Baca juga
- pesantren Hidayatul Mubtadi'in Sobo Guno Mangunsuman Ponorogo
- Pesantren Al Basyariyah
- Pesantren Tahfidz Insan Pratama
- Pesantren Tahfidzul Qur'an Pacitan
Soal 56
Kutipan: Sambil memberi penjelasan palsu itu George agak menepi, seolah-olah hendak memberi jalan pada Ben dan Carlos. Itulah saat yang menentukan. Bisakah kedua penjahat itu dijebak? Ternyata bisa!
Pertanyaan: Watak George dalam kutipan tersebut adalah ....
- pembohong
- penipu
- sopan
- cerdik
Soal 57
Kutipan: Angin bertiup menderu. Cuaca cerah cemerlang kena sinar rembulan. Bintang bertaburan di langit laksana permata bertebaran di atas permadani. Di sana melancar lebih dahulu nelayan yang sedang mengadu untung, menantang gelombang yang penuh marabahaya.
Pertanyaan: Latar penggalan cerita tersebut adalah ....
- siang hari di tengah laut
- malam hari di langit biru
- malam hari di laut lepas
- pagi hari di samudera raya
Soal 58
Kutipan: Setiap aku masuk itu, aku merasa diberi rantai penjaga. Kebebasanku dirampas. Segala gerakanku dikondisikan dan semua gerak-gerikku diamati. Andang, pengawas merangkap wakil kepala bagian, mulailah menjadi penguasa tunggal di ruangan itu.
Pertanyaan: Sudut pandang pengarang dalam penggalan novel tersebut adalah orang ....
- pertama pelaku sampingan
- kedua pelaku utama
- ketiga di luar utama
- pertama pelaku utama
Soal 59
Kutipan: Setiap pagi dia duduk di kursi rodanya menghadap ke sebuah meja. Di atas meja ada mesin ketik. Dia selalu berkarya. Dia tidak pernah putus asa meskipun kedua kakinya patah akibat kecelakaan sepeda motor dua tahun yang lalu. Dia teman dekatku, Yus Diana namanya.
Pertanyaan: Pertanyaan yang sesuai dengan kutipan novel tersebut adalah ....
- Di mana Yus Diana mendapat kecelakaan?
- Siapa yang tidak pernah putus asa?
- Bagaimana situasi rumah Yus Diana?
- Siapa yang mendorong ia menjadi penulis?
Soal 60
Pertanyaan: Puisi berikut ini yang termasuk pantun adalah ....
-
Oh, Tuhan
Biar aku menjadi embun-Mu
Memancarkan terang-Mu
Sampai aku lenyap olehnya -
Anak nelayan menangkap pari
Sampai karam menghadap karang
Amatilah buah nasibku ini
Ayah tiada ibu pun berpeluang -
Pergilah jua alat perahumu
Hasilkan bekal air dan kayu
Dayung pengayuh taruh di situ
Supaya laju perahumu itu -
Baik ditanam batang padi
Jadikan tampang anak pisang
Halah sapi dalam rimba
Adakah penyayang orang ini
Pendampingan akademik ini merupakan bagian dari sistem pendidikan di Pesantren Tahfidz Karangmojo, yang berupaya menyeimbangkan pembinaan Al-Qur'an dan kemampuan akademik ananda.
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 1
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 2
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 3
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 4
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 5
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 6
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 7
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 8
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 9
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 10
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 11
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 12