Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

17. Cermati penggalan berikut untuk menjawab soal nomor 17 dan 18!

“Tidak! Lagu Indonesia Raya itu tidak boleh ditukar. Kita harus mendengarnya sampai selesai!”
“Tetapi, telingaku sakit mendengarnya!” kata orang yang berseragam hijau dengan tiga pistol di pinggangnya.
“Apa katamu? Sakit telingamu mendengarnya? Itu artinya kau tidak cinta pada Tanah Airmu!”
“Tetapi, tidak saatnya lagu kebangsaan itu diputar sekarang!”
“Sekarang adalah saat yang tepat! Tidakkah kau lihat mereka sudah mulai berkelahi. Masing-masing telah meminta lagu daerah mereka sendiri-sendiri.”
“Tetapi telingaku sakit mendengar lagu Indonesia Raya itu!”
“Berarti kau pengkhianat! Silahkan keluar dari dalam bus ini!”
“Tetapi ...,” kata orang berseragam hijau dengan tiga pucuk pistol.
“Tetapi apa, kau sudah membayar uang ongkos? Itu maksudmu,” kata orang berseragam hijau dengan dua pistol di pinggangnya.
“Saya akan ganti uang sisa ongkos perjalananmu. Lagu Indonesia Raya ini harus tetap mengumandang sampai tujuan berakhir. Kalau kau tidak suka, kau boleh keluar dari dalam bus ini! Tak ada tempat bagi yang tidak suka lagu kebangsaannya sendiri. Siapa yang tidak suka dengan lagu kebangsaannya sendiri?”
(Lagu di Atas Bus, Hamsad Rangkuti)

Keterkaitan kutipan cerpen tersebut dengan kehidupan sehari-hari adalah ....

A.Banyak orang yang lebih menyukai segala sesuatu yang bersifat kedaerahan dibandingkan dengan yang bersifat nasional.
B.Mencintai segala sesuatu yang berbau daerah dapat memunculkan kemungkinan terjadinya perpecahan.
C.Jangan terlalu berlebihan menampilkan sesuatu yang bersifat kedaerahan jika ada orang yang tidak sependapat dengan kita.
D.Kita boleh mencintai segala sesuatu yang bersifat kedaerahan tanpa mengabaikan kepentingan nasional.
E.Orang yang mencintai segala sesuatu yang bersifat kedaerahan masih lebih baik daripada mereka mencintai yang berbau asing.
Jawaban dan Analisa

Jawaban: D

Isi kutipan menampilkan benturan antara kepentingan nasional (lagu kebangsaan “Indonesia Raya” harus dihormati/dituntaskan) dan kepentingan kedaerahan (penumpang meminta lagu daerah masing-masing). Relevansi ke kehidupan sehari-hari adalah sikap seimbang: boleh mencintai hal-hal kedaerahan, tetapi tidak mengabaikan kepentingan nasional. Itu tepat dinyatakan oleh opsi D.

Uji opsi:
A terlalu umum dan tidak menjadi pesan utama (kutipan menekankan pertentangan dan sikap tegas pada lagu kebangsaan).
B mungkin benar, tetapi kutipan lebih menekankan cara bersikap (menjaga nasional) daripada menyalahkan cinta daerah.
C menyimpang karena yang ditonjolkan bukan “menampilkan kedaerahan”, melainkan menjaga simbol nasional.
D paling tepat karena merangkum keseimbangan: lokal boleh, nasional tetap utama.
E tidak dibahas; tidak ada pembandingan dengan “yang berbau asing”.


18. Konflik yang dialami tokoh berseragam hijau dengan tiga pistol pada kutipan cerpen tersebut adalah ....

A.Keinginannya mendengarkan lagu daerah tidak terpenuhi.
B.Penyesalan telah meminta lagu Indonesia Raya diganti dengan daerah.
C.Ketakutan orang berseragam hijau dengan dua pistol.
D.Keributan yang terjadi di dalam bus antara para penumpang dengan sopir bus.
E.Kemarahan penumpang lain atas sikap tokoh berseragam hijau.
Jawaban dan Analisa

Jawaban: B

Tokoh berseragam hijau dengan tiga pistol menyatakan keberatan: “telingaku sakit” dan “tidak saatnya lagu kebangsaan diputar sekarang”. Ia pada dasarnya menolak pemutaran “Indonesia Raya” saat itu, sehingga konflik yang dialaminya adalah pertentangan akibat sikapnya yang mengarah pada permintaan mengganti/menolak lagu kebangsaan. Opsi B paling mendekati inti konflik tersebut (persoalan terkait permintaan mengganti lagu).

Uji opsi:
A tidak tepat karena tokoh tidak menyatakan ingin lagu daerah; ia hanya menolak “Indonesia Raya” saat itu.
B paling tepat karena konflik berpusat pada sikapnya terkait “Indonesia Raya” (minta diganti/ditolak diputar).
C tidak logis; tidak ada “ketakutan” yang menjadi konflik utama.
D tidak sesuai isi; keributan disebut antarpihak soal lagu, bukan penumpang vs sopir.
E ada kemarahan/ancaman dari pihak lain, tetapi itu lebih merupakan reaksi; akar konflik tetap sikap tokoh terhadap lagu kebangsaan.


19. Kutipan novel berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 19 s.d. 21. Bacalah dengan saksama!

(1) Sekali lagi Hanafi bangkit dari berbaring, sambil tertawa terbahak-bahak, maka berkatalah ia, “Itulah yang kusegankan benar hidup di tanah Minangkabau ini, Bu.”
(2) Di sini semua orang berkuasa, kepada semua kita berhutang, baik hutang uang maupun hutang budi.”
(3) Kemarahan Hanafi ditujukan kepada anaknya yang katanya sudah dimasuki oleh setan dan kepada Si Buyung yang masih belum datang, serta tamunya kepada kawan-kawannya melihat istrinya datang yang tidak ubah rupanya dengan koki.
(4) Semuanya sudah bertumpuk di atas kepala Rapiah.
(5) Sambil merentangkan anak itu ke tangan ibunya, dikatainyalah istrinya di muka kawan-kawannya dengan segala nista dan penghinaan hingga ketiga tamunya itu menjadi resah dan prihatin atas sikap Hanafi kepada istrinya.
(Salah Asuhan, Abdul Muis)

Watak tokoh Hanafi dalam penggalan novel pada kalimat nomor \( 3 \) tersebut adalah ....

A.berani
B.serakah
C.tegar
D.sombong
E.dengki
Jawaban dan Analisa

Jawaban: D

Kalimat \( 3 \) menunjukkan Hanafi meluapkan kemarahan kepada banyak pihak, termasuk menilai/merendahkan (arahnya tampak pada rangkaian peristiwa yang berlanjut di kalimat \( 5 \): “nista dan penghinaan” di depan orang lain). Pola ini mencerminkan sikap merasa benar sendiri dan merendahkan, sehingga watak yang paling sesuai dari pilihan yang tersedia adalah sombong.

Uji opsi:
A tidak ditunjukkan (yang tampak bukan keberanian, tetapi luapan emosi).
B tidak ada bukti kerakusan harta/keuntungan.
C “tegar” bertentangan dengan sikap meledak-ledak dan menghina.
D paling mendekati karena mengarah pada sikap merendahkan pihak lain (selaras dengan kelanjutan di kalimat \( 5 \)).
E “dengki” (iri) tidak ditunjukkan secara jelas sebagai motif dalam kalimat \( 3 \).


20. Pendeskipsian watak Hanafi juga seorang yang kasar tampak pada kalimat nomor \( 5 \). Dalam kutipan tersebut adalah melalui ....

A.perilaku tokoh
B.dialog antartokoh
C.tanggapan tokoh lain
D.gambaran fisik tokoh
E.jalan pikiran tokoh
Jawaban dan Analisa

Jawaban: A

Kalimat \( 5 \) menggambarkan tindakan dan sikap nyata Hanafi: “merentangkan anak itu”, lalu “dikatainyalah istrinya ... dengan segala nista dan penghinaan”. Itu adalah bentuk perilaku (tindakan + perlakuan) yang memperlihatkan kekasaran wataknya, bukan uraian fisik, bukan isi pikiran, dan bukan semata tanggapan tokoh lain.

Uji opsi:
A tepat karena kekasaran muncul lewat tindakan dan perlakuan Hanafi.
B kurang tepat karena yang ditampilkan adalah narasi tindakan/kejadian, bukan dialog langsung berformat percakapan.
C hanya efek lanjutan (tamu resah), tetapi cara penggambaran wataknya adalah perilaku Hanafi sendiri.
D tidak ada deskripsi fisik Hanafi.
E tidak ada uraian isi pikiran Hanafi.


21.Pembuktian latar suasana kemarahan dalam kutipan tersebut terdapat pada kalimat nomor ....

A.\( 1 \) dan \( 2 \)
B.\( 1 \) dan \( 4 \)
C.\( 3 \) dan \( 4 \)
D.\( 3 \) dan \( 5 \)
E.\( 4 \) dan \( 5 \)
Jawaban dan Analisa

Jawaban: D

Suasana kemarahan paling tegas ditunjukkan pada kalimat \( 3 \) (“Kemarahan Hanafi ...”) dan diperkuat oleh kalimat \( 5 \) yang memuat tindakan menghina (“nista dan penghinaan”) hingga orang lain menjadi resah. Jadi bukti latar suasana kemarahan berada pada \( 3 \) dan \( 5 \).

Uji opsi:
A dan B memuat konteks/ujar awal, belum menjadi bukti kemarahan yang eksplisit.
C ada kemarahan di \( 3 \), tetapi \( 4 \) hanya akibat umum (“bertumpuk di atas kepala Rapiah”), tidak sekuat bukti tindakan marah.
D tepat karena \( 3 \) eksplisit dan \( 5 \) konkret melalui penghinaan.
E memuat \( 5 \), tetapi tanpa \( 3 \) kehilangan penanda eksplisit “kemarahan”.