Soal 51
Kalimat yang menggunakan kata bersinestesia adalah ........
- Saya tidak suka minuman yang manis-manis.
- Bunga mawar itu harum sekali baunya.
- Lagu-lagu nostalgia sangat merdu didengar.
- Pemandangan di pantai sedap sekali dipandang.
Jawaban & Analisis
Jawaban: D
Analisis: Sinestesia adalah pemakaian kata indera tertentu untuk menggambarkan pengalaman indera lain (pertukaran tanggapan). Kata “sedap” biasanya untuk indera pengecap (rasa), tetapi pada opsi D dipakai untuk indera penglihatan (“dipandang”). Itu ciri sinestesia.
- A “manis” sesuai indera pengecap (rasa) dan objeknya minuman; bukan sinestesia.
- B “harum” sesuai indera penciuman; pemakaian normal.
- C “merdu” sesuai indera pendengaran; pemakaian normal.
- D (benar) “sedap” (rasa/pengecap) dipakai untuk “dipandang” (penglihatan) → sinestesia.
| Opsi | Kata indera | Indera asal | Dipakai untuk | Sinestesia? |
|---|---|---|---|---|
| A | manis | pengecap | minuman (rasa) | Tidak |
| B | harum | penciuman | bau | Tidak |
| C | merdu | pendengaran | didengar | Tidak |
| D | sedap | pengecap | dipandang (penglihatan) | Ya |
Karena terjadi pertukaran indera pada D, maka D \( \gt \) A.
Soal 52
(1) Satu kejadian yang saya alami pada hari Senin membuat saya merasa sedikit kagum.
(2) Pada hari itu dompet saya tertinggal di dalam taksi, tetapi Selasa pagi dompet beserta isinya sudah kembali lagi.
(3) Begitulah yang saya alami. (4) Terima kasih Pak Sopir Taksi.
Kalimat yang menyatakan hubungan pertentangan terdapat pada nomor ......
- (1)
- (2)
- (3)
- (4)
Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Analisis: Hubungan pertentangan biasanya ditandai konjungsi seperti “tetapi”, “namun”, “akan tetapi”. Pada kalimat (2) terdapat kata “tetapi” yang menghubungkan dua keadaan yang berlawanan: dompet tertinggal vs dompet kembali.
- A (1) hanya pengantar kejadian, tidak ada penanda pertentangan.
- B (benar) (2) memakai “tetapi” → penanda pertentangan.
- C (3) kalimat penutup ringkas, tanpa pertentangan.
- D (4) ungkapan terima kasih, bukan pertentangan.
| Nomor | Penanda | Jenis hubungan |
|---|---|---|
| (1) | - | Pernyataan umum |
| (2) | tetapi | Pertentangan |
| (3) | - | Penegasan/penutup |
| (4) | - | Ungkapan |
Karena hanya (2) yang memuat “tetapi”, maka (2) \( \gt \) (1).
Soal 53
Adikku, Dita, ingin melengkapi sarana belajar yaitu akan membeli meja belajar. Sementara itu ibu menginginkan kursi tamu. Lemari yang diletakkan di sudut ruang pamer merupakan pilihan ayah. Itulah keinginan kami saat kami melihat pameran mebel.
Pasangan kata yang berhipernim-hiponim terdapat dalam kalimat ......
- pertama
- kedua
- ketiga
- keempat
Jawaban & Analisis
Jawaban: A
Analisis: Hipernim adalah kata yang maknanya lebih umum, sedangkan hiponim lebih khusus. Pada kalimat pertama ada “sarana belajar” (umum) dan “meja belajar” (jenis khusus dari sarana/fasilitas belajar). Ini membentuk pasangan hipernim-hiponim yang paling jelas.
- A (benar) “sarana belajar” (hipernim) → “meja belajar” (hiponim).
- B “kursi tamu” tidak dipasangkan dengan kata umum yang menaunginya dalam kalimat itu.
- C “lemari” juga tidak dipasangkan eksplisit dengan kata umum (mis. mebel/perabot) pada kalimat yang sama.
- D kalimat keempat hanya penutup situasi, tidak memuat pasangan umum-khusus.
| Kalimat | Kata umum (hipernim) | Kata khusus (hiponim) | Ada pasangan? |
|---|---|---|---|
| 1 | sarana belajar | meja belajar | Ya |
| 2 | - | kursi tamu | Tidak jelas |
| 3 | - | lemari | Tidak jelas |
| 4 | - | - | Tidak |
Karena pasangan paling eksplisit ada pada kalimat pertama, maka A \( \gt \) B.
Soal 54
Kata berhomonim terdapat dalam kalimat ......
- Kepala Sekolah pulang karena kepalanya pening.
- Dua kali saya menyeberangi kali Ciliwung.
- Bang Virdi menabung di Bank Mandiri.
- Sebelum apel pagi Rosi makan apel.
Jawaban & Analisis
Jawaban: D
Analisis: Homonim adalah kata yang lafal dan ejaannya sama, tetapi maknanya berbeda. Pada opsi D, kata “apel” muncul dua kali dengan makna berbeda: “apel pagi” (upacara/berkumpul) dan “makan apel” (buah).
- A “kepala sekolah” dan “kepalanya” memang berbeda rujukan (jabatan vs bagian tubuh), tetapi “kepala sekolah” lebih berupa frasa jabatan; contoh homonim yang paling kuat dan umum adalah “apel” (buah vs upacara).
- B “kali” (dua kali) dan “kali” (sungai) juga homonim, namun contoh pada D lebih tegas karena dua makna muncul berdampingan dalam konteks yang sangat berbeda.
- C “bank” pada kalimat ini hanya bermakna lembaga keuangan; tidak ada pasangan makna lain dalam kalimat.
- D (benar) “apel” = upacara dan “apel” = buah → homonim jelas.
| Opsi | Kata sama | Makna 1 | Makna 2 | Homonim? |
|---|---|---|---|---|
| A | kepala | jabatan (kepala sekolah) | bagian tubuh | Kurang tegas |
| B | kali | frekuensi | sungai | Ya |
| C | bank | lembaga keuangan | - | Tidak |
| D | apel | upacara | buah | Ya (paling jelas) |
Karena perbedaan makna “apel” sangat kontras, D \( \gt \) B sebagai jawaban paling kuat.
Soal 55
Gito : "Ini pasti ulah si Rika. Ia balas dendam kepada kita."
(Sambil malah membersihkan kelas).
Nadia : "Rasanya hal itu tak mungkin. Rika bukan tipe anak pendendam. Setahuku selama ini ia baik."
Gito : "Mungkin juga. Buktinya kelas kita sekarang kotor. Mungkin sepulang sekolah ia kemarin ia sengaja membuang sampah-sampah ini."
Isi dialog tersebut adalah ....
- memperdebatkan kelas yang kotor
- prasangka buruk terhadap Rika
- Rika termasuk anak pendendam
- kekecewaan Gito kepada Rika
Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Analisis: Dialog berpusat pada dugaan Gito bahwa Rika sengaja mengotori kelas sebagai balas dendam, sedangkan Nadia meragukan dan membela Rika. Inti pembicaraan adalah prasangka/dugaan buruk terhadap Rika.
- A memang ada konteks “kelas kotor”, tetapi itu hanya latar masalah; fokusnya siapa pelakunya dan dugaan balas dendam.
- B (benar) Gito menuduh/berprasangka: “Ini pasti ulah si Rika”, “sengaja membuang sampah-sampah ini”.
- C dialog tidak memastikan Rika pendendam; Nadia justru menyangkal. Jadi ini bukan isi yang disepakati, hanya tuduhan.
- D Gito lebih banyak berprasangka daripada menyatakan kecewa secara eksplisit; emosi utama yang tampak adalah kecurigaan.
| Opsi | Apakah sesuai dengan inti dialog? | Alasan |
|---|---|---|
| A | Sebagian | Kelas kotor hanya pemicu, bukan inti isi. |
| B | Ya | Gito menuduh Rika tanpa bukti pasti. |
| C | Tidak | Nadia menolak; tidak ada kepastian. |
| D | Kurang | Yang dominan adalah kecurigaan/prasangka. |
Karena “prasangka buruk” paling mewakili keseluruhan dialog, maka B \( \gt \) A.
Pendampingan akademik ini merupakan bagian dari sistem pendidikan di Pesantren Tahfidz Karangmojo, yang berupaya menyeimbangkan pembinaan Al-Qur'an dan kemampuan akademik ananda.
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 1
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 2
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 3
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 4
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 5
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 6
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 7
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 8
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 9
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 10
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 11
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 12