna berubah (seolah-olah cuma itu saja masalahnya).
Soal 48
Kalimat: 1. Tulisan Mas Sumpno tidak rapi. 2. Saya masih dapat membacanya dengan jelas.
Pertanyaan: Kalimat majemuk bertingkat yang tepat hasil gabungan dari dua kalimat tersebut adalah ....
- Tulisan Mas Sumpno tidak rapi karena saya masih dapat membacanya dengan jelas.
- Meskipun tulisan Mas Sumpno tidak rapi, saya masih dapat membacanya dengan jelas.
- Jika tulisan Mas Sumpno tidak rapi, saya tidak masih membacanya dengan jelas.
- Tulisan Mas Sumpno tidak rapi, saya tidak masih dapat membacanya dengan jelas.
Jawaban & Analisis
Jawaban: B
- Hubungan makna dua kalimat adalah pertentangan/konsesi: walau tulisan tidak rapi, tetap bisa dibaca jelas.
- Konjungsi bertingkat yang tepat untuk konsesi adalah meskipun/walaupun.
- B tepat: “Meskipun ... , ...” membentuk kalimat majemuk bertingkat dengan hubungan konsesi.
- A salah karena “karena” menyatakan sebab, padahal “tidak rapi” bukan penyebab “masih dapat membacanya jelas” (justru berlawanan).
- C salah secara struktur dan makna (ada “tidak masih” yang tidak baku).
- D salah karena tidak memakai penghubung bertingkat yang benar dan juga mengandung “tidak masih”.
Soal 49
Kalimat: Berkat usahanya yang gigih, orang tua usuh itu mampu mengantarkan kedua putranya menjadi cendekiawan dalam bidang bahasa.
Pertanyaan: Kata yang mengalami perluasan makna pada kalimat tersebut adalah .......
- berkat
- usahanya
- putranya
- cendekiawan
Jawaban & Analisis
Jawaban: A
- Perluasan makna terjadi ketika sebuah kata yang semula bermakna sempit menjadi dipakai lebih luas.
- Kata berkat pada asalnya berkaitan dengan “pemberian/doa kebaikan” (sering bernuansa religius), tetapi dalam pemakaian modern sering meluas menjadi “karena/disebabkan oleh” (misalnya: berkat usaha, berkat latihan).
- Pada kalimat, berkat dipakai sebagai penghubung sebab: “karena usahanya yang gigih”. Ini menunjukkan perluasan pemakaian.
- usahanya, putranya, dan cendekiawan tetap bermakna lugas sesuai rujukannya.
Soal 50
Pertanyaan: Kalimat berikut yang menggunakan kata bernuansa kasar adalah .......
- Wanita cantik itu bisa menarik perhatian penonton.
- Lelaki tua meninggalkan bininya yang sedang hamil.
- Kapan ibu meninggalkan ibumu Indonesia lagi?
- Bapak berharap kamu harus belajar dengan tekun.
Jawaban & Analisis
Jawaban: B
- Kata bernuansa kasar adalah kata yang terasa kurang sopan/kurang halus dalam konteks tertentu.
- Pada B, kata bini berkonotasi lebih kasar dibanding padanan yang lebih halus seperti istri.
- A, C, dan D tidak memuat kata yang bernuansa kasar (meskipun C janggal secara makna, bukan karena kata kasarnya).
Pendampingan akademik ini merupakan bagian dari sistem pendidikan di Pesantren Tahfidz Karangmojo, yang berupaya menyeimbangkan pembinaan Al-Qur'an dan kemampuan akademik ananda.
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 1
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 2
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 3
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 4
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 5
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 6
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 7
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 8
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 9
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 10
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 11
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 12