Baca juga
- pesantren Attauhidiyah
- pesantren Fitrah Insani
- Pesantren Putra Putri Al Husna 1 Kediri.
- pesantren Hamalatul Quran 2
Teks untuk soal nomor 16 dan 17
Makanan yang kita makan sehari-hari sangat diperlukan bagi pertumbuhan. Untuk melakukan kegiatan seperti: berolahraga, dan bermain, kita perlu energi.
Makanan yang kita makan memiliki kandungan zat yang berbeda manfaatnya bagi tubuh. Misalnya, zat hidrat arang atau disebut karbohidrat merupakan zat makanan yang berfungsi sebagai sumber energi utama tubuh. Sebaliknya jika kita mengonsumsi makanan yang mengandung banyak karbohidrat, makanan tersebut akan disimpan menjadi lemak.
Zat hidrat arang terdapat dalam gula, tepung, butiran, dan akar-akaran. Jenis-jenis makanan yang mengandung hidrat arang adalah roti, beras merah, jagung, kentang, dan umbi-umbian.
Soal
16. Bagaimana jika di dalam tubuh kita kelebihan zat hidrat?
Jika kelebihan zat hidrat, maka zat tersebut akan …
| A. Disimpan menjadi lemak |
| B. Diubah menjadi tepung |
| C. Disimpan menjadi gula |
| D. Diubah menjadi energi |
17. Mengapa kita memerlukan sumber energi?
Kita memerlukan sumber energi karena …
| A. Memiliki kandungan yang bermanfaat bagi tubuh |
| B. Sangat diperlukan bagi pertumbuhan |
| C. Berguna untuk melakukan kegiatan |
| D. Untuk memenuhi zat hidrat dalam tubuh |
Teks untuk nomor 18 dan 19
Sudah beberapa hari ini, Belalang melihat Ular akrab dengan Padi. Ia tidak senang dan merasa tersaingi.
Ketika Ular sedang sendiri, Belalang mendekat.
“Tuanku, akhir-akhir ini Tuan sering terlihat bersama Padi. Hamba takut kalau Tuan tertular kebodohannya.”
“Terimakasih, Lang. Kalau begitu aku akan berusaha menjauhinya,” jawab Ular.
Belalang merasa senang karena hasutannya berhasil. Ia pun pergi meninggalkan Ular.
“Apa benar yang dikatakan Belalang? Ah, aku tidak mau langsung percaya begitu saja! Aku harus menguji kepintaran Belalang dan Padi. Aku harus mengajukan pertanyaan yang sangat sulit untuk mereka berdua,” pikir Ular.
Ular pun akhirnya menemukan pertanyaan yang sulit. Ia lalu mengajukan pertanyaan itu pada Belalang dan Padi.
“Belalang, Padi, coba kalian lihat ke atas! Berapa ya jumlah bintang-bintang itu?” tanya Ular.
Belalang dan Padi terus mengamati langit. Belalang beberapa kali menghitung jumlah bintang, tetapi tidak pernah cocok jumlahnya. Setiap dia mengulang, jumlahnya berbeda terus.
“Padi, bagaimana menurutmu?” Ular bertanya kepada Padi.
Padi menjawab dengan tenang.
“Jumlah bintang di langit sama dengan jumlah siku yang Tuan Miliki.”
“Kamu jangan asal jawab saja, Padi!” ujar Ular agak marah.
“Kalau Tuan tidak percaya, silakan saja Tuan hitung sendiri!” kata Padi.
Ular terdiam. Ia berpikir dalam hatinya. Benar kata Padi. Aku juga tidak tahu, berapa jumlah siku dan jumlah bintang di langit.
“Kamu ternyata pintar, Padi,” ujar Ular.
Padi tersenyum bangga. Belalang lalu pergi karena malu.
Soal
18. Tokoh utama cerita tersebut adalah …
| A. Padi |
| B. Ular |
| C. Bintang |
| D. Belalang |
19. “Belalang, Padi, coba kalian lihat ke atas! Berapa ya, jumlah bintang-bintang itu?” tanya Ular.
Penggalan kalimat di atas menggunakan latar …
| A. tempat |
| B. sosial |
| C. waktu |
| D. suasana |
Soal
20. Watak ular dalam cerita di atas adalah …
| A. Keras kepala |
| B. Teguh pendirian |
| C. Rendah hati |
| D. Keras hati |
Soal Latihan SD Bahasa Indonesia
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia - bagian 1
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia - bagian 2
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia - bagian 3
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia - bagian 4
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia - bagian 5
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia - bagian 6
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia - bagian 7
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia - bagian 8
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia - bagian 9